Sistem Dewi

Sistem Dewi
Viona di culik?


__ADS_3

"Ica sayang, Ini beneran kamu?" ucap Alvin terkejut, dia menggosok kedua matanya saat melihat Kekasihnya ada di depan matanya.


Takutnya ini hanya hayalannya semata, karena terlalu merindukan wanita yang sangat ia cintai itu.


"Apa kau senang dengan kejutannya, Alvin?" ucap Alyssa dengan senyumnya yang sangat cantik itu.


Dan menatap Alvin dengan kerinduan yang sama besarnya.


Grep!!!


Alvin langsung memeluk kekasihnya itu dengan erat saat mengetahui kedatangan kekasihnya itu adalah nyata dan bukan khayalan semata.


Dia kemudian menciumi seluruh wajah Alyssa, yang membuat Alyssa terkekeh geli karenanya.


"Hei, hentikan Alvin!! Kita masih ada di luar, tidak enak jika di lihat orang. Kau tidak mengizinkan aku masuk dulu, Hmm?" ucap Alyssa


"Maaf sayang, aku begitu terkejut dan teramat merindukanmu. Hingga aku terlalu bersemangat dan lupa jika kita masih berada di luar" ucap Alvin tersadar


"Ah...Alvin turunkan aku!!!" teriak Alyssa kaget, saat tangan kekar milik Alvin, mengangkatnya dan menggendongnya ala bridal style.


Alvin menutup dan mengunci pintunya begitu ia masuk. Dia membaringkan Alyssa di tempat tidur dan menghujaninya dengan ciuman yang penuh dengan gairah.


"Alvin.." ucap Alyssa saat ia kekurangan paska udara karena Alvin menciumnya dengan rakus.


"Aku sangat merindukanmu sayang" ucap Alvin mesra di sela ciumannya, dan terus mencium Alyssa dengan gairah yang meluap-luap.


"Ah.. Alvin" desah Alyssa saat Alvin mengisap kuat leher putih nan mulus milik kekasih nya itu, hingga membekas merah terletak di lehernya.


"Kamu begitu wangi sayang" ucap Alvin terus menciumi Alyssa


"Alvin, hentikan. Aku belum mandi, aku ingin membersihkan diri" ucap Alyssa mencoba mengelak


Namun Alvin tidak menanggapinya dan terus menciumi Alyssa.


Sampai Alvin berhasil membuka seluruh pakaian miliknya dan milik Alyssa. Hingga tubuh mereka berdua polos tanpa sehelai benang.


"Alvin, Jangan!" ucap Alyssa kaget saat sadar mereka berdua sudah polos.


"Aku tidak akan melakukan itu sayang, aku hanya ingin menyentuhmu di luar. Aku janji aku tidak akan melanggar batas" ucap Alvin mencoba menahan gairahnya yang memuncak itu.


Alyssa hanya pasrah dan menikmati permainan dan sentuhan demi sentuhan, yang Alvin berikan padanya.


Setuhan demi sentuhan yang Alvin berikan padanya sangat menggairahkan.


Namun Alvin tetap mmenuhi janjinya dan mereka hanya melakukan make out, tidak lebih.


Di mana Alvin mengajari Alyssa untuk menyentuh dan memuaskan adik kecilnya, tanpa harus melakukan penjelajahan atau trip adventure di hutan belantara keramat menggunakan kendaraan hidup miliknya.

__ADS_1


...¤...


Malam itu di kota S, Viona berlari terengah-engah saat dirinya di kejar oleh beberapa orang yang tidak ia kenali itu.


Ia berteriak meminta tolong, namun tidak ada satu pun warga yang datang untuk menolongnya.


Karena memang lokasi dirinya berada cukup jauh dari pemukiman warga.


Viona terus berlari sampai terjatuh dan lututnya berdarah karena terkena kerikil yang cukup tajam di jalan.


Dia berusaha berdiri dan menahan rasa sakit di lutut yang mengeluarkan darah itu, dan berjalan dengan tertatih.


"Ahh... Tolong!!! siapa pun tolong aku!!!" teriak Viona teramat ketakutan


"Jangan mendekat!!!" teriak Viona saat melihat orang yang mengejarnya sudah berada tepat di belakangnya.


Grep!!


Viona di tangkap oleh orang yang mengejarnya. Dia lalu sekuat tenaga memberontak dan berusaha untuk melepaskan diri dari orang yang menangkapnya itu.


"Akh.. tolooong!!" teriak Viona lagi


"Diam!!!" teriak salah satu orang yang menangkapnya


"Tolong lepaskan saya!!!" ucap Viona lirih dan memohon padanya.


"Berisik!!" ucap orang itu lalu memukul tengkuk Viona hingga dia tidak sadarkan diri.


"Ayo bawa dia ke markas terdekat, biar nanti kita hubungi Tiger, jika kita sudah berhasil menangkap target" ucap salah satu orang


"Baik" ucap yang lainnya, dan melajukan Mobilnya menuju tempat yang mereka sebut markas itu.


...¤...


Doni hanya menatap heran pada sepasang kekasih yang ada di depannya itu. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah tuan mudanya, Alvin dengan kekasihnya Alyssa.


Mereka saat ini sedang makan malam di Restoran Hotel tempat mereka menginap.


"Sayang maaf, jangan ngambek lagi ya" ucap Alvin memohon dengan nada yang sangat lembut.


Doni sampai di buat merinding mendengar suara lembut dari tuan mudanya itu. Selama ia bekerja dengan Alvin, baru kali ini ia mendengar Tuan mudanya itu berkata sangat lembut.


"Tenggorokanku sakit, kamu sangat kasar. Tidak sadar apa kalau itu sangat besar" ucap Alyssa masih dengan wajah cemberutnya.


"Maaf sayang aku tidak sengaja, karena terlalu nikmat dan bersemangat. Aku akan lebih hati-hati lain kali oke" ucap Alvin terus membujuk Alyssa.


Doni yang mendengar kata-kata ambigu itu menjadi tersedak pas sekali ketika ia sedang minum saat itu.

__ADS_1


"Uhuk...uhuk..." Doni terbatuk-batuk di buatnya


"Kamu kenapa Doni?" tanya Alvin yang mendengar Doni yang terbatuk dengan wajahnya yang watados.


"Tuan muda, nona. Bisakah anda tidak mengumbar kemesraan di depan saya yang sudah Jomblo akut ini? Dan tolong, kalian jangan mengucapkan kata-kata ambigu seperti itu" ucap Doni malu sendiri ketika mengucapkannya


"Makanya cepat cari pacar, Emang ada yang salah dengan ucapan Ka aaahhhh, sayang sakit..." teriak Alvin saat mendapat cubitan maut dan tatapan tajam dari kekasihnya itu.


"Berhenti bicara, ayo lanjut makan!" ucap Alyssa


Baik Alvin maupun Doni tidak ada yang berani membantah ucapan Alyssa. Dan mereka langsung berhenti.


Bagi mereka berdua terutama Alvin, ucapan Alyssa adalah hal mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat.


Lalu mereka bertiga mulai menyantap sarapan mereka dengan lahap dan khidmat.


Lalu Alvin setelah makan malam, dirinya mengajak Alyssa berkeliling ke kota T. Sedangkan Doni milih berdiam di mobil, karena tidak ingin menjadi obat nyamuk di antara keduanya.


Mereka berdua sangat menikmati suasana malam yang indah dengan pemandangan sungai dan cahaya kelap kelip lampu di sekitar sungai yang sangat cantik.


Dan ada juga pemandangan jembatan yang terbentang di atas sungai. Jembatan itu terlihat sangat kokoh dan sangat berkilau karena banyak nya lampu yang menghiasinya.


"Ica, terimakasih sudah menyempatkan datang ke sini untuk menemuiku. Aku sangat senang sekali hari ini" ucap Alvin memeluk Alyssa dari belakang dan mengecup kepala kekasihnya itu berkali-kali.


"Hmm sama-sama. Alvin ada yang ingin aku ceritakan padamu" ucap Alyssa menyodorkan kepalanya di dada bidang milik kekasihnya itu.


"Tentang apa?" tanya Alvin menyurai lembut rambut Alyssa.


"Tentang alasan kepergianku bersama Kak Azka ke kota S kemarin" ucap Alyssa


"Hmm, ceritakanlah saat kau ingin cerita, aku akan mendengarkanmu" ucap Alvin yang kali ini duduk di atas rumput dan memeluk Alyssa yang duduk di depannya.


Alyssa lalu menceritakan kejadian di kediaman Raiden, dan Pertemuannya dengan Cinta, yang tak lain adalah wanita yang pernah menemui Alvin di kantornya.


Alvin tentu saja terkejut saat mengetahui Cinta adalah kakak tiri kekasihnya.


Alvin juga sangat marah saat Alyssa mengatakan jika Cinta meminta Alyssa untuk melepaskannya. Bahkan memintanya di depan Raiden.


Jujur saja, Alvin merasa sangat ilfil dengan wanita macam Cinta.


"Aku ingin meminta bantuanmu boleh?" tanya Alyssa


"Apapun untukmu sayang. Apa yang bisa aku lakukan untukmu" ucap Alvin sambil menciumi pipi Alyssa.


"Aku punya beberapa bukti mengenai hubungan Nimar dan Raiden, juga bukti lainnya. yang berhasil aku dapatkan setelah meretas semua jaringan baik CCTV maupun elektronik yang berhubungan dengan mereka. Aku ingin kamu menyimpannya dan aku juga akan menyimpan salinannya, untuk berjaga-jaga" ucap Alyssa


"Dengan senang hati sayang, aku akan menjaga amanahmu dengan sebaik-baiknya. Kau bisa mempercayakannya padaku" ucap Alvin serius

__ADS_1


"Terimakasih Alvin, tentu aku sangat mempercayaimu" ucap Alyssa mengecup singkat bibir Alvin.


Namun Alvin menahannya dan memperdalam ciuman padanya, hingga terjadi ciuman yang sangat panjang.


__ADS_2