
Pesta pernikahan Alex dan Enzy masih berjalan dengan sangat meriah, semua tamu menikmati hidangan dan hiburan dari bintang tamu.
Alvin saat ini sedang mencari-cari keberadaan Doni, karena sedari tadi ia tidak melihat keberadaan sang asisten pribadinya itu.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Alyssa heran melihat Alvin seperti mencari sesuatu
"Cari Doni yang, kemana ya dia yah? Kamu lihat dia nggak?" ucap Alvin masih melihat ke sana kemari.
"Aku nggak lihat, memangnya ada apa??" tanya Alyssa
"Aku harus pulang sekarang, aku mau jemput Kak Aletta di rumahnya. Sepertinya dia menalami kontraksi" ucap Alvin cemas
"Kak Xavier kemana emang?" tanya Alyssa mengenai keberadaan kakak ipar dari prianya itu.
"Kak Vier lagi tugas di perbatasan, jadi HP nya nggak bisa di hubungi. Biasanya mamah yang temani kakak Aletta di rumah. Tapi mamah sedang di sini kan sekarang" ucap Alvin
"Kalau begitu,? Pakai mobilku saja, tapi maaf aku nggak bisa ikut. Aku harus mengurus semuanya di sini sampai acaranya selesai, nanti aku susul kamu ke rumah sakit" ucap Alyssa
"Baiklah, aku pinjam mobilnya. Tolong cari mamah yah, aku buru-buru takut ada apa-apa sama Kak Aletta" ucap Alvin
"Iya, nanti aku kasih tahu mamah. Kamu hati-hati" ucap Alyssa
"Iya sayang. Aku sangat mencintai kamu, kamu satu-satunya di hatiku. Kamu harus ingat itu!" ucap Alvin mengecup kening Alyssa sebelum pergi.
Entah mengapa setelah Alvin pergi, perasaan Alyssa tidak nyaman. Ucapan Alvin barusan juga terasa aneh.
Kebetulan Alyssa melihat Sandra sedang berbincang dengan beberapa wanita paruh baya lain di sudut aula.
Alyssa langsung menghampiri Sandra dan menceritakan segalanya, jika saat ini Alvin sedang menuju ke rumah Aletta.
Sandra panik saat mendengar Aletta mengalmi kontraksi, tidak seharusnya ia meninggalkan putrinya yang sedang hamil besar di rumah sendirian. Sandra langsung menghampiri Erick dan pamit pulang terlebih dulu pada kedua mempelai.
"Aneh kenapa perasaan aku tidak tenang seperti ini" Gumam Alyssa
Alyssa berjalan menuju kamar mandi.
"Aras, Coba kamu proyeksikan kamera yang ada di dalam mobilku" ucap Alyssa
__ADS_1
"Baik nona" ucap Aras
Kemudian Aras memproyeksikan video, dimana saat ini Alvin sedang menyetir mobil di atas rata-rata.
"Heran, itu terlihat normal-normal saja. Tidak ada yang salah, tapi kenapa perasaanku tidak enak" Gumam Alyssa
"Aras, pindai kondisi mobil itu sekarang juga" ucap Alyssa lagi. Entah mengapa perasaannya masih saja tidak enak
Aras memindai kondisi mobil, lalu sebuah bunyi alarm terdeksi.
"Nona, sepertinya Kabel Rem mobil anda ada yang menyabotase dengan sengaja " ucap Aras
"Apa??" ucap Alyssa terkejut. Alyssa lalu bergegas mengambil HP nya dan segera memanggil Alvin dengan tergesa-gesa, namun tidak di angkat. Mungkin saja Alvin sedang terburu-buru karena khawatir dengan kondisi kakaknya, hingga tidak menyadari HP nya berbunyi
"Sial..!!!" Umpat Alyssa, dia kemudian keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa. Ia menghampiri Dion yang saat ini sedang mengobrol dengan Desti di meja sambil menikmati makanan.
"Dion!!, Kau bawa motor kemari kan?" tanya Alyssa buru-buru
"Ya Kak" ucap Dion heran dengan raut wajah kakaknya yang tampak berantakan karena khawatir.
"Mana kuncinya, Kakak ada perlu!!" ucap Alyssa menyodorkan tangannya
"Cepat Dion!! Kakak tidak bisa mengatakannya sekarang!! CEPATLAH!!" teriak Alyssa karena saat ini rasa cemas menyelimutinya.
"I-ini Kak" ucap Dion Kaget saat melihat Alyssa berteriak di depannya dan memverikan kunci motor baru nya itu.
Bukan hanya Dion, orang yang berada tak jauh dari sana juga sama terkejut, mendengar teriakan Alyssa. Dan kebetulan Dion sedang ada di sana.
"Nona, anda kenapa?" tanya Dion cemas
"Kemana saja kau Hah?? Harusnya kamu jangan kelayaban dan meninggalkan Alvi sendrian" ucap Alyssa dengan nada tinggi
"Ak-aku habis dari kamar mandi perutku sedang tidak enak, Nona. Apa yang terjadi?" ucap Doni terkejut, dia tidak pernah melihat Alyssa semarah ini sebelumnya.
"Alvin sekarang dalam bahaya, Dia sedang membawa mobilku sekarang. Dia senang menuju rumah Kak Aletta. Aku baru saja tahu jika ada yang sengaja menyabotase mobilku" ucap Alyssa sambil berlari keluar, dan di ikuti Doni .
"Ya Tuhan, tuan muda, semoga anda baik-baik saja" ucap Doni terkejut
__ADS_1
"cepatlah susul aku, aku akan berusaha mengejar Alvin" ucap Alyssa langsung memakai helm dan juga menarik gass motor baru milik Dion, yang baru kemarin ia belikan.
Ia tidak peduli saat ini dia menggunakan gaun, dia sengaja merobek gaun itu agar leluasa menggunakan motor CBR 600cc Milik Dion.
"Aku mohon Tuhan, tolong lindungi Alvin" ucap Alyssa berdoa dalam hatinya.
...¤...
Doni saat ini panik dan memacu kendaraannya dengan cepat, Ia juga mencoba menghubungi Sandra.
"Halo Doni" ucap Sandra
"Nyonya, apa anda sudah sampai ke rumah nona Aletta?" tanya Doni
"Tidak, kamu tidak kesana. Bukannya Alvin sedang menjemput Aletta, makanya kami akan menyusulnya langsung ke rumah sakit" ucap Sandra
"Nyonya bisa anda coba Telepon Nona Aletta? tanyakan padanya apa tuan muda sudah sampai? Soalnya Saat ini Nona Alyssa sedang mengejar Tuan muda, karena baru saja nona muda mendapat kabar jika ada yang menyabotase mobil miliknya" ucap Doni
"Apa?? Ya Tuhan, Alvin" ucap Sandra gemetar.
"Berdoa saja semoga nona Alyssa bisa tepat waktu, menghentikan Tuan muda sebelum itu kecelakaan benar-benar terjadi" ucap Dion
"Ya, Tuhan" ucap Sandra lemas saat sambungan Doni terputus.
"Ada apa mah?" tanya Erick
"Ada yang mencoba menyabotase mobil Ica, Pah. Dan saat ini mobil itu sedang di kendarai Alvin. Pah, ayo kita ke rumah Aletta dulu, perasaan mamah tidak enak dan tidak tenang sekarang" ucap Sandra
"Ya mah, sebaiknya mamah telepon Aletta" ucap Erick, dan Sandra mengangguk.
"Halo mah, sshhh" ucap Aletta memyahan sakit di kakinya
"Sayang, apa Alvin susah sampai di sana?" tanya Sandra
"Alvin belum sampai mah, Aletta masih nunggu di rumah ini" ucap Aletta
"Mamah sama papah ke sana, kamu yang sabar ya sayang" ucap Sandra
__ADS_1
"Iya mah. Mamah hati-hati, jangan buru-buru, ada Bu Inem kok yang temani Letta di sini" ucap Aletta.
Setelah sambungan telepon terputus, Erik dan Sandra berdoa dalam hatinya, mereka berdia, semoga kedua anaknya tidak apa-apa, dalam kondisi selamat, dan sehat.