Sistem Dewi

Sistem Dewi
Keterampilan pemindai


__ADS_3

Setelah selesai menyantap makanan lezat di depannya, Alyssa melirik ke arah Enzy dan bertanya,


"Bagaimana menurutmu, makanan ini Enzy?" tanya Alyssa pada Enzy


Noah sedikit terkejut, harusnya dia yang bertanya seperti itu pada Alyssa. Namun kini dia mendengar Alyssa justru bertanya pada sekretarisnya.


"Rasanya enak nona, hanya saja sedikit terlalu berlemak, dan sedikit over cook" ucap Enzy


Alyssa menganggukkan kepalanya, dan tersenyum.


"Komentar yang cukup baik, keahlianmu cukup meningkat. Tapi kamu terlewat satu hal, yaitu makanan ini terlalu banyak menggunakan bawang putih. Harusnya lebih opsional dalam penggunaannya, pasti lebih nikmat" ucap Alyssa


"Saya akan mengingatnya, Nona" ucap Enzy


Alyssa tidak ragu mengatakan itu di depan Noah, toh ini hanya makan malam. Dan ini juga bagus untuk pelajaran bagi Enzy mengenai masakan.


Dan bisa di terapkan dan mengevaluasi makanan di Hotel milik Alyssa nanti.


Sedangkan Noah hanya terbengong melihat pembicaraan kedua wanita di depannya. Dia tidak terlalu paham dengan masakan.


Dan pembicaraan antara Alyssa dan Enzy, terlihat seperti seseorang yang sedang mengajari bawahan, atau anak didiknya.


"Terimakasih Noah, hidangannya lezat. Aku menikmatinya" ucap Alyssa setelahnya


"Sama-sama, senang mendengarnya" ucap Noah tersenyum. "Aku dengar kamu ingin pergi ke ibukota. Bukannya kamu tinggal di kota M?" tanya Noah


"Benar, aku ke ibukota hanya tentang pekerjaan dan sesuatu yang harus aku lakukan di sana" ucap Alyssa, dia masih canggung untuk terbuka dengan orang lain.


Meskipun, dulu Noah pernah melindunginya selama sebulan. Tapi dia tidak terlalu mengenal sosok Noah.


"Oh, begitu. Berhubung kau masih di sini, bagaimana jika besok aku menemanimu berkeliling kota A? Aku akan menunjukkan padamu, pesona dan tempat menakjubkan di kota ini" ucap Noah, berharap jika Alyssa menerima ajakannya.


"Aku minta maaf, sepertinya aku tidak bisa. Aku akan kembali ke Ibukota besok" ucap Alyssa


Tidak mungkin dirinya menerima ajakan Noah. Dia tidak mau memancing di air yang keruh.


Lagian dia ingin cepat-cepat kembali ke ibukota, karena banyak hal yang harus dia urus. Terutama masalah pencarian ibu kandungnya.


"Sayang sekali. Kalau begitu aku akan mengantarmu ke airport besok" ucap Noah


"Tidak perlu merepotkanmu, kebetulan aku di antar orangku nanti" tolak Alyssa dengan lembut.


"Ah, seperti itu? Baiklah, biar nanti aku bisa berkunjung ke Kota M suatu hari nanti. Kau harus menjamuku saat itu" ucap Noah seraya tersenyum.


Alyssa tidak menjawabnya, dirinya merasa ada yang aneh dengan sikap Noah. Entah itu apa, Alyssa tidak mengerti.


"Sudah malam, aku pamit pulang kalau begitu" ucap Alyssa


"Biar saya antar ke depan" ucap Noah.

__ADS_1


Setelah Alyssa dan Enzy naik mobil, Noah baru beranjak masuk ke dalam Hotel lagi, dan bertemu temannya.


"Yo, Noah. Aku tidak salah lihat ternyata. Seorang pebisnis sukses seperti Tuan muda Noah, mengantar seorang selebriti cantik keluar dari Hotel, berapa ronde kamu?" ucap seorang pria seumuran dengan Noah dan merangkul pundaknya.


"Johan, jaga mulutmu!! Dia bukan wanita yang seperti yang kamu bicarakan, dia wanita baik-baik dia kemari hanya untuk menemaniku makan malam" ucap Noah melepas tangan Johan yang melingkar di pundaknya.


"Yoooo, aku hanya bercanda bro. Aku sangat terkejut melihat kamu cukup dekat dengan seorang Alyssa" ucap Johan


"Kau kenal Alyssa?" ucap Noah kaget, saat Johan menyebut nama Alyssa.


"Tidak kenal, tapi aku tentu saja tahu tentang dia. Dia adalah model yang sedang naik daun di jagat maya saat ini" ucap Johan


"Model? Benarkah??" teriak Noah


"Astaga! nggak pake teriak pake toa juga kali. Iya dia jadi model, kalian kamu kemana aja baru tau? Makanya jangan cuma bisnis yang ada di otakmu itu. Sekali-kali lihat internet apa yang sedang ramai di bicarakan saat ini" ucap Johan menggosok telinganya.


"Dia jadi model brand apa?" tanya Noah penasaran


"Tinggal kamu searching namanya di internet, susah amat" ucap Johan.


Noah langsung mengetik nama Alyssa di pencarian internet. Dapat di lihat dari rentetan Alyssa nama Alyssa sedang naik daun.


Noah mengklik video iklan Alyssa di Angelic Parfum. Dia begitu terpesona melihat kecantikan Alyssa.


"Tutup itu bibir, bisa-bisa lalat bahkan gajah pun bisa masuk" ucap Johan.


"Tunggu Noah!! ucap Johan


__________


Keesokan harinya Alyssa bangun sedikit terlambat. Dia menoleh melihat jam di layar HP nya. Sudah jam 6.15, dia terlambat 1 jam lebih dari kebiasaan dia bangun tidur.


Di lihat di layar HP tertera nama Alvin di kolom pesan. Alyssa lalu membuka pesan sari Alvin itu.


[ Selamat pagi Ica, apa tidurmu nyenyak? Kamu jadi kembali ke ibukota hari ini? ]


Alyssa lalu membalasnya jika dia jadi pulang hari ini, dan Alvin akan menjemputnya di airport.


Alyssa merenggangkan otot-ototnya.


"Masuk" ucap Alyssa pada sistemnya.


[ Selamat Host, anda mendapatkan uang tunai sebesar 100 juta ]


[ Bank Central Asia, Nomer Rekening 123*** pada pukul 06.10 WIB menerima uang Rp.100.000.000 ]


Alyssa menghela nafasnya dalam, mendapatkan hadiah uang tunai


"Bukankah aku masih memiliki undian, sistem?" ucap Alyssa

__ADS_1


[ Menjawab Host, benar anda masih memiliki 3x undian. Apa Host ingin membuka undian sekarang? ]


"Ya, Buka sekarang!" ucap Alyssa


[ Selamat Host, anda mendapatkan Rumah Sakit Pelita di Ibukota ]


[ Selamat Host, anda mendapatkan keterampilan pemindai ]


[ Selamat Host mendapatkan 20% Saham PT. Eagle Air ]


[ Keterampilan Pemindai adalah keterampilan melihat data orang yang host ingin tahu, hanya dengan melihatnya ]


Alyssa mengangguk puas melihat keterampilan yang baru dia dapat. Dia bisa tahu data orang yang ingin dia cari tahu identitas nya.


Dia akan mencobanya setelah bertemu dengan orang lain. Dia ingin tahu sejauh mana data yang di hasilkan.


Alyssa juga mengangguk puas saat Dirinya menjadi pemegang saham kedua terbesar di Eagle Air. Sejauh yang Alyssa tahu, Eagle Air adalah perusahaan penerbangan terbesar di negara ini.


Namun dia tidak habis pikir, kenapa sistem memberinya sebuah rumah sakit Pelita di Ibukota.


Pasalnya, rumah sakit pelita adalah rumah sakit jiwa yang cukup besar dan juga terkenal dengan perawatannya yang luar biasa cekatan dan memiliki etos kerja yang baik.


Alyssa kemudian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


setelahnya Alyssa meminta staf hotel untuk mengantar sarapan ke kamarnya. Dan dia menikmati waktu sarapannya dengan santai.


Ring! Ring! Ring!


Telepon dari nomer tidak di kenal.


"Halo, siapa ini?" ucap Alyssa


"Halo, saya adalah Wildan CEO dari PT. Eagle Air. Apa saya benar berbicara dengan Nona Alyssa" ucap Wildan sopan


"Benar dengan saya sendiri" ucap Alyssa


"Salam kenal Nona, saya pribadi dengan tulus mengucapkan terimakasih, sudah bergabung menjadi bagian dari Eagle Air. Jika anda berkenan, bisakah anda datang dan memberikan arahan secara langsung, untuk kinerja para staf dan untuk progress perusahaan lebih baik" ucap Wildan


"Salam kenal juga Pak Wildan. Saya cukup sibuk sekarang, biar nanti asisten pribadi saya yang mewakili saya melihat perusahaan. Oh saya lupa, siang hari ini saya ingin pergi ke Ibukota dari Kota A. Bisakah anda mengurus penerbangan untuk saya?" ucap Alyssa


"Tentu saja, saya akan meminta seseorang untuk mengurus penerbangan anda" ucap Wildan.


"Baik, terimakasih sebelumnya Pak Wildan. Maaf sudah merepotkan anda" ucap Alyssa


"Ini hanya masalah kecil, tak perlu sungkan. Sudah sewajarnya saya membantu jika saya mampu" ucap Wildan tersenyum


Bagaimana pun dia menyadari jika Alyssa adalah pemegang saham terbesar kedua di perusahaannya.


Dia sejauh ini, hanya memiliki 25% saham atas namanya. Dan butuh suara dari Alyssa, agar membuat dia tetap menjadi ketua.

__ADS_1


__ADS_2