
Pras sangat terkejut saat Alyssa mengatakan namanya dan nama perusahaan yang dia miliki.
"Astaga, apa aku sedang bermimpi?" Gumam Pras dalam hati
Ia kemudian memandangi Alyssa dengan lekat-lekat wajah cantik itu. Sangat cantik... Tapi bukan itu intinya. Pras berusaha mengingat di mana dia pernah melihat Alyssa.
Setelah beberapa saat, matanya membola. Ia ingat jika di hadapannya saat ini adalah seorang model terkenal dan juga pemilik perusahan besar, yang sempat ia idolakan karena kecantikannya.
Awalnya ia pikir, tunangan bos besar dari A.S.A Group itu hanya pemilik AL Group, bukan Alyssa sang model terkenal yang ia idolakan. Karena sudah lumayan lama ia tidak membuka internet.
Saat ia melihat jumpa pers, tentang kebenaran hubungan Alvin dengan pemilik AL Group di televisi. Saat itu dia tidak sempat melihat wajah dari tunangan orang nomor satu di negara ini itu, karena buru-buru untuk pergi bekerja.
"Bodoh, kenapa ku tidak menyadarinya dari awal" Rutuk Pras
"Kamu bicara apa?" tanya Alyssa heran
"Ah, tidak ada, Nona" ucap Pras nyengir kuda
"Kau bisa menemui Kak Azka di perusahaan, agar bisa segera mulai bekerja" ucap Alyssa lagi. Dia cukup terkejut saat melihat data panel Pras sudah naik tingkat kesukaannya menjadi 90/100.
"Baik Nona" ucap Pras tersenyum senang
"Mana kartu mahasiswa kamu, aku bayar sekarang saja kuliahmu. Adikmu juga pindahkan saja sekolahnya di penabur internasional school" ucap Alyssa ringan.
Pras terkejut saat mendengar adiknya ingin di pindahkan ke sekolah bertaraf internasional. Karena sekolah di sana hanya untuk anak orang kaya. Biaya masuknya saja 3p juta. Belum lagi biaya SPP nya saja 2,5 juta/bulan, itu pun belum termasuk uang bangunan, fasilitas, buku dan uang tahunan.
Setidaknya setiap orang tua siswa yang bersekolah di sana harus mengeluarkan kocek minimal 40 juta dalam setahun.
"Kau tidak perlu khawatir soal biaya, sekolah itu adalah milikku. Dan adikmu akan sekolah di sana bersama adikku nanti. Orangku akan mengurus semuanya. Kau hanya perlu membicarakannya dengan adikmu" ucap Alyssa
(Adik yang di maksud Alyssa adalah Dion)
"Ah aku lupa, bawa ibu kamu ke Health Hospital. Beritahu resepsionis di sana, jika aku yang menyuruhmu ke sana. Pihak rumah sakit pasti tahu apa yang harus mereka lakukan" ucap Alyssa lagi
"Ba-baik, terimakasih banyak Nona" ucap Pram merasa sangat bersyukur, Tuhan mempertemukan dirinya dengan orang sebaik Alyssa.
__ADS_1
"Hmm..." ucap Alyssa kemudian berbalik meninggalkan Pras yang masih terkejut dan senang.
...¤...
Alvin saat ini baru saja selesai meeting dengan para petinggi di perusahaannya. Dia berjalan dengan Doni menuju ruang kerjanya.
"Selamat siang Pak, Maaf Pak di dalam ada seorang perempuan yang menunggu, Bapak. Katanya sudah janjian dengan Pak Alvin" ucap Nino setelah melihat Alvin dan Doni datang.
"Siapa?" Tanya Alvin dengan mengerutkan keningnya heran. Dia merasa tidak memiliki janji dengan siapapun, apalagi ini mendekati jam makan siang. Yang ada dia ingin menjemput Alyssa untuk makan siang setelah ini.
"Saya tidak tahu, tuan. Nona itu menolak memberi tahukan namanya" ucap Nino
Alvin sedikit emosi, ia langsung bergegas masuk untuk melihat siapa tamu tidak di undang itu. Sedangkan Doni melirik ke arah Nino, dengan menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
"Lain kali jangan izinkan siapapun masuk ke dalam ruangan Tuan muda, apalagi itu adalah seorang perempuan. Kecuali jika itu adalah nona Alyssa" ucap Doni
"Maaf Pak, Nona itu yang memaksa masuk dan menunggu Pak Alvin di dalam tangannya, bahkan dia bilang sudah ada janji dengan beliau. Saya tidak berani menolak takutnya benar, dan saya melakukan kesalahan" ucap Nino keringat dingin
"Kenapa kau tidak mengabariku dulu?" tanya Doni lagi
"Saya sudah mencoba telepon anda beberapa kali, namun tidak anda angkat, Pak. Saya pikir anda sedang tidak ingin di ganggu saat meeting" ucap Nino
Alvin masuk ke dalam ruangannya, dia melihat seorang wanita cantik dengan menggunakan short Dress berwarna hijau toska. Wanita itu berdiri dan tersenyum saat melihat Alvin masuk.
"Siapa kau?" tanya Alvin dingin.
Dirinya tidak suka di ganggu, apalagi oleh perempuan. Kecuali Alyssa, Aletta, dan Sandra mamahnya.
"Halo Tuan Alvin. Apa anda tidak mengenal saya?" ucap wanita itu dengan raut wajah kecewa jika Alvin tidak mengingatnya. Bahkan nada bicaranya pun sangat dingin terhadapnya
"Tidak! Jika tidak ada keperluan, Silahkan keluar!" ucap Alvin mengabaikan wanita itu dan duduk di kursi kerjanya.
"Saya Arumi, saya adalah anak dari mamah Nirmala sahabat tante Sandra. Kita sudah ketemu 4 kali. Apa anda benar-benar tidak mengingatku?" ucap Arumi membantu Alvin mengingat dirinya
"Saya tidak tahu, dan tidak mau tahu!! Tidak penting buat saya mengingat anda, bukan?? Katakan tujuanmu datang kemari! Kau bahkan berbohong pada sekretarisku, jika kau memiliki janji denganku" ucap Alvin dengan nada tajam, membuat hati Arumi terasa sakit.
__ADS_1
"Maaf sudah berbohong pada anda tuan. Saya datang kemari ingin mengajak anda makan siang bersama. Saya sudah membuat makanan kesukaan anda. Saya dengar anda sangat suka dengan oseng kambing dan sayur bening" ucap Arumi lembut dan tersenyum dan menunjuk ke tempat makan yang ia bawa.
"Cih, ternyata wanita ja*ang yang mencoba merayuku! Keluar kau dari sini!!! Kau salah Nona, makanan kesukaanku adalah apapun yang di masak oleh calon istriku, Alyssa. Keluar!! Bawa sekalian makananmu yang menjijikan itu!" ucap Alvin tegas
Arumi terkejut mendengar penolakan Alvin, kenapa Alvin tidak menyukainya? Kenapa pula harus melontarkan kata-kata kasar dan menyebut dirinya Ja*ang. Pikirnya
Air mata Arumi menetes dengan sendirinya, hatinya sangat sakit. Padahal dia ingin sekali dekat dengan Alvin, setidaknya Alvin memperlakukannya dengan lembut dan bersahabat. Namun Alvin kini malah mengusirnya dengan kasar.
"Kenapa kau diam? Kamu Bude* Hah?? Saya bilang keluar!!" Teriak Alvin keras
Doni dan Nino yang mendengar teriakan Bosnya langsung bergegas masuk ke dalam ruangan Alvin.
Mereka melihat Arumi tengah terdiam dan menangis.
"Doni! Seret wanita ini keluar, dan blacklist dia dari perusahaan!! Kedepannya tidak boleh ada yang berani masuk ke ruangan kerja ku, tanpa izin dariku!! Kecuali calon istriku Alyssa. Mengerti!!!" teriak Alvin
"Baik Tuan/Pak" ucap Doni dan Nino bersamaan.
"Nona, Silahkan anda keluar!" ucap Doni sopan, dan menyadarkan Arumi dari pikiran kosongnya.
Arumi berlari keluar dari ruangan Alvin sambil menangis, dia merasa sangat sedih, terhina dan terpukul saat Alvin mengusirnya keluar.
"Sial, bikin mood ku jelek saja" ucap Alvin kesal
Drrrrtttt.... Drrrrrtttt....
Handphone milik Alvin bergetar. Nama My future wife ada di sana. Membuat emosi Alvin mereda seketika.
"Halo sayang" ucap Alvin lembut dan tersenyum saat menjawab teleponnya
"Halo Alvin, Apa kau sibuk? Bukannya kau janji untuk menjemputku dan makan siang bersama?" tanya Alyssa
"Aku tidak sibuk, baru saja aku ingin menjemputmu. Kamu tunggu sebentar aku akan ke sana segera" ucap Alvin buru-buru mengambil kunci mobil di mejanya.
"Kau tidak usah menjemputku, kita ketemu di restoran Wareg saja. Nanti aku ke sana naik taxi. Aku sudah sangat lapar" ucap Alyssa
__ADS_1
"Maaf membuat kamu menunggu dan kelaparan sayang. Kau hati-hati ke sananya, 10 menit lagi aku sampai di restoran. Aku mencintaimu" ucap Alvin lalu keluar dari ruangannya.
"Oke, kamu juga hati-hati" ucap Alyssa.