
Hampir semua orang di sana yang duduk maupun berdiri, gemetar bukan main. Bahkan beberapa di antaranya yang pingsan di biarkan begitu saja. Bukan karena tidak peduli, tapi karena mereka sendiri susah untuk berdiri dengan benar atau duduk tegak, apalagi bergerak untuk menolong.
Alvin sudah kebal dengan kemunculan mendadak Tama, jadi dia sudah terbiasa. Sedangkan Erick kini sudah tersadar dari keterkejutannya, karena dia sudah bersiap-siap sebelumnya jadi dia tidak terlalu kaget.
"Ekhmmm...." Erick berdeham sedikit kencang. Membuat semua orang sadar kecuali yang pingsan.
"Je-jendral Erick, makhluk a-apa itu? D-dia bukan hantu kan?" tanya salah satu petinggi di kepolisian dengan badan yang masih gemetar hingga kursi yang di dudukinya sedikit bergetar.
"Oh tentu saja dia bukan hantu" ucap Erick membuat semua orang menghela nafas lega.
"Lalu kenapa dia bisa muncul tiba-tiba?" tanya petinggi lain
"Karena dia bukan manusia" ucap Erick
Yang lain terkejut juga bingung, Dia bukan hantu tapi juga bukan manusia. Lalu sejenis apa makhluk di depan mereka ini? Begitu pikir mereka.
"Ini adalah manusia buatan super yang di buat oleh menantuku. Saya tidak bisa menjelaskannya secara rinci. Intinya, nanti dia yang akan menjadi petunjuk arah di mana lokasi penggrebekan" ucap Erick
"Bawa beberapa orang yang pingsan ke ruang kesehatan, usahakan mereka cepat sadar. Dan bersiaplah, satu jam dari sekarang kita berangkat" ucap Erick yang di angguki oleh semua orang.
Meskipun mereka masih penasaran tentang Tama, namun mereka tidak berani untuk bertanya lebih jauh dan hanya memendam rasa penasaran mereka dalam hati.
...
Tim penggrebekan di bagi menjadi 3, yang pertama bertugas untuk masuk ke dalam rumah dan menggeledah. Yang kedua menjaga di sekitar rumah yang di grebek. Yang ketiga, menangkap tersangka, Setyono yang saat ini berada di lokasi yang berbeda dari kedua tim lainnya.
"Dari mana Nyonya muda bisa mengetahui semua ini?" tanya Kapolres
"Tidak ada yang tidak bisa saya ketahui, bahkan jika anda tidak keberatan. Saya bisa menceritakan sedikit tentang anda di sini" ucap Alyssa tersenyum
"Eh, nyonya muda bisa saja, tidak perlu nyonya muda. Tidak ada yang penting sama sekali untuk di ceritakan tentang saya. Lebih baik kita fokus ke masalah penggrebekan saja" ucap petinggi kota dengan senyum canggung.
Alyssa terkekeh dan melanjutkan menjelaskan rencananya. Ia tahu jika semua petinggi pasti punya sisi gelapnya masing masing, tidak ada di antara mereka menjadi pejabat yang benar-benar bersih.
Namun setidaknya petinggi yang ada di sana tidak banyak melakukan hal yang merugikan negara ataupun rakyat. Semua pejabat tidak munafik menginginkan kekuasaan dan harta. Tidak mungkin Alyssa mengungkapkannya satu persatu masalah itu bukan?
Bukankah ada lembaga yang bertugas menangani hal ini? Jadi dia tidak perlu menangani hal seperti ini.
Selagi mereka tidak mengusik ketentraman keluarga dan orang terdekatnya, Alyssa akan mengabaikannya dan pura-pura tidak tahu. Namun jika pejabat modelnya seperti Setyono, tentu dia akan bergerak juga dan memberikan pelajaran jika di biarkan akan banyak memakan korban yang tidak bersalah dan merugikan banyak orang.
"Rumah yang itu!" tunjuk Tama pada sebuah rumah.
Mereka semua yang dalam tim satu yang beranggotakan 20 an orang. Mengikuti petunjuk dari Tama dan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Aras matikan semua CCTV di kompleks ini!, retas ponsel mereka dan rusak jaringan seluler nya, agar tidak ada informasi yang bocor keluar" ucap Alyssa
"Baik Nona" ucap Aras
Erick terkagum-kagum dengan menantunya itu, hanya dengan satu ucapan semua beres. Alyssa memang sosok wanita luar biasa yang tidak bisa di lakukan oleh orang lain, dia sangat istimewa.
"Selamat malam, Kami dari tim inspeksi pusat, ingin menggeledah tempat ini. Tolong kerja samanya" ucap salah satu tim inspeksi yang menunjukan surat penggeledahan dan lencana mereka kepada security.
Security yang hanya penjaga rumah biasa, ia tidak bisa melakukan apa-apa selain mengizinkan mereka masuk. Namun penjaga lainnya yang memang di pekerjakan untuk melindungi rumah, menolak diam dan melawan petugas.
DOR!!!
Slash!!!
Tembakan dari anak buah Setyono, meleset karena bertepatan dengan Leher mereka seperti tersayat benda tajam dan ambruk seketika tidak bernyawa.
"Aku yang melakukannya, jangan banyak bicara. Ini bukan waktunya untuk sesi tanya jawab. Lanjutkan penggeledahan dan fokus lah, banyak penjaga di sini" ucap Alyssa yang melihat tatapan semua orang yang bingung lalu mengarah padanya.
Semua orang kini tidak berani pagi memandang remeh Alyssa yang hanya seorang wanita, namun memiliki keterampilan yang tidak di miliki orang lain.
Bahkan ia bisa membunuh orang seketika dengan jarak cukup jauh, entah teknik apa yang di gunakannya. Bahkan beberapa dari mereka menganggap Alyssa adalah seorang master Kanuragan, atau ahli tenaga dalam yang tinggi.
Sekitar Selusin anak buah Setyono berhasil di bekuk, beberapa meninggal di tempat dan yang selamat di tangkap untuk di interogasi karena sudah berani menyerang aparat negara.
"Ya, jangan ada yang bergerak sebelum saya berikan aba-aba. Banyak jebakan di sekitar sini" ucap Alyssa, mereka semua mengikuti perintah Alyssa.
"Aras matikan jebakan dan buka pintu secara otomatis!" ucap Alyssa
"Baik nona" ucap Aras.
"Sekarang kalian boleh masuk ke ruangan yang sebelah kiri dulu. Tama kamu pimpin untuk masuk"
"Baik nona" ucap Tama yang melangkah duluan untuk masuk kedalam ruangan yang berisi harta Karun itu.
Anggap saja ruangannya tertata rapih seperti ini, Emas batangan, uang, kotak berisi berlian, sabu, senjata api dan juga berkas bukti semua kejahatan yang di lakukan Setyono.
Semua yang masuk tertegun melihat benda menyilaukan mata di depan mereka.
"Astaga apa ini gudang harta Karun?" ucap salah satu petugas terkesima.
"Pantas saja, kekayaan Setyono hanya terlacak normal-normal saja. Tidak ada yang mencurigakan dalam akun bank miliknya. Ternyata semua harta dan uang tunai ia simpan di dalam satu ruangan ini" ucap salah satu petugas inspeksi lainnya.
__ADS_1
"Buka semua yang ada di dalam kotak-kotak itu!" perintah Kepala polisi tingkat daerah atau Kapolda.
"Siap laksanakan!" ucap yang lain langsung membuka kotak yang ada di sana.
Semuanya tertegun, terlebih saat melihat kotak berisi berlian.
"Di temukan narkotika jenis baru di sini, Pak!" teriak salah satunya.
Kapolda dan petinggi yang lain beranjak melihat itu, dan benar jika itu adalah narkoba jenis baru yang baru setahun ini beredar.
"Ini berkas yang saya temukan Pak" ucap petugas lain
Kapolda dan Erick memeriksanya, ternyata itu semua bukti tertulis semua kejahatan yang di lakukan Setyono.
"Bawa semua bukti ke kantor! Tanyakan pada tim 3 apa mereka sudah menangkap tersangka!" perintah Kapolda
"Mohon maaf pak, Tapi sinyal tidak bisa di jangkau di sini pak" ucap Lainnya.
"Nyonya, maaf bisakah anda menyalakan lagi sinyal di area sini?" tanya Kapolda
"Tentu!" ucap Alyssa yang langsung memberikn perintah pada Aras, agar menormalkan sinyal.
"Terimakasih Jendral Erick, Kapten Alvin dan Nyonya muda Ardhana. Sudah membantu kita mengungkap kejahatan yang sangat besar. Saya mewakili Pemerintah dan rakyat mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, atas kontribusi anda semua" ucap Kapolda
"Sama-sama, kita sama-sama abdi negara. Sudah sewajarnya kita saling membantu memberantas kejahatan dan ketidakadilan di negara ini" ucap Erick
"Setelah ini saya akan memberikan kabar pada pak Kapolri dan pemerintah. Mari kita keluar dari sini" ucap Kapolda
"Tunggu sebentar!" ucap Alyssa
"Ada apa nyonya Ardhana?" tanya Kapolda dengan sopan.
"Saya harap dengan ini kasus Tuan Rusdianto dan anaknya Case closed. Karena semua bukti yang di berikan Setyono adalah bukti palsu yang sudah di rekayasa. Saya masih memiliki bukti kejahatan lain di tangan saya yang di lakukan Setyono" ucap Alyssa
"Tentu, kami akan menutup kasus Tuan Rusdianto dengan hasil sama sekali tidak bersalah. Pihak polisi dan yang lain juga akan meminta maaf pada nya secara umum perihal kurang teliti ya kami pada kasus ini. Dan kami akan meminta Pak Rusdianto dan anaknya sebagai saksi di persidangan" ucap Kapolda.
"Terimakasih, ah iya dan satu lagi. Anda dan tim jangan pergi dulu, kalian bisa melihat dan mengecek ruangan sebelah kanan sebelum pergi. Di dalam sana tidak kalah pentingnya dengan ruangan ini. Tama bagikan pada mereka" ucap Alyssa
Tama mengangguk dan membagikan kantong plastik pada semua orang yang ada di sana, Tama juga memberikan senter untuk penerangan di dalam sana.
Semua orang heran, jika senter mereka tidak aneh karena mungkin di sana tidak ada penerangan. Namun apa maksudnya membagikan mereka masing-masing kantong plastik. Untuk apa kantong plastik ini?
...••••...
__ADS_1