
Jam sebelas siang di hari berikutnya. Setelah selesai kelas pagi, Alyssa beranjak ke kantor Alvin.
Karena hari ini, ia dan Alvin sepakat akan mengkonfirmasi hubungan mereka, lewat media sesuai keinginan Alvin.
Meskipun awalnya Alyssa ragu karena pasti akan merepotkan nantinya. Namun ia kini dia yakin mengikuti kemauan Alvin.
Setelah selesai makan siang bersama, Alvin dan Alyssa masuk ke dalam ruangan yang di persiapkan untuk konferensi pers.
Banyak wartawan dari berbagai media hadir, di sana Alvin mengumumkan jika berita yang beredar adalah benar.
Alvin juga mengatakan jika dirinya sangat mencintai Alyssa, dan akan menikahi Alyssa jika tunangannya itu sudah siap. Dia juga menambahkan, jika Alyssa adalah pemilik dari AL Group.
Semua kalangan ramai karena berita konfirmasi dari Alvin dan Alyssa, jika mereka memang memiliki hubungan romantis.
Sebagian sangat setuju dan mendukung pasangan paling serasi abad ini, sebagian lagi tidak terima, bahkan menyebut jika hari ini adalah hari patah hati nasional. Laki-laki idaman dan juga wanita idaman mereka ternyata memiliki hubungan.
"Kau lelah?" tanya Alvin mengecup kening Alyssa saat sudah berada di ruangan kantornya.
"Hmm, cukup lelah aku sangat ngantuk sekarang" ucap Alyssa
"Tidurlah di sana! Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku dulu" ucap Alvin sambil menunjuk kamar khusus di dalam ruangannya.
"Ya, kalau begitu aku istirahat dulu" ucap Alyssa kemudian beranjak ke kamar.
Hampir setengah jam Alvin berkutat dengan berkas yang ada di depannya. terdengar suara Doni yang mengetuk pintu dan masuk ke ruangan tuan mudanya itu setelah di persilahkan masuk.
"Ada apa Doni?" ucap Alvin dengan suara pelan
Doni tidak menjawab, dia malah menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Alyssa yang tak tampak di sana.
"Dia sedang tidur di kamar, tolong pelankan volume bicara mu! Ada apa, Doni?" ucap Alvin tahu jika Doni mencari keberadaan Alyssa
"Tuan muda, ada Tuan Noah mencari anda di depan" ucap Doni dengan nada cemas.
Alvin meletakan berkas yang ada di tangannya, dia sangat terkejut mendengar rivalnya datang menemuinya.
__ADS_1
Alvin bertanya-tanya, apa mungkin kedatangan Noah karena mendengar konfirmasi hubungan dia dan Alyssa di media. Dan mungkin saja Noah datang untuk mengancamnya lagi.
Mengingat itu Alvin geram, namun kali ini apapun ancaman Noah dia tidak akan bergeming dan tetap mempertahankan Alyssa di sisinya. Dia tidak ingin menyakiti wanita yang paling berharga di hidupnya itu, apalagi sampai dia kehilangan Alyssa, dia tidak mau!.
"Suruh dia masuk!!" ucap Alvin
Dia ingin tahu ancaman apa lagi yang akan di katakan di kutu kupret itu padanya.
"Baik. tuan muda" ucap Doni, yang meskipun heran, kenapa Noah di perbolehkan untuk masuk. Namun ia tetap mematuhi perintah Bosnya itu.
"Halo Alvin" ucap Noah tak lama setelah ia masuk, senyum di wajahnya mengembang lalu kemudian duduk di sofa tamu. Membuat Alvin menerka-nerka maksud dan tujuan Rivalnya itu datang.
"Ada perlu apa kau kemari?" ucap Alvin dengan nada sinis namun pelan, karena tidak ingin mengganggu istirahat Alyssa.
"Wow santai mas bro, aku datang ke sini secara baik-baik, aku ingin mengucapkan selamat atas pertunangan mu dan juga Alyssa" ucap Noah
"Cih, ucapan tidak tulus, tidak aku terima. Sebenarnya kau mau apa kemari?" ucap Alvin masih dengan nada sinis
"Aku sungguh serius dengan ucapanku barusan dan sangat tulus. Aku minta maaf aku pernah menyusahkan kalian" ucap Noah tulus
"Apa kau salah minum obat?" ucap Alvin
"Ha-ha... Tentu saja tidak, Alvin. Sebagai permintaan maaf ku, aku akan memberitahumu keberadaan Larasati. Jika Larasati ada di kota Y dan dia dalam keadaan baik-baik saja di sana" ucap Noah
"Apa maksudmu memberitahu ku? Tidak mungkin kau mengatakannya tanpa menginginkan imbalan bukan? Aku tahu auratmu yang tidak ingin rugi itu, Noah" tanya Alvin
"Ya kau benar, Alvin. Aku memang ingin meminta bantuanmu" ucap Noah
"Bantuan apa?" tanya Alvin, dia penasaran tentang bantuan apa yang di inginkan Noah, sampai-sampai dia rela melepaskan Wanita yang selama ini dia incar, yaitu Alyssa dan juga memberi tahu posisi Larasati.
"Aku ingin kau membantu mendekatkan aku dengan Ameera" ucap Noah
"Apa???" teriak Alvin kaget, dia merasa telinga sedang bermasalah kali ini.
"Kau bilang apa barusan?" tanya Alvin lagi
__ADS_1
"Aku bilang, aku ingin kau membantuku untuk dekat dengan Ameera, ibu Alyssa, calon mertuamu" ucap Noah
"Gila... Kau gila Noah!!" ucap Alvin "Apa kau mengalihkan strategimu untuk mendekati Alyssa lewat mamahnya? Aku tidak mau!!" teriak Alvin
"Siapa bilang aku masih ingin mendekati Alyssa? Aku serius ingin dekat dengan Ameera, asal kau tahu saja. Aku belum pernah merasakan dadaku berdebar sampai saat itu aku melihat wajahnya, bahkan sang bayi Yang sudah tertidur lama, dia bangun hanya karena melihat senyuman di wajahnya dan hanya membayangkan wajahnya saja dia akan bereaksi. Aku sudah memikirkan ini baik-baik, ternyata aku memiliki perasaan khusus sebagai seorang pria kepada Ameera" ucap Noah terus terang
"Ha-ha-ha... Aduh perutku" Alvin tertawa terbahak-bahak.
"Kau menertawakanku Alvin!" ucap Noah marah
"Tidak hufftt... Maaf, aku tidak bermaksud menertawakanmu" ucap Alvin menahan tawanya.
"Tentu saja aku mengerti jika kamu benar-benar menyukai calon ibu mertuaku, Noah. Tapi aku tidak yakin bisa membantumu" ucap Alvin
"Kenapa?" tanya Noah heran
"Karena perasaan seseorang tidak bisa di paksakan, tapi aku sarankan kau mendekati ibu mertuaku dengan pelan-pelan. Kau juga harus bisa mengambil hati Kak Azka dan juga Ica tentunya" ucap Alvin
"Maka dari itu, aku mohon bujuk Alyssa untuk menerimaku sebagai calon Ayah sambungnya hm" ucap Noah memohon
"Kau ingin jadi ayah sambungku?" ucap Alyssa yang baru saja terbangun karena teriakan Alvin, yang mengganggu istirahatnya.
Noah terkejut saat mendapati Alyssa ada di dalam ruangan Alvin, Noah melirik Alvin dengan tatapan tajamnya.
Alvin mengabaikan tatapan tajam Noah, lalu mendekat ke Alyssa dan memeluknya.
"kau bangun sayang? Maaf aku membuat tidurmu terganggu" ucap Alvin
"Iya kamu mengganggu istirahat ku" ucap Alyssa sambil mendorong Alvin menjauh karena kesal tidurnya terganggu.
"Sayang, maaf!" ucap Alvin memohon.
Alyssa mengabaikan Alvin, dan berjalan mendekati Noah yang sedang duduk di sofa tamu. Alyssa kemudian duduk di sofa yang cukup jauh dari Noah duduk, sambil mengamati dan membaca data milik Noah.
"Aku tanya sekali lagi, kau ingin menjadi ayah sambungku?" tanya Alyssa, dia sudah membaca data Noah.
__ADS_1
Alyssa menghela nafasnya saat ia melihat jika Noah benar-benar sudah jatuh hati pada ibunya.