Sistem Dewi

Sistem Dewi
Sungguh Laki-laki Bodoh.


__ADS_3

"Menikahlah denganku Ayu" ucap Azka dengan serius


Kata-kata itu masih terngiang di telinga Ayu yang saat ini sudah berada di kamarnya, setelah selesai membersihkan diri.


"Astaga, aku jadi keinget terus ucapannya" ucap Ayu mengusap wajah dan menghela nafasnya


Dia teringat percakapannya dengan Azka di mobil tadi.


#Flashback


"Me-menikah?" ucap Ayu terkejut mendengar ajakan Azka untuk menikah dengannya.


"Ya, menikahlah denganku Ayu! Aku janji, aku akan terus mencintai kamu sampai nafasku sudah tak berhembus lagi, sampai nyawaku sudah tidak ada di raga ini. Aku akan memperlakukan kamu dan keluargamu dengan baik di masa depan dan tidak akan pernah mengkhianatimu, karena aku sendiri sangat membenci pengkhianatan" ucap Azka


"Tapi... Mas Azka, ini terlalu tiba-tiba. Aku juga belum tahu perasaanku terhadapmu. Aku juga masih belum menyelesaikan kuliahku saat ini. Mas juga belum mengenal keluargaku begitupun sebaliknya" ucap Ayu


"Kalau begitu ayo kita kencan saja dulu! Aku akan membuat kamu mencintaiku, aku juga akan memperjuangkan kamu dan keluargamu" ucap Azka


"Aku tidak.. " ucap Ayu terpotong


"Tolong jangan menolakku, kita jalani saja dulu oke! Aku tidak akan memaksamu jika nantinya kamu tetap tidak bisa membuka hati untukku" ucap Azka


"Baiklah, tapi bisakah kita jalani tanpa di ketahui staf lain?" ucap Ayu mengalah dan ingin mencoba membuka hatinya juga untuk pria di depannya.


"Kau malu jika orang lain tahu kau berhubungan denganku?" tanya Azka masih dengan menatap Ayu.


"Aku hanya merasa tidak enak dan canggung bekerja nantinya. Bagaimana pendapat mereka jika tahu aku yang orang biasa ini, bisa dekat dengan kakak pemilik perusahaan" ucap Ayu


"Jangan dengarkan orang lain, kita yang menjalaninya, bukan mereka" ucap Azka


"Tapi tetap saja itu akan membebaniku" ucap Ayu


"Baiklah, untuk sementara kita sembunyikan dulu. Terimakasih sudah memberikanku kesempatan untuk mengejarmu, Honey" ucap Azka seraya mencium kening Ayu, yang membuat Ayu terkejut, terlebih ketika Azka dengan mesra memanggilnya dengan sebutan Honey.


"Oke, ayo kita belikan ibu dan adikmu makanan terlebih dahulu sebelum pulang" ucap Azka membetulkan posisi duduknya dan memakai kembali seat belt nya.


#Flashback Off

__ADS_1


..._____...


Pagi hari setelah selesai sarapan, Alyssa sudah bersiap-siap pergi menjemput ayu sebelum mengajaknya ke Mall.


Alyssa tidak sendiri, dia berangkat bersama Enzy dan Dion. Enzy yang bertugas mengemudi, karena mereka pergi bersamaan Alyssa meminta Enzy membawa si jalu.


Saat hendak keluar, teriakan Azka dari ruang tengah membuat mereka berhenti dan menoleh ke belakang.


Di lihatnya Azka menghampirinya bersama dengan Alex di belakangnya.


"Apa apa tuan Azka?" Tanya Enzy


"Aku ikut" ucap Azka langsung


"Ngapain tuan ikut? Lagian ini acara perempuan" ucap Enzy heran


"Lah, itu bocil satu ngapain ikut, dia juga kan cowok" ucap Azka tidak terima dan menunjuk Dion yang ikut.


"Saya bukan anak kecil dan saya juga berbeda dengan Tuan. Kak Alyssa sendiri yang ajak aku keluar, terus juga Kak Alyssa udah janji mau beliin aku sepatu baru, iya kan kak?" ucap Dion menoleh ke arah Alyssa


"Nggak apa-apa kali dek, kakak ikut. Dan kamu bocil, kamu pilih kasih tahu nggak? Kenapa kamu panggil Alyssa Kakak, sedang panggil aku Tuan? Memang nya aku Udah tua" ucap Azka


"Kak Alyssa kan Udah aku anggap kakak aku, sama kaya Kak Enzy" ucap Dion


"Oh jadi kamu nggak anggap aku kakak juga, Oke baiklah" ucap Azka pura-pura sewot


"Gimana kalau aku panggil Om aja? Lagian kita bedanya 8 tahun" ucap Dion


"Ogaaahhh, Alex aja yang seumuran denganku kau panggil Kakak kenapa aku sendiri yang di panggil Om?" ucap Azka tidak terima


"Karena Kak Alex itu calon kakak ipar aku" ucap Dion


"Hah? Sejak kapan? Jangan-jangan kalian berdua...." ucap Azka tersenyum smirk, menoleh ke Enzy dan Alex bergantian


"Ap-apa mak-sud tuan? Ja-jangan mikir yang nggak enggak. Udah hayuk Dion kita ambil mobil" ucap Enzy memerah dan salah tingkah


"Hei brother, gila ya. tahu-tahu Udah dapet anak gadis orang aja" ucap Azka menyenggol bahu Alex, sedang Alex hanya diam dengan wajah datar namun ada semburat merah di pipinya.

__ADS_1


"Kakak jangan ledek mereka lagi, kalau mau ikut cepat ambil mobil kakak! Aku juga tahu kakak mau ikut, karena aku ajak Ayu juga kan?" ucap Alyssa menggelengkan kepalanya.


"He-he, kau memang paling mengerti aku adikku sayang" ucap Azka cengengesan lalu menyenggol lengan Alex lagi.


"Hayu, ambil mobil" ucap Azka ajak Alex


Setelahnya mereka berlima bergegas melajukan mobil mereka ke alamat kontrakan Ayu.


Setelah lebih dari setengah jam, mereka sampai di area yang cukup luas untuk parkir. yang jaraknya tak jauh dari kontrakan Ayu, yang masuk ke dalam gang kecil itu.


Ayu sudah berada di sana dari 15 menit yang lalu, menunggu bos nya datang.


Ayu terkejut saat melihat Azka juga juga ikut. Ayu sempat melirik Azka yang tengah memandangnya dengan senyum yang terlihat sangat manis.


Yang membuat jantung Ayu bertalu kencang dan pipinya menjadi merah. Ayu langsung menuju mobil Bosnya dan masuk, untuk menghindari tatapan Azka.


...¤...


Di airport Kota S, Raiden bergegas masuk ke pesawat yang akan membawanya ke Ibukota.


Meskipun dia tahu hari ini weekend dan tak mungkin Azka berada di kantornya.


Namun Raiden berhasil menyuruh orang, untuk mendapatkan alamat di mana tempat tinggal putra nya itu.


Setelah melakukan perjalanan sekitar 1 jam lebih, Raiden akhirnya mendarat di ibukota.


Dia sudah menyewa mobil dan supir, yang akan membawa dia ke tempat di mana Azka tinggal.


Sejujurnya, Raiden sangat terkejut saat tahu di mana Azka tinggal sekarang.


Raiden sangat tahu apa itu Mansion King's Village No.1di Ibukota.


itu adalah mansion yang di bangun 2 tahun lalu, dan menduduki sebagai hunian termewah di Negara ini. Mengalahkan mansion Blok 3 yang dulu sebagai hunian paling mewah, yang sekarang tergeser ke posisi kedua.


"Bagaimana Azka bisa tinggal di sana? Setelah sebelumnya dia berhasil menjadi manager di perusahaan besar seperti AL Group. Apa mas Yoga yang merekomendasikan Azka ke perusahaan itu? Kenapa Tidak di perusahaan sendiri? Apa mas Yoga juga yang membelikan mansion itu untuknya? Ah tapi tidak mungkin, setahuku, mas Yoga dan Alvin dulu gagal mendapatkan mansion itu, dan menyerah pada akhirnya. Kenapa Azka bisa ada di sana sekarang?" itu yang di pikirkan raiden


Yang Raiden tidak tahu, jika semua itu adalah milik putrinya sendiri, bahkan ia tak sadar 20% saham perusahaan sudah berpindah pemilik. Sungguh Laki-laki Bodoh.

__ADS_1


__ADS_2