Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kekhawatiran Alvin


__ADS_3

Saat ini Alvin sedang berada di kantornya, entah mengapa dirinya merasa gelisah sedari tadi.


Membuat Doni dan Nino saling pandang heran, karena mereka berdua melihat atasannya itu, sejak tadi mondar mandir seperti setrikaan.


"Pak Doni, Pak Alvin kenapa?" tanya Nino berbisik


"Saya juga tidak tahu Nino" ucap Doni dengan berbisik pula sama herannya.


Tiba-tiba telepon Doni berdering, terlihat dari layar HP nya, nama Enzy muncul menghubunginya.


"Halo, Nona Enzy" ucap Doni pelan kerika mengangkat teleponnya.


"Halo tuan Doni, maaf saya mengganggu anda" ucap Enzy dengan nada seperti menahan emosi


"Tidak apa-apa. Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Nona Alyssa?" tanya Doni langsung menebaknya


Enzy tidak akan menghubunginya lewat telepon, jika bukan masalah mendesak.


"Ya, tadi nona di serang di jalan setelah pulang kuliah. Dan penyerangnya sudah di lumpuhkan oleh nona sendiri. Pelaku itu sudah di bawa ke markas Tuan Alvin oleh anak buah Alex" ucap Enzy


"Apa?? Terus bagaimana kondisi Nona Alyssa sejarang? Kenapa nona bisa di serang?" tanya Doni kaget dan khawatir, mendengar berita itu.


"Nona baik-baik saja, i-itu karena paman saya ingin menangkap Nona Alyssa untuk di jadikan mainan di ranjangnya...." ucap Enzy menjelaskan detailnya


"Sialan!!!" maki Doni, membuat Nino yang berada di depannya terkejut "Maaf nona Enzy, aku tutup dulu teleponnya" ucap Doni lalu menutup teleponnya.


Doni bergegas berjalan menuju ke ruangan Alvin, terlihat Alvin masih mondar-mandir di depan meja kerjanya.


Doni menghela nafasnya, ia yakin jika tuan mudanya itu mempunyai ikatan batin yang kuat dengan Alyssa, buktinya sekarang ini dia terlihat sangat gelisah.


"Tuan muda" ucap Doni ketika berada di depan Alvin.


"Astaga Doni! Kau mengagetkanku" ucap Alvin terkejut mengelus dadanya


"Anda kenapa tuan" tanya Doni mengabaikan ucapan tuannya tadi


"Entahlah, perasaanku tidak enak" ucap Alvin, yang membuat Doni mengangguk karena tebakannya benar.


"Tuan ada hal yang ingin saya sampaikan, mungkin ini berkaitan dengan perasaan tuan muda yang sedang tidak enak saat ini" ucap Doni


"Hal apa?" tanya Alvin mengangkat alisnya penasaran


"Ini mengenai nona Alyssa. Barusan Nona Enzy menelepon saya, dia memberi tahu jika nona Alyssa mengalami penyerangan di jalan setelah pulang dari kampus" ucap Doni


"Apa??? Lalu bagaimana keadaan kekasihku sekarang Don? Di mana dia sekarang?" ucap Alvin panik

__ADS_1


"Tuan muda tenang dulu! Nona Alyssa tidak apa-apa, Nona ada di kediamannya sekarang. Justru yang menyerang nona yang terkapar dan sekarang saat ini orang-orang itu sudah berada di markas kita. Nona ingin anak buah kita menahan dan menyiksa orang yang yang menyerangnya dalam waktu seminggu di sana" ucap Doni


"Syukurlah Ica selamat, terimakasih Tuhan" ucap Alvin lega kekasihnya tidak apa-apa


"Lakukan sesuai apa yang kekasihku mau, Don!" ucap Alvin lagi


"Baik, tuan muda" jawab Doni


"Ada hal lain yang berkaitan dengan tujuan penyerangan ini tuan" ucap Doni lanjutnya.


"Oh, siapa itu? Dan apa tujuannya?" tanya Alvin mengepalkan tangannya erat


"Orang-orang itu suruhan dari paman nona Enzy, dan tujuannya bukanlah penyerangan, bajingan tua itu ingin menangkap nona Alyssa untuk di jadikan pemuas na*su nya di atas ranjang" ucap Doni yang bagaikan samaran petir di telinga Alvin.


"Kurang ajar!!!! Beraninya dia ingin melecehkan wanitaku!!!" teriak Alvin penuh emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun.


Dia tidak terima, kekasih yang sangat ia cintai di lecehkan oleh seseorang. Bahkan secara verbal pun dia tidak akan terima dan akan memberikan pelajaran berat pada orang yang melakukan itu.


"Doni, kirim orang untuk mengawasi penjahat kel*min itu, tunggu aba-aba dariku untuk menangkapnya! Aku akan membicarakannya dengan Ica terlebih dahulu. Doni, kamu handle dulu pekerjaan ku saat ini, aku ingin pergi menemui ica" ucap Alvin


"Baik tuan muda" jawab Doni.


Alvin bergegas mengambil kunci Mobilnya, dan langsung berangkat menuju Mansion milik kekasihnya itu.


Setelah melihat kekasihnya baik-baik saja, Alvin menghela nafasnya lega.


Alyssa hanya terkekeh melihat kekasihnya yang menurutnya menggemaskan itu ketika ia sedang panik.


"Aku tidak apa-apa, kau tidak usah khawatir. Kau tahu bukan, kalau aku adalah wanita yang tidak mudah untuk di tundukan, aku juga wanita yang kuat, bukan wanita lemah" ucap Alyssa tersenyum lembut


"Aku tahu! Tapi tetap saja aku khawatir sayang, aku takut kamu kenapa-napa" ucap Alvin masih memeluk Alyssa dengan erat.


"Terimakasih sudah peduli padaku" ucap Alyssa tulus


"Kamu bilang apa sih? Tentu aja aku peduli, kamu adalah kekasihku belahan jiwaku, tulang rusukku, yang akan menjadi ibu dari anak-anakku" ucap Alvin mencium seluruh wajah Alyssa


Membuat Alyssa terkekeh geli, dengan kelakuan Alvin.


"Ha-ha-ha, Alvin hentikan! ha-ha Sayang hentikan!" ucap Alyssa masih dengan tawanya.


Mendengar pertama kalinya Alyssa memanggilnya dengan sebutan sayang, perasaan Alvin membuncah sangat bahagia.


"Katakan lagi yang barusan!" ucap Alvin masih dengan menciumi Alyssa


"Alvin hentikan!" ucap Alyssa

__ADS_1


"Bukan itu, Hmm. Panggil aku sayang lagi, baby" ucap Alvin menatap manik indah kekasihnya itu.


"Sayang..." ucap Alyssa merona merah dan mengalihkan wajahnya, namun Alvin menahannya.


"Aku sangat senang mendengarnya, Aku mencintaimu, Ica. Sangat" ucap Alvin dan mencium mesra bibir merah merekah milik kekasihnya itu.


Yang di balas tak kalah menggairahkannya dari Alyssa.


"Ekkkhhmm..." Sebuah Dehaman membuat keduanya terkejut dan segera melepaskan pagutan mereka.


..._____...


Hari ini Hari yang Sangat membahagiakan bagi Alvin dan Alyssa. Pasalnya, Malam Nanti mereka akan bertunangan di Giant Hotel milk Alyssa.


Pertunangan Merekananti malam, hanya di hadiri oleh Keluarga besar kedua belah pihak.


Di belahan lain, Noah yang mendengar jika wanita pujaannya Akan bertunangan dengan Alvin, Sangat marah.


"Brengsek, Beraninya Dia mengambil wanitaku, saat ia menginginkan wanita lain juga" ucap Noah


Noah lalu segera mendial nomor telepon Alvin dan menghubunginya.


Setelah nada tersambung 5 detik, Alvin mengangkat telepon itu.


"Halo, mau apa lagi kamu?" ucap Alvin sinis di seberang telepon.


"Aku berubah pikiran, aku akan memberi tahu kamu di mana lokasi Larasati berada. Asal kau membatalkan acara pertunanganmu dengan Alyssa, dan memutuskan hubunganmu di tempat" ucap Noah dengan percaya diri.


"Kalau aku tidak mau?" ucap Alvin yakin


"Aku pastikan kau tidak akan pernah menemukan dan melihat Larasati lagi" ancam Noah


"Sayangnya aku sudah tidak peduli" ucap Alvin acuh


"Oh, bahkan jika aku membunuh wanita itu?" ucap Noah menyeringai


"Kamu berani Noah!" ucap Alvin dengan emosinya.


"Kau punya Waktu untuk berpikir sampai malam nanti, aku tunggu kabar baiknya" ucap Noah kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Setelah sambungan telepon dengan Alvin terputus, Noah mendial nomor lain lagi.


"Siapkan jet pribadiku sekarang!" ucap Noah Kemudian memanggil Griffin dan melangkah keluar dari rumah mewah miliknya.


...¤...

__ADS_1


__ADS_2