Sistem Dewi

Sistem Dewi
Serangan jantung


__ADS_3

Raiden memandang mereka dengan tatapan jijik pada keduanya. Dia tidak menyangka keduanya bisa melakukan ini di belakangnya.


"Kenapa kalian diam?? Oh, apa kalian kehilangan tenaga, bahkan untuk bicara pun tak sanggup. Setelah dengan semangat bermain pacuan kuda?" ucap Raiden dengan nada yang begitu datar.


Dia menahan diri untuk tidak memukul ayahnya itu, dia tidak menyangka ayahnya melakukan perbuatan yang sungguh hina.


"Rai, ini salah paham. Ini tak seperti yang kau lihat" ucap Ayah Raiden membuka suara


"Cih, apa ayah pikir aku buta dan tuli, tidak bisa melihat perbuatan dan mendengar suara er*otis yang kalian keluarkan saat? Salah paham ha-ha-ha kalian pikir aku Bodoh?" ucap Raiden


Keduanya hanya terdiam mendengar ucapan Raiden, mereka tidak tahu harus mengatakan apa lagi.


"Apa Cinta adalah anak kau dan ayahku, Nimar?" tanya Raiden menatap tajam ke arah Nimar dan ayahnya, bergantian.


Nimar terkejut saat Raiden menanyakan tentang Cinta, putrinya.


"Apa mungkin, mas Rai sudah tahu sesuatu?" gumam Nimar dalam hati


"Ci-cinta..." ucap Nimar ragu mengatakan sesuatu yang ia sendiri sulit untuk ucapkan.


"Kamu gila Rai, ayah akui jika ayah melakukan kesalahan, berhubungan dengan Nimar di belakangmu. Tapi Cinta adalah putrimu!!" ucap Ayah Raiden tidak terima.


"Be-benar mas Rai, Aku tahu aku melakukan kesalahan dengan ayahmu, tapi Cinta itu benar-benar putrimu" ucap Nimar


"Putriku? Ha-ha-ha kau bilang cinta itu putriku?" ucap Raiden dengan tertawa miris.

__ADS_1


"Tentu saja Cinta putrimu Raiden. Ayah tahu, jika ayah sudah melakukan kesalahan besar berhubungan dengan wanitamu. Tak ada yang perlu ayah tutup-tutupi lagi darimu, ayah sesudah berhubungan dengan Nimar sejak 16 tahun yang lalu. Meskipun begitu, kami melakukan hubungan badan bisa di hitung dengan jari. Jadi tidak mungkin Cinta itu anak ayah, umurnya saja sudah 19 tahun. Jadi Cinta pastinya adalah putri kamu, Rai. Ayah minta maaf sudah mengkhianati kamu. Ayah janji tidak akan mengulanginya lagi. Ayah akan meninggalkan Nimar dan melepaskan sepenuhnya untuk kamu" ucap Ayah Raiden


"Cih, ternyata selama ini aku telah menjalin hubungan dengan seorang ja*ang. Dan ternyata aku sangat Bodoh sampai-sampai membuat keluargaku sendiri hancur. Ha-ha-ha sekarang aku sudah kehilangan segalanya. Arrrggghhh...!!!" teriak Raiden frustasi


"Raiden jaga ucapanmu, Nimar bukan wanita seperti itu!!! Ini salah ayah sendiri karena sudah memaksanya melakukan itu" ucap Ayah Raiden tidak terima karena ucapan Raiden yang menghina Nimar.


"Hiks.. Jadi ini begini rasanya di khianati oleh orang terdekat kita, bahkan ayahku sendiri lebih membela ja*ang itu. Ameera sayang, maafkan kesalahan dan kebodohanku. Tolong ampuni aku Iraaaaaa!! Aku sungguh-sungguh mencintai kamu sayang, aku menyesal sudah menyakiti kamu begitu dalam. Aku ingin kembali dan menebus segalanya pada kalian" teriak Raiden sambil menangis


"Apa kamu Bodoh Raiden, sadar kamu!!! Wanita sia*an itu sudah mati. Sadaarrr!!" teriak Ayah Raiden menggoncang badan Raiden.


Dia bahkan lupa, jika dirinya menghampiri anaknya itu, dengan keadaan tela*jang bulat di goreng dadakan lima ratusan, anget-anget, nyoyyy...


"Dia bukan wanita sia*an Pak tua, Dia adalah wanita yang paling aku cintai dan paling aku sesali karena sudah begitu dalam aku menyakitinya. Asal kau tahu pak tua, Ameera masih hidup. Bahkan dia sudah melayangkan gugatan cerai untukku, kini aku sudah kehilangan semuanya. Aku kehilangan istri dan anak-anakku. Bahkan aku menyesal sudah menyayangi Cinta, anak wanita ja*angmu itu, karena selama ini aku Bodoh sudah percaya, jika dia adalah putri kandungku. Aku sudah melakukan Test DNA padanya, dan hasilnya Cinta bukan anakku!!! Puas kau Nimar, dasar kau perusak rumah tangga orang!!! Dasar wanita Ulaarrr!!" teriak Raiden


Nimar yang mendengar jika Raiden sudah mengetahui segalanya, gemetar karena ketakutan.


"Jangan kira aku tidak tahu, kalau 20 tahun lalu kau menjebakku. Hingga aku bisa tidur denganmu saat itu" ucap Raiden marah


Memang benar, beberapa hari ini Raiden meminta orang untuk menyelidiki kejadian 20 tahun lalu. Saat itu dirinya dengan tanpa sadar menye*ubuhi Nimar di sebuah hotel.


Namun dirinya juga menyesali kebodohan dirinya sendiri. Karena setelah kejadian itu, bukannya bertobat malah semakin dekat dan terus menerus berhubungan dengan Nimar. Dengan Alasan merasa kasihan dengan wanita itu, setelah apa yang ia renggut darinya.


"Maaf mas, ak-aku melakukan ini karena aku benar-benar cinta kamu, dan aku tidak ingin kehilangan kamu. Tolong jangan tinggalkan aku, aku minta maaf sudah mengecewakan kamu, aku janji aku akan berubah" ucap Nimar jujur.


Dia memang mencintai Raiden, saat pertama kali ia di kenalkan Ameera tentang calon suaminya saat itu.

__ADS_1


Awalnya ia mencoba mengabaikan dan mengubur rasa cintanya, pada cinta pertamanya itu. Dia juga tidak ingin menyakiti sahabat dekatnya, Ameera.


Namun karena hasutan ayah kandung dari Cinta, ia menjadi gelap mata dan ingin merebut Raiden dari sahabatnya itu.


Hingga ia membuat skema untuk menjebak Raiden dan menjadi selingkuhannya. Bahkan dia dengan melupakan rasa belas asuhannya, dia dengan beringas menyiksa Ameera, sahabatnya.


"Cinta kau bilang? Hah... Kau pikir aku percaya setelah melihat apa yang kalian lakukan Hah?" geram Raiden.


"Sekarang juga kau pulanglah dan kemasi barang-barangmu dan anak harammu itu! Keluar kau dari Rumah dan pergi tanpa membawa mobil yang di depan" ucap Raiden


"Apa maksudmu mas? Aku nggak mau, rumah itu bukannya sudah kamu kasih untukku dan Cinta? Dan Mobil itu kamu sendiri yang memberikannya untukku? Kenapa kau ingin aku mengembalikan itu semua?" ucap Nimar kaget.


"Kamu keterlaluan Raiden, kenapa kamu mengambil apa yang sudah kamu kasih" ucap Ayah raiden marah.


"Terserah kalau kau tidak mau, paling pihak pengadilan yang akan datang sendiri" ucap Raiden cuek


"Apa maksudmu?" tanya Ayah Raiden


"Maksudku, semua yang dulu kita nikmati akan kembali ke pemiliknya yang SAH nya!! Bukankah aku sudah bilang jika Ameera masih hidup dan sudah menceraikan aku? Kita sudah menjadi gelandangan! Rumah, perusahaan sudah di ambil alih. Bahkan kartu bank sudah di bekukan. Kita sekarang miskin Ayah, Ha-ha-ha. Aku tidak peduli semua kekayaan itu, tapi aku kini menyesal karena aku kehilangan keluarga kecilku. Aku benci kalian, aku juga benci diriku sendiri" ucap Raiden


"APA???" teriak Ayah Raiden terkejut mendengar ia akan jatuh miskin dan memegang dadanya.


Nimar pun sangat terkejut dan melemas mendengar ucapan Raiden. Yang artinya, dia dan Cinta juga, akan kehilangan kemewahan yang biasanya mereka nikmati selama ini.


Di sela keterkejutannya, Nimar berteriak memanggil Raiden, untuk menolong Ayahnya.

__ADS_1


Meskipun benci dengan Ayahnya, Raiden tetap membawa Ayahnya yang kini terkena serangan jantung.


__ADS_2