
Noah bagimanapun saat ini ketar ketir melihat Alyssa, bukannya masih ada perasaan, tapi karena malu. Malu karena ketahuan menyukai mamahnya dan meminta bantuan Alvin.
"Astaga, mau taruh di mana mukaku. Ya Tuhan..." ucap Noah dalam hati.
Keringat Noah mulai keluar dari pori-pori di dahinya. Jujur dia gugup, seperti sedang di sidang atau di interogasi polisi bahkan lebih menegangkan dari itu semua.
Bagaimana jika dia di tolak menjadi ayah sambung Alyssa? Belum apa-apa Udah di tolak, bagaimana dia hidup nanti. Pikir Noah
"Kenapa tidak jawab? Atau kamu hanya bercanda saja barusan?" ucap Alyssa lagi
"Sayang, kamu kok mengabaikanku sih" ucap Alvin mendekati Alyssa dan ikut duduk di samping Alyssa.
"Bisa diam tidak, Alvin! Aku sedang tanya Noah sekarang!" ucap Alyssa menatap tajam ke arah Alvin, karena telah mengganggunya.
Alvin meneguk salivanya dengan susah payah, baru kali ini dia melihat Alyssa seperti itu, hanya karena berhubungan dengan mamahnya.
Noah pasti mati, pikir Alvin saat melihat Alyssa menatap Noah sangat menyeramkan saat ini.
"A-aku serius Alyssa, maaf sudah berani menyimpan rasa untuk ibumu" ucap Noah menunduk
Alyssa menghela nafasnya panjang, dia kemudian mengubah nada bicara dengan pelan.
"Aku mengerti dan aku juga tidak melarang kau memiliki rasa pada mamahku. Tapi aku tidak bisa membantumu, karena mamah berhak memilih pasangan hidupnya, sesuai pilihannya. Tapi Sejujurnya aku sedikit ragu" ucap Alyssa
"Apa kau ragu tentang perasaanku terhadap ibumu?" tanya Noah
"Bukan! Aku tahu kau tulus, aku bisa lihat itu. Tapi aku tak tahu apakah mamah memiliki perasaan yang sama pada mu atau tidak. Bukankah kau tahu jika perbedaan umur kalian sangat jauh? meskipun saat ini mamah memiliki penampilan yang sangat muda, namun usianya sama dengan usia ibumu" ucap Alyssa
"Aku tidak peduli soal umur, bukankah cinta tidak memandang usia?" ucap Noah lagi
"Kamu mungkin tidak peduli, Noah. Tapi bagaimana dengan ibuku? Aku juga tidak tahu apakah kakakku, juga keluarga besar Sastro Wardoyo menerimamu atau tidak" ucap Alyssa
"Lalu bagaimana dengan pendapatmu? Apa kau mengizinkan aku mendekati ibumu, atau tidak?" tanya Noah dengan perasaan takut.
"Aku sebagai anak, akan mengikuti dan mendukung apapun keputusan mamah yang terbaik, yang pastinya untuk kebahagiaannya" ucap Alyssa
"Lantas aku harus apa, sekarang?" tanya Noah bingung
"Itu terserah padamu, bagaimana caranya menggapai cinta seorang Ameera, kau pasti tahu jika mamahku masih terluka hatinya, bukan? Karena aku tahu kau menyelidiki tentang keluargaku, termasuk mamah diam-diam" ucap Alyssa
"Kau... " ucap Noah terkejut Alyssa tahu tentang itu
__ADS_1
"Ya aku tahu, termasuk pekerjaan sampinganmu dan apa yang kamu lakukan pada Mantan Kakakku di kota S. Jujur aku kecewa dengan tindakanmu itu. Namun aku juga paham alasan kenapa kau melakukannya" ucap Alyssa yang tepat menghantam jantung Noah.
Noah sangat terkejut Alyssa tahu segala tentangnya, hal yang selama ini ia tutup rapat-rapat dari orang lain.
"Aku harap kau tidak melakukan hal seperti itu lagi Noah. Apalagi sampai melukai orang-orang terdekatku, maka aku sendiri yang akan datang untuk menghabisimu" ucap Alyssa tajam
Keringat dingin mengalir di wajah Noah, kini dia tahu Alyssa adalah sosok yang tidak bisa dia ganggu. Dan dia tidak menyadari itu sampai saat ini, karena dia mendengarnya sendiri dari mulut Alyssa. Betapa mengerikannya seorang Alyssa.
"Aku minta maaf... Aku tidak akan mengulanginya di masa depan. Tapi aku akan tetap berusaha mendapatkan hati ibumu, aku sungguh-sungguh mencintainya" ucap Noah
"Itu terserah kamu, yang jelas kau harus ingat. Kau mendekati ibuku dengan cara yang baik dan benar. Bukan dengan cara licik atau hal buruk apapun, seperti yang kau lakukan dulu dengan mengancam Alvin. Dan Aku tidak ingin berhubungan dengan seorang penjahat Atau kau akan menerima akibatnya. Kau mengerti?" ucap Alyssa
"Aku mengerti" ucap Noah.
Alvin hanya menyimak saja ucapan Alyssa dan Noah, meskipun ada beberapa hal yang tidak ia mengerti. Namun Alvin memutuskan untuk diam saja.
...¤...
Hari ini Alyssa bersantai di rumah, menikmati akhir pekannya. Siang nanti Alvin akan menjemputnya untuk makan siang bersama.
Awalnya Alyssa ingin mengajak ibunya dan para wanita lain untuk pergi memanjakan diri di salon. Namun ia tidak bisa karena hari ini dia akan sibuk.
Ring! Ring! Ring!
Bunyi telepon HP Alyssa sesampainya di sebuah restoran bintang tiga di ujung selatan ibukota.
Terlihat dari layar HP nama Juna tertera di sana.
"Halo Kak Juna" ucap Alyssa
"Halo Al, kakak sudah sampai di ibukota, aku sudah membawa duo reptil permintaanmu, dan sekarang sedang menuju ke markas Tuan Alvin" ucap Juna
"Pfftt... Ha-ha Duo reptil, Sebutan yang bagus Kak... Baik, nanti aku akan ke sana mungkin satu jam lagi. Aku sedang makan siang dulu, apa kakak mau Al bawain makanan?" ucap Alyssa
"Tidak usah Al, kakak bisa cari makan sendiri nanti" ucap juna
"Baiklah, sampai ketemu nanti" ucap Alyssa kemudian menutup sambungan teleponnya.
Alvin menatap Alyssa penuh tanda tanya, dari kemarin-kemarin. Alyssa selalu menerima telepon dari orang yang di panggil kakak itu.
"Dia Kak Juna, sahabat Kak Azka di Kota S. Dia yang membantu membawa Duo reptil ke markas" ucap Alyssa menjelaskan ke Alvin
__ADS_1
"Hmm..." ucap Alvin mengerti
"Kamu cemburu?" tanya Alyssa menatap Alvin
"Tidak, hanya saja awalnya aku nggak suka kamu terkesan akrab dengan laki-laki lain. Tapi aku tahu kamu tahu batasannya. Lagian dia sahabat kakakmu kan? jadi tidak ada alasan untuk aku cemburu" ucap Alvin
"Anak pintar" ucap Alyssa tersenyum mengelus kepala Alvin
"Anak pintar ini juga bisa buat anak loh, mau coba?" ucap Alvin mengerlingkan matanya genit.
"Idih mesum Ha-ha" tawa Alyssa
...¤...
Mobil Alvin masuk ke sebuah tempat yang cukup seram, yang terletak di tengah hutan sebelah selatan ibukota. Yang termasuk hutan yang di lindungi negara dan tidak di buka untuk umum.
Disana markas Alvin di dirikan, awalnya markas itu khusus untuk menyiksa penjahat negara. Yang di gunakan Alvin untuk menyiksa narapidana, para pengkhianat negara, bandar narkoba dan lain-lain.
Tidak sembarang orang bisa masuk, karena di sana punya alat pendeteksi khusus. Orang yang menyelusup akan di ledakan ketika menginjakkan kaki di batas area tertentu.
"Kapten, nona"
"Kapten, nona" Sapa semua anak buah Alvin di sana
Memang Alvin sudah memberi akses Alyssa untuk bisa bebas keluar masuk ke markas. Dan semua anak buah Alvin, tahu identitas calon nyonya mereka itu.
"Di mana Nak Juna?" tanya Alyssa
"Tuan Juna ada di ruangan bawah tanah nomor 4 Nona" ucap salah satu penjaga markas.
"Terimakasih" ucap Alyssa
Alvin dan Alyssa masuk ke dalam ruangan yang gelap dan pengap itu, Alyssa menyalakan lampu gantung yang khusus di gunakan di sana atas permintaan Alyssa, agar ia bisa melihat wajah menderitanya duo ular tersebut, nanti.
Terlihat di sana Miko dan Nimar di ikat dengan kencang di sebuah kursi.
"Kau..!!! Dasar gadis Ja*ang, apa yang kau lakukan padaku Hah?" Teriak Nimar saat melihat Alyssa ada di depannya.
"Kau?" ucap Miko, terkejut melihat wajah Alyssa yang sangat mirip dengan wajah Ameera saat masih muda.
"Selamat datang di dunia siksa neraka Wanita la*ur dan juga kau pria busuk!!" ucap Alyssa dingin dan menyeringai, membuat Nimar dan Miko merinding seketika.
__ADS_1