
Selain karena kepergok melakukan tindak asusila di depan ibunya, kini dia mendapati kenyataan jika ternyata, Miko yang sering berhubungan badan dengannya adalah ayah kandungnya sendiri.
Cinta begitu syok mendengar hal itu dari ibunya, karena berarti dirinya dan Miko melakukan incest atau hubungan sedarah.
Berbeda dengan Miko yang tampak cuek-cuek saja, bahkan terkesan pasrah menerima pukulan bertubi-tubi dari Nimar.
"Ya Tuhan... Hiks" tangis Nimar pecah, dia merasa lemas, jiwa nya tergoncang saat melihat putri yang dia sayangi melakukan perbuatan dosa besar dengan ayah kandungnya sendiri.
"Miko, aku sangat membencimu!!! Bukankah kau tahu jika Cinta adalah putrimu, kenapa kau garap juga??" ucap Nimar masih dengan tangisannya, dia kemudian melayangkan pukulan lagi ke arah Miko.
"Kita berdua melakukannya atas dasar suka sama suka. Lagian salah kamu sendiri, kenapa tidak memberi tahu Cinta kebenarannya" ucap Miko dengan cueknya
"Dasar kau binatang jahanam!!! Kau tahu itu dosa besar, Miko!! Dia adalah putri kandungmu sendiri, darahmu mengalir di tubuhnya!! Kau malah menikmati tubuh anakmu yang harusnya kau lindungi" ucap Nimarasih dengan emosinya.
"Kau mengatakan dosa besar? Ha-ha Apa kau lupa, kamu juga sudah banyak melakukan dosa besar? Terutama pada sahabatmu sendiri!!" ucap Miko
"Itu karena kamu yang menghasutku" ucap Nimar tidak terima
"Heh, sekarang kau menyalahkanku? Bukannya kau dengan senang hati merebut Raiden dari tangan istrinya yang juga sahabatmu sendiri!" ucap Miko
Cinta yang saat itu hanya terdiam, dia menyesali apa yang ia perbuat saat ini. Dia memang anak yang sangat nakal, egois dan manja.
Namun dirinya kini merasa sangat kotor karena telah melakukan dosa besar, berhubungan badan dengan ayahnya sendiri.
Dia juga menyalahkan dirinya sendiri karena menyerahkan kehormatan yang harusnya ia jaga, pada orang yang sebenarnya adalah ayah kandungnya sendiri.
Hanya karena saat itu ia merasa tersakiti melihat pria yang ia cintai, Alvin. Menolak cintanya dan berhubungan dengan wanita lain.
Hingga ia meminta Miko yang dengan senang hati menuruti keinginan Cinta untuk Bergulat di ranjang. Yang bahkan sudah mereka lakukan berkali-kali itu.
Cinta tidak terima kenyataan yang ada, dia kemudian berteriak histeris. Yang membuat Miko dan Nimar menghentikan perdebatan mereka, dan melihat ke arah Cinta.
"Tidaaakk!!! Ini semua tidak mungkin!!! Mamah bohong, tidakkah!!!" teriak Cinta yang kini sedang mengamuk, sebelum ia terjatuh tak sadarkan diri setelahnya
"Cinta..!!!" Teriak Nimar dan Miko bersamaan dan menghampirinya.
Miko bergegas menggendong Cinta menuju kamar, Nimar pun mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Sesaat mereka melupakan apa yang mereka perdebatkan. Mereka fokus merawat Cinta yang saat ini syok berat hingga tak sadarkan diri.
Sejujurnya bukan hanya Cinta yang syok berat, tapi Nimar juga sama. Dia menyalahkan dirinya sendiri, yang secara tidak langsung berperan merusak putri kesayangannya itu.
...¤...
Di media sosial, siaran langsung itu menjadi viral. Ratusan ribu orang sudah melihat siaran langsung itu, tak terkecuali Raiden yang saat ini berada di rumah sakit.
"Astaga Cinta!" Ucap Raiden terkejut melihat apa yang di lakukan gadis, yang selama ini sudah ia anggap sebagai putri kandungnya sendiri itu.
Raiden tidak menyangka Cinta menjadi seperti itu.
"Uhhhgg" Gumam seseorang orang yang sedang terbaring lemah di brankar rumah sakit itu.
Orang itu tak lain adalah Darmantyo Bagaskara, ayah dari Raiden.
"Ayah, apa yang ayah ingin kan?" ucap Raiden, meletakan ponselnya dan mendekat pada ayahnya.
Meskipun Raiden sangat membenci Ayahnya, namun keadaannya saat ini sedang membutuhkan dirinya, yang sebagai anak satu-satunya itu.
Karena struk yang di alaminya, Darmantyo tidak bisa menggerakan tangan dan kakinya. Namun dia masih bisa bicara walaupun tidak jelas.
"Minumlah dengan pelan" ucap Raiden dengan telaten mengurus ayahnya.
Raiden tahu jika ini semua adalah hasil yang selama ini ia tanam. Dia tidak menyalahkan siapapun atas apa yang terjadi.
Dia sudah pasrah dengan takdir yang ia terima. Dalam hidup ini, Raiden hanya menginginkan maaf dari mantan istri dan anak-anaknya. Dia sungguh sangat menyesali perbuatannya dulu, terhadap keluarga kecilnya.
...¤...
Di Penthouse Alyssa dan Alvin sedang menonton adegan demi adegan yang di lakoni oleh tiga orang yang sangat ia benci itu.
Alvin ingin menutup mata Alyssa saat Cinta dan Miko melakukan hubungan badan, ia tak ingin mata Alyssa ternodai.
Namun Alyssa menolak, karena ia tidak mau melewatkannya sedikitpun. Dimana adegan Real life itu sangat menegangkan di banding Film Biru😂
"Nanti mata kamu ternodai, sayang" ucap Alvin
__ADS_1
"Ha-ha kau berlebihan Alvin. Aku hanya ingin melihat mereka mempermalukan diri mereka sendiri di depan ratusan ribu orang. Lihat orang yang menonton sudah lebih dari empat ratus ribu orang" ucap Alyssa terkekeh
"Bagaimana bisa mereka merekam adegan itu secara Live? Apa mereka Bodoh, menjadi tontonan orang banyak?" ucap Alvin dengan jijik, apalagi mendengar des*han wanita yang dulu mengejarnya itu.
"Tentu saja mereka tidak sebodoh itu, karena aku menyuruh orang, memasang beberapa kamera di sudut ruangan rumah Bajingan itu. Dan aku sendiri yang meretas akun pribadi media sosial milik kadut kecil itu" ucap Alyssa
"Kau ini..." ucap Alvin mencubit hidung Alyssa gemas.
"Kenapa, apa kau tidak suka?" tanya Alyssa dengan menatap tajam ke Alvin
"Tentu saja aku suka, aku suka semua yang ada dalam dirimu, Ica. Baik buruknya kamu aku terima dengan tangan terbuka, dan tak ada wanita lain yang akan menggeser kamu di sini" ucap Alvin menunjuk ke dadanya
"Gombal.." ucap Alyssa bersemu merah
"Yang aku bilang itu kenyataannya sayang, Hmm aku jadi ingin cepat-cepat nikahin kamu" ucap Alvin mengecup bibir manis milik tunangannya itu.
"Nakal ya kamu, bentar lagi mamah pulang Alvin. Jangan macam-macam! Kamu mau di pecat jadi calon menantu?" ucap Alyssa
"Eh jangan!!" ucap Alvin spontan, takut.
Alyssa hanya terkekeh saja melihat tingkah laku laki-laki yang sangat ia cintai itu. Dia berharap akan terus bersama dengan Alvin hanya maut yang memisahkan.
Mereka berdua melanjutkan menonton drama terhot yang sedang berjalan itu. Di tambah adegan Nimar datang, dan Cinta yang berteriak histeris.
"Tunggulah sebentar lagi, aku akan membuat Kau dan laki-laki itu merasakan apa yang namanya siksaan" ucap Alyssa dalam hatinya.
"Alvin boleh aku meminjam markasmu?" ucap Alyssa
"Untuk apa?" tanya Alvin mengerutkan keningnya.
"Kurang dari seminggu lagi, atau mungkin akhir pekan ini, aku akan membawa Wanita ular kadut dan ular belang itu ke sana" ucap Alyssa
"Tentu saja, kamu bebas menggunakannya sayang. Aku akan mengatakan pada orang-orangku nanti" ucap Alvin
"Senang mendengarnya, aku tak sabar untuk bermain" ucap Alyssa senang.
"Aku akan dengan senang hati menemani kamu bermain" ucap Alyssa mencium kening Alyssa.
__ADS_1