Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kabar Duka


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


Pintu kamar Alyssa di ketuk dari luar, sontak Alyssa dan Alvin terduduk karena kaget. Mereka kemudian saling melempar pandangan.


"Ini gara-gara kamu ish, kalau kita ke grebek gimana?" ucap Alyssa mendengus kesal


"Ya nggak apa-apa, paling kita di kawinin eh di nikahin maksudnya. Adududuh, aww sakit sayang" ucap Alvin tertahan, karena pinggangnya terasa panas karena di cubit calon istri tercintanya itu.


"Kawin-kawin, emang kucing kebelet kawin. Aku nggak mau nikah sekarang-sekarang Alvin, Aku mau selesaiin kuliah aku, setidaknya sampai aku dapat gelar S1. Udah cepat, kamu ngumpet di toilet sana" ucap Alyssa


"Hmm, baiklah" ucap Alvin menurut dan melangkahkan kakinya ke toilet dengan enggan.


Alyssa kemudian beranjak dari tempat tidurnya, ia melangkah dan membuka pintu perlahan. Di lihatnya Azka berdiri di depan pintu menatapnya.


"Ada apa Kak?" ucap Alyssa dengan mode seperti bangun tidur yang kentara setengah sadar karena nyawa belum terkumpul.


"Alvin mana Al?" tanya Azka balik, ia menoleh ke sana kemari, dari sudut ke sudut kamar adik tersayangnya mencari sesuatu. Namun sosok Alvin yang ia cari tidak terlihat.


"Loh kok tanya sama aku? Bukannya Alvin ada di luar bareng kalian? di kamarnya mungkin Kak" ucap Alyssa dengan ekspresi heran yang alami. Tanpa ada rasa takut, gugup dan raut kebohongan di wajahnya. Benar-benar aktris top, yang Wajibun Minal Kudu, dapat piala Oscar kategori actress of the year.


"Dia nggak ada sama kakak di luar, kakak cari di kamarnya juga nggak ada. Kakak kira ia samperin kamu ke sini" ucap Azka bingung


"Bentar aku Chat dia dulu" ucap Alyssa berpura-pura ambil HP miliknya. Mengetik dan mengirim pesan ke Alvin.


"Alvin bilang, dia lagi ada perlu di luar Kak. Emang kakak nggak liat dia keluar tadi?" tanya Alyssa dengan mode heran


"Nggak tuh" ucap Azka mengedikan bahunya


"Masa iya orang keluar nggak keliatan, kakak sibuk ngobrol kali sama Kak Juna. jadi Alvin keluar nggak tahu" ucap Alyssa


"Iya kali ya, Ya sudah kalau dia lagi di luar. Tadinya kakak mau ajak dia nonton final bola nanti jam 2 pagi. Oh iya, Juna nginep di sini aja nggak apa-apa kan? Biar dia temenin kakak nonton bola sampe subuh" ucap Azka

__ADS_1


"Iya Nggak apa-apa, terserah kakak aja. Ngomong-ngomong, orang itu udah istirahat?" tanya Alyssa menanyakan Raiden, yang di jawab hanya anggukan kepala saja.


"Kamu lanjut istirahat aja Al, maaf kakak ganggu istirahat kamu" ucap Azka mengelus kepala adiknya sayang.


Setelahnya Azka melangkah ke ruang keluarga, melanjutkan obrolan dengan sahabatnya, Juna.


Alyssa menghembuskan nafasnya lega, hampir saja ia kepergok berduaan di kamar dengan Alvin. Untung ia pintar akting.


Teringat dulu waktu di mansion. Azka tahu jika Alvin tinggal di mansion milik adiknya itu, tapi ia tidak tahu jika mereka sekamar.


"Sayang" ucap Alvin keluar dari kamar mandi, menghampiri dan memeluk pinggang Alyssa posesif.


"Hmm, lain kali nggak boleh kaya gitu Alvin, kalau ketahuan bagaimana? Kita emang nggak ngapa-ngapain tapi tetep aja pikiran orang kita mana tahu" ucap Alyssa


"Iya sayang, maaf ya. Janji nggak ulangan lagi" ucap Alvin mengecup kening Alyssa.


"Ya sudah ayo tidur, aku lelah dan ngantuk" ucap Alyssa


..._____...


Di pusat Kota S, beredar berita tentang seorang wanita yang di duga punya gangguan jiwa. Di temukan tidak bernyawa dengan kondisi memprihatinkan.


Wanita gila itu meninggal karena kekerasan se**ual, terbukti dengan hasil Visum terdapat banyaknya luka di bagian kema**an korban. Korban juga di nyatakan meninggal dalam kondisi berbadan dua atau hamil 12 minggu.


Polisi mengusut kematian wanita gila itu, dan menyatakan kematiannya akibat di per**sa secara brutal oleh lebih dari lima orang. Pelaku sendiri sudah teridentifikasi dan menjadi buronan polisi saat ini.


Identitas korban juga belum di ketahui, karena tidak ada tanda pengenal yang dia bawa. Polisi mencari data orang hilang di seluruh kantor polisi di kota S, namun bugil alias tidak menemukan data terkait.


Di lain sisi, Juna baru saja kembali dari penthouse milik Alyssa. Ia benar-benar lupa jika ia harus mengunjungi rumah orang tuanya kemarin.


Maka setelah ia bangun, mandi dan sarapan di penthouse adik sahabatnya itu. Dia pamit untuk mengunjungi orang tuanya.

__ADS_1


Di perjalanan Juna mampir ke toko buah, sekedar membeli beberapa buah untuk orang tuanya. Lagi-lagi ia di kejutan dengan kabar yang mengejutkan.


Saat membeli buah, Juna tidak sengaja melihat surat kabar dengan photo seseorang yang mirip dengan Cinta, anak dari Nimar dan Miko yang ia bawa ke ibu kota ke markas Alvin.


Juna tertegun sejenak saat melihat kabar duka itu di surat kabar, Ia kemudian beranjak membeli surat kabar itu dari loper koran. Dan bergegas ke mobil dan mengirimkan pesan ke Alyssa.


...๐Ÿ’ฌ Dek, Coba lihat apa yang aku temukan barusan. Bukankah ini anak dari wanita dan pria yang aku bawa ke markas tunangan kamu? ...


...๐Ÿ“ธSent picture...


Juna menghela nafasnya, ia tidak mau mengambil tindakan sebelum menanyakan pada Alyssa, apa yang harus ia perbuat.


...๐Ÿ’ฌ Ya Tuhan, sangat mengejutkan. Aku tidak menyangka nasibnya akan jadi seperti itu....


Alyssa membalas Pesan dari Juna


...๐Ÿ’ฌ Menurut kamu, apa kita harus membantunya sekarang? Maksudku, memberikan pemakaman yang layak untuknya? Jujur aku merasa kasihan melihat kondisinya seperti di berita itu...


Juna menunggu jawaban Alyssa


...๐Ÿ’ฌ Tentu, aku tidak masalah untuk membantu memberikan pemakaman yang layak, sebagai sesama manusia...


Jawaban Alyssa membuatnya lega, adik dari Azka itu sebenarnya berhati lembut. Meskipun kadang-kadang ia akan berubah menjadi monster psyco jika menyangkut urusan orang yang ia sayangi. Seperti Nimar dan Miko yang saat ini tersiksa di markas Alvin.


Juna kemudian menyuruh anak buahnya untuk memberikan pemakaman yang layak untuk Cinta. Bagaimana pun, rasa pri kemanusiaannya, menolak untuk mengabaikan.


Apalagi ia tahu ibu dan ayah dari Cinta, sekarang masih di siksa sedikit demi sedikit, dan itu masih ada sangkut paut dengan dirinya yang membawa keduanya ke sana.


Karena Juna mendengar dari Azka semalam sambil berbisik-bisik, jika beberapa hari yang lalu, adiknya itu memotong jari tangan dan kaki dua ular itu, kemudian di masak dan memaksa mereka berdua untuk menelannya.


Mendengarnya saja sudah bergidik ngeri. Juna berjanji pada dirinya sendiri, kelak ia tidak akan pernah mau menyinggung sosok menakutkan seperti Alyssa maupun Alvin.

__ADS_1


Juna kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah orang tuanya yang sejak pagi, terus memaksanya untuk datang. Entah apa yang terjadi di sana.


__ADS_2