
Alyssa dan yang lainnya sampai di Kota S, Alvin sudah meminta Doni untuk menyediakan Mobil untuknya di sana melalui anak buahnya.
Mereka semua bergegas menuju ke Health Hospital, tempat Raiden di rawat sekarang. Alyssa meminta Juna untuk memindahkan Raiden ke rumah sakit Health Hospital agar mendapatkan penanganan yang lebih baik.
Setibanya di rumah sakit, Alyssa di sambut oleh staf kedokteran dan Kepala cabang Rumah Sakit. Karena sebelumnya sudah mendapatkan info dari Enzy. Jika Bos besar mereka, Alyssa akan datang ke Rumah Sakit melihat keadaan ayahnya yang di rawat di sana.
Pihak rumah sakit menanyakan identitas pasien, setelah tahu kepala cabang langsung menunggu pasien itu di pintu rumah sakit yang saat itu dalam perjalanan dari rumah sakit Kharisma dan membawanya langsung ke bangsal VVIP no.1.
"Selamat sore Nona Alyssa dan Tuan. Perkenalkan nama saya Hardi, kepala cabang Health Hospital Kota S" ucap Hardi yang masih Berusia 30 tahun itu
"Sore Pak Hardi, tolong antar saya ke ruangan papah saya" ucap Alyssa, dia sedikit kaku saat mengatakan kata 'Papah'. Karena sebelumnya dia tidak pernah memanggilnya seperti itu.
"Silahkan ikuti saya" ucap Hardi sopan. Meskipun awalnya ia ingin sedikit mengobrol, namun ia paham, mungkin Alyssa buru-buru karena khawatir dan ingin segera melihat kondisi ayahnya.
Enzy sudah mewanti-wanti kepala cabang, untuk membiarkan Alyssa jika melakukan tindakan yang di perlukan untuk pemeriksaan dan penyembuhan.
Hardi hanya mengiyakan saja, karena sudah pernah mendengar, kemampuan medis dari bos besarnya itu. Yang sudah terkenal seantero Health Hospital di seluruh cabang.
Ceklek!
Pintu ruang rawat inap itu di buka perlahan. Juna yang menyadari pintu itu terbuka, menoleh ke arahnya.
"Al, kamu sudah... Azka??" ucap Juna terkejut melihat sahabatnya itu juga ikut datang
"Hai, Jun" sapa Azka tersenyum tipis
"Hai, brother. Aku tidak menyangka kamu datang ke sini juga. Maaf tidak memberi tahu kamu sebelumnya, aku takut kamu masih marah dengan ayahmu" ucap Juna sedikit merasa tidak enak
"Tidak apa-apa, santai saja. Terimakasih sudah menyelamatkan dan membawanya ke rumah sakit" ucap Azka tulus, yang sebenarnya ia sangat gugup masuk ke dalam ruangan itu dan bertemu dengan ayahnya.
__ADS_1
Di lihatnya, tubuh kurus dan ringkih itu terbaring lemah, tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.
"Kak, aku periksa kondisi dia dulu" ucap Alyssa pada kakaknya dan Azka hanya mengangguk saja lalu duduk di sofa bersama yang lainnya.
Juna dan lainnya hanya diam, tidak merasa aneh, karena Alyssa memanggil Raiden dengan sebutan dia, orang itu atau bajingan, bukan Ayah atau papah.
Alyssa melangkahkan kaki ke ranjang tempat Raiden berbaring, Alyssa kemudian menarik dan menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Lalu ia memegang pergelangan tangan Raiden untuk memeriksa nadinya, Ia juga melihat keadaan Raiden menggunakan mata tembus pandangnya.
Kondisi Raiden saat ini jauh lebih baik di bandingkan dengan pertama kali di bawa ke rumah sakit. Namun masih belum melewati masa kritisnya.
"Sistem, beli Magic Liquid" ucap Alyssa
[ Selamat host pembelian Magic Liquid berhasil, Magic Liquid sudah di letakan di ruangan penyimpanan ]
[ Untuk mengingatkan Host, Magic Liquid bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Namun untuk bagian tubuh yang terpotong atau terlepas dari bagian yang lain tidak bisa di satukan atau di tumbuhkan kembali ]
Alyssa tahu itu. Meskipun ia berhasil menyelamatkan nyawa Raiden dan mengembalikan fungsi kedua kakinya yang patah. Namun untuk Alat Vital yang sudah terpotong tidak bisa di tumbuhan kembali, kecuali ia menggunakan Pil pemulihan tubuh.
Alyssa menghembuskan nafasnya, ia sudah memutuskan untuk memberikan Raiden Magic Liquid saja. Alyssa akan menanyakan dulu pada ayahnya setelah ia sadar.
Lebih baik ia katakan pada yang bersangkutan terlebih dahulu. Apa mau menyembuhkannya atau tidak. Dan pastinya efek sampingnya akan merubah penampilan Raiden menjadi muda kembali.
Ia kemudian menuangkan Magic Liquid ke mulut Raiden. Dokter yang melihat itu hanya terdiam, meskipun ia sangat khawatir. Namun ia berusaha percaya pada bos besarnya itu.
Beberapa saat kemudian, tubuh ringkih itu perlahan membaik, tubuh kurusnya perlahan segar kembali. Tulang kedua kakinya pun pulih seperti sediakala lagi. Wajah pucatnya pun kembali segar. Raiden kini terlihat seperti berusia akhir 30 an atau awal 40 an. Meskipun tidak sehebat Pil pemulihan tubuh yang membuatnya jauh lebih muda lagi.
Perlahan namun pasti, Raiden mengerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya di sana dan membuka matanya.
Orang yang pertama kali ia lihat adalah Alyssa, putri kandungnya yang berdiri di sampingnya. Ia awalnya tidak percaya dan merasa itu mimpi, namun saat ia mengucek matanya beberapa kali, ia sadar jika itu nyata.
__ADS_1
"Alyssa, putriku. Hiks... Kau ada di depanku sungguh?" ucap Raiden tidak bisa membendung air matanya yang kini jatuh.
"Hmm" ucap Alyssa tidak tahu ingin mengucapkan apa pun.
Namun jauh dari dalam lubuk hatinya, ia merasa lega, saat ayah kandungnya itu berhasil selamat dan sadarkan diri.
Raiden menarik Alyssa dan memeluknya erat, dia menangis sejadi-jadinya.
"Maafkan papah, maafkan papah nak. Hiks... Papah menyayangimu, papah menyayangi Azka dan juga ibu mu. Papah Bodoh sudah menyakiti dan menelantarkan kalian hiks. Papa sungguh menyesal" ucap Raiden sesenggukan karena menangis.
"Ak-aku su-sudah memaafkanmu" ucap Alyssa
Raiden mendongakkan kepalanya, ia menatap putri kandungnya itu. Ia sangat senang saat Alyssa mengatakan jika ia memaafkannya. Meskipun panggilan papah itu tidak terdengar dan ia tidak membalas pelukannya.
"Terimakasih nak. Papah janji akan menyayangimu lebih lagi dan menjagamu dari jauh. Percayalah papah sangat menyayangimu" ucap Raiden
Alyssa hanya mengangguk dan menoleh ke arah Azka yang sedang duduk tegang di sofa. Raiden mengikuti arah pandangan Alyssa, dan mendapati putranya juga ada di ruangan beserta 3 orang lainnya.
"A-Azka... " panggil Raiden setengah tidak percaya dan juga senang melihat putra ada di ruangan yang sama.
"Kau di sini nak, bisa kau kamu kemari" ucap Raiden dengan nada memohon
Azka menoleh ke arah Alyssa, adiknya itu menganggukan kepalanya. Azka kemudian beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Raiden.
GREP!!
Raiden memeluk putranya itu, rindu itu membuncah pada putra kesayangannya. Tangisnya kembali pecah, membuat Azka diam bergeming merasakan sakit di hatinya dan ragu-ragu membalas pelukan sang ayah.
"Maafkan papah Azka. Papah salah, papah menyesal. Tolong jangan menghindar dari papah lagi, papah menyesal dan sangat menyayangimu. Maafkan papah sudah membentakmu" ucap Raiden
__ADS_1
Azka sedikit bergeming dan membalas memeluk tubuh ayahnya itu. Raiden merasakan itu sangat senang, akhirnya ia bisa memeluk Azka, putranya lagi.