
Di ruangan kerja, Alvin masih merasa emosinya meluap. Kalau bukan karena Alyssa yang teliti saat melihat rincian kontrak, dia akan mengalami kerugian karena sudah memberi makan tikus sampai gemuk.
Terlebih Kris merupakan bawahannya di anak perusahaan Entertaiment miliknya. Dia merasa gagal menjadi bos yang mengawasi anak buahnya.
"Kendalikan emosimu Alvin, harusnya kamu bersyukur bisa mengetahuinya dengan cepat. Atau aku pergi saja biar kamu bisa meluapkan emosi kamu terlebih dahulu" ucap Alyssa
Alvin menggenggam tangan Alyssa dan menarik Alyssa ke dalam pelukannya.
"Jangan pergi!! Aku minta maaf membuat kamu melihatku emosi sayang. Dan terimakasih sudah membantu hari ini" ucap Alvin tulus
"Sama-sama, aku yakin kamu juga akan melakukan hal yang sama jika hal seperti ini terjadi padaku" ucap Alyssa menepuk punggung Alvin pelan.
"Aku ingin kasih sesuatu padamu" ucap Alyssa
"Apa itu?" ucap Alvin melepas pelukannya
Alyssa kemudian beranjak dan mengambil paper bag yang dia bawa saat baru datang siang tadi.
"Ini, bukalah" ucap Alyssa menyerahkan paket bag berwarna hitam putih itu pada Alvin
Alvin mengambil papar bag dan membukanya. Di lihatnya sebuah t-shirt Louis Vuitton, berwarna putih.
"Apa kau suka?" tanya Alyssa
"Tentu saja aku suka apapun yang kau belikan, Ica. Terimakasih" ucap Alvin dan mencium kening kekasihnya itu
Alyssa senang melihat Alvin menyukai pemberiannya.
"Aku beli itu memakai uangmu, aku juga membeli beberapa barang untukku dan mamah memakai card milikmu. Apa kau marah?" tanya Alyssa
"Tentu saja tidak. Aku malah senang kau menghabiskan uangku, uangku adalah uangmu juga. Jangan sungkan untuk menghabiskannya" ucap Alvin terkekeh dan mengelus pipi Alyssa, sayang.
"Sepertinya aku sangat beruntung punya pacar kaya seperti dirimu" ucap Alyssa, membuat mereka tertawa bersama.
"Alvin, senin nanti aku akan pergi ke kota S" ucap Alyssa
"Mau apa kau ke sana sayang? Kenapa harus senin? Padahal aku ingin mengajakmu ke negara J, Aku ada pertemuan bisnis di sana selama 3 hari. Aku tadinya sekalian ingin mengajak kamu berlibur di sana. Apa kamu bisa membatalkan rencana kamu ke kota S?" tanya Alvin
"Aku ada urusan dengan kak Azka di sana, aku tidak bisa membatalkannya, maaf. Ini masalah urgent berkaitan dengan mamah, kamu tidak apa-apa kan?" ucap Alyssa
"Bisakah kamu menyusulku ke negara J?" tanya Alvin
"Akan aku usahakan jika urusanku di sana sudah selesai hmm" ucap Alyssa
__ADS_1
"Baiklah" ucap Alvin pasrah "Besok siang aku akan menjemputmu untuk mencoba cincin pertunangan kita sekalian kita Lunch" ucap Alvin lagi
"Oke, kita akan lihat cincin pertunangan kita" ucap Alyssa tersenyum.
¤
Sore hari Dion berjalan kaki seperti biasa, usai latihan taekwondo.
Dia menikmati sejuknya udara di sore itu yang menerpa wajah tampannya, yang masih remaja itu.
Senin depan dia sudah akan memulai sekolahnya, kelas 3 SMA di Penabur International School.
Sekolah Menengah terbaik di Ibukota berbasis internasional, yang mana mewajibkan murid-muridnya menggunakan bahasa Inggris sebagai komunikasi di sana.
Beruntung Dion terhitung sebagai siswa Jenius, dulu dia selalu mendapatkan juara pertama di kelasnya.
Jadi dia tidak terlalu kesulitan saat membiasakan diri berbicara bahasa Inggris.
"Dion, ngapain kamu di sini?" ucap seseorang
Suara itu membuat tubuh Dion tegang dan bergetar karena terkejut tiada kepalang, Suara itu adalah milik Pamannya Jumadi.
"Pa-paman" ucap Dion terbata setelah menoleh dan mendapati Jumani mendekat
"Kenapa kamu ada di sini? Siapa yang membawa kamu ke sini?" ucap Jumadi Dengan nada yang menekan
"Siapa orang itu?" selidik Jumadi
"Paman akan tidak mengenalinya, dia hanya orang baik yang menolongku" ucap Dion menutupi jika Enzy yang membawanya.
"Ikut paman pulang!" perintah Jumadi
"Ti-tidak mau, aku nggak mau kakak khawatir mencariku" ucap Dion
"Oh, Kalau begitu biarkan paman mengantarmu pulang, sekalian paman ingin bertemu dengan kakak angkatmu itu, dan mengucapkan terimakasih sudah mengangkatmu sebagai adik" ucap Jumadi curiga
"Ti-tidak usah paman, la-lain kali saja. Dion tidak ingin merepotkan paman" ucap Dion menolak
Enzy sudah menceritakan semuanya pada Dion, termasuk yang di lakukan pamannya kepada sepupunya itu.
Dan juga yang menyebabkan Kecelakaan Dion kemarin, tidak lain adalah pamannya yang saat ini berdiri di depannya.
Dia tidak mungkin mempertemukan Enzy dengan pamannya ini. Karena setahu Jumadi Stella/Enzy sudah mati.
__ADS_1
Dion sangat membenci dan dendam dengan Jumadi, namun dirinya masih takut dan belum cukup kuat untuk membalaskan dendamnya itu.
Dia tidak menyangka akan bertemu pamannya secepat ini, dia belum siap.
"Kenapa? Apa kamu menyembunyikan sesuatu?" ucap Jumadi memicingkan matanya curiga
"Ak-aku..." ucap Dion terbata
TIN!!!
Bunyi klakson yang keras menyita perhatian keduanya, dan serempak menoleh ke arahnya.
Terlihat supercar hitam yang gagah berhenti di samping mereka, kemudian si pengemudi yang cantik turun dari kemudi.
Ya, pengemudi cantik itu tidak lain adalah Alyssa.
"Dion, kenapa kamu berdiri di pinggir jalan? Kenapa belum pulang?" ucap Alyssa
Alyssa melihat seseorang pria paruh baya di samping Dion. Melihat wajah tegang Dion, Alyssa curiga dan langsung memindai data Pria di depannya.
"Jadi ini si tua bangsat yang menyakiti kesayanganku" Gumam Alyssa dalam hati.
Kesayanganku di kalimatnya merujuk pada Enzy, orang terdekatnya.
"Dion, kakak mencari kamu tadi, kakak pikir kamu menghilang. Kakak sangat takut, bagaimana pun kamu baru di kota ini. Jangan mudah percaya pada orang asing, oke" ucap Alyssa menghampiri Dion dan mengelus kepala Dion sopan.
"Ah, anda salah paham nona, saya Jumadi, paman dari Dion. Ngomong-ngomong nona siapa?" ucap Jumadi tersenyum melihat Alyssa
"Aku kakak angkat Dion. Kau pamannya?" tanya Alyssa pura-pura terkejut
"Benar nona, saya hanya heran kenapa keponakan saya ada di ibukota, yang seharusnya ada di kota A dan saya mendapati ia berjalan sendirian" ucap Jumadi
"Saya yang membawanya ke sini, saya sudah menganggap dirinya adikku satu-satunya. Anda pamannya bukan? Saya harus bertanya sekarang, kemana saja kau saat keponakanmu terbaring tidak berdaya di rumah sakit setelah kecelakaan terjadi? Untungnya saya kebetulan ada di kota A, saya memutuskan untuk menolong dan mengangkat dia sebagai adik" ucap Alyssa dia sedikit berakting
"Ah maafkan saya, waktu itu saya sedang sibuk dan tidak tahu keponakanku mengalami kecelakaan" ucap Jumadi memberi Alasan
"Tidak tahu? Jelas-jelas pihak rumah sakit sudah memberitahu, tapi kau tidak datang walau satu detik pun" ucap Alyssa
"Ah, itu.. " ucap Jumadi
"Ayo Dion kita pulang!! Permisi tuan Jumadi " ucap Alyssa lagi, kemudian melangkah pergi menggandeng tangan Dion menuju Mobilnya.
Alyssa sengaja menghindar dan membawa Dion agar dia tidak terlibat. Alyssa akan membicarakannya dengan Enzy untuk membalas dan mengambil kembali hak milik Kesayangannya dan juga adiknya itu.
__ADS_1
Jumadi hanya melihat keponakan dan wanita yang mengaku sebagai kakak angkatnya itu pergi.
"Dion, sepertinya nyawamu sangat banyak. Kau bisa lolos dari maut, sungguh luar biasa. Dan kakak angkat mu itu sangat cantik, aku ingin melihat seberapa lihai dia, saat berada di atas tempat tidurku" ucap Jumadi menyeringai dan menjilat bibirnya sendiri, kemudian beranjak pergi menuju hotel dimana dia menginap.