
Penjagaan di rumah Setyono di distrik 3 di kawasan Utara kota S, memang sangat ketat di banding rumah lainnya yang berada di kompleks perumahan yang sama dengan nya itu.
Namun Setyono saat ini tidak ada di sana, karena terjadi perang dingin dengan para istri-istrinya di kediaman utama keluarganya.
Ya, Laki-laki 50 tahun itu, kini tengah di sidang oleh istri tuanya, karena ketahuan memiliki banyak selir di luaran sana. Bahkan ia di ketahui memiliki anak lain di luar rumah.
Terhitung dengan istri tua di rumah, Setyono memiliki istri hingga 8 orang. Dan saat ini semua istrinya berkumpul di kediaman utama yang mewah di pusat kota S.
Tentu saja hal itu membuat Setyono kalang kabut, di pikirannya adalah bagaimana jika istri tertuanya mengungkapkan hal itu pada mertuanya yang adalah seorang pensiunan jendral bintang 3 di kepolisian.
Terlebih di pekerjaannya ada peraturan, jika aparat negara atau kepolisian. Di larang untuk memiliki istri atau suami lebih dari satu.
"Jelaskan maksud semua ini!!!" teriak Melati istri sah dari Setyono yang berusia 48 tahun itu.
"Mah, jangan percaya omongan orang, me-mereka itu bukan istri papah. Sungguh, istri papah hanya mamah seorang" ucap Setyono
"Apa maksudmu kita bukan istri kamu mas? Lalu apa artinya pernikahan kita yang sudah 8 tahun ini, anak kita sudah besar bahkan aku tengah hamil tua anak kedua kita" teriak salah satu selirnya menangis, tidak terima jika status nya tidak di akui.
Meskipun ia merasa di bohongi, karena Setyono dulu mengaku jika dirinya adalah seorang duda saat menikahi dirinya.
"Itu benar, aku tidak mengira ternyata selain aku kamu punya banyak istri. Sekarang jelas kenapa kamu jarang pulang ke rumah kita dan banyak sekali alasan Dinas sebagai peralihan, mas jahat" teriak salah satu selir yang lainnya.
PLAK!!!
Melati menampar keras pipi Setyono
"Kau ingin mengelak apa lagi?? Ini lihat!!! Jelas semua bukti mengarah pada kebenaran jika kau memiliki banyak istri" teriak Melati melempar sebuah dokumen salinan yang di kirim Alyssa, sambil menahan rasa sakit dan juga tangisannya.
Itu ada lah photo pernikahan dirinya dengan cara siri, lalu surat nikah dengan ketiga wanita lainnya dengan cara sah. Bahkan setiap istrinya di berikan rumah mewah dan juga kendaraan roda 4 yang harganya minimal 1 milyar.
"Dari mana asal uang kamu, hingga kamu sanggup membelikan mereka rumah dan memfasilitasi mereka, agar bisa hidup makmur kaya raya? Sedangkan uang dari dinas, itu di pegang olehku?? Uang dari mana?? Jawab aku!!!" ucap Melati dengan wajah yang penuh dengan air mata dan juga nafas yang tersengal karena emosinya.
Memang benar jika aparat negara, yang memegang gaji suami adalah istrinya. Di situ Melati menaruh curiga tentang asal usul uang sang suami untuk menghidupi banyak istri dengan kemewahan.
...
Berbeda dengan Setyono yang tengah pusing demi sidang para istri. Alyssa kini tengah bersiap-siap dengan pakaian serba hitamnya.
__ADS_1
"Al, kau mau kemana?" tanya Juna saat melihat Alyssa hendak keluar.
"Kakak diam saja di sini, aku ingin mengecek sesuatu dengan Tama" ucap Alyssa
"Jangan bilang kau ingin pergi ke kediaman Setyono?" tanya Juna yang di angguki oleh Alyssa
"Nggak! nggak boleh! itu bahaya Al" ucap Juna melarang Alyssa pergi
"Al tetap pergi kak, kakak tenang saja Al tidak akan kenapa-kenapa, lagian ada Tama yang ikut pergi" ucap Alyssa
Juna tidak bisa melarang lagi, karena percuma saja ia melarang wanita keras kepala seperti Alyssa. Di izinkan atau tidak, dia akan nekat pergi.
"Tama, jaga nona mu baik-baik!" ucap Juna namun tidak di respon sama sekali oleh Tama yang hanya diam menatap lurus.
"Yeeeeehhhhh, dasar manusia lucnut, eh salah dia kan bukan manusia. Pilih kasih banget dia cuma merespon ucapan Alyssa, sedangkan aku? Di kacangin" omel Juna kesal, Alyssa terkekeh melihat Juna mengomel sendiri.
...
Kini Alyssa sudah berada di kediaman cukup mewah. Jika terlihat dari luar, rumah ini sama dengan rumah-rumah lainnya. Berlantai dua dengan security yang menjaganya.
Namun jika di telisik lebih dalam, bukan hanya ada dua security yang berjaga, melainkan beberapa orang juga yang berpatroli di sekitar rumah.
"Sebelah kanan nona" jawab Tama
Alyssa dan Tama dengan secepat kilat menyelusup seperti bayangan, masuk ke dalam rumah tanpa menimbulkan suara. Namun Alyssa kurang hati-hati karena tidak sengaja menginjak kulit kacang hingga berbunyi.
Krek! Bunyi renyah tidak terlalu keras, namun dapat di dengar oleh salah orang penjaga yang tengah berkeliling.
"Siapa itu?" Teriak salah satu penjaga.
"Haiiiss, Si*l! Pengganggu" umpat Alyssa
SRASH!!!
Tanpa banyak Cang cing cong, Alyssa menebas kepala penjaga itu dari jarak 4 meter menggunakan magic Fingers miliknya.
"Woah, luar biasa he-he" pekik alyssa tertahan
__ADS_1
"Tama, bereskan dulu ini orang satu, jangan sampai ada bekas mencurigakan yang memancing orang waspada!" perintah Alyssa
"Baik nona" ucap Tama yang kemudian menghilang selama beberapa detik dengan membawa tubuh beserta kepala penjaga itu.
Entah Alyssa sendiri tidak tahu, di mana Tama membuangnya. Mungkin ia nanti akan menanyakannya saat ia kembali ke penthouse.
Tama muncul lagi selang 25 detik kemudian dengan cepat membersihkan bekas percikan darah di lantai.
"Beres nona" ucap Tama, memang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
"Luar biasa" ucap Alyssa mengangkat kedua jempol nya pada Tama.
Setelahnya mereka masuk ke dalam rumah dan juga menyelusup ke ruang bawah tanah di mana di sana ada dua ruangan.
Tidak ada CCTV di sana, mungkin Setyono tidak ingin adanya bukti atau tidak ingin jika keberadaan gudang harta karun nya tercium keberadaan nya oleh peretas lewat CCTV.
Namun di sana ada banyak jebakan, namun itu tidak berlaku untuk Alyssa
"Aras, kau matikan semua sistem jebakan di sini, retas pasword pintu rahasia!" ucap Alyssa memberi kan perintah nya.
"Baik, tunggu sebentar! Proses mematikan di mulai 10....9....8.....2....1, selesai" ucap Aras.
"Berapa passwordnya?" tanya Alyssa pada Aras
"101010" ucap Aras
CEKLEK!!!
Pintu berhasil di buka, dan terlihatlah banyaknya tumpukan uang rupiah dan dolar di dalam ruangan 3x5 meter itu. Beberapa kotak berisi emas batangan, berlian dan juga narkoba.
"Woaahh, Banyak sekali bajingan ini melakukan tindakan cuci uang dan juga penghasilan dari penjualan Narkoba" ucap Alyssa.
Alyssa kembalikan barang yang di berikan oleh Tama ke tempat asalnya. Ia yakin jika Setyono kemungkinan paling lambat besok akan mengecek kondisi di kediamannya ini. Untuk melihat apakah ada barang yang hilang, setelah curiga dokumen yang di dapatkan istrinya berasal dari orang yang mengambil nya dari sini.
"Tama, ayo kita lihat ruangan sebelah" ucap Alyssa
"Baik, silahkan nona" ucap Tama yang setia berjalan di belakang tuannya itu.
__ADS_1
...••••...