Sistem Dewi

Sistem Dewi
Uler Keket


__ADS_3

Waktu masih menunjukan pukul dua siang, Alyssa sudah tidak memiliki kelas setelah ini. Ia memutuskan untuk mengunjungi Alvin di kantornya, untuk membahas beberapa hal.


Ia kemudian melajukan Mobilnya ke arah gedung A.S.A Group. Karyawan yang melihat Alyssa masuk, membungkuk hormat pada calon nyonya Ardhana itu.


"Selamat siang Nona" sapa resepsionis tersenyum


"Siang, Apa Alvin ada?" tanya Alyssa


"Pak Alvin ada di kantornya Nona. Anda bisa langsung ke ruangannya" ucap Resepsionis sopan


"Kalau begitu aku masuk dulu, terimakasih" ucap Alyssa dengan sopan dan Elegant


"Sama-sama nona" ucap Resepsionis


Alyssa berjalan menuju lift dan langsung menekan angka yang tanggung membawanya ke kantor calon suaminya itu.


TING!!!


Pintu lift terbuka.


Doni dan Nino yang melihat kedatangan Alyssa berdiri dan membungkuk menyapa dengan sopan.


"Apa Alvin ada di dalam?" Tanya Alyssa


"Tuan muda ada di dalam, tapi di dalam... " ucap Doni sedikit ragu


Alyssa mengangkat Alisnya heran, dia kemudian mengarahkan pandangannya ke ruangan Alvin menggunakan mata tembus pandangnya.


Di lihat di sana Alvin sedang memangku seorang wanita yang memeluknya erat. Terlihat wajah Alvin merah padam karena menahan emosi. Dan berusaha menjauhkan diri dari wanita itu.


Alyssa yang melihatnya sangat peka dan mengangkat salah satu sudut bibirnya.


"Ada jal*ng, mau main-main rupanya" Gumam Alyssa


Doni dan Nino saling berpandangan, ia salah paham dengan omongan Alyssa. Mereka pikir Alyssa salah paham dengan Tuan muda mereka yang berduaan dengan wanita.


BRAK!!!


Alyssa masuk dengan menendang pintu dengan keras. Alvin dan wanita dengan pakaian kurang bahan itu sontak menoleh ke arah pintu.


Mata Alvin membola kaget, mengetahui siapa yang tengah berdiri di sana. Dia langsung mendorong wanita di pangkuannya, namun wanita itu dengan tidak tahu maunya. Menempel seperti gurita, bahkan mendekap Alvin lebih erat.


"Lepas Jal*ng!!!" teriak Alvin, namun wanita itu malah mengetatkan pelukannya.


"Ica, ya Tuhan. Dia pasti salah paham melihat ini. Wanita sialan ini siapa sih? Kenapa susah sekali lepasnya" ucap Alvin dalam hati


"Ica sayang, tolong jangan salah paham. Lepaskan aku sialan!!!" ucap Alvin masih berusaha melepas pelukan dari si Uler keket.


Alyssa tidak menjawab dan ia melangkah masuk mendekati keduanya.


Grep!!

__ADS_1


Alyssa menarik wanita itu dengan sedikit tenaganya, tak lupa ia menekan titik apukuntur yang membuat pegangan uler keket itu terlepas.


Tak sampai di sana, Alyssa melempar uler keket tadi, hanya dengan sebelah tangannya. Dan menghantam tembok dengan cukup keras.


"Aarrrhhh" teriak si uler keket.


Alyssa mengabaikan jeritan itu dengan meninggalkan Alvin dan uler keket di sisi yang lain. Ia melangkah menuju sofa dan duduk manis menatap Wanita itu.


"Alvin tolong aku" ucap wanita itu


"Sayang" ucap Alvin yang justru menghampiri Alyssa setelah terbebas dari wanita itu dan mengabaikan wanita tadi


"STOP!!! Jangan sentuh aku!!" ucap Alyssa mengangkat tangannya.


"Ica, tolong jangan salah paham. Uler keket ini yang tiba-tiba datang, duduk di pangkuanku dan memelukku erat. Mana susah banget di lepasnya lagi" ucap Alvin bergidik jijik mengingat ia baru saja di peluk wanita lain.


Alvin mendekati Alyssa lagi, namun lagi-lagi Alyssa menghentikannya.


"Kamu ingin menyentuhku dengan tubuh dan pakaian yang terkena najis, Hah?" teriak Alyssa


Alvin tersentak, ia baru menyadari kenapa tunangannya itu tidak mau ia dekati.


"Kalau begitu tunggu aku sayang!" ucap Alvin tersenyum manis kemudian berlari cepat menuju ruangan pribadinya.


Alyssa hanya diam, duduk dengan santainya lalu membuka dan memainkan gawai miliknya.


Doni dan Nino yang menyaksikan itu hanya termanggu, melongo, tidak mengerti. Namun mereka hanya menyimak saja dan juga tak beranjak dari sana.


"Sial sakit banget, Ini semua gara-gara wanita ini. Dia siapa sih? Awas aja kalau aku sudah berhasil menikah dengan Alvin, aku akan membalas dia. Kalau perlu ku bunuh dia!! Andai saja dulu aku tidak menolak saat di jodohkan, mana ku tahu, jika yang ingin di jodohkan denganku adalah Alvin Saga Ardhana. Siapa juga yang ingin menolak" ucap wanita itu dalam hati.


Alyssa mengabaikan itu semua, karena sudah mengetahui semuanya lewat pemindai data dari wanita itu.


...


Setengah jam kemudian, Alvin keluar dari ruang pribadinya dengan stelan yang berbeda. Ia kemudian melangkah menuju ke tempat Alyssa duduk.


"Alvin sayang, tolong aku, sakit banget" ucap ulet keket


"Lah situ siapa sih ulet keket?? Nggak jelas banget!!" sarkas Alvin


Alyssa mendengar itu terkekeh pelan. 'Uler Keket' Sebutan yang bagus, pikir Alyssa.


"Sayang kok kamu gitu sih ke aku" ucap ulet keket manja


"Iisshh..." Decih Alvin, ia tidak menanggapinya. Dan melangkah duduk di samping Alyssa dan hendak memeluk wanita kesayangannya itu.


"Eiittss.. Sudah bersih belum?" ucap Alyssa


"Udah dong sayang, pakaian tadi Udah aku buang ke tempat sampah. Aku juga sudah memakai hand sanitizer, terus mandi sampai bersih, pakai sabun berkali-kali" jelas Alvin


Membuat Ketiga orang di sana melongo, hanya Alyssa yang mengangguk puas.

__ADS_1


Grep!!


cup!


Alvin langsung memeluk dan mencium bibir manis milik Alyssa.


"Aw, sayang, sakit" ucap Alvin yang telinganya di jewer.


"Dasar Mesum.. Kalo cium nggak lihat tempat" ucap Alyssa


"He-he abisnya nggak tahan, lihat bibir kamu melambai minta di cium" ucap Alvin


"***Dasar Bucin" ucap Doni dalam hati


"Dasar Bucin" ucap Nino dalam hati***


"Dasar bucin" ucap Alyssa, ucapan ketiganya bersamaan. Alvin hanya terkekeh,


"Jelaskan!!" ucap Alyssa


"Seperti yang aku bilang sayang. Aku nggak kenal nih uler keket, datang-datang langsung duduk di pangkuan dan juga memelukku. Udah ah kalau ingat tubuhku jadi gatal, bentol-bentol nggak yak kira-kira?" ucap Alvin polos


Semua yang di sana kecuali uler keket tertawa tertahan.


"Sayang ko kamu gitu sih, aku itu calon istri kamu. Namaku Catty bukan ulet keket, aku laporin ke tante Sandra nih" ucap Catty dengan nada manja


"Lapor aja sana, dasar SKSD. Kenal aja kagak, ngaku-ngaku jadi calon istri, mending aku nggak usah nikah seumur hidup dari pada nikah sama uler keket model jal*ng kaya situ" ucap Alvin masih meningkatkan tangannya di pinggang Alyssa.


"Doni, Nino, seret keluar ini Ulet keket!!! Bisa-bisa kantorku kena wabah pada bentol-bentol semua karena keberadaan nih orang!!! Dan awas aja kalau kalian berdua kecolongan membiarkan wanita modelan gini masuk tanpa izin. Dan bonus kalian bulan ini potong setengah karena kalian teledor" ucap Alvin membuat Nino dan Doni kaget


"Baik Tuan/Pak" ucap Keduanya


Kemudian Mereka menyeret wanita itu sedikit kasar, karena gara-gara dia bonus besar melayang setengahnya.


...


"Sayang, ada apa Hmm? Kangen aku yah?" ucap Alvin memeluk dan menghirup aroma tubuh Alyssa di ceruk lehernya.


"Jangan macam-macam Alvin. Ini di kantor!" ucap Alyssa


"Siapa bilang ini di mal?" balas Alvin


"Ihhh, awas dulu, aku mau bahas hal serius" ucap Alyssa


"Baiklah, kau ingin bahas tentang apa sayang?" tanya Alvin


"Tentang Arumi dan tentang hal penting lainnya yang perlu aku bahas denganmu" ucap Alyssa, Alvin mengerutkan dahinya.


"Kalau begitu katakanlah! Aku akan mendengarkannya" ucap Alvin


"Jadi....

__ADS_1


...


__ADS_2