Sistem Dewi

Sistem Dewi
Calon menantu?


__ADS_3

Mamah Alvin mencoba untuk menghubungi Doni, asisten pribadi anaknya itu.


Setelah berdering 3x, telepon itu di angkat.


"Halo, nyonya. Apa kabar?" ucap Doni di telepon.


Doni tidak mengetahui pembicaraan ibu dan anak itu, karena sedang berada di luar.


"Kabarku baik, Doni aku akan bertanya padamu, jawab dengan jujur dan tidak ada kebohongan. Apa benar Alvin sudah punya pacar?" ucap Mamah Alvin


"Nyonya sudah mengetahuinya?" ucap Doni menanyakan balik


"Kenapa tanya balik? Jawab pertanyaan tadi!!" ucap Mamah Alvin kesal


"Ah, maaf nyonya, memang benar tuan muda sudah punya pacar" jawab Doni


"Benarkah? Sejak kapan mereka pacaran? bagaimana penampilan dan sikapnya? Apa dia dari keluarga baik-baik? dari kota mana?" rentetan pertanyaan keluar dari mulut Mamah Alvin


"Nyonya tolong bersabar, saya bingung menjawab yang mana terlebih dahulu" ucap Doni


"Ya, ya, sekarang kamu jawab cepat" ucap Mamah Alvin


"Tuan muda pacaran sejak 2 atau 3 minggu yang lalu, dengan seorang gadis dari kota M. Tuan muda sangat mencintai nona muda. Aku tidak pernah sebelumnya, melihat tuan muda memperlakukan wanita dengan lembut. Namun berbeda dengannya, tuan muda memperlakukannya dengan sangat baik dan lembut. Bahkan tuan muda sangat penurut, dan kekanakan saat bersamanya. Nona muda adalah perempuan tercantik yang pernah saya lihat, kepribadian nya juga sangat baik dan tegas" ucap Doni


"Benarkah? Alvin memperlakukan seorang wanita dengan lembut?" Mamah Alvin tercengang mendengarnya


Putranya yang sangat dingin terhadap wanita itu, bisa bersikap lembut terhadap wanita selain ibu dan kakaknya? Ini sungguh di luar dugaan.


"Siapa nama gadis itu? berapa umurnya? bagaimana keluarganya? generasi kedua keluarga mana dia?" tanya Mamah Alvin dengan semangat membara


"Maaf nyonya, saya tidak bisa memberitahu namanya. Hanya saja nona muda berumur 18 Tahun, dia bukan seorang generasi kedua, dia hanyalah anak yatim piatu dari panti asuhan dan di adopsi oleh sepasang suami istri dari keluarga sederhana, 3 tahun lalu orang tua angkatnya meninggal" ucap Doni, dia tidak berani berbohong dengan nyonya besarnya itu.


"18 tahun? Panti Asuhan?" Mamah Alvin sangat kaget mendengarnya.


"Nyonya dengarkan saya, anda jangan berpikiran gegabah, jangan meremehkan nona muda" ucap Doni panik, sepertinya dia mengatakan hal yang tak seharusnya dia ucapkan


"Apa maksudmu?" ucap Mamah Alvin


"Nona muda memang bukan generasi kedua, tapi dia sama seperti tuan muda. Dia adalah generasi pertama orang super kaya yang membangun kerajaan bisnisnya sendiri tanpa campur tangan keluarga di belakangnya" ucap Doni


"Generasi pertama super kaya? maksudmu dia membangun karir seorang diri di usianya sekarang?" Mamah Alvin terkejut


"Benar nyonya, Nona muda mempunyai aset puluhan Triliun, atau mungkin lebih. Saya tidak bisa menceritakan detailnya. Tapi tolong anda simpan rahasia ini, jangan sampai tuan muda mengetahui saya menceritakan hal ini pada nyonya" ucap Doni dengan panik


"Baik, aku akan merahasiakannya. Apa kamu punya photo gadis itu?" tanya Mamah Alvin


"Saya tidak punya, tapi saya sudah mencetak photo mereka bersama dan saya letakan di meja kantor tuan muda, sesuai perintah Tuan muda" ucap Doni


"Kantor Alvin? Baik terimakasih infonya Doni" ucap Mamah Alvin menutup teleponnya.


Mamah Alvin sangat terkejut mendengar informasi calon menantunya ini.

__ADS_1


Ya, calon menantu. Mamah Alvin akan memberikan restunya jika memang mereka saling mencintai.


Awalnya dia kaget saat mendengar calon menantunya itu seorang yatim piatu dan masih sangat muda.


Bukannya dia merendahkan, dia tidak mempermasalahkan status sosial, jika pun calon menantunya itu dari keluarga miskin atau berasal dari panti asuhan, dia akan menerimanya jika Alvin mencintainya.


Justru mamah Alvin sangat merasa kasihan terhadapnya, gadis muda yang pastinya menderita dan sangat susah menjalani hidupnya seorang diri.


Bagi mamah Alvin, yang terpenting calon menantunya haruslah berkepribadian baik, tapi baik saja tidak cukup.


Karena resiko menjadi pasangan seorang Alvin Saga Ardhana sangatlah sulit dan membahayakan.


Banyak musuh dalam persaingan bisnis, dan juga status anaknya di militer juga sangat tinggi dan membahayakan orang terdekatnya.


Dia butuh menantu yang selain berkepribadian baik juga harus kuat secara mental ataupun fisik.


Namun setelah mendengar pernyataan doni tentang dia sudah sukses di usianya yang sangat muda. Dia merasa lega, karena dia yakin, pasti calon menantu nya itu sangat luar biasa.


Mamah Alvin pun bergegas menuju perusahaan anaknya itu.


_____________


Alyssa memarkirkan mobilnya di parkir khusus Brilliant Hotel. Dia melangkah ke dalam, resepsionis menyapanya hormat.


"Apa tuan Azka sudah sampai" tanya Alyssa pada resepsionis itu


"Sudah Nona, Bu Manager sudah mengantarnya ke Ruangan Khusus" ucap resepsionis itu.


"Baik, terimakasih" ucap Alyssa tersenyum dan melangkah ke ruangannya.


"Mba Vivi, itu yang barusan masuk lift mau kemana ya?" tanya Aldo


"Maksudmu Nona Alyssa? Beliau ke ruangan khusus, Oh iya Aldo, kamu harus sopan dengan Nona Alyssa, jangan berbuat masalah dengannya, mengerti!" ucap resepsionis bernama Vivi itu mengingatkan.


"Kenapa?" tanya Aldo sedikit bingung, mana mungkin dia membuat masalah dengan orang yang sudah dia anggap adiknya sendiri itu.


"Aku lupa kamu kan baru di sini, wajar kamu belum tahu. Nona Alyssa adalah pemilik Brilliant Hotel, jadi kamu harus tetap menjaga etika kesopanan" ucap Vivi


Aldo yang mendengar kenyataan itu sangat terkejut, bagaimana bisa Hotel ini milik Alyssa yang dia kenal? pikirnya.


¤


Pintu ruangan khusus di buka dari luar oleh staf yang berada di sana saat Alyssa datang.


Ceklek


Alyssa masuk ke dalam ruangan itu, dia melihat seorang pria yang sangat tampan, meskipun tidak setampan Alvin. Namun pria di depannya ini punya pesonanya tersendiri.


"Maaf menunggu lama" ucap Alyssa


Azka yang melihat Alyssa masuk, hanya terdiam memandangnya. Pikirannya tiba-tiba di penuhi berbagai pertanyaan

__ADS_1


"Kenapa dia sangat mirip Mamah? benar-benar sangat mirip" ucap Azka dalam hati


"Tuan Azka" ucap Alyssa lagi karena tidak ada respons darinya.


"Ah, maaf. Apa yang anda katakan barusan?" ucap Azka tersadar


"Apa anda sudah lama menunggu" ucap Alyssa lagi


"Tidak, aku juga baru saja sampai, tapi aku sedikit terkesima dengan ruangan ini. Sangat mewah dan klasik, anda pintar memilih dan memesan ruangan" ucap Azka


"Ini ruangan pribadiku" ucap Alyssa


"Ruangan pribadi? Bagaimana bisa?" ucap Azka terkejut "Bisakah anda menyewa ruangan pribadi untuk diri anda sendiri? di Hotel bintang 5 paling mewah di Kota ini?" tanya Azka lagi


"Tentu saja, Hotel ini milikku jadi aku bebas memiliki ruanganku sendiri" ucap Alyssa


"Ah, kau sungguh di luar dugaan nona" ucap Azka penuh kekaguman.


"Ngomong-ngomong ada apa gerangan tuan Azka datang menemuiku?" tanya Alyssa


"Sebelumnya saya berterimakasih lagi pada nona, sudah menyelamatkan ayah saya dari penembakan di kota B" ucap Azka tersenyum


"Sama-sama" ucap Alyssa tersenyum juga, entah mengapa dia melihat senyum Azka, sangat mirip dengan dirinya.


"Dan alasanku sebenarnya datang menemuimu. Karena papah bilang, orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan Mamah" ucap Azka


Alyssa yang mendengar itu sangat terkejut. Namun dia hanya terdiam, dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Pikirannya sangat berkecamuk.


"Aku membenarkan ucapan papah setelah melihatmu. Jika anda tidak keberatan, aku ingin membuktikan jika kamu benar-benar adik kandungku yang menghilang 18 tahun lalu, kebetulan nama adikku yang hilang juga bernama Alyssa" ucap Azka


Awalnya Alyssa sama sekali tak berniat untuk mencari orang tua kandungnya. Dia tidak siap menerima kenyataan dan kebenaran dia tidak di inginkan dan di buang oleh keluarganya.


Namun setelah mendengar dari Azka bahwa dirinya mirip dengan ibunya, dan kenyataan adiknya menghilang 18 tahun lalu, menggetarkan hatinya.


Apakah dirinya saat itu tidak di buang? Apakah dirinya tidak sengaja terpisah dengan orangtuanya saat itu?


"Apa kau keberatan?" tanya Azka


Alyssa tersadar, jika benar dia adik Azka dia penasaran, kenapa dia bisa berada di panti. Alyssa lalu dia melepas kalung yang melingkar di lehernya.


"Apa kau mengenal kalung ini?" ucap Alyssa menyodorkan kalung yang ibu panti temukan di lehernya saat dirinya di temukan di depan pintu saat masih bayi


Azka melihat kalung itu, dia gemetar. Dia mengingat kalung itu, saat mamahnya memakaikan kalung itu pada adiknya yang baru lahir itu.


Dia membalik liontin berbentuk bulan sabit itu, terukir nama Alyssa di sana.


"Kau... Benar Alyssa Adikku?" ucap Azka dengan mata berkaca-kaca


"Aku tidak tahu, kenapa kita tidak melakukan test DNA?" ucap Alyssa


"Ya, kau benar, apa kita ke rumah sakit sekarang?" ucap Azka

__ADS_1


"Makanlah terlebih dahulu, aku juga sudah lapar. Tak terlambat setelah itu kita pergi ke rumah sakit" ucap Alyssa


Azka mengangguk setuju dan mulai memakan makanannya.


__ADS_2