
Alyssa mendapatkan kabar dari Siswanto, jika hasil DNA sudah keluar.
Dia langsung menceritakannya pada Alvin, sebelumnya Alyssa sudah menceritakan padanya tentang kemungkinan Azka adalah keluarganya.
Alvin mengerti akan perasaan kekasihnya itu, dia kemudian menelepon Doni untuk menyiapkan Jet pribadi.
Setelah setengah jam menunggu kabar Doni, Alyssa dan Alvin berangkat menuju airport, untuk segera berangkat ke kota M.
Alyssa dan Alvin tiba di kota M saat waktu sudah masuk sore hari, mereka melewatkan jam makan siang mereka.
Sesampainya di Health Hospital, Azka sudah menunggu di ruangan Siswanto.
"Alyssa kau sudah sampai?" ucap Azka, dia langsung ke kota M, begitu Siswanto meneleponnya.
"Nona Alyssa, selamat datang" ucap Siswanto
"Halo Azka, paman" ucap Alyssa sopan.
Azka menoleh ke arah Alvin, dia kaget melihatnya.
Siapa yang tidak tahu, Alvin Saga Ardhana, raja bisnis muda di negara ini?
"Halo, Tuan Alvin" ucap Azka mengulurkan tangannya.
Walaupun Azka lebih tua, namun dia tahu, sosok di depannya ini sudah melampaui nya, bahkan melampaui ayah dan juga pamannya dalam berbisnis.
"Halo, tuan Azka. Senang bertemu denganmu" ucap Alvin dengan nada lembut, dan menyambut uluran tangannya.
Alvin menjaga etikanya di depan Azka, karena kemungkinan Azka adalah kakak iparnya di masa depan.
Berbeda dengan Siswanto, dia menatap Alvin familiar, seperti pernah melihatnya. Namun dia gagal mengenalinya.
"Kalian..." ucap Azka, dia tersadar jika Alyssa dan Alvin datang bersamaan
"Ah, Alvin adalah pacarku" ucap Alyssa tersenyum
Azka terkejut mendengar apa yang di katakan Alyssa, jika hari ini hasil Test DNA adalah positif.
Bukan hanya dia menemukan Alyssa yang ternyata adik kandungnya, dia juga akan mendapatkan adik ipar yang sangat luar biasa.
Setelah semua duduk di sofa ruangan Siswanto. Siswanto mengeluarkan satu buah amplop dan menyerahkannya ke Alyssa.
"Ini hasil Test DNA Nona Alyssa dan Tuan Azka, silahkan di lihat" ucap Siswanto
__ADS_1
"Terima kasih paman" ucap Alyssa, menerima amplop dari tangan Siswanto.
Alyssa membuka amplop, dan melihat satu lembar kertas hasil Test DNA dirinya dan juga Azka.
Di lembaran itu terbukti 99,98% Mereka adalah kakak beradik kandung.
Baik Azka dan Alyssa, merasa senang dan terharu. Kedua kakak beradik itu akhirnya di pertemukan setelah belasan tahun terpisah.
"Alyssa ternyata benar, kau adik kandungku" ucap Azka menangis haru
Azka memeluk Alyssa erat, Alyssa pun membalas pelukan itu.
Alvin, merasa senang Alyssa dapat menemukan keluarganya. Meskipun dia sebenarnya tak rela, Alyssa di peluk laki-laki lain selain dirinya. Walaupun itu adalah Azka, kakak kandung Alyssa sendiri.
¤
Alyssa membawa Azka dan Alvin ke Apartement nya.
Hanin sedang tidak ada di Apartement saat ini, jadi mereka hanya bertiga sekarang.
Alyssa memasak makanan untuk mereka bertiga, dan mereka memakannya dengan lahap.
"Alyssa, di mana mamah berada?" ucap Azka yang sedari dulu menahan pertanyaan ini.
Alyssa yang mendengar itu, tentunya sangat terkejut. Kenapa Azka menanyakan keberadaan ibu mereka padanya?
"Bukankah mamah bersamamu?" tanya Azka bingung
"Tidak, aku sedari kecil tinggal di panti asuhan, dan aku di adopsi keluarga Yanuar saat berumur 6 tahun. Apa maksudmu menanyakan ibu angkatku? Orang tua angkatku sudah meninggal 3 tahun yang lalu" ucap Alyssa
"hahh, Maafkan aku, jika saja aku cepat menemukanmu, kamj pasti tidak akan mengalami banyak kesulitan selama beberapa tahun ini. Sebenarnya yang aku tanyakan adalah mamah kandung kita" Azka menghela nafasnya dengan raut wajah sedih, kenyataan jika ibunya tidak bersama Alyssa membuatnya sangat syok.
"Tidak apa-apa, tapi kenapa kau menanyakan keberadaan mamah?" tanya Alyssa bingung
"Aku kira mamah bersama denganmu" ucap Azka dengan nada sedih
"Apakah mamah tidak bersama kamu dan ayahmu?" tanya Alyssa, Azka menggeleng.
"Apakah kau menceritakannya padaku, kenapa kita bisa terpisah begitu lama. Dan kenapa mamah juga menghilang" ucap Alyssa
"18 tahun yang lalu, aku berumur 7 tahun waktu itu, kau baru berusia satu bulan. Papah mengajak kita semua sekeluarga liburan ke Kota C. Bukan hanya kita berempat, tapi keluarga yang lain juga ikut saat itu. Baru satu hari di sana, mamah terlihat terkejut saat mendapat sebuah telepon, entah dari siapa. Kemudian mamah menyuruhku untuk tetap tinggal di Villa, dan membawa kamu pergi bersamanya. Dia hanya mengatakan 'Azka sayang, kau tunggu di sini, mamah akan keluar sebentar, kamu jangan nakal, tunggu mamah ya anak baik' Saat itu aku hanya bisa menurut. Namun setelah waktu sudah malam, mamah tidak kunjung kembali. Aku hanya melihat Papah datang bersama keluarga yang lain terlihat panik. Keesokan harinya, aku mendengar jika Mamah dan kamu sudah meninggal karena lompat ke jurang, di perbatasan kota C dan kota M. Namun, baik mayat mamah atau kamu tidak di temukan. Setelah menemukan kan kamu, aku pikir mamah juga selamat dan ada bersama denganmu" jelas Azka
Alyssa yang mendengar cerita Azka, menangis. Dia tak menyangka jika ada kejadian seperti itu dalam keluarganya.
__ADS_1
Alvin melihat Alyssa menangis langsung memeluk dan menenangkannya.
Dirinya juga terkejut, jika ternyata keluarga Alyssa punya kisah hidup yang begitu rumit.
Setelah tenang, Alyssa mencoba bicara dengan Azka lagi.
"Apa ada kemungkinan, mamah masih hidup?" tanya Alyssa
"Melihat kamu masih hidup, aku yakin mamah juga masih hidup. Mengenai kejadian hilangnya kamu dan mamah, sangat aneh menurutku, tidak mungkin mamah bunuh diri, kemungkinan terkuatnya, kalian di bunuh. Tapi yang aku herankan, jika mamah masih hidup, kenapa mamah tidak kembali, bahkan tidak memberi kabar" ucap Alvin
"Ya kau benar, kejadiannya sangat aneh. Baiklah aku akan coba menyelidiki tentang ini, dan aku akan menemukan mamah kita" ucap Alyssa yakin.
"Kau bisa melakukannya?" tanya Azka
"Aku percaya Ica bisa melakukannya, aku juga akan membatu kalian mencarinya" ucap Alvin
Azka yang mendengar itu merasa bersemangat kembali, sekarang dia sudah menemukan adik perempuannya, dia juga yakin dapat menemukan ibunya.
"Apa kau punya photo mamah kita?" ucap Alyssa
"Ada" jawab Azka, kemudian mengambil sebuah photo yang ada dompetnya.
Di photo itu ada seorang wanita cantik, mirip dengan dirinya, dia sedang menggendong seorang bayi.
Di sana juga ada sosok anak laki-laki yang tampan berusia sekitar 7 tahun. Namun Photo itu seperti ada bekas robekan.
Alyssa mengerutkan alisnya melihat nya. Kenapa photo itu seperti sengaja di sobek?
Alyssa memikirkan sesuatu tentang Azka, bukankah dia keluar dari rumahnya setelah bertengkar dengan ayahnya.
Apa yang sebenarnya terjadi pada kakak dan ayah kandungnya itu? Pikir Alyssa
"Alyssa, mulai sekarang aku akan melindungimu, aku tidak akan pernah membiarkan orang lain menyakitimu" ucap Azka sungguh-sungguh
"Baiklah, Kak. Aku percaya itu" ucap Alyssa tersenyum, senang rasanya sekarang dia memiliki Azka sebagai kakaknya, keluarganya.
Hal yang awalnya dia pikir menakutkan, jika bertemu dengan keluarga kandung yang membuangnya.
Kenyataannya, mereka hanya terpisah, dan dia senang melihat Azka sangat menyayanginya dulu dan sekarang.
"Kak, bukannya kamu berjanji padaku tentang satu hal" ucap Alyssa
"Apa itu?" tanya Azka
__ADS_1
"Sebenarnya, apa masalah kakak dengan papah?" tanya Alyssa
Azka yang mendengar itu hanya menghela nafasnya. Sepertinya dia harus menceritakannya pada Alyssa.