
Alyssa dan Azka berangkat menuju rumah sakit membawakan sarapan untuk Ameera, Yoga, Hartono dan juga membawakan bubur untuk Ningrum.
Ningrum sudah bangun dan menangis haru melihat putri yang dia sayangi masih hidup, dan ada di depannya sekarang.
"Ameera putriku" ucap Ningrum terisak haru
Dia memeluk Ameera sangat erat, takut jika dirinya sedang bermimpi
Tidak ada satu pun diantara mereka yang memberi tahu Ningrum atas kejadian yang ia alami.
Mereka takut, itu akan berakibat buruk pada kesehatan jantung Ningrum.
Sesuai permintaan Yoga, Dokter melakukan pemeriksaan CT Scan Jantung saat Ningrum bangun.
Tak lama setelah pemeriksaan, Alyssa dan Azka sampai di rumah sakit.
"Azka kau sudah datang? Apa wanita yang di belakangmu adalah Alyssa, cucu perempuan nenek?" ucap Ningrum saat melihat Azka dan Alyssa masuk
"Iya Nek, dia Alyssa adik Azka, cucu perempuan nenek" ucap Azka
"Kemarilah nak, kamu sangat cantik persis ibumu" ucap Ningrum menggenggam tangan Alyssa begitu ia mendekat.
"Apa nenek sudah melakukan pemeriksaan CT Scan Jantung?" tanya Alyssa
"Sudah, tapi hasilnya belum keluar" ucap Yoga
"Sebaiknya Om, Mamah dan Kakek istrhat saja dulu. Biar Al dan Kak Azka yang jaga nenek" ucap Alyssa
Setelah membujuk mereka untuk pulang dan istirahat, Alyssa menelepon Rara untuk menjemput ibunya di rumah sakit.
¤
Alvin yang saat ini masih bergelut dengan pekerjaan. Matanya menatap datar ke sebuah dokumen pengajuan kerja sama dari Bumi Wijaya Group, di di letakan depannya.
Sekilas tidak ada yang aneh dengan dokumen tersebut, pengajuan kerja sama adalah hal lumrah yang terjadi di perusahaan mana saja.
Namun Bumi Wijaya Group, adalah salah satu perusahaan besar sama seperti A.S.A Group.
Bahkan CEO mereka juga sama mudanya dengan dirinya, yaitu Noah Antonio Wijaya.
Hanya saja Dirinya dan Yoga menempati satu tingkat di atasnya.
Dokumen pengajuan kerja sama itu bernilai ratusan Triliun. Alvin heran, tidak biasanya Bumi Wijaya Group merendahkan dirinya meminta kerjasama saling menguntungkan.
__ADS_1
Alvin kemudian menyuruh Doni untuk mengatur pertemuan antara dirinya dan CEO Bumi Wijaya Group, untuk membahas proyek kerjasama terkait.
Dia yakin Noah pasti memiliki tujuan lain, dengan merendahkan dirinya mengajukan kerja sama ini.
"Saya sudah menghubungi Asisten pribadi Tuan Noah, dan beliau berkata akan segera datang ke perusahaan besok siang" ucap Doni
Alvin menganggukkan kepalanya.
Dia kemudian melirik HP nya yang sangat sunyi, dia tidak mendapatkan satu pesan pun dari kekasihnya itu.
[ Sayang, apa kau masih di rumah sakit? Bagaimana kondisi nenek? Apa kau ingin aku mengantarkan makan siang untukmu? Apa ada yang ingin kamu makan sekarang? ]
Alvin mengirim pesan.
TING!!!
[ Nenek sudah lebih baik, hanya perlu istirahat. Apa kau sedang tidak sibuk sekarang? Aku menginginkan Nasi kebuli, apa kau bisa belikan itu untukku? ] Alyssa
[ Tentu saja, aku akan ke sana setengah jam lagi ] Alvin
[ Tolong sekalian belikan untuk Kak Azka dan bubur ayam untuk nenek ] Alyssa
[ Oke, tunggu aku ke sana (Emot cium) ] Alvin
"Doni, tolong kamu pesankan Nasi kebuli 3 + Es jeruk 3 dan bubur ayam 1. Kamu bisa sekalian pesan apa yang kamu mau. Lalu bersiap pergi ke Health Hospital" ucap Alvin
"Baik tuan" ucap Doni bergegas memesan apa yang di perintahkan tuannya itu.
¤
Kota S
"Raiden, pokoknya kamu harus menikah dengan Nimar. Dia sudah bersabar menunggumu 18 tahun lamanya, merawatmu dan Azka, juga memberikanmu seorang putri yang sangat cantik. Apa lagi yang kau tunggu?" Ucap tetua keluarga Bagaskara, yang juga pamannya dari pihak ayah
"Benar yang di bilang pamanmu. Apa kau tidak merasa kasihan pada Nimar, yang merawat putri kalian seorang diri?" ucap Ayah Raiden
"Ayah, paman, aku tidak bisa menikahi Nimar. Aku sadar sekarang, jika aku tidak mencintainya. Dulu aku hanya khilaf, jika aku memaksakan untuk menikahinya, yang ada dia hanya menderita karena pernikahan tanpa cinta. Dia akan tersakiti" ucap Raiden
"Alaahh, kamu hanya mencari alasan. Bukankah sama saja saat kau menikahi si wanita bodoh itu" ucap Ayah Raiden
"Ayah!! Dia bukan si wanita Bodoh, dia punya nama. Dan aku juga sangat mencintainya" ucap Raiden
"Apa namanya jika bukan bodoh? Dia hanya wanita yang kita manfaatkan untuk mencapai kejayaan keluarga kita. Mencintainya kau bilang? Itu bulsyit, bukankah kau menolak saat aku memintaku mendekatinya, dengan alasan kau tak mencintainya. Namun akhirnya kau bersedia, kau hanya terlalu mendalami peranmu" ucap Ayahnya lagi
__ADS_1
"Ya, aku awalnya tidak bersungguh-sungguh mencintainya, namun seiring waktu kami menikah, aku menyadari jika aku sangat mencintainya" ucap Raiden
"Kau hanya membohongi diri kamu sendiri Raiden. Buktinya, hal yang kamu sebut cinta itu dengan mudahnya kau khianati" ucap pamannya
"Karena itu aku teramat menyesal sudah mengecewakan dan mengkhianatinya ayah" ucap Raiden
"Menyesal pun tiada artinya, Wanita Bodoh itu sudah tidak ada dan tidak akan pernah kembali. Sadarla Raiden!" ucap Ayah Raiden
"Pokoknya ayah tidak mau tahu Bulan depan kamu harus menikahi Nimar!!" perintah Ayah Raiden
Kemudian mereka berdua meninggalkan kediaman Raiden.
Raiden mengusap wajahnya, sungguh jika waktu bisa di putar kembali. Dirinya akan memperlakukan Ameera lebih baik dan akan setia hanya untuk istrinya itu.
¤
Alvin tiba di rumah sakit bersama dengan Doni yang membawa kantong makanan di tangannya.
Alyssa memperkenalkan Alvin pada neneknya itu. Respons dari neneknya pun sangat menerima Alvin dengan baik.
Alyssa menyuapi neneknya bubur, sedangkan Alvin menyuapi Alyssa nasi kebuli sembari menyuapi nasi di mulutnya sendiri.
Ningrum tersenyum senang melihat Alvin memperlakukan cucu perempuannya dengan sangat baik.
"Nak Alvin, kamu harus menjaga cucu kesayangan nenek yang cantik ini ya. Jangan sampai dia menangis apalagi terluka" ucap Ningrum
"Nenek jangan khawatir, Alvin akan selalu menjaga dan memperlakukan Alyssa dengan baik" ucap Alvin
"Nah Azka, apa kamu tidak merasa iri melihat adikmu memiliki pacar? Kapan kamu membawa pacarmu dan mengenalkannya pada nenek?" ucap Ningrum menatap cucu laki-lakinya.
"Nenek tanya saja sama cucu perempuan kesayangan nenek tuh! Kenapa dia selalu memberikan Azka pekerjaan yang menggunung setiap harinya? Bagaimana mungkin Azka punya waktu untuk bisa mencari pacar" ucap Azka
"Jadi kakak mau pekerjaan kakak ringan?" tanya Alyssa
"Tentu saja" ucap Azka
"Kalau begitu Al akan menurunkan jabatan kakak hanya menjadi staf biasa dengan gaji 4.200.000 + intensif dan uang makan, bagaimana?" ucap Alyssa
"Tidak terimakasih!! Apa-apaan itu? Masa jabatan manager umum di turunkan jadi staf biasa, mana gajinya nggak ada ⅛ dari Gaji kakak. Ogah baget" ucap Azka menolak.
"Makanya jangan banyak mengeluh" ucap Alyssa kemudian
Azka hanya menghela nafasnya pasrah, sedangkan Ningrum hanya tertawa geli melihat Azka di kerjai oleh adiknya sendiri.
__ADS_1