
Hanin mengajak Alyssa untuk ikut makan malam bersama Kenan, malam ini.
Alyssa tidak menolak, dia juga mengajak keduanya makan di Brilliant Hotel. Dan membawanya ke ruangan khususnya.
Berbagai makanan lezat sudah tersedia di depan mereka, dengan wangi yang menggugah selera.
Mereka bertiga menyantapnya dengan lahap. Kenan memutuskan untuk membicarakan hal mengenai kerja sama dengan Alyssa.
Dirinya tidak memiliki banyak waktu lagi, launching parfum akan di percepat, karena cabang kota M sudah hampir seluruhnya siap.
"Alyssa, bagaimana dengan tawaranku? Apa kau sudah memikirkannya?" tanya Kenan
"Maaf paman, aku harus menolaknya lagi. Aku benar-benar tidak tertarik menjadi model atau aktris. Aku punya banyak hal, yang harus aku urus" jawab Alyssa
Kenan menghela nafasnya, sedangkan Hanin menatap mereka dengan bingung.
"Kalian membicarakan apa?" tanya Hanin
"Ah, hanya masalah pekerjaan, aku meminta bantuan Alyssa untuk menjadi brand ambasador produk parfum baru yang akan segera launching, namun Alyssa menolaknya" ucap Kenan
"Kenapa kau menolaknya?" tanya Hanin pada Alyssa
"Aku punya banyak hal yang harus aku lakukan dan tidak ada waktu untuk menjadi seorang model atau apapun" ucap Alyssa
"Kau sibuk apa? Bukannya semua pekerjaanmu Enzy yang handle?" ucap Hanin
Ucapan Hanin begitu mengena di hati. Memang benar, sampai saat ini semua pekerjaan Alyssa, Enzy yang bantu menanganinya.
"Ah, itu..." ucap Alyssa bingung ingin menjawab apa
"Bantulah Kenan jika kau bisa membantunya. Tidak ada salahnya kau membantunya. Anggap saja ini permintaan tante" ucap Hanin
Hanin merasa tidak enak dengan Kenan yang sudah menolongnya, setidaknya dia dapat membatu Kenan dengan membujuk Alyssa.
"Baiklah, aku bersedia membantu Paman Kenan, kali ini" ucap Alyssa, menyerah.
Dia tidak bisa menolak permintaan Hanin. Dan juga tidak ada alasan untuknya, untuk terus menerus menolak membantu Kenan, yang sudah menyelamatkan tantenya itu.
"Benarkah?" ucap Kenan semangat.
"Kapan pemotretan akan di lakukan?" tanya Alyssa
"Hari sabtu, Besok lusa. Di Kantor Cabang kota M" ucap Kenan
"Bukannya saat itu paman memberikanku waktu sampai 1 bulan untuk memikirkannya? ini baru 2 minggu, kenapa jadwalnya di majukan" tanya Alyssa
"Benar, jadwal awal memang di perkirakan 2-3 minggu lagi, namun itu di majukan. Ini karena cabang Kota M sudah dalam tahap finishing. Dan kurang dari 2 minggu akan resmi beroperasi dan produk baru launcing saat bersamaan. Sebenarnya aku ingin menemuimu besok untuk menanyakan keputusanmu, namun ternyata ini lebih cepat dari yang di perkirakan" ucap Kenan
"Baiklah aku mengerti" ucap Alyssa
"Baik kalau begitu aku akan mengirimkan alamat dan waktunya lewat pesan whatsapp" ucap Kenan lagi.
__ADS_1
Mereka melanjutkan acara makan mereka dengan menyantap hidangan penutup yang di sediakan oleh pihak Hotel.
___________
Alyssa pagi hari ini berangkat sekolah. Jadwal semi final basket putri dan penentuan kemenangan di tentukan hari ini.
Teman-temannya sudah berkumpul di dalam kelas. Setelah semuanya hadir, mereka semia pergi ke lapangan basket.
Hari ini mereka melawan siswa kelas XII IPA1, kelas Karin dan Hendra. Kebetulan Karin ikut dalam tim basket putri di kelasnya.
Melihat lawannya adalah Alyssa, Karin tersulut emosinya.
"Gara-gara dia, Hendra memutuskanku" batin Karin.
Dia memandang Alyssa penuh dengan permusuhan. Alyssa yang merasa di perhatikan dan ditatap tajam oleh Karin, mengabaikannya.
Bagi Alyssa, Karin hanya angin lalu. Jika dia tak membuat ulah terhadapnya, dia akan mengabaikannya.
Priittt!!
Bunyi peluit sudah berbunyi, kedua tim masuk ke lapangan.
Alyssa sebagai Pemain tengah atau Center, karena tubuhnya paling tinggi di antara keempat temannya yang lain.
Pertandingan di mulai, bola pertama di kuasai tim Alyssa, Yuli berlari dan mendribble bola menghindari lawannya. Lalu dia passing bola ke Alyssa.
Alyssa menangkap bola itu dengan mudahnya, dia berlari mendribble bola kemudian dia menembakkan bola ke Ring.
SHOT!!!
"Masuk" ucap wasit
Sorakan dan tepuk tangan meriah di dari para penonton
"Alyssa hebaaatt"
"IPA3 semangat, kalian pasti bisa. kalian pasti menang"
"Tembakan yang bagus, Alyssa"
Pertandingan berlangsung seru, beberapa kali Karin ingin menutup gerakan Alyssa, namun dia gagal.
Alyssa sangat lincah dan cekatan, skor antara kedua kelas berbanding jauh. Saat pertandingan hampir berakhir.
Karin dengan sengaja ingin menabrak Alyssa dengan kencang dari arah samping. Alyssa mengetahui tentang itu, namun dia tidak mengurangi kecepatan berlarinya.
Brugh!!
Mereka berdua jatuh, namun sialnya Karin jatuh dengan posisi yang tidak menguntungkan. Tangan kirinya tertindih tubuhnya sendiri, dan terbentur keras di lantai.
Sedangkan Alyssa jatuh dengan tangan menopang badannya dengan posisi tengkurap, seperti sedang push up.
__ADS_1
Namun dia dengan sengaja melukai lututnya dengan membenturkannya, agar tidak menimbulkan banyak kecurigaan.
Ya, Alyssa sengaja tidak menghindari tabrakan itu. Di saat bertabrakan, dia membalikan posisi dan tanpa orang lain sadari, dia mendorong Karin dengan sedikit kekuatannya.
"Akkhh..." teriak Karin, benturan dan jatuhnya mengakibatkan tulang tangan kiri dan belikatnya retak.
Semua orang kaget dan bergegas mendekat menolong keduanya.
"Akkhh, sakiiitt!!" rengek Karin, "Alyssa kamu pasti sengaja bukan? Akkhh..." ucap karin sambil berteriak kesakitan.
"Apa maksudmu? Semuanya juga bisa melihat, kamu yang sengaja menabrak Alyssa dari samping" teriak Diana yang sedang menonton pertandingan itu.
Dia tidak terima Sahabatnya di fitnah seperti ini.
"Benar itu, aku juga melihat Karin sengaja menabrakan diri sendiri ke Alyssa dari samping" ucap Yuli
"Aku juga melihatnya" ucap penonton yang lain
"Mungkin dia sengaja mencelakai Alyssa, namun dia sendiri yang kena batunya" ucap yang lain
Wasit menengahi, dan menentukan jika itu kesalahan dari Karin, Karin di diskualifikasi dari pertandingan. Lalu wasit meminta tim medis untuk membawa Karin ke rumah sakit, untuk segera di tangani.
"Pak, biar saya yang membayar perawatan Karin di rumah sakit, walau bagaimanapun saya terlibat insiden ini, saya merasa bersalah" ucap Alyssa
Alyssa sengaja merendah. Bagaimanapun dia tidak memiliki dendam dengan Karin dan juga Karin sudah kena batunya sendiri.
"Al, kenapa kamu yang harus bertanggung jawab. Kalian sama-sama terluka, dan dia yang sengaja menabrakmu" ucap Diana
"Iya benar Alyssa, kita semua bisa jadi saksi kok, jika keluarga Karin menuntutmu" ucap yang lain
"Hah, baiklah. Terimakasih teman-teman" ucap Alyssa tersenyum.
Pertandingan selesai dengan skor 23:12 kemenangan untuk tim Alyssa.
Babak final berlanjut setelah pertandingan kelas X6 dan XI IPS 2, yang di menangkan kelas X6.
Final berlangsung sangat seru, Alyssa ikut hanya setengah pertandingan, tapi jelasnya tetap memenangkan pertandingan ini dengan skor 19:15
__________
A.S.A Entertaiment
"Apa maksudmu? Angelic Parfum mengganti brand ambasador? Jadi aku di gantikan orang lain, bagaimana bisa?" ucap Seorang wanita
"Benar, orang yang awalnya di minta untuk menjadi brand ambasador, sebelum kamu. Kemarin menerima tawarannya" ucap seorang laki-laki di sampingnya
"Bukannya kamu bilang, dia sudah menolaknya. Dan aku yang di pastikan akan mengambil job ini" ucap wanita itu marah
"Sonia tenanglah" ucap laki-laki yang ternyata manager Sonia.
"Kapan pemotretan di laksanakan?" tanya Sonia
__ADS_1
"Besok, di kantor cabang baru di Kota M" ucap manager
"Persiapkan perjalanan kita kesana besok!! Aku mau lihat siapa yang berani mengambil peran seorang Sonia" ucap Sonia.