Sistem Dewi

Sistem Dewi
Tempat Panti yang baru


__ADS_3

Saat ini Alyssa sedang berada di ruangan kerjanya di Brilliant Hotel. Erlan, Enzy dan Retno, juga berada di ruangannya untuk membicarakan suatu hal.


"Enzy, bagaimana penyelidikanmu tentang kasus di gusurnya panti? Apa kau sudah menemukan sesuatu?" tanya Alyssa


"Sudah Nona. Masalah ini bermula, tentang sertifikat kepemilikan tanah yang sudah di bangun panti di atasnya. Ada seorang pria paruh baya yang bernama Pak Tunggul. Ia mengklaim tanah yang di bangun panti adalah tanah miliknya, yang merupakan warisan dari Orang tuanya dulu untuk dirinya. Setelah kami selidiki, ternyata itu memanglah benar. Tanah itu memang peninggalan dari orang tua Pak tunggul. Namun Pak Tunggul sendiri, baru saja mengetahui tentang tanah itu, sekitar 1 minggu yang lalu. Lalu Pak tunggul sudah membicarakan masalah ini sebelumnya dengan pengurus panti Bu Titik" Jelas Enzy


"Kau tahu kenapa bisa terjadi hal seperti? Tidak mungkin panti di bangun, di atas tanah milik orang lain" tanya Alyssa mengetukan jarinya di atas meja.


"Sebenarnya ini terkait mendiang orang tua pak tunggul dengan pengurus panti sebelumnya. Dulu ayah dari pak Tunggul menjalin kasih dengan pengurus panti. Karena pengurus panti sangat suka mengurus anak kecil, maka ayah pak tunggul membuatkan panti itu untuk kekasihnya itu" ucap Enzy


"Namun karena kedua orang tua Pak Tunggul tidak merestui hubungan mereka dan sudah menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya. Mereka akhirnya berpisah. Belakangan ibu Pak Tunggul mengetahui tentang panti itu, yang di buatkan suaminya untuk sang kekasih. Dan menolak memberikan sertifikat hak milik tanah itu pada sang suami yang awalnya ingin di berikannya pada pengurus panti" ucap Enzy


"Karena menurut ibu Pak Tunggul, Pengurus panti tidak memiliki hak untuk mendapatkan tanah itu. Anak-anaknya yang lebih berhak mendapatkannya. Sebelum masalah itu selesai, kedua orang tua pak tunggul meninggal karena kecelakaan" lanjut Enzy lagi


"Hmm aku mengerti. Apa kau sudah mencoba membicarakan hal itu dengan Pak Tunggul?" tanya Alyssa lagi


"Sudah nona, saya sudah berbicara dengan pak tunggul dan berniat membeli tanah itu, agar panti tidak jadi di gusur. Namun Pak tunggul menolaknya, meskipun saya sudah menawarkan harga lebih tinggi. Pak Tunggul beralasan, karena itu adalah keinginan dari mendiang ibunya yang harus ia jalankan" ucap Enzy


"Baiklah, kita tidak memaksa kalau begitu, itu hak Pak Tunggul sebagai pewarisnya. Apa kau sudah menemukan tempat untuk panti yang baru?" tanya Alyssa lagi


"Sudah nona. Saya sudah mencari rumah yang besar untuk tempat tinggal anak-anak panti. Tinggal menunggu persetujuan anda saja, ini gambar dari rumah yang saya temukan, harga sewa 300 juta/Tahun. Dan pemilik akan menjual rumah itu dengan harga 40 Milyar" ucap Enzy


Ia menyodorkan map yang berisi photo Rumah besar yang akan di jadikan panti asuhan yang baru.


"Okeh, kita ambil rumah ini, tidak perlu sewa. Beli aja sekalian. Kau urus dokumennya, biar nanti aku cek dan tanda tangani" ucap Alyssa


"Baik Nona" ucap Enzy


Alyssa kemudian menoleh ke arah Erlan dan Retno. Yang tengah memandang takjub Nonanya.

__ADS_1


Bagaimana tidak, Alyssa dengan santai membeli sebuah rumah besar dengan harga 40 Milyar dalam sekejap mata.


Mereka tidak tahu saja jika Mansion yang ia tempati di ibukota, 50 kali lipat lebih mahal dari rumah yang baru saja ia beli.


"Paman, Aku ingin membicarakan tentang lahan di jalan X Patimura. Bagaimana menurut paman lahan di sana?" ucap Alyssa


"Lahan yang ada di jalan X Patimura adalah area lahan yang sangat strategis yang baru saja di lelang. Dan laku terjual dengan nilai yang sangat fantastis, 100 Triliun. Bukankah anda sudah membeli tanah itu, Nona" ucap Erlan


"Ya, aku yang membelinya" ucap Alyssa


"Seberapa kaya nona Alyssa? Sangat menakjubkan, di usianya yang masih muda, ia sudah menjadi ratu bisnis yang tiada tandingannya" ucap Erlan dalam hati


Alyssa tersenyum mendengar yang di gunakan Erlan dalam hatinya.


"Aku ingin membangun resort di sana, bagaimana menurut paman?" ucap Alyssa


Jalan X patimura sangat cocok jika di bangun Resort mewah. Pastinya akan menjadi investasi yang sangat menjanjikan jika itu benar-benar terealisasi.


"Aku ingin paman bertanggung jawab untuk pembangunan resort itu. Aku akan mendesign nya sendiri nanti. Apa Paman siap?" ucap Alyssa


"Tentu!! Dengan senang hati. Paman tidak akan mengecewakan anda nona" ucap Erlan berbinar.


Terlibat dalam pembangunan resort mewah di bawah naungan AL Group adalah kebanggaan tersendiri dan kesempatan emas untuk karirnya.


"Bibi Retno. Aku ingin bibi membantu menjalankan Resort itu jika sudah selesai di bangun. Apa Bibi bersedia?" tanya Alyssa pada Retno yang sedari tadi duduk mendengarkan.


"Tentu, dengan senang hati" ucap Retno berbinar bahagia.


"Baiklah, untuk lebih jelasnya, nanti akan di sampaikan Enzy di lain waktu" ucap Alyssa

__ADS_1


Alyssa dan Enzy kembali ke Apartement Luxury Residence, di sana sangat sepi karena Hanin sedang di kota B, mengurus pernikahan mereka.


Alyssa merebahkan dirinya di kasur kamar, yang sudah lama ia tidak tempati. Sebuah senyuman mengembang di wajahnya. Ia merindukan tempat ini.


Di sinilah dia tinggal pertama kali, saat mendapatkan sistem yang berhasil mengubah hidupnya.


..._____...


Keesokan harinya, Alyssa dan Enzy membawa semua orang panti ke tempat tinggal yang baru.


Panti itu berada di pusat kota M. Berbeda dengan lokasi panti yang lama, yang berada di pinggir kota M.


Alyssa juga sudah meminta Enzy, untuk mengatur pemindahan sekolah anak-anak panti. Mereka sangat senang saat mereka melihat tempat tinggal mereka yang baru.


Rumah itu sangat besar dan mewah, tersedia banyak kamar dan juga halaman yang luas. Yang bisa di gunakan untuk tempat area bermain dan juga menanam bunga dan yang lainnya.


[ Selamat host, anda telah menyelesaikan misi tersembunyi. Memberikan tempat tinggal baru untuk anak-anak panti. Hadiah, uang sebesar Rp.100.000.000.000.000 dan Hunian Y Place, di kota Y ]


[ Dokumen terkait sertifikat hak milik hunian Y Place sudah di letakan di ruang penyimpanan ]


TING!!!


[ Bank Central Asia, Nomer Rekening 123*** pada pukul 14.00 WIB menerima uang


Rp.100.000.000.000.000 ]


Alyssa terkejut saat tahu ia menyelesaikan misi tersembunyi, namun sekejap berikutnya, ia tersenyum. Lalu ia bergegas berangkat bersama Enzy yang setia menemaninya, menuju ke Health hospital menjenguk Bu Titik.


Ia ingin melihat keadaan, ibu asinnya saat ia masih kecil dulu. Bagi Alyssa, Bu Titik sudah seperti ibu kandungnya. Karena kasih sayang Bu Titik pada anak asuhnya, sama dengan kasih sayang ibu terhadap anak kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2