Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kamu pikir, kamu pintar?


__ADS_3

Kenan menatap Hanin dengan perasaan tak menentu di hatinya, jantungnya berdetak sangat cepat sekarang.


"Apa ini yang di katakan orang, rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama?" batin Kenan


Di usianya yang menginjak 30 tahun ini, dirinya tidak pernah mengalami yang namanya dekat dengan lawan jenis.


Bukan berarti dirinya menyimpang, tapi sejak muda dirinya begitu jatuh cinta dengan parfum. Dia fokus membangun karirnya di bidang ini.


Dan selama 30 tahun dia hidup, belum ada wanita yang berhasil membuatnya tertarik.


Namun kejadian hari ini berbeda, yang membuat hatinya bergetar dan jantungnya berdetak cepat, hanya dengan menatap wajah Hanin.


"Apa kau sungguh baik-baik saja?" tanya Hanin


"Tidak apa-apa, aku sangat baik sekarang" ucap Kenan tersenyum


"Syukurlah, Terimakasih sudah menolongku. Jika kau tak ada, aku tak bisa memikirkan bagaimana kondisiku saat ini" ucap Hanin tulus


"Sama-sama, Namaku Kenan. Boleh aku tahu siapa namamu Nona?" ucap kenan


"Hanin" ucap Hanin berjabat tangan dengan Kenan


"Sebagai ucapan terimakasih, jika kau tak keberatan aku akan mengajakmu makan malam. Dan kau tak usah khawatir tentang biaya pengobatan disini. Aku sudah membayarnya. Jika kamu menginginkan sesuatu, katakan saja. Aku akan berusaha untuk memberikannya" ucap Hanin serius


"Ah tidak, makan malam saja sudah cukup. Jika kau tak keberatan, kita bisa berteman" ucap kenan


"Baiklah, Ayo kita berteman sekarang" ucap Hanin tersenyum.


¤


Alyssa sudah sampai di area parkir, dirinya ingin memarkirkan motornya di parkiran khusus.


TIN!!!


Sebuah mobil Honda CRV, membunyikan klaksonnya dari belakang.


"Woy, minggir! Menghalangi Mobilku mau parkir aja" Teriak pengemudi mobil itu.


Alyssa mengabaikan teriakan orang itu, dia tetap memarkirkan motornya di parkir khusus, mobil itu bisa cari area parkir yang lain. Pikir Alyssa


Melihat motor itu tidak mau beranjak, malah memarkirkan motornya, pengemudi itu marah lalu turun dari mobilnya menghampiri Alyssa.


"Kamu budeg ya? Aku bilang minggir! Kamu nggak bisa lihat kalo ini tempat parkir khusus bukan area parkir umum yang bisa semua orang tempati" ucap pengemudi itu.

__ADS_1


Alyssa melepaskan Helmnya dan menoleh kearah orang yang meneriakinya. Pengemudi itu pria sekitar 20 tahunan ke atas, terkesima melihat kecantikan Alyssa yang bak seorang Dewi.


"Apa ada yang salah jika aku parkir disini?" Tanya Alyssa


"Ah, tidak juga. Hanya saja ini adalah Area parkir khusus para petinggi rumah sakit. Mungkin kau tidak tahu" ucap pria itu, dengan cepat mengubah nada biaranya menjadi lembut.


"Jika aku tidak bisa parkir disini, lalu apa kamu bisa? Apa kau petinggi rumah sakit ini?" ucap Alyssa.


"Ah, aku seorang dokter di sini. Ayahku adalah kepala cabang di rumah sakit ini. Tentu saja tidak ada yang bisa melarang aku untuk memarkirkan mobilku disini" ucap pria itu.


kenyataannya, Pria itu adalah benar anak sulung Siswanto. Dia Dokter baru, yang 2 hari ini magang di Health Hospital.


"Ah, seperti itu" ucap Alyssa cuek mendengar penjelasan pria itu.


Alyssa mencoba mengabaikan ucapan pria tadi dan melangkah meninggalkannya, dia malas berurusan dengan orang macam ini, juga dia sedang terburu-buru sekarang.


"Tunggu! Kau harus memindahkan motormu terlebih dulu. Atau aku bisa membiarkan motormu parkir disini, asal kau mau memberiku nomor kontakmu dan makan malam denganku, bagaimana?" ucap pria itu menghalangi langkah Alyssa, sembari menyugar rambutnya.


"Jika aku tak mau melakukan keduanya, kau mau mau apa?" ucap Alyssa


"Aku bisa menyuruh keamanan, untuk membawa motormu secara paksa dan merusaknya" ucap pria itu


Alyssa menghela nafasnya, dia mengambil HP nya dan memanggil Siswanto.


"Halo paman, Aku ada sedikit masalah dengan orang yang mengaku putramu di area parkir khusus, bisakah kau datang kemari. Aku sedang terburu-buru sekarang, dan juga memberimu wajah. Kalau tidak aku bisa saja memberikan pelajaran untuknya saat ini" ucap Alyssa


Siswanto bergegas keluar dari ruangannya, dirinya di liputi rasa khawatir jika putranya menyinggung Bosnya itu.


"Ah, kamu pikir kamu pintar? Kau berpura-pura kenal dengan ayahku dan meneleponnya. Kau pikir aku bisa tertipu dengan trik kecilmu itu" ucap Pria itu.


"Sudahlah, jika kau tidak mau memindahkan motormu. Tidak ada rugi bagimu hanya memberikanku kontakmu, dan juga makan malam denganku sebagai gantinya. Tenang saja aku akan mentraktirmu makan yang enak di restoran terkenal" ucap pria itu lagi


Alyssa menghela nafasnya lagi dan lagi, ingin sekali dia menonjok muka bajingan kecil ini.


Siswanto dengan cepat melangkah menghampiri Alyssa dan pria itu.


"Ayah, kenapa kau disini" ucap pria itu


"Bocah nakal, masalah apa yang kau lakukan hari ini" ucap Siswanto dan memukul bahu anaknya kencang.


"Ahh... Ayah, kenapa kau memukul putramu?" ucap pria itu, kesakitan di pukul ayahnya.


"Paman, kau bisa mengurus masalah ini, aku sedang terburu-buru" ucap Alyssa lalu melangkah meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Baik nona" ucap Siswanto


"Heii, tunggu kau, jangan lari!!" teriak pria itu


"Dasar kau anak nakal, beraninya kau berteriak pada nona Alyssa" ucap Siswanto sambil memukul anaknya lagi dan lagi.


"Aakhh, Ayah... Ampun jangan pukul lagi. Kenapa kau begitu takut dengan gadis kecil seperti dia?" ucap Pria itu


"Sialan, kau memanggil bos dengan sebutan gadis kecil. Kau mau pekerjaan ayahmu ini hilang Hah?" teriak Siswanto


Pria itu terkejut saat mendengar ayahnya menyebut gadis itu bos.


"Asal kamu tahu, Nona Alyssa adalah pemenang saham terbesar Health Hospital. Kamu bocah tengik, berani-beraninya berulah di depannya" ucap Siswanto lagi.


Siswanto kemudian menyesal anaknya dan membawanya menuju kantornya. Semua orang menatapnya dengan heran.


Dia di marahi habis-habisan, dan di minta merenungkan kesalahannya dan juga harus meminta maaf pada Alyssa


¤


Alyssa melangkah menuju IGD, dia melihat Hanin dan seseorang yang dia kenal di balut perban di tangan sebelah kirinya.


"Al, kamu sudah datang?" ucap Hanin


"Ya" ucap Alyssa "Kenapa Paman Kenan ada di sini juga?" ucap Alyssa bingung.


"Kamu kenal Kenan Al?" ucap Hanin kaget


"Iya, kita saling kenal, Aku bertemu dia di Kota B, dua minggu yang lalu" ucap Kenan


"Ah seperti itu" ucap Hanin.


"Al, Kenan menyelamatkan tante saat di serang di jalan, sepulang dari sekolah barusan" ucap Hanin lagi


"Apa?? Tante di serang? Siapa yang menyerang tante?" ucap Alyssa


"Anton" ucap Hanin


"Sialan bajingan itu, tante tenang saja, Al akan urus semuanya" ucap Alyssa.


Alyssa lalu menelepon Enzy, Dia meminta Enzy mengerahkan anak buahnya, untuk menemukan Anton dan menjebloskan Anton ke penjara.


Awalnya Alyssa ingin menyiksa Anton. Namun dia masih berbelas kasih, karena Hanin dalam kondisi baik-baik saja sekarang.

__ADS_1


Namun dia tidak melepaskannya begitu saja. Dia akan menuntutnya dengan pasal berlapis, pada mantan suami tantenya itu.


Setidaknya minimal 20 tahun penjara menanti Anton di depan mata.


__ADS_2