
Di mansion Alyssa, semua orang bersiaga, terutama security.
Setelah kejadian di area parkir Mall, yang menargetkan Alyssa, semua orang menjadi lebih waspada.
Alyssa memandang keluar dari balkon kamarnya. Dia menganalisa sesuatu tentang kejadian yang menimpanya, sebenarnya siapa yang dia singgung akhir-akhir ini?
Tangan kekar dan kokoh itu melingkar di pinggang ramping Alyssa. Alvin memeluk gadisnya dari belakang.
Dia takut Alyssa tertekan dan trauma atas kejadian penembakan tadi.
"Tidak usah di pikirkan, ada aku yang melindungimu di sini, aku juga akan membawa beberapa orangku, untuk menjaga keamanan di rumah kamu mulai sekarang" ucap Alvin
"Ya, aku bergantung padamu, terimakasih" ucap Alyssa tersenyum ringan.
Dia sangat beruntung memiliki Alvin di sisinya. Itu membuatnya merasa nyaman.
Meskipun dia tidak takut atau tertekan karena peristiwa itu, namun iya menerka-nerka siapa dalang di baliknya, dan apa alasan orang itu menargetkannya.
Dengan adanya orang-orang Alvin, setidaknya dia berjaga-jaga untuk kedepannya. Karena di sisinya banyak orang yang harus dia jaga.
Alyssa dan Alvin tidur setelahnya, Alvin memeluk Alyssa dalam pelukannya.
Dia merasa sedikit kecewa terhadap dirinya sendiri, karena kejadian hari ini. Dia tidak bisa menjaga wanitanya, beruntung Alyssa memiliki intuisi yang tajam.
Jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada wanitanya tepat di depan matanya.
Dia akan menyelidiki semua tentang kejadian itu, dia akan membalas setiap perbuatan yang menargetkan orang yang dia cintai.
¤
"Tuan, maafkan saya. Anak buah saya gagal menghabisi gadis itu" ucap Black
"Apaaa?? Dia lolos?" pria itu mengerutkan alisnya "Sungguh, dia memiliki keberuntungan yang besar" ucapnya lagi
"Kita Abaikan dia sebentar, kita fokus untuk rencana kita untuk segera menyingkirkan bajingan itu. Sungguh dia makin berani sekarang, dia membuat anaknya pergi dari rumah hanya karena seorang wanita ******. Benar-benar ayah yang tidak tahu malu" ucap pria itu dengan marah
"Baik tuan, saya akan memikirkan lagi untuk rencana berikutnya" ucap Black
"Tentu, kau rencanakan matang-matang, jika kau menemukan ide yang bagus, beri tahu aku. Besok aku harus kembali ke Ibukota, kau awasi bajingan itu, baik-baik" ucapnya
"Baik tuan" jawab Black
___________
Pagi harinya Alyssa bangun setengah jam sedikit lebih terlambat dari biasanya.
Dia melihat Alvin di sampingnya, yang masih setia melingkarkan tangan memeluknya.
"Selamat pagi sayang, kau sudah bangun?" ucap Alvin
"Selamat pagi Alvin" ucap Alyssa tersenyum
__ADS_1
"Aku akan mandi terlebih dahulu" ucap Alyssa ingin beranjak, namun Alvin enggan melepaskan pelukannya.
"Alvin" ucap Alyssa
"Morning kiss nya mana?" ucap Alvin manja
Alyssa terkekeh geli mendengarnya. Karena tidak kunjung datang, Alvin menekan Alyssa di bawah, dan menciumnya sangat lama.
Alyssa, Alvin dan Enzy sudah berada di ruang makan, mereka menyantap makanan enak yang di buat oleh koki.
Tak lama Doni datang, untuk menjemput Alvin. Alvin mengajak Alyssa untuk ikut dengannya, namun Alyssa menolak.
Karena pagi ini dia ada pertemuan dengan para penyewa tentang perpanjangan kontrak.
¤
Natasha yang melihat Alvin datang, buru-buru membereskan pakaiannya dan memasang senyum seindah mungkin.
Namun sayang, bahkan Alvin tak meliriknya sedikit pun.
Melihat Alvin dengan yang sangat tampan, jantung Natasha berdetak sangat cepat, setiap kali dia melihatnya.
Dia tak sabar mendapatkan Alvin, menjadikannya miliknya. Dan dia bisa melihat bahkan menyentuhnya sepuas yang dia mau.
"Doni, kamu beli pakaian baru untukku, baik pakaian kerja atau santai, dan kirim ke Rumah Alyssa. Karena mulai hari ini aku akan tinggal bersamanya" ucap Alvin, setelah duduk di kursi kebesarannya.
Doni yang mendengar itu sangat kaget, mendengar Tuan mudanya akan tinggal di rumah Alyssa.
Meskipun tinggal dengan pasangan adalah hal wajar, namun hal ini masih sangat mengejutkan bagi seorang Alvin.
¤
Indo Building ruang meeting lantai 60, para penyewa setiap lantai sudah hadir dari 15 menit yang lalu.
Tak lama setelahnya Alyssa dan Enzy datang, semua orang menyambutnya dengan hangat.
"Selamat pagi nona Alyssa" ucap semua serempak
"Selamat pagi semua, apa sudah lama menunggu?" ucap Alyssa
"Tidak Nona, kami semua baru saja sampai" ucap Zain
"Benar nona"
"Benar nona"
"Benar nona" Ucap semua orang yang hadir.
" Baik, mungkin kalian sudah tahu, di samping saya adalah Enzy, dia adalah Assiten pribadi sekaligus tangan kanan saya" Ucap Alyssa
"Salam kenal nona Enzy" ucap yang lain
__ADS_1
"Salam kenal" ucap Enzy menganggukkan kepalanya sopan.
"Nona, ini pengajuan perpanjangan kontrak sewa dari kami, Silahkan anda memeriksanya" ucap Zain menyerahkan satu buah map berisi beberapa lembar kertas kontrak.
Alyssa memeriksa berkas pengajuan perpanjangan kontrak sewa itu.
Tertulis jika mereka mengajukan perpanjangan kontrak dengan biaya sewa 25 Milyar/Tahun.
Itu lebih tinggi 3 Milyar dari tahun lalu yang hanya 22 Milyar/tahun. Sebelumnya Alyssa sudah mengecek kontak dari tahun-tahun sebelumnya.
Dan sekarang mereka mengajukan perpanjangan kontrak sewa, sampai dengan 5 tahun mendatang.
Alyssa membaca setiap poin dalam kontrak yang terkait. Dia merasa tidak keberatan dengan isi kontrak tersebut.
Sudah terlihat jika Alyssa akan menghasilkan 7,5 Triliun dari biaya sewa sampai 5 tahun ke depan.
"Pengajuan kontrak saya terima, untuk transaksi dan dokumen terkait, kalian bisa membicarakannya dengan enzy" ucap Alyssa
Semua orang merasa lega mendengar itu. Beban di hati semua orang terangkat, ketika pengajuan mereka Approved.
Setelah pertemuan itu, Alyssa mengecek kantor nya, itu sudah 99% siap. Alyssa merasa puas dengan itu.
Sekarang dia hanya menunggu perizinan yang sedang di urus oleh Alvin. Kemungkinan senin depan, perusahaannya sudah mulai beroperasi.
Enzy sudah di perintahkan Alyssa untuk segera merekrut karyawan yang kompeten, dan berpengalaman sesuai dengan pekerjaannya.
Alyssa mengecek semua data calon karyawan yang melamar.
Dia memberikan sedikit arahan untuk Enzy, selebihnya Enzy sudah sangat selektif memeriksa nya.
¤
Alyssa berjalan dengan santai ke area Mall yang terletak di lantai bawah, dia berkeliling melihat-lihat, jika ada barang yang menarik hatinya, dia tidak akan sungkan membelinya.
"Alyssa, ini benar kamu Alyssa kan?" ucap seorang wanita usia sekitar 21 tahun
"Kak Mala" ucap Alyssa kaget
Alyssa tak menyangka bertemu dengan Mala, salah satu temannya di panti asuhan dulu.
Tak lama setelah Alyssa di adopsi keluarga Yanuar, Mala juga di adopsi oleh sebuah keluarga dari Ibukota.
Mereka bertemu lagi 4 tahun lalu, saat mereka kebetulan sama-sama berkunjung ke panti.
"Kak Mala kerja di sini?" tanya Alyssa dengan senyum di wajahnya
"Iya, kakak kerja jadi SPG di sini, kamu sedang apa di Ibukota?" ucap Mala
"Hanya sedang jalan-jalan, berkeliling" ucap Alyssa
Mereka tak lama mengobrol, karena Mala sedang bekerja, mereka juga saling bertukar nomer HP.
__ADS_1
Tak jauh dari mereka, seseorang mengawasi dari kejauhan dan menyeringai.
Alyssa melanjutkan berkeliling, setelahnya dia beranjak pergi ke perusahaan Alvin, untuk mengajaknya makan siang bersama.