
Setelah tertidur yang hanya setengah jam itu karena terlalu memikirkan sistemnya, Kepala Alyssa merasakan sedikit pusing. Ia menoleh ke samping, Alvin tidak berada di sana, mungkin sedang mandi.
Tak lama Alyssa membeli pil Fresh dari sistem.
"Sistem beli Pil fresh" ucap Alyssa dalam hati
[ Selamat host, Pil Fresh sudah berhasil di beli, Silahkan periksa di ruangan penyimpanan ]
Alyssa mengambil Pil dari ruang penyimpanan dan meminumnya. Setelah meminumnya tubuhnya kembali segar dan cerah.
Ceklek!
Pintu kamar mandi terbuka.
"Kau sudah bangun, sayang?" ucap Alvin yang baru selesai mandi dengan handuk yang melingkar dan air yang menetes di ujung rambutnya.
Pemandangan yang membuat orang melihatnya meneteskan air liur. Sungguh pemandangan yang menggoda iman.
"Masih tidur" ucap Alyssa
"Ha-ha-ha istriku lucu sekali, gemasnya muach" ucap Alvin sembari mencium kening sang istri.
"Mandi gih atau cuci muka. Sebentar lagi MUA datang untuk merias" ucap Alvin
"Hmm" ucap Alyssa beranjak ke kamar mandi.
Tak berselang lama tim MUA datang dan make over Alyssa menjadi ratu sejagat dalam sehari. setelah selesai, Alvin dan Alyssa masuk ke dalam mobil yang membawanya ke pelabuhan. Yang berjarak hanya 10 menit dari hotel Giant cabang utara di mana tempat pernikahan berlangsung.
Resepsi pernikahan itu di siarkan langsung di televisi. Acaranya sangat meriah, bahkan banyak yang mengatakan jika pernikahan ini merupakan pernikahan termewah yang pernah ada.
Apalagi yang menikah adalah orang nomer 1 dan 2 terkaya di negara ini. Tentu saja menjadi pernikahan yang spektakuler dan akbar yang di selenggarakan di atas kapal pesiar mewah yang Alyssa beli dari Kenzo beberapa waktu lalu.
"Selamat atas pernikahannya, saya doakan kalian selalu bersama dan bahagia selamanya" ucap Kenzo tulus.
Meskipun hatinya saat ini hancur berkeping-keping saat mengetahui wanita yang di cintainya menikah. Namun Kenzo tetap bahagia dan mendoakan yang terbaik untuknya.
"Terimakasih" ucap Alyssa
__ADS_1
"Terimakasih, saya juga berdoa, semoga Tuhan memberikan anda jodoh yang terbaik suatu hari nanti" ucap Alvin dengan tulus.
"Aku harap seperti itu juga" ucap Kenzo tersenyum kemudian meninggalkan mempelai dan berbaur dengan asistennya yang berada di bawah panggung.
Meskipun ia tahu jika Kenzo memiliki perasaan khusus terhadap Alyssa. Toh sekarang Alyssa adalah istrinya dan seluruh dunia tau akan hal itu. Jadi untuk apa ia cemburu dengan hal-hal kecil seperti itu.
...
Sudah selesai menyalami hampir semua tamu, Alyssa mengajak Alvin untuk ke ruangan kecil di sebelah aula. Di sana sudah ada keluarga dari Diningrat, keluarga kandung dari Rayhan, ada juga ibu Titik dan juga Rayhan di sana.
Alyssa masuk kedalam ruangan itu, di bantu Alvin yang mengangkat gaun yang cukup panjang yang di kenakan Alyssa. Alyssa tersenyum mengucapkan terimakasih pada suaminya itu Lalu duduk di sofa di ikuti oleh Alvin yang duduk di sampingnya.
"Sesuai janji saya, saya akan mempertemukan kalian dengan Rayhan. Dia Rayhan, adik saya saat di panti dulu. Dan Rayhan, seperti yang sudah kak Ica bilang kemarin denganmu. Ini adalah keluarga kandungmu, Ayahmu, ibu sambungku dan juga kakakmu. Alasan kenapa kamu bisa berada di panti saat itu juga sudah kakak beritahukan padamu, bukan?" ucap Alyssa
Rayhan mengangguk dan hanya menatap singkat tiga orang yang duduk di depannya, wajah pria paruh baya itu terlihat sangat mirip dirinya. Jauh dari lubuk hatinya, ia juga merasa senang bisa bertemu dengan keluarga kandungnya.
Tapi mengingat apa yang telah di lakukan pamannya terhadap dirinya. Entah mengapa masih tersisa rasa sakit di hatinya, meskipun ia tahu jika Hendriko kini sudah di penjara seumur hidup.
"Gibran, Nak, kemarilah! bolehkah papah memelukmu. Papah merindukanmu" ucap Alaric dengan mata yang berkaca-kaca. Seluruh tubuhnya bergetar bahagia melihat putra semata wayangnya kini berada di depan matanya.
Rayhan menoleh ke arah Alyssa, Alyssa hanya tersenyum dan mengangguk. Rayhan menghela nafasnya dan berjalan mendekati ayahnya duduk.
Ia juga memeluk cucunya yang selama ini menghilang, di hatinya ia memiliki hutang dan perasaan bersalah yang besar terhadap Rayhan. Terutama karena perbuatan buruk putra bungsunya yang hampir membunuh Cucu satu-satunya itu
"Maafkan opa, nak" ucap Sanjaya.
Semua orang terharu melihatnya. Setelah pertemuan itu, Alaric akan mengurus identitas Rayhan yang baru. Rayhan Gibran Diningrat, nama yang kini resmi milik Rayhan.
Namun keputusan Rayhan yang memilih untuk tinggal di King's mansion bersama dengan Dion yang kini sudah menjadi temannya itu. Tidak bisa di ganggu gugat sesuai janji mereka yang tidak memaksakan kehendak Rayhan.
Namun Tidak bisa di pungkiri jika suatu saat nanti, Rayhan harus kembali dan mewarisi hak miliknya di keluarga Diningrat.
Rayhan dan Dion memang sudah seperti adik kakak sekarang, bahkan kamar mereka di mansion beriringan. Dan Dion biasanya yang mengantar Rayhan ke sekolah sekalian ia berangkat ke kampus.
Alyssa memang tidak membelikan kendaraan untuk Rayhan, bukan karena pilih kasih. Tapi Alyssa sudah mengatakan jika ia akan membelikan kendaraan untuk adik-adik nya setelah ia lulus SMA.
...
__ADS_1
Acara resepsi selesai, para tamu pun sudah meninggalkan Kapal pesiar yang sudah berlabuh di dermaga. Menyisakan beberapa awak kapal dan juga Kedua mempelai tentunya.
Setelah semua tamu turun, kapal berlayar lagi menjauh dari pelabuhan.
"Sayang... cape kah?" ucap Alvin yang baru saja masuk ke dalam kamar pengantin di salah satu kamar mewah di dalam kapal pesiar yang mereka naiki.
Kamar itu tak lebih rendah dari sebuah kamar presiden suite di sebuah hotel berbintang lima.
Tangan Alvin menyusup ke pinggang Istrinya, memeluknya posesif dan mencium tengkuknya yang terbuka.
"Kakiku sakit dan pegal sekali" ucap Alyssa sedikit mengeluh.
"Duduk dulu" ucap Alvin membimbing Alyssa duduk di ujung tempat tidur.
Alvin berlutut dan membantu membuka Tali High Heels yang di pakai Alyssa. Telapak kaki yang putih dan mulus itu sedikit memerah karena terlalu lama berdiri dengan posisi berjingjit.
"Apa sakit sekali?" tanya Alvin menatap kaki itu.
"Hmm, itu membuat kakiku sedikit kram dan sedikit perih di pangkal kelingking" ucap Alyssa.
"Aku bantu pijat mau?" tanya Alvin
"Bisakah?" tanya Alyssa balik.
"Coba dulu, aku tahu sedikit cara pijat saat dulu di barak. Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan" ucap Alvin
"Tentu, terimakasih Hubby" ucap Alyssa berbisik di telinga Alvin
"Hais... Kau menggodaku sayang" ucap Alvin dengan suara Deep nya
"Siapa yang menggoda? Aku tidak..." ucap Alyssa tertahan karena bibirnya di ***** pelan oleh Alvin 3 detik kemudian di lepaskannya.
"Itu DP, setelah aku selesai memijatmu, aku akan menagih janjimu yang siang tadi. Kau tidak melupakannya bukan?" ucap Alvin tersenyum
"Hah..?? Astaga... " ucap Alyssa bingung sesaat kemudian ia menutup mulutnya dengan mata terbelalak kaget.
"Astaga, aku tak sengaja memancing Raja singa melakukan gertakannya dan memakanku dengan buasnya. Habis aku setelah ini" ucap Alyssa dalam hati
__ADS_1
Sedangkan Alvin saat ini tengah sibuk dengan memijat kaki sang istri, agar nanti bisa leluasa memakan istrinya sampai puas, Senyum di wajahnya tidak pernah turun memikirkan hal itu.