Sistem Dewi

Sistem Dewi
Peringatan


__ADS_3

Alyssa bergabung dengan yang lain di ruang makan. Suasana pagi sama seperti biasanya, hanya dentingan sendok yang terdengar.


Dengan penampilan rapih, Alyssa sudah siap berangkat ke kampus hari ini. Sudah lama ia absen, ia harus mengejar ketinggalan pelajaran dan ingin lulus cepat.


"Kau mau kemana Al?" tanya Ameera


"Ke kampus mah" balas Alyssa masih bersantai di ruang keluarga, karena masih pagi.


"Kamu baru aja pulang dari rumah sakit, nanti saja kamu kuliahnya. Istirahat aja dulu, pulihin kesehatan. Kan bisa masuk kuliah lusa atau besok, Lagian mamah Udah minta izin ke dosen kamu" ucap Ameera


"Al Udah sehat ko mah, Al bosen kalau tiduran terus, lama-lama badan Al kaku semua" ucap Alyssa


"Ya sudah kalau itu mau kamu, tapi kamu bener Udah sehat, Udah nggak apa-apa?" tanya Ameera


"Bener mah, mamah jangan khawatir. Mamah tahu kan Al itu wanita kuat" ucap Alyssa tersenyum


"Ha-ha, ia mamah percaya. Putri kesayangan mamah itu wanita yang sangat kuat...cup" ucap Ameera mencium kening putrinya kemudian terkekeh


...


Alyssa melangkahkan kakinya menuju ruang kelas. Di sepanjang jalan, banyak sekali mata yang melihatnya.


Mereka bertanya-tanya, kemana Alyssa selama satu bulan ini? Karena semua orang di kampus tidak ada yang tahu kecuali orang terdekat dan juga Dosen.


Alyssa dengan santai, belajar seperti biasanya. Ia menyimak, mencatat dan kadang mengobrol ringan dengan teman sekelas, di selingi candaan. Sama seperti mahasiswi pada umumnya.


...


Berbeda dengan Alyssa, berbeda pula dengan Arumi. Saat ia membuka mata dari tidur nyenyaknya. Karena ia mencium bau Amis yang sangat menyengat, merasuk ke indra penciumannya.


Ia sangat terkejut saat melihat banyaknya potongan mayat dengan isi je**an dan darah yang berserakan di sebagian ranjang dan lantai kamar miliknya.


"Aaaahhhh" teriak Arumi terkejut.


Teriakannya yang kencang membangunkan beberapa pengawal yang berjaga di depan dan tergesa-gesa masuk ke dalam kamar.


"Ada apa Nona?" tanya salah satu pengawalnya


Meskipun Arumi saat ini ketua Dark Moon, namun ia menyuruh anak buahnya tetap memanggilnya nona. Agar identitasnya tetap terjaga, dari musuh yang mungkin aja mengincar nyawanya.

__ADS_1


"Apa kalian buta? kalian tidak melihat, di sini banyak mayat berceceran di sini? Singkirkan mayat ini, bersihkan juga kamarku! Cari tahu juga siapa mayat ini! Dan siapa yang sudah menaruhnya di sini!" Teriak Arumi


"Sial ada yang cari mati denganku rupanya" ucap Arumi dengan nada pedas


"Baik Nona" ucap pengawal, langsung menuruti perintah bosnya dan mengambil potongan demi potongan mayat dari sana.


Sejujurnya Arumi sedikit takut, meskipun ia sekarang adalah ketua Dari Moon. Namun ia baru menjabat belum lama ini.


Ia memang sadis dalam membunuh orang dan termasuk psikopat gila.namun ia tidak menyangka, ada yang lebih sadis di banding dirinya dalam melenyapkan orang.


"Siapa orang itu, sial?? Bahkan di CCTV tidak terdeteksi" geram Arumi yang saat ini tengah mengecek CCTV yang telah di pasang di seluruh mansionnya, lebih tepatnya markas Dark Moon.


Tok! Tok! Tok!


Pintu di ketuk dari luar, setelah di persilahkan masuk. Seorang pria masuk dan membungkuk hormat sebelum berbicara.


"Maaf mengganggu nona, sayang ingin menyampaikan sesuatu. Jika identitas mayat sudah di ketahui, Nona" ucap orang itu


"Siapa?" tanya Arumi dengan nada dinginnya


"Kelima orang itu adalah pembunuh tingkat A, dia anak buah Diego, orang yang anda suruh mengawasi wanita bernama Alyssa"ucapnya lagi


"Panggil orang itu sekarang!" perintah Arumi


Setelah beberapa saat, muncul pria lainnya yang masuk ke dalam ruangan kerja Arumi. Yang tak lain adalah Diego.


"Apa kau tahu alasan kamu di panggil kemari?" tanya Arumi


"Ya nona" ucap Diego sedikit ketakutan


"Saya mengenal mayat itu, mereka berlima adalah anak buah saya" ucapnya lagi


"Kenapa mereka bisa mati? Dan kenapa pula mayat-mayat itu ada di dalam kamarku?" tanya Arumi


"Kemarin saat saya mengawasi Wanita yang bernama Alyssa, sesuai perintah anda. Saya melihat wanita itu sedang bertengkar dengan tuan muda Alvin dan juga ada wanita yang menjadi asisten pribadinya" ucap Diego


"Saya tidak tahu, alasan mengapa mereka ribut. Karena jarak kami yang cukup jauh. Saya mengambil kesimpulan jika target anda sudah mengetahui jika dia tidak bisa memiliki keturunan, dan marah besar pada keduanya" sambungnya


"Aku menyuruh lima anak buahku yang berada di peringkat A, untuk melenyapkan wanita itu. Saat target sudah pulang dari rumah sakit, bahkan di kamarnya tidak ada orang yang menjaga. Dan seperti yang anda lihat, Nona. Kelima anggota saya tewas. Saya juga bingung kenapa ini bisa terjadi, dan saya belum berhasil menemukan siapa pelakunya" ucap orang itu

__ADS_1


"Sial, ada yang berani bermain denganku rupanya. Dan dia mengirim mayat itu untuk memperingatiku rupanya" ucap Arumi.


"Kirim pembunuh level SS, awasi wanita ja**ng itu. Dan jangan ada yang mengambil tindakan tanpa izin dariku" ucap Arumi mengepalkan tangannya.


"Baik Nona" ucap orang itu kemudian pergi


...


Sambil menikmati es teh manis dan juga semangkok bakso, di kantin. Alyssa menatap laptop di depannya sesekali.


Ia menghentikan sementara mengerjakan skripsi kuliahnya.


Skripsi?


Ya, hampir satu tahun ia kuliah, ia memutuskan untuk mempercepat gelar S1 dan kedokterannya.


Awalnya ia ingin menikmati masa kuliah sama seperti yang lainnya, namun ia berubah pikiran. Dia ingin segera mengelola perusahaan secepat mungkin. Karena perusahaan miliknya terus berkembang sangat pesat. Bahkan kini setara dengan A.S.A Group.


"Al... " panggil Denis dan Bryan bersamaan


"Eh Kak Denis, Bryan, apa kabar?" sapa Alyssa tersenyum


"Kabar kita berdua baik. Oh iya, kamu sudah sehat? Kapan kamu sadar dari koma? Ko nggak ngabarin kalau sudah pulang?" tanya Denis.


"Kakak tahu aku di rawat?" tanya Alyssa


"Ya tahulah, kan waktu kejadian kakak sama keluarga yang lain dateng ke pernikahan Kak Enzy. Tapi kita nggak tahu kecelakaan yang menimpamu itu sampai besoknya, pas yang lain mau pulang ke kota M. Baru tahu jika kamu kecelakaan dan di rawat di rumah sakit. Kakak juga beberapa kali ke sana, tapi kamu masih koma" ucap Denis


"Oh gitu" ucap Alyssa mengangguk


"Bagaimana keadaan kamu sekarang Alyssa?" tanya Bryan membuka suaranya lembut


Terlihat jelas dari matanya, jika Bryan masih menyimpan perasaan cinta untuknya.


"Aku baik-baik saja, seperti yang kalian berdua lihat" ucap Alyssa


"Syukurlah, senang mendengarnya" jawab Bryan tersenyum tipis.


"Syukurlah kamu tidak apa-apa. Saat tahu kamu kecelakaan dan koma, hatiku terasa sakit. Meskipun kamu tidak pernah menoleh ke arahku, aku tidak masalah. Melihatmu bahagia saja, aku sudah merasa senang. Entah kapan rasa cinta padamu bisa hilang atau tergantikan oleh orang lain. Biar waktu yang menjawabnya, biarkan semuanya mengalir, aku harap dengan siapapun kamu nantinya. Kamu akan terus bahagia, aku mencintaimu Alyssa, entah sampai kapan" Gumam Bryan dalam hati.

__ADS_1


Alyssa yang mendengarnya hanya diam saja, jujur dia merasa bersalah. Tapi hati tidak bisa di bohongi, karena hati kecilnya memilih Alvin, pria satu-satunya yang mampu menggetarkan hatinya.


...


__ADS_2