Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kopasus bersenjata


__ADS_3

Sejauh Alyssa melangkah ke dalam hutan, ia tidak menemukan tanda-tanda adanya manusia. Namun setelah berjalan sekitar 100 meter, ia mendengar langkah beberapa orang dari arah jam dua, sekitar 20 meter dari posisinya berdiri.


Alyssa bergegas bersembunyi dan memperhatikannya dengan hati-hati, ia yakin jika orang itu lebih dari lima orang. Dan benar saja, ada sekitar tujuh orang berjalan mendekat ke arahnya.


Tujuh orang itu terlihat berseragam seperti Kopasus lengkap dengan sejata di tangannya. Alyssa yakin jika ketujuh orang itu datang mencari Juna juga, namun dengan tujuan yang berbeda tentunya.


Alyssa menyeringai saat ia tidak sengaja melihat seekor harimau tak jauh dari ketujuh orang itu berjalan. Alyssa segera mengoleskan cairan yang ia simpan di dalam botol bening. Cairan itu tidak terlalu cair seperti lotion dan mudah untuk di aplikasikan.


Gggrrrrrrr!!!


Mendengar suara yang cukup keras, menakutkan dan sangat dekat, membuat ke tujuh orang itu terkejut, ketakutan. Setelah melihat harimau itu tak jauh dari mereka, mereka langsung lari melewati tempat Alyssa bersembunyi.


Harimau pun mengejarnya dan melewati Alyssa begitu saja, meskipun harimau itu sempat melihatnya.


Bukan tanpa alasan mengapa harimau itu tidak menerkam Alyssa, itu karena cairan yang di oleskan Alyssa membuat Alyssa terlihat seperti pohon di mata Harimau.


Alyssa bisa saja membuat ketujuh orang itu celaka, namun tidak ia lakukan. Pasalnya ketujuh aparat itu pastinya hanya menuruti perintah dari atasannya, itu hanya tugas mereka saja.


Ia juga tidak akan menolong mereka, karena itu tidak ada hubungannya dengan dia tentunya.


Andai saja Alyssa tahu jika mereka sudah menembaki Juna sebelumnya karena Juna melarikan diri. Dan salah satunya di antar mereka menembak tepat mengenai kaki Juna hingga terluka. Sudah dapat di pastikan, aparat itu keluar hanya dengan nama saja.


"Lebih baik aku melanjutkan mencari Kak Juna. Aku harap dia baik-baik saja sampai aku berhasil menemukan nya" gumam Alyssa sambil berjalan menyusuri hutan.


Tak lama hari sudah gelap, awalnya Alyssa terus berjalan hingga ia sudah lelah. Jadi mau tidak mau Alyssa harus tidur di hutan malam ini, ia kemudian membangun Tenda di sana. Yang perlengkapannya ia simpan di ruang penyimpanan.


"Tama" panggil Alyssa


"Saya nona" ucap Tama muncul, tentu saja Alyssa sudah kebal dengan kemunculan dan menghilangnya Tama secara tiba-tiba. Jadi dia sudah tidak kaget lagi.

__ADS_1


"Pasang tenda ini, pakai tikar dan karpet bulu ini untuk di jadikan alas" ucap Alyssa menyodorkan tenda untuk di pasang Tama dan juga perlengkapan lain seperti kasur bulu.


"Baik nona" ucap Tama


Bukan karena apa Alyssa memakai karpet bulu, karena Alyssa ingin nyaman saat ia tidur di dalam sana. Agar besok pagi ia tidak merasa pegal-pegal dan melanjutkan mencari keberadaan Juna.


"Tama, kau cari keberadaan Kak Juna di hutan ini sendirian, dalam satu jam kau harus kembali dan memberi kabar padaku" ucap Alyssa


"Baik nona" ucap Tama kemudian ia menghilang lagi.


Namun baru saja Alyssa hendak merebahkan dirinya di karpet bulu yang ada di dalam tenda. Telinganya menangkap suara-suara tak jauh darinya.


"Sial" maki Alyssa langsung keluar dan memasukan kembali tenda dan barangnya yang lain ke dalam ruang penyimpanannya.


Lalu ia kembali bersembunyi di atas pohon dengan daun cukup rimbun yang membuatnya tidak terlihat, meskipun ada orang yang mendongak ke atas.


Alyssa menyadari jika orang-orang itu adalah yang ia temui barusan. Yaps, itu adalah anggota Kopasus, yang di kejar harimau besar.


Mereka masih lengkap bertujuh. Hanya saja salah satu di antaranya mengalami lengan sebelah kiri putus, yang lainnya juga menderita luka gigitan yang merobek bagian tubuhnya.


Melihat keadaan mereka, entah mengapa Alyssa sama sekali tidak merasa kasihan. Justru ia memaki dalam hati, karena ketujuh orang itu duduk tepat di bawah pohon yang ia naiki.


"Kenapa dari sebagian banyak pohon, harus istirahat di sebelah sini sih. Mana tepat di bawahku lagi" Gumam Alyssa pelan.


"Tama" panggil Alyssa dalam hati.


Wushhh!!


Tama tiba-tiba muncul di dahan pohon yang lain, tak jauh dari Alyssa.

__ADS_1


"Datang ke tempatku dan bawa aku menghilang pergi menjauh, jangan sampai terlihat" ucap Alyssa lagi dalam hati melalui telepati dengan Tama.


Tama langsung menghilang dan muncul lagi di depan Alyssa. Dia membawa Alyssa menghilang dengan jarak 200 meter dari posisi awalnya.


"Huft hampir saja, sialan tuh aparat. Gagal kan mau rebahan! Gila ini pinggang pegel bener dah" ucap Alyssa lagi sambil melakukan peregangan hingga tubuhnya bunyi.


"Tama, kau menemukan sesuatu, saat berkeliling tadi?" tanya Alyssa, Tama mengangguk.


"Sekitar 2 Km dari sini, ada gua di balik tebing kembar. Saya yakin ada seseorang di dalam sana. Namun saya tidak berani masuk ke dalam gua, karena mungkin akan mengagetkan orang di dalamnya saat melihat saya di sana. Karena Gua itu hanya memiliki luas 3x4 dan pastinya aku akan ketahuan sesaat setelah masuk" ucap Tama


"Bawa aku ke sana! Aku harus memastikan, itu benar Kak Juna atau bukan. Hmm Tama, tolong gendong aku. Aku sudah mulai lelah berjalan" perintah Alyssa yang saat ini sudah di gendong belakang oleh Tama yang melesat dengan kecepatan penuh.


...


Di Ibukota.


Alvin memasuki kamar di mansion miliknya. Ia menghela nafas kala tidak melihat istrinya di sana. Jujur saja ia merasa tersiksa karena harus menahan Rindu.


Terserah orang bilang ia lebay dan sebagainya. Baginya Alyssa adalah candu, jauh sebentar saja ia merasa seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan menyesakkan di dada.


"Sayang, ini baru kurang dari 24 jam saja, aku sudah tidak sanggup menahan rinduku padamu. Bagaimana kalau sampai seminggu aku tidak bertemu denganmu. Huft, terlebih pekerjaan di kantor membuatku sakit kepala saking banyaknya" ucap Alvin.


Ia kemudian dengan langkah lunglai, melepaskan pakaiannya dan masuk ke kamar mandi untuk berendam air hangat untuk merilekskan pikirannya.


"Coba ada kamu, pasti sekarang aku akan minta mandi bareng, menggosok punggung halusmu dengan sabun wangi. Aahhh, kenapa pikiranku jadi kotor sekali. Lihat lah sayang, hanya memikirkanmu saja. Adikku menggeliat dan meronta ingin pergi ke sarang cintanya. Sayangnya, sarang cinta miliknya tengah sibuk dengan urusan di kota lain. Hufftt... aku harap kau merindukanku juga dan baik-baik saja di sana" ucap Alvin.


Sampai waktu tidurpun Alvin harus menyerah, karena ia tidak bisa tertidur dan selalu gelisah. Karena tidak ada kehangatan seorang istri yang bisa ia peluk.


...•••...

__ADS_1


__ADS_2