Sistem Dewi

Sistem Dewi
Penthouse


__ADS_3

Semua orang yang ada di dalam ruangan rawat inap VVIP itu, terdiam melihat pelukan hangat antara ayah dan putranya itu.


Azka terisak menangis, bagaimanapun juga Raiden adalah ayahnya. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia sangat menyayangi sosok yang dulu sangat ia hormati itu.


"Maafkan papah Azka" ucap Raiden masih dengan sesenggukan


"Hmm" jawab Azka.


Setelah pelukan mereka terlepas, Raiden melihat sekeliling ruangan itu. Ia tersenyum melihat Juna, Diana dan Alvin. Meskipun dia tidak tahu siapa Diana, ia hanya menebak-nebak. Siapa wanita itu? Apakah teman putrinya atau pacar baru Putranya.


"Terimakasih Juna, sudah membawa Om ke rumah sakit" ucap Raiden tulus


"Sama-sama Om, Juna sudah anggap Om sebagai orang tua Juna sendiri. Jadi tidak perlu sungkan" ucap Juna tersenyum


"Tuan Alvin, terimakasih sudah datang. Dan... " ucap Raiden ragu karena tidak kenal dengan Diana.


"Namanya Diana, dia sahabatku dari kota M" ucap Alyssa, membuat Raiden tersenyum dan menyapanya juga.


"Bagaimana kondisi Om Raiden Al?" tanya Juna pada Alyssa


"Seperti yang kalian lihat. Dia sudah sehat seperti sediakala. Kedua kakinya juga sudah sembuh dan sudah bisa berjalan normal lagi" ucap Alyssa


Semua orang di sana kecuali Alvin sangat terkejut mendengarnya. Bahkan Kepala cabang Health Hospital Kota S, juga sangat terkejut dan juga mengagumi kemampuan pengobatan bos besarnya itu.


"Benarkah?" ucap Raiden cerah, ia juga mencoba menggerakkan kakinya. Dia antusias saat ia bisa berdiri dan berjalan seperti dulu lagi.


"Hmm, tapi ada satu yang belum aku sembuhkan" ucap Alyssa menunduk


Semua orang menatap Alyssa, mereka menunggu Alyssa melanjutkan ucapannya. Membuat Alyssa menghela nafasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan.


"Bagian Alat Vital yang sudah terpotong, belum pulih" ucap Alyssa, membuat semua orang tercekat, sangat menyedihkan bagi seorang laki-laki hidup sebagai kasih.


"Aku bisa menyembuhkannya jika Kau ingin sembuh secara total. Aku mempunyai obat yang bisa menumbuhkan kembali bagian yang sudah terpotong. Meskipun saat ini aku hanya memiliki 1 obat yang tersisa, karena kelangkaan bahan untuk membuatnya" ucap Alyssa yang lagi-lagi membuat semuanya tercengang dan kagum dengan keterampilan medis Alyssa.


"Namun, ada efek lain dari obat itu" ucap Alyssa


"Efek apa itu? Apakah efeknya sangat berbahaya?" tanya Juna, yang lainnya juga sama penasarannya. Alyssa menanggapi itu hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Efeknya, membuat orang yang meminumnya. Kembali menjadi muda, sama seperti mamah yang kembali menjadi seperti wanita usia 20 tahunan" ucap Alyssa


"Oooo" ucap semua


Ucapan Alyssa membuat semua orang bernafas lega, sedetik kemudian mereka semua kembali terkejut saat mencerna ucapan Alyssa baik-baik.


"Mak-maksudmu, penampilan Om Raiden kembali seperti saat ia berusia 20 tahunan jika mengkonsumsi obat itu, begitu?" tanya Juna terkejut


"Oh Em Ji!! Al, apa aku nggak salah denger? Obat apa itu? Kedengarannya sangat hebat" tanya Diana terkejut.


"Yang aku ucapkan itu adalah fakta. Jadi apa anda ingin sumbuh total dan mengubah tampilan anda menjadi muda kembali, tuan Raiden? Aku akan membantu jika kau menginginkannya" tanya Alyssa.


Dirinya masih sangat sulit untuk memanggil pria paruh baya di depannya itu dengan panggilan Papah.


Raiden tampak mempertimbangkan ucapan Alyssa. Beberapa saat kemudian, ia menghembuskan nafas nya pelan.


"Aku tidak memerlukannya!" ucap Raiden, sontak membuat yang lain terkejut dan heran.


Bukankah efek dari obat itu sangat baik? Bahkan banyak orang-orang di luaran sana, mengeluarkan kocek yang banyak agar bisa tampil lebih muda.


"Kenapa?" tanya Alyssa dengan nada biasa, tidak terkejut sama sekali.


"Apa kau yakin?" tanya Azka


"Ya, Papah yakin dengan keputusan papah. Mendapatkan maaf kalian saja papah sudah bahagia, terimakasih sudah memberikan maaf dan kesempatan kedua untuk papah, Azka, Alyssa. Papah sangat menyayangi dan mencintai kalian berdua" ucap Raiden tersenyum


"Dan papah juga sangat menyayangi dan mencintai ibu kalian. Meskipun hanya dalam diam. Saat ini aku hanya berharap, Tuhan akan membuat Ira bahagia meskipun bukan denganku nantinya" lanjut Raiden dalam hati.


Alyssa mendengar itu tersenyum tipis, ia bersyukur ayahnya itu sudah menyesali perbuatannya, juga sudah mengikhlaskan ibunya, meskipun rasa cinta di hati ayahnya masih lah ada.


...¤...


Alyssa dan yang lainnya saat ini berada di penthouse milik Alyssa, setelah Raiden di perbolehkan untuk pulang. Sebelumnya mereka juga makan terlebih dahulu di restoran.


Raiden dan yang lainnya kecuali Azka, sangat terkejut melihat kemewahan penthouse tersebut.


Bagaimana tidak, fasilitas penthouse itu sangatlah lengkap. Dan salah satu hunian terbaik dan termahal di negara ini.

__ADS_1


"Sayang, sejak kapan kamu punya penthouse ini?" tanya Alvin sedikit berbisik.


"Saat kamu keluar negeri waktu itu, kan aku juga ke kota S mengambil sertifikat rumah, perusahaan dan akta nikah" jawab Alyssa dengan berbisik juga.


"Siapa saja yang sudah kau ajak ke penthouse milikmu ini?" tanya Alvin


"Hanya kak Azka, kan waktu itu aku ke kota S bareng dia" ucap Alyssa yang balas anggukan kepala Alvin, tanda mengerti.


"Kalian bisa pilih kamar masing-masing. Kecuali Kak Juna" ucap Alyssa


"Kok kakak nggak dapat kabar Al. Ia kamu jahat, tega. Tegel ya nok, tegeeellll" ucap Juna mendramatisir


"Ngomong apa? Bahasa apa sih Kak? Bahasa planet? Lagian kan kakak punya rumah sendiri di kota ini, dan kamar disini sudah pas Ada 5" ucap Alyssa


"Hmm, iya deh iya... Tapi kakak pulangnya nanti ya, masih mau di sini. Kapan lagi nikmatin penthouse paling mewah ya kaann. Kakak kira kamu cuma punya Apartement di gedung ini, nggak tahunnya penthouse mewah ini milik kamu toh" ucap Juna


"Ya terserah Kak Juna, aku kau istirahat" ucap Alyssa.


Alyssa merebahkan badannya di kasur empuk miliknya, tak lama kemudian ia tertidur dengan pulas. Namun ia terbangun saat ia merasakan sepasang tangan memeluk erat perutnya.


Dari aromanya, Alyssa sudah menebak jika itu tak lain adalah calon suami bucinnya.


"Ngapain kamu Alvin?" ucap Alyssa


"Sayang kamu bangun? Maaf mengganggu waktu tidurmu" ucap Alvin dengan santainya.


"Lepaskan Alvin! Kembali ke kamarmu" pinta Alyssa


"Sayang, aku ingin tidur disini sama kamu. Boleh ya?" ucap Alvin memelas


"Big No!! Lepaskan Alvin!" ucap Alyssa


"Nggak!!! Aku mau Bobo peluk kamu" ucap Alvin


"Jangan seperti anak kecil kamu Alvin lepaskan!" teriak Alyssa.


"Tid..." ucapan Alvin terpotong karena terdengar bunyi seseorang mengetuk pintu.

__ADS_1


Tok! Tok! Tok!


__ADS_2