
Azka, Ameera dan Rara pagi ini berangkat ke Kantor, hanya Alyssa yang tidak ikut karena ingin jalan-jalan ke mall di samping gedung Galaxy Residence.
Ya Galaxy Residence memang terdapat mall, tepat di samping gedung apartement mewah itu.
Alyssa menikmati berkeliling dan berbelanja, menghabiskan uang Alvin yang tidak ada habis-habisnya itu. Meskipun sudah berkali-kali ia gesek.
Di mall dia melihat banyak sekali pasangan yang sedang berbelanja bersama, atau hanya sekedar jalan-jalan saja, sambil bergandengan tangan.
"Aku jadi merindukan Alvin" ucap Alyssa terkekeh saat mengingat tunangannya itu.
Alyssa melanjutkan berkeliling lagi, namun tiba-tiba tangan ia di tarik oleh seseorang yang menariknya ke sebuah lorong dan memeluknya.
Alyssa dengan sigap langsung mengikut perut orang itu dan berbalik ingin menghajar orang yang sudah berani menyentuhnya itu.
"ahhh sayang, ini aku..." ucap Alvin. yang tengah meringis dan memejamkan matanya, saat Alyssa berbalik dan hendak melayangkan tinjunya.
"Astaga Alviiinn!! Kau ini mengagetkanku saja, aku pikir kau itu orang mesum" ucap Alyssa kaget dan kesal
"He-he, awalnya aku ingin kasih kejutan, siapa sangka aku yang di beri kejutan manis dengan perut di sikut wanita cantik" ucap Alvin tersenyum dan kemudian meringis lagi memegang perutnya.
"Siapa suruh kamu diam-diam mengangetkanku" ucap Alyssa Cemberut
Cup..
Alvin mengecup bibir Alyssa yang sedang cemberut itu. Yang membuat Alyssa membelakan mata kaget.
"Ini tempat umum Alvin, ishh kau mesum sekali" ucap Alyssa memerah, untuk lorong itu sepi dan tidak ada orang lain.
"Kau sangat menggemaskan sayang" ucap Alvin yang langsung merangkul pinggang kekasihnya itu
"Yuk, aku temani kamu berbelanja" ucap Alvin mengecup pipi Alyssa yang sudah memerah seperti tomat itu, tanpa merasa malu jika di perhatikan orang.
Mereka berdua menikmati berkeliling dan membeli beberapa barang.
Alvin dengan senang hati mengikuti dan menemani Alyssa dengan sabar, yang sedang asik berbelanja.
Justru itu merupakan kebahagiaan sendiri buat Alvin, ada keinginan jika mereka menikah nanti. Alvin ingin sekali menemani sang istri berbelanja, terutama belanja bahan makanan. sambil mendudukkan baby mereka di troli belanja dorong.
Dia rela meninggalkan pekerjaannya itu, karena sudah sangat merindukan Alyssa.
Mereka berdua akhirnya menuju restoran cepat saji di area atas Mall.
Namun mata Alyssa menangkap satu orang sedang duduk tak jauh di sana, yang tak lain adalah Miko. Tak lama kemudian dua orang pria datang menghampiri mini dan berbincang.
"Sayang, buka mulutmu Aaaaa.. " ucap Alvin yang sedang menyuapi Alyssa Rice bowl Teriyaki.
"Sayang... " panggil Alvin lagi yang tidak di tanggapi Alyssa yang sedang fokus melihat data Miko.
Cup...
__ADS_1
Alvin mencium dan mel*mat bibir Alyssa dengan singkat, membuat Alyssa sadar dan mendorong Alvin
"Kau gila, Alvin!! Ini tempat umum" ucap Alyssa menatap tajam ke tunangannya itu.
"Aku tak akan melakukannya jika kau tidak mengabaikanku, dan menatap pria lain yang bahkan terlihat sangat tua itu. Apa orang tua itu lebih menarik di bandingkan denganku?" ucap Alvin berbalik marah dan terkesan dingin nama bicaranya.
"Dia cemburu? Ah imut sekali" Gumam Alyssa dalam hati
"Ekkhhhmm... Kalau dia memang lebih menarik bagaimana?" Goda Alyssa
"aku membunuh laki-laki itu!" ucap Alvin dengan emosi yang meluap
"Ha-ha-ha Sayang, kau sangat menggemaskan sekali saat sedang cemburu. Tentu saja kau sangat jauh lebih menarik dari bajingan itu. Tidak akan ada pria yang mampu menggetarkan dan meluluhkan hatiku selain kamu. Jadi tak perlu risau, oke " ucap Alyssa
Blussshhh...
Perkataan Alyssa, membuat emosi Alvin tiba-tiba menghilang, bahkan kini ia merasa berbunga-bunga. Saat mendengar pertama kalinya Alyssa mengatakan hal seperti itu.
"Aku senang mendengarnya, sayang" ucap Alvin memegang tangan Alyssa dan mengecupnya.
"Tapi, kenapa kau menatap pria tua itu, yank? Taukah kamu kalau aku tidak suka dan sangat cemburu?" ucap Alvin cemberut membuat Alyssa terkekeh.
"Tak usah cemburu, kamu mau tahu kenapa aku menatap pria tua itu?" tanya Alyssa yang di jawab anggukan oleh Alvin.
"Dia adalah orang di balik skema hancurnya keluargaku Vin. Dia adalah orangnya" ucap Alyssa dengan amarah yang berkobar.
Alvin menoleh dan melihat dengan jelas, wajah yang sudah membuat tunangannya itu emosi. Dan yang membuat keluarga Alyssa hancur, bahkan penyebab kesalahan pahaman antara keluarga Ameera dan mamahnya.
"Apa aku harus menyeretnya sekarang juga dan menghabisinya, yank?" ucap Alvin yang juga emosi
"Tidak, sekarang bukan saatnya, kita akan menyaksikan Drama bagus nanti" ucap Alyssa menyeringai, saat tahu apa rahasia Dari Miko.
Ya Dalang semuanya adalah Miko, dia yang menghasut Nimar, penyiksaan Ameera dan juga penyebab kesalahan pahaman antara Yoga dan Erick.
Alyssa kemudian menggandeng Alvin keluar dari restoran cepat saji itu. Dia ingin menyiapkan kejutan hebat untuk duo ular kadut dan juga Ular belang itu.
...¤...
Miko masuk ke dalam rumahnya, kini selain dirinya, dia juga harus menampung Nimar dan Cinta, setelah merek kehilangan tempat tinggal.
"Om sudah pulang?" sapa Cinta
"Ya, mana mamah kamu?" tanya Miko, melihat sekeliling
"Mamah belum kembali dari kemarin om" ucap Cinta tertunduk lesu.
"Sudah jangan terlalu di pikirkan, mamah kamu pasti akan pulang jika dia sudah tenang pikirannya" ucap Miko
Cinta mengangguk
__ADS_1
"Om mau Cinta buatkan teh atau kopi?" tanya Cinta
"Boleh, kopi saja gulanya satu sendok ya" ucap Miko
Dengan sigap Cinta membuatkan Kopi untuk Miko. Meskipun dia wanita manja, tapi jika hanya buat kopi atau teh dia masih bisa.
"Ini kopinya om" ucap Cinta meletakan kopi di atas meja.
"Terimakasih" ucap Nino tersenyum, kemudian dia meniup dan menyeruput pelan kopi buatan Cinta.
Tak lama, Cinta mendekati Miko dan tanpa ragu dia duduk di pangkuan Miko. Yang di sambut dengan Tangan Miko yang melingkar di pinggang Cinta, posesif.
Hanya tatapan dan senyuman penuh arti di antara keduanya, sebelum bibir keduanya menyatu.
Lu*atan demi lu*atan dan decak ciuman mereka terdengar di seluruh penjuru ruangan. Mereka berciuman dengan saling membalas dan penuh gairah.
Miko mengerti apa yang di inginkan Cinta, dia kemudian mere*mas buah dada milik Cinta. Dia menyikap kaos yang di pakai Cinta sampai ke atas, membuat kedua gunung itu terlihat jelas.
Miko mulai memainkan dan men**sapnya dengan kuat, sebelum akhirnya mereka melakukan olahraga sore itu di ruang tamu.
Tanpa mereka sadari ada kedipan merah di sudut ruang tamu.
Ya itu adalah kamera yang diam-diam orang suruhan Alyssa sembunyikan, di ruang tamu dan di setiap kamar.
Adegan demi adegan itu, secara Live di siarkan di akun pribadi milik Cinta, yang sebelumnya sudah Alyssa retas.
Mereka tidak sadar jika kegiatan yang mereka lakukan saat ini. Sedang di tonton ribuan, bahkan mungkin ratusan ribu atau jutaan orang.
Brakk!!!
Pintu terbuka dengan kencang.
"Apa yang kalian lakukan???!!!!" teriak Nimar yang sudah berada di bang pintu rumah.
Dia menyaksikan Putrinya dan Nino sedang berte***jang bulat, sedang membuat adonan di depan matanya.
Buk!!!
Buk!!!
Buk!!!
Nimar memukul Miko dengan tas yang ia bawa, wajahnya kini penuh dengan amarah meluap.
"Apa yang kau lakukan Brengsek!!! Dasar bajingan gila, Bahkan putri kandungmu sendiri kamu garap!!! Dasar kamu binatang!!!" Teriak Nimar dan terus memukul Muka dengan kalapnya.
"A-apa maksud ma-mah? O-om mik-ko... " ucap cinta terkejut.
Selain karena kepergok melakukan tindak asusila di depan ibunya, kini dia mendapati kenyataan jika ternyata, Miko yang sering berhubungan badan dengannya adalah ayah kandungnya sendiri.
__ADS_1