
Hari sudah berganti minggu, dan minggu pun sudah berganti bulan. Alyssa saat ini sudah menyelesaikan skripsi untuk dua mata kuliah. Sidang juga berjalan dengan lancar, hingga kemungkinan dua minggu lagi ia akan di wisuda.
Enzy dan Alex pun sudah pulang dari bulan madu mereka sebulan yang lalu, mereka memberi kabar jika saat ini Enzy tengah mengandung buah cinta mereka, yang berusia 4 minggu.
Sama halnya dengan Enzy, Hanin pun mengabari Alyssa, jika dirinya juga tengah mengandung dan saat ini usia kandungannya berjalan lima minggu. Alyssa yang mendengar kabar baik itu, tentu saja ikut merasakan bahagia di hatinya.
Sudah lebih dari satu bulan lamanya juga, Arumi belum bertindak, awalnya Arumi masih mengira jika Alyss mati karena kecelakaan yang di lakukan oleh Hendrawan.
Namun, belakangan saat ia ingin menemui Alvin, ia mengetahui jika Alyssa masih hidup.
Alyssa beberapa waktu ini menikmati waktunya dengan santai mengerjakan apa yang harus ia kerjakan di perusahaan.
Ia tahu saat ini Arumi sedang menenangkan diri terlebih dahulu, dengan Austin di sampingnya. Mereka telah membuat rencana untuk membunuhnya dalam waktu dekat ini, namun masih belum jelas kapan mereka akan melancarkan aksinya itu.
Alyssa sudah pasti mengetahuinya, karena Aras terus mengawasi dan melaporkannya tentang kegiatan Arumi.
Alyssa sudah tidak lagi masuk kuliah, jadi dia fokus di perusahaan. Dia berencana, setelah lulus ia akan fokus bekerja selama satu tahun. Sebelum ia melanjutkan gelar S2 dan juga gelar spesialis.
...
TING!!!
...💬Sayang jangan lupa, nanti malam aku jemput. Sampai ketemu nanti sayang, Love you😘...
Pesan singkat masuk dari Alvin.
Alyssa hanya terkekeh sebelum ia meletakan kembali ponselnya dan melanjutkan pekerjaan, karena banyak berkas yang harus ia tanda tangani.
Sore harinya, Alyssa sudah pulang ke mansion. Dia membersihkan diri dan bersiap menggunakan Dress selutut berwarna putih yang cantik. Ia tidak menggunakan makeup, karena wajahnya sudah cantik alami, jadi dia hanya menghias sedikit rambutnya.
"Cantik sekali, kau mau kemana sayang?" tanya Ameera yang saat ini berada di ruang keluarga.
"Alvin ajak aku makan di luar mah" jawab Alyssa
"Oh seperti itu, hati-hati dan jangan pulang larut malam" ucap Ameera
"Hmm, mamah juga terlihat rapih. Mamah mau keluar juga?" tanya Alyssa
"Ya, Noah ajak mamah keluar, dia bilang mau ada pertemuan bisnis dan harus membawa pasangan" ucap Ameera dengan wajah tersipu
"Ah, aku mengerti" ucap Alyssa tersenyum penuh makna
__ADS_1
"Selamat malam, dua bidadari cantik di depanku" ucap Noah yang baru saja datang
"Mau ajak keluar mamah sekarang?" Alyssa melihat Aras dan menunjukkan waktu pukul 6 sore.
"Hmm, jam segini jalanan macet. Lebih baik berangkat lebih awal. Azka mana?" ucap Noah sambil menoleh kanan kiri, mencari keberadaan Azka.
"Sedang mandi kayanya, atau mungkin sedang Video call sama Ayu di kamarnya" ucap Ameera
"Ya sudah, Alyssa aku dan mamah kamu berangkat duluan ya" ucap Noah
"Ya, Hati-hati Noah, jangan ngebut-ngebut dan jangan sampai mamaku lecet, awas aja kalau terjadi apa-apa, rasakan... " ucap Alyssa sambil menunjukkan kepalan tangannya.
"Siap princess, tenang saja. Aku pasti akan menjaganya" ucap Noah, dan langsung melangkah keluar.
"Apaan tadi, princess Ha-ha dasar calon bapak sambung Edan" Gumam Alyssa terkekeh.
Tak lama Alvin juga datang, mereka berdua langsung bergegas masuk ke dalam mobil.
Alvin tersenyum menggenggam tangan Alyssa sepanjang jalan, sedang satu tangan lagi memegang stir mobil.
Mobil sudah sampai di tempat tujuan Alvin yaitu danau di bagian utara Ibukota. Banyak lilin menghiasi sepanjang jalan menuju tengah danau, di sana terdapat meja yang sama indahnya, yang sudah di siapkan Alvin untuk Diner bersama dengan wanitanya.
"Alvin, kau menyiapkan ini semua?" ucap Alyssa takjub
Alyssa mengangguk antusias dan membalas senyuman yang tak kalah manisnya. Alvin menggenggam tangan Alyssa dan menariknya pelan, berjalan menuju meja di tengah danau itu.
"Silahkan duduk tuan putri" ucap Alvin yang sudah menarik salah satu kursi, dan mempersilahkan Alyssa duduk.
Alyssa terkekeh pelan, hari ini dia sudah di panggil princess oleh Noah, sekarang ia di panggil tuan putri oleh Alvin. Mungkin sebentar lagi Ratu. Ha-ha
"Bunga yang cantik untuk wanita yang cantik" ucap Alvin menyerahkan buket bunga mawar yang sangat cantik.
"Terimakasih" ucap Alyssa tersenyum menerimanya
"Ica... " ucap Alvin
"Hmm, kenapa?" tanya Alyssa menatap wajah Alvin.
Prok! Prok!
Alvin tepuk tangan, dan ada satu orang datang membawa kue kecil dengan lilin di atasnya.
__ADS_1
"Happy Aniversarry yang pertama sayang" ucap Alvin sembari memperlihatkan kalung sederhana namun sangat indah.
Kalung itu adalah kalung bertahtakan berlian, yang Alvin pesan jauh-jauh hari.
"Kau mengingatnya, aku terkejut Alvin. Terimakasih aku menyukai kejutannya" ucap Alyssa tersenyum
Alvin berinisiatif memakaikan kalung di leher Alyssa. Setelahnya mereka menuju lilin yang ada di atas kue tersebut.
"Sayang lihat di sana" ucap Alvin menunjuk ke arah danau di belakangnya.
Sraak!
Duar!
Tiba-tiba kembang Api menyala dengan indahnya, tak lama kembang api meledak kembali membentuk sebuah kalimat.
'Will you marry me?'
Alyssa yang melihatnya terkejut dan terharu, ia tidak menyangka jika Alvin akan melamarnya dengan cara yang sangat romantis seperti ini. Dia menoleh ke arah Alvin yang justru membuatnya lebih terkejut.
Alvin berlutut di depannya sembari membuka kotak berisi cincin yang sangat indah. dan tangan kirinya memegang lembut telapak tangan Alyssa.
"Aku tahu, aku bukan pria yang baik. Tapi aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk dirimu. Aku tahu, Aku bukan pria yang Romantis. Tapi aku akan terus membuat kamu bahagia setiap detiknya. Aku tahu aku pria yang memiliki banyak kekurangan. Justru karena itulah aku membutuhkan dirimu untuk terus berada di sisiku. Karena kamu adalah orang yang melengkapi semua kekuranganku itu, dan membuatnya menjadi sempurna.
Aku mencintai kamu sejak aku melihatmu, seorang gadis yang datang sebagai penyelamat. Seorang gadis yang dengan tatapan mata indahnya, mampu menggetarkan dan menghangatkan hatiku yang dingin. Seorang gadis yang membuatku sulit makan dan tidur karena terus memikirkannya. Seorang gadis yang akhirnya menjadi cinta pertama dalam hidupku dan aku yakin akan menjadi cinta terakhir dan satu-satunya, selama nafasku masih ada.
Alyssa Cecilia Sastro Wardoyo, mau lah kamu menikah denganku? Menjadi yang pertama dan satu-satunya wanita di hati dan kehidupanku. Ah tidak, mungkin jika aku memiliki seorang anak perempuan denganmu di masa depan, kamu bukan lagi jadi satu-satunya, karena harus terbagi dengan putri kita.
Tapi percayalah jika hati ini sudah menjadi milikmu, dan tidak akan pernah ada orang lain yang menggantikannya.
Maukah kau menjadi istriku? Ibu dari anak-anakku? Menjadi ratu di keluarga kecil kita nanti" ucap Alvin serius dengan pandangan penuh cinta ke arah Alyssa.
"Hmm, Aku mau. Aku mau menjadi istri dan ibu dari anak-anak kita" ucap Alyssa tersenyum hangat dan meneteskan air mata harunya.
Alvin sangat bahagia, ia menyematkan cincin di jari manis Alyssa. Dia kemudian berdiri, memeluk dan mencium Alyssa selama beberapa detik.
"Aku sangat bahagia mendengarnya" ucap Alvin tersenyum lebar.
"Hm, Alvin. Boleh makan sekarang? Cacing-cacing di perutku terus berdemo sejak tadi" ucap Alyssa terkekeh
"Ha-ha, maaf sayang. Tentu boleh, ayo kita makan" ucap Alvin
__ADS_1
...