
Pagi ini, setelah sarapan Alyssa pergi menuju airport, menggunakan mobil Rolls-Royce Phantom miliknya. Ia sengaja membawa mobil itu karna ingin menjemput Hanin dan Kenan yang datang berkunjung ke ibukota.
Hanin menghubunginya dua hari yang lalu, jika hari jum'at ini, dia akan ke ibukota bersama Kenan untuk menemuinya.
Alyssa juga sudah memberi tahu Alvin, soal kedatangan Hanin dan Kenan.
Awalnya Alvin ingin ikut menjemput tante dari tunangannya itu, namun ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Karena akan bertemu dengan klien dari Negara J, yang merupakan CEO dari Okada Group. Yang merupakan orang terkaya di Asia. Untuk membahas perihal kerja sama mereka di bidang manufaktur.
Kenzo Okada, umur 23 tahun. CEO Okada Group, Perusahaan raksasa terbesar di Asia. Dia menggantikan jabatan Ayahnya Yamasi Okada, yang kini menjadi menjabat sebagai ketua Okada Group.
Meskipun perusahaan Okada Group adalah perusahaan turun temurun yang di wariskan padanya. Namun dalam setahun ini, tepatnya setelah Kenzo memimpin perusahaan.
Perusahaan itu jauh berkembang pesat, bahkan menjadi perusahaan nomer 1 di Asia saat ini. Bahkan A.S.A Group harus berpuas di posisi kedua.
Alyssa sedang berada di Coffee shoop di dalam area Airport. Setelah menunggu sekitar 20 menit, terdengar pemberitahuan. Jika pesawat yang di tumpangi Hanin dan Kenan baru saja tiba dan mendarat dengan mulus.
Alyssa masih duduk di sana sampai hampir 10 menit kemudian, dia baru berjalan menuju, pintu kedatangan domestik.
Tak lama kemudian terlihat Hanin yang melambaikan tangan ke arah Alyssa dari kejauhan. Sedangkan Kenan berjalan di sampingnya dengan membawa dua koper kecil. Setelah jarak mereka dekat, Hanin langsung memeluk ponakan kesayangannya itu.
"Apa kabar Al, kau makin cantik saja? Apa kau sudah menunggu lama?" tanya Hanin tersenyum
"Kabar Al baik tante, Al baru setengah jam yang lalu sampai, tadi sekalian ngopi dulu di coffee shoop. Tante juga terlihat lebih menawan. apa karena nutrisi cinta dari Paman Kenan? Oh iya, kabar tante sama paman Kenan bagaimana?" tanya Alyssa terkekeh setelah menggoda tantenya itu
"Kabarku dan tantemu baik-baik saja, Al. Tantemu sering bilang, jika dia sangat merindukanmu" ucap Kenan terkekeh mendengar ucapan Alyssa
"Aku juga merindukan tante. Ayo kita ke mobil sekarang! Al parkir nggak jauh kok" ucap Alyssa sambil menggandeng lengan Hanin manja
Mereka bertiga berjalan menuju area parkir tak jauh dari pintu keluar. Hanin bagaimana pun terkejut, melihat mobil yang di pakai keponakannya itu.
Sedangkan Kenan hanya diam saja, meskipun ia sempat terkejut. Namun ia tahu, jika calon keponakannya itu, sangatlah sukses di usianya yang begitu muda. Bahkan Sejujurnya, dirinya merasa seperti orang kecil di depan Alyssa.
"Paman dan tante sudah makan belum? Apa mau mampir dulu ke resto?" tanya Alyssa saat mereka sudah berada di dalam mobil.
__ADS_1
"Tidak usah Al, aku dan pamanmu sudah makan sebelum naik pesawat tadi" ucap Hanin
"Baiklah kalau begitu, kita langsung ke rumah Al aja ya. Biar tante sama om Kenan bisa istirahat" ucap Alyssa
Kemudian dia mengendarai kendaraannya dengan kecepatan normal. Setelah setengah jam, mereka sampai di area kompleks dengan pemandangan hijau, yang begitu asri menyejukan mata.
Kenan yang mengetahui daerah itu terbelalak kaget. Pasalnya, saat ini ia sedang berada di kompleks King's Village, yang sangat terkenal di penjuru negeri.
Alyssa mengendarai mobilnya, dan menghentikan mobil itu di depan mansion besar dan mewah. Di gerbang terukir nama Mansion King's Village No.1. Kenan hampir pingsan karena syok mengetahui di mana tempat tinggal Alyssa.
"Ini rumahmu Al? ucap Kenan masih dengan wajah terkejutnya
"Iya, ayo masuk! " ucap Alyssa tersenyum
Mereka bertiga masuk ke dalam mansion mewah itu, di sambut hangat oleh para ART yang berjejer hormat.
Hanin dan Kenan sangat kagum melihatnya. Meskipun kenan dari keluarga kaya, namun ia tidak pernah mengalami hal seperti ini. Keluarga Adjikusumo sangatlah sederhana meskipun harta mereka banyak. Jadi pemandangan seperti ini sangat jarang ia temui.
Ameera yang ada di rumah menyambut mereka dengan senang hati, dia mempersilahkan Kenan dan Hanin untuk istirahat, di kamar tamu yang sudah di siapkan, terlebih dahulu sebelumnya.
Alex saat ini sedang duduk di sofa ruangan kerjanya, ia sedang membahas pekerjaan bersama dengan Enzy. Mereka berdua bersikap profesional dalam bekerja.
Meskipun beberapa waktu ini mereka sangat dekat, bahkan Alex tidak segan untuk memberikan perhatian khusus terhadap wanita cantik kesayangan dari Nona mudanya itu.
"Ini minumlah!" ucap Alex menyodorkan minuman bervitamin pada Enzy, di sela pembahasan pekerjaannya.
Dia merasa sakit, saat melihat Enzy yang terlihat kelelahan, karena banyaknya pekerjaan yang ia tangani.
"Terimakasih" ucap Enzy bersemu merah, saat mendapat perhatian kecil dari Alex.
Bukan kali ini saja Alex memberikan perhatian kecil padanya. Sebelumnya Alex juga membelikannya makanan, saat dia tidak sempat untuk makan siang.
Menunggunya pulang kerja, saat dia sedang lembur untuk mengerjakan pekerjaannya sebagai wakil CEO, yang sangat super sibuk itu.
__ADS_1
Bahkan Alex secara terang-terangan mengatakan jika dirinya khawatir tentang kesehatan Enzy. Dia juga sempat mengatakan jika dia memiliki perasaan khusus terhadapnya. Hanya saja Enzy diam dan tidak memberikan tanggapan.
"Aku ingin ketemu Alex!!" teriak seorang wanita di luar ruangan. Yang masih terdengar oleh Alex dan Enzy di dalam ruangan.
Brakk!!
Pintu ruangan Alex di buka dengan kasar. Lalu seorang wanita berpenampilan sexy masuk, di sampingnya sekretaris Alex berlari tergopoh-gopoh.
"Maaf tuan, wanita ini memaksa masuk!" ucap Sekretaris Alex
"Alex... Ternyata benar kau di sini" ucap wanita itu tersenyum cerah, lalu berjalan menghampiri Alex dan hendak memeluknya.
Namun Alex menepis kasar tangan wanita itu, terlihat jelas Alex tidak menyukai wanita yang baru saja datang itu.
"Apa yang kau lakukan di sini???" ucap Alex dengan nada sinis.
"Tentu saja menemui pacarku tersayang" ucap wanita itu tersenyum manis dengan nada selembut mungkin.
Enzy yang mendengar wanita itu menyebut Alex pacarnya, kaget dan merasakan sakit di dadanya. Dia lalu bergegas mengambil berkas di atas meja tamu dan segera berdiri.
"Sepertinya kau sedang sibuk, aku akan kembali ke ruanganku. Kita lanjutkan pembahasan soal pekerjaan lain waktu saja" ucap Enzy, melangkah keluar dari ruangan Alex.
Namun dia merasakan tangannya di genggam erat oleh seseorang yang tak lain adalah Alex. Alex bahkan menarik Enzy dan membawanya ke dekapan Alex seketika.
"Omong kosong apa yang kau ucapkan Ema? Ucapanmu membuat calon istriku salah paham!!" ucap Alex menatap tajam ke arah wanita bernama Ema itu.
"Calon istri?" ucap Ema kaget dan menatap tajam ke arah Enzy yang sama terkejutnya mendengar ucapan Alex.
¤Kenzo Okada
__ADS_1
¤Alex