Sistem Dewi

Sistem Dewi
Menolong


__ADS_3

Terimakasih sudah mendukung karyaku, jangan lupa klik 'Suka' ๐Ÿ‘ dan tulis 'Komentar' ๐Ÿ“œ di setiap episodenya.


Jangan lupa tambahkan juga Novel Author menjadi novel Favorit โค


Terimakasih yang sudah kirim bunga๐ŸŒน dan juga kopi โ˜• untuk Author ๐Ÿ˜


Hari ini Author update 4 episode. Awalnya ingin 8 episode, namun ternyata waktuku tidak memungkinkan, Karena banyak kendala dan kegiatan mendadak ๐Ÿ˜Ÿ


Oh iya tanggal 29 mei kemarin Author dan adik Author ulang tahun ๐ŸŽ‰๐ŸŽ๐Ÿ˜


...________________________...


Alyssa kini sedang berlari pagi di sekitaran kompleks King's Village. Dia menikmati sejuknya udara segar di pagi hari.


Banyak mata yang melihatnya sedang jogging, beberapa orang yang tinggal di kompleks King's Village mengenalnya sebagai model dan juga pebisnis muda yang sukses. Jadi mereka mengagumi sosok Alyssa.


Setelah satu jam berolah raga, Alyssa kembali ke mansionnya. Ia tidak ada kegiatan hari ini, selain jalan dengan Alvin sore nanti.


Suasana di mansion berubah drastis, semenjak Noah setiap pagi dan setiap ada waktu luang selalu berkunjung ke rumah. Selalu ada perdebatan kecil antara Noah dan Azka, mereka cukup harmonis membuat rumah ini jadi lebih berwarna.


Yang penting baginya saat ini adalah kebahagiaan mamahnya, dan dia tidak masalah jika harus memiliki ayah sambung yang umurnya sangat muda, bahkan seumuran dengan kakak laki-lakinya.


"Mah, Noah, Kakak, aku pergi keluar dulu sama Tante Hanin ya" ucap Alyssa


"Kenan nggak ikut?" tanya Ameera


"Tidak mbak, saya mau ketemu tim WO dulu, tak jauh dari sini, kok. Mau bahas tentang pernikahan, kebetulan kita pakai WO dari ibukota" ucap Kenan


"Iya mbak, Hanin nggak ikut ketemu WO karena di ajak Al pergi nyalon He-he" ucap Hanin tertawa ringan


"Mamah mau ikut" ucap Ameera merajuk saat mendengar kata salon


"Kita nggak jadi jalan Ra?" tanya Noah dengan raut wajah sendu


"Biarin napa, kalau mamah mau ikut anaknya, siapa kamu, berani ngelarang?" ucap Azka tak suka


"Siapa yang larang sih, calon anakku yang tampan. Calon bapakmu ini hanya tanya loh" ucap Noah dengan sabar.


"Sama aja!!" ucap Azka kesal


"Ya beda dong ganteng, nanya sama melarang itu artinya jauh beda. Di kamus besar bahasa juga beda" ucap Noah


"Berhenti debat! Astaga kalian berdua ini kaya Tom & Jerry aja ya. Kalau ketemu ribut terus, kerjaannya" ucap Alyssa menggelengkan kepala

__ADS_1


"Ya sudah, jangan ribut. Mamah jalan-jalan sama Noah aja, nggak enak sudah janji sebelumnya" ucap Ameera yang membuat Noah sedang.


"Mah, jangan di paksa kalau tidak mau" ucap Azka


"Kakak, cukup!! Aku bilang ke Ayu nih suruh cari cowok lain aja!" ucap Alyssa kesal


"Eh jangaaaannn dek! Ihh kamu kok malah belain si kutu kupret sih!" ucap Azka


"Bukan belain, tapi mamah Udah janji duluan sama Noah, tidak sopan jika di batalin begitu aja. Kakak paham etika Gak?" ucap Alyssa membuat Azka bungkam.


Dia tidak bisa membantah ucapan adiknya, yang ada dia di sabotase, nggak bisa hubungan lagi dengan Ayu, kekasih hatinya. Bisa kalang kabut dia.


...ยค...


Alyssa berangkat ke Mall terbesar di Ibukota, yang juga merupakan Mall dengan barang-barang branded dengan harga Fantastis.


Mereka berdua masuk ke dalam salon kecantikan dan memesan paket lengkap untuk Hanin, sedangkan Alyssa hanya massage dan sauna saja.


Setelah selesai merilekskan diri, mereka berkeliling Mall. Alyssa tidak sungkan-sungkan membeli barang-barang mewah untuk Hanin, juga orang-orang yang ada di rumah.


"Tan, yang ini bagus buat tante. Cobain, tan. Al mau lihat, pasti cantik" ucap Alyssa menyodorkan sebuah dress selutut dengan warna soft.


"Itu mahal Al, kamu sudah banyak membelikan tante barang. Kamu sudah menghabiskan lebih dari satu milyar untuk tante. Kamu boros sekali" ucap Hanin, sambil menunjuk paper bag berisi barang-barang branded.


"Baiklah" ucap Hanin menyerah.


Banyak pelanggan di sana melongo saat Hanin mengatakan, Alyssa sudah membelikan barang untuknya lebih dari satu milyar.


Meskipun di sana banyak wanita kaya yang sedang berbelanja. Namun mereka memikirkan ulang untuk membeli barang lebih dari satu milyar dalam sehari. Kecuali jika mereka orang yang super tajir, yang bahkan bingung mau habiskan uang untuk apa lagi.


"Cantik banget tante" ucap Alyssa saat melihat Hanin mencoba baju yang dia pilih.


"Masa sih" ucap Hanin tersenyum malu.


"Mbak tolong bungkus yang ini ya" ucap Alyssa


"Langsung beli, Al?" ucap Hanin


"Tentu, itu sangat cocok untuk tante. Jadi sayang untuk di lewatkan" ucap Alyssa lagi


"Tapi harganya lebih dari 50 juta loh Al. Sayang uangnya" ucap Hanin melirik label harga di sana.


"Tenang aja tan, uang Al nggak akan habis meski harus beli baju se toko" ucap Alyssa terkekeh

__ADS_1


Orang-orang yang berada di sana terkejut mendengar ucapan Alyssa. Mereka merasa iri pada Hanin yang di belikan pakaian dengan harga selangit. Mereka lebih iri lagi dengan Alyssa, yang masih muda namun susah sangat kaya raya.


Alyssa membayar tagihan itu, pastinya memakai Black card, milik tunangannya tercinta Alvin.


Ya, Alyssa menghabiskan total 3 Milyar lebih hari ini, dan dia menggunakan kartu milik Alvin. Alvin berkali-kali mengingatkannya jika ia wajib memakai uangnya untuk berbelanja atau yang lainnya.


Karena dengan begitu, Alvin merasa senang. Karena ia merasa berguna untuk Alyssa. Wanitanya yang serba bisa itu.


Setelah itu mereka kembali ke mansion, setelah puas bershopping ria.


Di perjalanan pulang, Alyssa melihat orang berkelahi di tengah jalan. Dua orang pemuda sedang melawan 8 orang. Kedua pemuda itu, sepertinya sedang membantu seorang wanita paruh baya yang meringkuk di pinggir jalan.


"Tante tunggu di sini! dan jangan buka pintu!" ucap Alyssa pada hanin


"Kau mau kemana Al? Jangan kesana!" ucap Hanin.


Namun Alyssa tetap keluar dari mobil dan membantu dua orang yang kualahan melawan delapan orang.


Melihat satu orang menghampiri perempuan itu melayangkan pisau di tangannya. Alyssa langsung berlari, dan menangkis pisau itu dengan tangannya.


SRET!!!


Pisau itu mengenai tangan kirinya, dan membuat luka yang cukup dalam hingga darah segar itu mengalir.


Alyssa mengabaikan luka di tangannya, ia kemudian menuju dan menendang orang yang melukainya dengan brutal hingga hampir sekarat dan patah tulang.


Tak cukup sampai di situ, Alyssa juga menghampiri rekan dari penyerang tadi, dan memberikan bogeman mentah ke arah mereka, hingga 5 di antara 8 orang itu terkapar, dengan patah tulang di tangan, kaki dan rusuk.


Dua pria itu juga sudah mengalahkan 3 orang tersisa. Lalu melangkah menuju Alyssa.


Salah satu orang itu, terdiam karena terkejut melihat Alyssa. Saat melihat tangan Alyssa terus mengeluarkan darah, dirinya panik hingga dia berlari ke arah Alyssa dan memegang tangannya yang luka itu.


"Kau terluka?? Ayo kita ke rumah sakit! obati lukamu!!" ucap pria itu panik, yang ternyata adalah Kenzo.


"Aku tidak apa-apa" ucap Alyssa datar dan menarik tangannya dari genggaman Kenzo.


"Ya ampun nak, lukamu sangat dalam dan darahnya banyak sekali. Ayo kita ke rumah sakit!" ucap ibu-ibu itu juga panik melihat luka di tangan Alyssa.


Alyssa yang ingin menjawab, tidak jadi karena teriakan panik dari Hanin yang keluar dari mobil menghampirinya.


"Ya Tuhan, Alyssa!! Kamu terluka!!!" ucap Hanin menangis melihat keponakan terluka dan darah tidak kunjung berhenti.


"Al, tidak apa-apa tante, Al bisa menanganinya sendiri. Bisa minta tolong bawa tas Alyssa kemari" ucap Alyssa

__ADS_1


Hanin mengangguk dan bergegas mengambil Tas milik Alyssa dari dalam mobil.


__ADS_2