
"Siapa mereka?" tanya Alvin
Alyssa kemudian menceritakan masalahnya dengan Hendra, sedangkan Karin dia baru bertemu dengannya hari ini dan tak mengenalnya, mungkin saja Karin cemburu padanya karena Hendra dulu pernah mendekatinya.
Alvin mendengar jika Alyssa ingin di jadikan objek taruhan Hendra, tentu saja sangat marah. Tapi untung saja wanitanya sangat pintar jadi tidak masuk dalam permainan taruhan yang pastinya akan menyakiti dan mempermalukan Alyssa jika itu terjadi.
"Alvin, Jika suatu hari nanti kau sudah tak mencintaiku, kau bisa membicarakannya padaku dengan cara yang baik, dan aku akan melepasmu saat itu juga. Alih-alih bertahan namun dalam kebohongan apa lagi dengan cara mengkhianati, maka aku akan membalasmu" ucap Alyssa
Alvin menggenggam tangan Alyssa erat
"Itu semua tidak akan terjadi, aku akan membuktikannya, kau mempercayaiku, bukan?" Ucap Alvin
"Aku mempercayaimu" ucap Alyssa tersenyum yang di balas senyuman pula dari Alvin.
Mereka kemudian menonton Film bergenre Action dan komedi. Alyssa menikmati film nya, dia menontonnya dengan semangat. Filmnya sangat bagus, ceritanya membuat tegang, seru, dan kadang membuat Alyssa tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan Alvin, dari awal film mulai hingga berakhir. Dia hanya terus memandang Alyssa penuh cinta, dia masih tidak percaya dia sekarang memiliki kekasih yang dia cintai.
Setelah Filmnya selesai, mereka melanjutkan kegiatannya, Alvin menemani Alyssa berkeliling mall.
Setelahnya mereka berdua pergi ke salah satu taman. Mereka duduk di kursi panjang di tengah taman. Suasana taman yang sejuk dengan pepohonan yang rimbun, karena saat itu baru jam setengah 4 matahari tidak lagi terik.
"Kau masih ingin mendengar tentangku dan keluargaku?" tanya Alvin
"Jika kau tak keberatan, jika iya maka tak usah kau ceritakan" ucap Alyssa tak memaksa Alvin menceritakannya, meskipun dia ingat ingin mengetahui segala tentang pacarnya itu.
"Aku tidak keberatan, apapun yang ingin kau tahu, kau tanyakan saja, aku akan menjawabnya" ucap Alvin menggenggam tangan Alyssa dan menatapnya hangat seraya tersenyum.
"Nama lengkapku Alvin Saga Ardhana, umur 23 tahun. Aku anak ke 2 dari 2 bersaudara. Kakak ku perempuan berumur 26 tahun, dia baru saja menikah setengah tahun yang lalu. Keluargaku semuanya berasal dari kemiliteran, Kakekku, ayahku, bahkan iparku juga seorang perwira militer. Aku di didik militer sejak aku masih kecil, aku sangat pintar dan ayah memasukanku sekolah dengan program akselerasi, aku lulus SMA saat umur 15 tahun. dan mendapat pangkat Letnan Mayor sejak umur 20 tahun. Namun setelah aku di angkat Letnan mayor, aku memutuskan untuk berhenti dari militer dan memulai merintis usahaku sendiri. Keluargaku awalnya menolak itu, namun tidak bisa berbuat apa-apa, setelah perdebatan akhirnya pihak militer memutuskan untuk memberikanku perlakukan khusus di militer, aku di bebas tugaskan untuk merintis dan mengelola perusahaan. Namun tetap harus melapor dan melaksanakan tugas jika di perlukan. Perusahaan yang ku rintis berkembang sangat pesat, dan aku sebagai CEO & Owner pastinya cukup sibuk dengan pekerjaanku. Aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun, kecuali mamah, kakak dan kamu tentunya" jelas Alvin panjang lebar.
Alyssa kaget mendengar latar belakang pacarnya itu. Dia kagum dengan prestasi Alvin, namun sedikit ragu dan takut dia tidak di terima keluarga Alvin sebagai kekasihnya.
"Kakek dan ayahmu apa jabatannya? dan apa nama perusahaan yang kamu bangun?" tanya Alyssa
"Kakek Pensiunan Jendral, Ayah Seorang jendral bintang 3 dan kakak ipar Mayor jendral. Perusahaanku bernama A.S.A Group" ucap Alvin
"A.S.A Group?" Alyssa terkejut
__ADS_1
A.S.A Group adalah Group perusahaan yang terbentuk dari 3 tahun lalu, dan sudah menjadi Group perusahaan terbesar di negara ini, bahkan termasuk 3 perusahaan besar di Asia.
A.S.A Group meliputi hampir di semua bidang. Cabangnya tersebar di mana-mana bahkan sampai ke luar negeri.
Perusahaan internet, Selular, Rokok, A.S.A Entertaiment, otomotif, Gold Bank yang merupakan Bank swasta terbesar juga adalah salah satunya.
Setelah berbincang cukup lama, sudah jam 17.00. Mereka menuju Airport, perjalanan ke airport di tempuh dalam waktu setengah jam.
Jam 17.30 mereka sudah sampai. Alvin tidak langsung keluar dari mobil, tapi dia memeluk Alyssa enggan pergi. Alyssa pun membalasnya, mereka saling menatap.
"Bolehkah aku menciummu?" ucap Alvin
Dia meminta izin Alyssa terlebih dahulu, jika Alyssa menolaknya dia tidak akan melakukannya.
Namun Alyssa hanya diam, wajahnya memerah, dia tidak tau harus menjawab apa.
Melihat Alyssa diam, Alvin menganggap itu persetujuan.
Dia mengecup bibir Alyssa singkat, tapi tetap tak ada respons dari Alyssa, akhirnya Alvin memberanikan diri ******* dan mengecap bibir Alyssa dengan pelan dan lembut. Alvin baru melepas ciumannya setelah Alyssa kehabisan nafas.
"Bernafaslah" ucap Alvin yang melihat Alyssa menahan nafasnya.
Alvin menciumnya lagi dan lagi. Alyssa pun lama kelamaan mulai membalasnya.
Mereka berciuman cukup lama, namun masih bisa mengontrolnya.
Beberapa saat Alvin melepasnya dengan enggan.
"Bibirmu sangat manis, aku menyukainya" ucap Alvin. Alyssa menunduk semakin memerah malu.
"Kenapa kau malu?" ucap Alvin memeluk kekasihnya itu.
"Ini ciuman pertamaku" Ucap Alyssa
"Ini juga pertama bagi ku dan hanya untukmu, tunggu aku kembali kesini untuk menemuimu. Dan semoga ujianmu besok berjalan lancar" Ucap Alvin, Alyssa mengangguk.
Mereka berdua turun dari mobil dengan bergandengan tangan, dan masuk ke terminal domestik.
__ADS_1
Di sana sudah ada Doni yang menunggu Alvin untuk cek in.
Alvin dan Doni segera masuk, Alyssa pun bergegas pulang menuju apartement nya.
________________
"Raffi, tante, Rindu, Hanin pamit pulang dulu ya. Besok sore saya kesini lagi" ucap Hanin
"Raffi kamu antar Hanin gih" ucap ibu Raffi
"Tidak usah tante, saya kebetulan bawa mobil kesini" ucap Hanin
"Kalau begitu antar sampai depan saja" ucap Ibu Raffi lagi
"Ayo aku antar ke depan Nin" ucap Raffi
Raffi mengantar Hanin sampai tempat area parkir. Di sana dia melihat mobil yang Alyssa belikan untuk Hanin, meskipun sudah tau tentang itu, Raffi tetap saja terkejut karena belum melihatnya.
"Makasih sudah mau menemani dan merawat Rindu" ucap Raffi
"Sama-sama Raf, kita teman jadi tak perlu sungkan" ucap Hanin
Raffi yang mendengar Hanin menganggap dirinya teman sangat sedih.
"Apa kita tak bisa lebih dari itu?" ucap Raffi
"Hah, maksudnya?" ucap Hanin terkejut
"Bisakah kita kembali seperti dulu? Jujur saja aku belum bisa melupakanmu" Ucap Raffi
Hanin terkejut saat mendengar pernyataan Raffi tentang perasaannya terhadap dirinya.
Sejujurnya dia memiliki perasaan yang sama, hanya saja dirinya terlalu takut untuk memulai lagi.
Pengalaman kisahnya dengan Raffi dulu, juga gagalnya rumah tangganya dengan Anton, membuatnya takut mengalami rasa sakit yang sama.
"Maaf Raf, baiknya kita berteman saja. Aku takut rasa sakit itu akan terulang" ucap Hanin lalu bergegas masuk ke mobilnya dan melaju pergi.
__ADS_1
Raffi merasakan kesedihannya setelah penolakan Hanin. Dia juga paham dengan perasaan Hanin.
Namun dirinya bertekad untuk mendapatkan hati Hanin kembali dan membahagiakannya, jadi dia tak kan menyerah.