
"Tante, aku akan kembali ke Ibukota setelah sarapan, apa kau ingin ikut denganku pindah ke Ibukota?" ucap Alyssa
"Tante nggak bisa, maaf Al. Tante masih ingin bekerja sebagai guru di sini, itu adalah impian tante dari kecil, kamu sudah tahu itu. Lalu jika kamu pindah ke Ibukota kau tinggal sama siapa dan di mana? apa di asrama? Lalu Apartement ini bagaimana?" ucap Hanin
"Al tidak bisa memaksa tante untuk ikut. Tante tidak usah khawatir, Al sudah punya rumah di Ibukota, tante bisa mengunjungi Al, jika kesana. Tante bisa tetap tinggal di apartement ini, dan untuk biaya maintenance dan listrik, Al sudah meminta Enzy untuk mengurusnya. Al juga tetap mengirim tante uang bulanan" ucap Alyssa
"Baiklah, tapi untuk uang bulanan itu kamu tidak usah..." ucap Hanin terpotong
"Tante, tolong jangan menolak. Al sudah anggap tante ibu Al. Jadi tante tak usah sungkan" ucap Alyssa
"Baiklah" ucap Hanin pasrah
Setelahnya mereka menata makanan di meja makan. Mereka berempat sarapan bersama-sama dengan lahap.
Setelahnya Alyssa, Alvin dan Azka berangkat ke airport menuju Ibukota.
Setelah sampai, Azka terperangah kaget saat melihat mansion mewah milik adiknya itu. Di tambah dengan deretan pekerja rumah berjejer menyambut mereka di depan pintu.
"Astaga Alyssa, apa ini rumah kamu? Mansion King's Village No.1 punya kamu?" Azka terperangah kagum.
Dia tahu dengan jelas apa itu mansion King's Village No.1.
"Ya ini milikku" ucap Alyssa tersenyum
"Seberapa kaya kamu? Apa ini milik orang tua angkat kamu sebelumnya?" tanya Azka
"Ini semua milik nona Alyssa. Nona yang berjuang sendiri untuk mendapatkannya" ucap Enzy
Azka terkejut mendengar itu, dia lebih dari kagum pada Alyssa sekarang, bahkan dia malu. Jika di bandingkan dengan bakat bisnis adiknya, dirinya tidak ada apa-apanya.
"Enzy, tolong antar Kakakku ke kamarnya" ucap Alyssa
"Baik nona, Silahkan tuan Azka" ucap Enzy
Azka mengikuti Enzy ke kamar yang akan dia tempati.
Segera setelahnya, Alvin menarik Alyssa menuju kamar.
"Ica, kalau kakakmu di sini. Aku bagaimana?" ucap Alvin memeluk Alyssa, erat.
"Bagaimana apanya?" ucap Alyssa bingung
"Bolehkah aku tetap tidur bersamamu?" ucap Alvin penuh harap
"Hah, seperti nya kamu harus tidur di kamar lain" ucap Alyssa terkekeh
__ADS_1
"Tidak! Sayang ayolah. Kau tidak merasa kasihan padaku?" ucap Alvin memelas
"Terserah padamu saja" ucap Alyssa pasrah, jika dia menolak, pasti akan berdebat dulu.
"Kalau begitu, aku tetap tidur di sini, terimakasih" ucap Alvin tersenyum
¤
Ruang keluarga, Mansion Keluarga Sastro Wardoyo
"Pah, kemarin aku lihat seorang model, mirip banget sama Tante Ameera" ucap laki-laki berumur 20 tahun
Yoga yang sedang duduk terkejut mendengarnya.
"Apa kau yakin?" tanya Yoga
"Yakin pah, meskipun aku nggak ingat wajah tante Ameera, tapi model itu mirip dengan photo tante yang ada di ruang keluarga" ucapnya
"Rio, apa kau punya photo model itu?" tanya Yoga
"Sebentar" ucap Rio, dia menunjukkan photo Alyssa di HP nya.
Yoga melihat itu melebarkan matanya, dia sangat terkejut. Jika tebakannya tidak salah, itu pasti keponakannya yang hilang bersama Adik perempuannya, 18 tahun yang lalu.
Yoga membawa HP Rio dan meninggalkannya di ruang tamu, dan segera memanggil Black ke ruangan kerjanya.
"Black, kamu cari tahu tentang gadis ini!" perintah Yoga
Black melihat Photo itu terkejut. Dia kemudian berkata,
"Tuan, saya tahu gadis ini" ucap Black
"Siapa?" ucap Yoga antusias
"Dia gadis yang menggagalkan rencana kita di kota B, dia juga yang sudah menjadi target ketiga kita, setelah Raiden Putra Bagaskara dan Erick Saga Ardhana" ucap Black
"Maksudmu, gadis ini adalah target kita terakhir kali?" ucap Yoga, jantungnya berdetak cepat, bagaimana jadinya jika ternyata gadis itu adalah keponakan perempuannya, anak dari adik perempuannya, Ameera.
Beruntungnya gadis itu lolos. Bagaimana jika saat itu dia mati? Mati di tangannya? Hanya memikirkannya saja dia merasa teramat sangat bersalah dan akan menyesalinya seumur hidup.
"Benar tuan" ucap Black
"Hapus dia dari daftar target kita, kau harus mencari tahu tentang gadis ini sekarang juga, aku ingin tahu semua datanya" ucap Yoga.
"Baik tuan" ucap Black kemudian keluar dari ruangan.
__ADS_1
"Ameera, jika gadis itu benar anakmu, kemungkinan besar kamu juga selamat dari peristiwa itu. Aku akan menyingkirkan orang-orang yang membuat kalian celaka, baik itu suamimu sendiri ataupun Erick, bajingan pengkhianat itu" Gumam Yoga
¤
Sore hari, Alyssa berjalan kaki seorang diri di pinggir jalan raya. Alvin sedang pulang ke rumahnya sendiri, mengambil beberapa berkas.
Dia mengajak Alyssa, namun Alyssa menolak. Karena ingin berjalan santai di taman tak jauh dari kompleks King's Village.
Saat dirinya sedang berjalan, dia melihat seorang wanita berumur sekitar 25 tahun berjalan dengan memainkan HPnya.
Karena asik melihat HP nya, dia tidak sadar melangkah ke tengah jalan raya.
Dari arah barat, sebuah mobil truk melaju kencang. Melihat seorang wanita melintas tak jauh di depannya, sopir kaget dan bergegas menginjak remnya.
Cekitttt!!!
Decitan rem, terdengar keras. Wanita itu menoleh ke arah sebelah kanannya, dia sangat terkejut melihat mobil sudah sangat dekat dengan dirinya.
"Akhhh....!!!" teriak wanita itu, dan menutup matanya.
Namun rasa sakit tak kunjung di rasakan olehnya. Saat membuka matanya, dia melihat gadis cantik di depannya, yaitu Alyssa.
Wanita itu masih sangat syok dan hanya terdiam. Supir truk, turun dari mobilnya setelah truk berhasil berhenti, setelah melewati 7 meter dari posisi wanita itu berdiri.
"Nak, kamu tidak apa-apa?" ucap sopir itu
"Ah iya saya tidak apa-apa, maafkan saya tidak hati-hati dan tidak melihat jalan tadi" ucap wanita itu setelah tersadar.
"Syukurlah kamu tidak apa-apa" ucap sopir
"Terimakasih sudah menyelamatkan wanita ini tepat waktu. Jika tidak, saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat mobilku menabraknya saat itu" ucap sopir itu pada Alyssa.
"Sama-sama" ucap Alyssa sopan
"Gadis kecil, terimakasih kamu sudah menolongku, namaku Aletta" ucap Aletta
"Namaku Alyssa, sama-sama. Sebaiknya anda cek kondisi anda di rumah sakit, saya khawatir janin anda kenapa-kenapa. Karena sepertinya janin anda sangat lemah" ucap Alyssa, dia mengambil pulpen dan kertas lalu menulis beberapa kata di atasnya.
"Janin?" ucap Aletta
"Ya, saat menarik anda, saya tidak sengaja merasakan nadi anda. Jika saya tidak salah, anda sedang hamil 3 minggu, dan kondisi janin anda sangat lemah. Anda bisa segera memeriksanya ke rumah sakit. Jika anda percaya, ini saya resepkan obat untuk menguatkan janin anda" ucap Alyssa menyerahkan kertas resep yang dia tulis.
Aletta sangat terkejut mendengar dia sedang hamil. Dia ingin mengucapkan beberapa kata pada gadis yang sudah menolongnya.
Namun saat dia berbalik, dia tidak melihat keberadaan Alyssa.
__ADS_1
Lalu setelahnya dia bergegas ke rumah sakit, dia ingin mengetahui, apakah benar dirinya sedang hamil?