
Alyssa, Ameera, Azka dan Rara hari ini kembali ke ibukota. Sedangkan Alvin sudah lebih dulu kembali karena banyaknya pekerjaan yang menunggunya di perusahaan.
Alvin juga tidak bisa menjemput tunangannya itu karena banyaknya pekerjaan. Meskipun begitu, Alvin berjanji akan mengajak Alyssa makan siang dan menjemputnya di kampus besok.
Alyssa sudah meminta anak buahnya untuk berjaga dan mengawasi Nimar dan Miko di kota S. Alyssa yang saat itu menerima laporan dari anak buahnya hanya tertawa saja.
Bagaimana tidak? Nimar, Miko dan Cinta kini sedang di hujat oleh seluruh rakyat di negara ini. Mereka semua memandangnya jijik ketiga nya. Karena masalah kasus incest, sangatlah tabu bahkan di haramkan di agama manapun, di tambah negara ini sangat melarang keras hubungan sedarah.
"Selamat siang Nona, Nyonya, Tuan Muda, Rara" sapa Enzy saat menjemput mereka di airport.
Ayu juga hadir untuk menjemput Alyssa, walau bagaimana pun dia adalah sekretaris dari calon adik iparnya itu.
"Selamat siang Nona Alyssa, Nyonya, Tuan Muda, Nona Rara" sapa Ayu
"Siang juga Enzy, Ayu. Terimakasih sudah menjemput, kalian sudah lama menunggu?" ucap Ameera tersenyum ramah
"Saya dan Nona Ayu sampai dari setengah jam yang lalu, Nyonya" jawab Enzy
Azka berjalan menghampiri Ayu yang terlihat sangat gugup melihat Azka menghampirinya. Bagaimanapun Ada orang lain di sana, terutama Ameera dan Alyssa.
"Kau datang menjemputku, Hon?" ucap Azka lalu meningkatkan tangannya ke pinggang kekasihnya itu.
"Tuan muda, ini tempat umum" ucap Ayu yang berusaha melepaskan pelukan Azka di pinggangnya.
"Tuan muda?" ucap Azka marah karena kekasihnya itu masih saja memanggilnya dengan sebutan tuan muda
Ayu yang melihat Azka marah padanya, gelagapan.
"Sa-saya datang menjemput no-nona Alyssa" ucap Ayu
"Jadi kau bukan datang untuk menjemputku? Dan kenapa kau masih memanggilku tuan muda? Honey, kita itu sepasang kekasih sekarang" ucap Azka.
Ayu yang mendengar ucapan Azka memerah dan menunduk malu, dirinya masih belum terbiasa.
Sedangkan yang lain hanya tertawa melihat kelakuan Azka, dan sikap Ayu yang pemalu itu.
"Kak Azka, kamu jangan menggoda kakak ipar terus. Lihat wajahnya sangat merah seperti kepiting rebus" ucap Alyssa terkekeh
"Ngomong-ngomong kepiting rebus, mamah jadi lapar Ha-ha" ucap Ameera
"Kalau begitu, ayo kita cari restoran untuk makan siang" ucap Alyssa
"Al, kamu ikut mamah di mobil Enzy, biarkan kakakmu naik mobil bersama dengan calon istrinya" ucap Ameera tersenyum yang langsung di respons Azka dengan acungan jempolnya.
__ADS_1
"Mamah yang terbaik" ucap Azka tersenyum senang
Mereka kemudian keluar dari airport menuju area parkir. Di sana sudah ada mobil MPV Toyota Alpard yang menyambut mereka.
Juga ada Lembu ireng yang di bawa Ayu, yang awalnya khusus ia bawa untuk Bosnya atau calon adik iparnya, Alyssa.
"Bawa kesayanganku hati-hati Kak, jangan sampai lecet. Jika Lembu irengku lecet sedikit saja, aku kirim kakak ke gurun sahara" ucap Alyssa memperingatkan.
"Ngapain ke gurun sahara dek?" tanya Azka bingung
"Aku hukum kakak, hitung berapa banyak butir pasir di sana, dan nggak akan aku izinkan pulang sebelum hitungan kakak benar!!" ucap Alyssa
Azka hanya terbengong dengan mata terbuka lebar mendengar apa yang di katakan adiknya itu. Dan itu membuat semua orang di sana tertawa melihat ekspresi Azka.
..._____...
Alyssa berangkat kuliah seperti biasanya, namun kali ini ia tidak membawa mobil. Dia meminta Enzy untuk menjaganya terlebih dulu ke kampus sebelum masuk kantor.
Karena hari ini Alvin berjanji untuk menjemput nya siang ini untuk makan siang bersama.
Bryan yang melihat Alyssa masuk kuliah, sangat senang dan terus mendekatinya. Dia mencoba menarik perhatian Alyssa yang sangat super dingin terhadapnya itu.
Meskipun begitu, Alyssa tidak merasa risih ataupun terganggu karena kehadirannya. Dapat dia lihat wanita pujaannya itu masih menanggapi dirinya, meski hanya dengan jawaban yang singkat, padat dan jelas.
Yaitu takut Alyssa tahu dan menjauhi dirinya karena masa lalu dirinya yang seorang playboy.
Alyssa tak coba menghindar, selama Bryan tidak mengungkapkan perasaannya. Dan juga selama Bryan masih tetap bersikap layaknya seorang teman.
Dia tahu jika Bryan tidak memiliki niat jahat terhadapnya, dan Alyssa juga tidak bisa memaksa Bryan melupakan perasaan terhadapnya. Itu di luar kemampuannya, mengatur perasaan seseorang.
"Alyssa, kau sudah selesai kelas?" tanya Bryan dengan wajah berbinar saat melihat Alyssa
"Baru aja selesai" ucap Alyssa, Alyssa menoleh mencari Denis, namun ia tak melihatnya.
Biasanya Denis dan Bryan seperti upin-ipin kemanapun selalu berdua.
"Denis lagi ke ruangan Dosen" ucap Bryan mengerti jika Alyssa mencari Denis.
"Oh..." ucap Alyssa
"Kamu mau kemana? Makan siang bareng yuk!" Ajak Bryan antusias
"Maaf nggak bisa" ucap Alyssa
__ADS_1
"Kenapa? Bukannya kamu ada kelas lagi jam 2 siang? masih ada 3 jam lagi kan?" tanya Bryan
"Aku sudah ada janji" ucap Alyssa lagi menolak
"Sama siapa? Rio? Bukannya Rio sedang tidak masuk ya, karena ada kelas" ucap Bryan penasaran
Alyssa ingin menjawab namun sebuah suara yang sangat ia kenal terdengar merdu di telinganya
"Ica..." panggil Alvin menghampiri Alyssa.
Alvin sudah datang sedari tadi, dia melihat Bryan yang berjalan di samping tunangannya itu.
Sebagai sesama laki-laki, dia paham jika Bryan memiliki perasaan terhadap Alyssa. Itu membuatnya terbakar cemburu.
Meskipun Ia tahu Alyssa setia dan tidak akan berpaling dari dirinya. Namun dirinya juga tidak ingin memberi peluang laki-laki lain mendekati wanitanya.
"Alvin, kamu sudah sampai? Sejak kapan?" tanya Alyssa
"Aku baru datang kok, ini siapa?" tanya Alvin melihat tajam ke arah Bryan
Bryan sangat tahu jika laki-laki yang ada di depannya ini adalah saingan cintanya. Melihat Alvin yang sangat tampan bahkan lebih tampan dari dirinya, juga aura Alvin yang kuat, cukup membuat nya tertekan.
"Ini Bryan temanku, dia kating di sini. Dia juga sahabat Kak Denis, anak dari tante Hesti di kota M" ucap Alyssa
"Halo, salam kenal Aku Alvin. TUNANGAN Alyssa" ucap Alvin, menekan kata tunangan, untuk menyatakan kepemilikannya terhadap Alyssa dan menyodorkan tangannya.
Bryan mendengar itu sangat terkejut, saat tahu laki-laki di depannya, beberapa langkah lebih maju di banding dirinya dalam mendapatkan Alyssa.
"Bryan" ucap Bryan menyambut uluran tangan Alvin.
Meskipun saat ini hatinya sangat terluka mendengar kenyataan jika Alyssa telah memiliki tunangan. Namun ia mencoba bersikap tenang.
Alyssa sebenarnya sangat tidak enak, secara tidak langsung ia menyakiti cinta tulus Bryan terhadapnya.
Namun lebih baik bagi Bryan untuk cepat tahu, sebelum cintanya semakin berkembang besar. Ia juga berharap, Bryan bisa cepat melupakan dirinya dan menemukan wanita lain yang lebih baik, dan pastinya bisa membalas cintanya.
"Sayang, kita berangkat sekarang Yuk, nanti jalanan keburu macet" ucap Alvin
"Hmm, iya. Bryan, aku tinggal ya" ucap Alyssa tersenyum
"Iya, hati-hati" ucap Bryan berusaha terlihat seperti biasanya
Alyssa dan Alvin pergi meninggalkan Bryan, yang saat ini sedang mengalami patah hati yang pertama dan paling menyakitkan dalam hidupnya.
__ADS_1
Dimana dirinya baru saja di patahkan hatinya oleh cinta pertamanya. Bahkan dia harus rela kehilangan, saat baru saja dia ingin mulai berjuang untuk mendapatkannya.