
Alyssa saat ini sudah berada di dalam pesawat pribadi miliknya. Tentunya tidak ada penumpang lain selain dirinya di sana.
Ia sengaja tidak memberi tahu Juna maupun kakaknya, Azka. Jika ia akan berangkat ke kota S untuk menyelesaikan masalah Juna di sana. Karena ia tidak ingin baik Juna maupun Azka khawatir padanya.
Alyssa sudah meminta Aras untuk mencari tahu perihal masalah yang tengah di hadapi Juna di kota S. Secara garis besarnya, Alyssa sudah mengetahui permasalahan tersebut. Namun ada beberapa yang masih abu-abu atau belum jelas.
"Ini minuman anda Nona, silahkan di nikmati" ucap seorang pramugari meletakan orange juice pesanannya.
Alyssa mengerutkan keningnya, entah mengapa perasaannya tidak enak terlintas begitu saja. Tentu saja Alyssa tidak akan mengabaikan intuisinya yang tajam itu.
Membuat Alyssa menatap pramugari yang tinggi, putih dan juga berwajah cantik itu. Namun ia tidak mendengar batinannya, kemungkinan Pramugari di depannya sedang tidak membatin.
Saat Alyssa mengangkat minumannya, ia mencium bau familiar dari minuman miliknya itu. Tentu saja itu adalah bau jeruk, karena itu memang minuman jeruk.
Tapi bau jeruk ini terasa berbeda ada bau racun Arsenik di dalamnya. Jenis racun ini sangat mematikan dan tidak bisa terdeteksi dari warna maupun bau.
Namun itu tidak berlaku bagi Alyssa yang adalah ahli racun dan juga kebal terhadap jenis racun apapun di dunia ini. Jadi ia langsung mengetahuinya meskipun hanya sekilas.
Alyssa mulai memindai data pribadi wanita di depannya, ia ingin mengetahui apakah wanita di depannya adalah orang yang memberikannya racun itu padanya. Dan apa sebenarnya motif pembunuhan terhadap dirinya itu.
"Heran, datanya baik-baik saja, apa mungkin dia hanya orang yang yang bertugas memberikannya minuman saja tanpa tahu apa di dalamnya" gumam Alyssa.
Tanpa banyak pikir Alyssa segera menenggak minuman beracun yang berada di tangannya itu, ia tidak khawatir karena racun itu tidak akan berefek padanya.
"Baiklah mungkin ada orang yang ingin bermain. Ayo kita tunjukan siapa orang itu dan apa sebenarnya motif orang ini. Mari tunjukan akting seorang bintang besar" ucap Alyssa dalam hati smirk"
Dengan bakat akting miliknya, dengan mudah ia memperagakan serial drama keracunan secara profesional.
"Ya Tuhan, nona... anda kenapa nona? Bangun nona!" teriak pramugari itu panik melihat Alyssa kejang dan sedikit berbusa mulutnya lalu pingsan.
Padahal busa itu ia dapat sebelumnya dengan berkumur dengan pasta yang ia oleskan tanpa terlihat pramugari.
Pramugari itu bergegas memanggil pertolongan, dan keluarlah 3 orang lainnya dari balik pintu terlihat terburu-buru untuk melihat.
"Astaga, gejala ini mirip orang keracunan" ucap salah satu di antaranya dengan sama paniknya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan? Apa yang sudah kau berikan pada bos?" ucap salah seorang yang terlihat seperti lebih senior itu pada pramugari cantik di sebelahnya
Pramugari itu terlihat gemetar,karena bagaimana pun dirinya yang sudah mengantar minuman berisi racun itu. Sudah pasti ia akan menjadi tersangka utamanya, Ia takut ia akan menjadi kambing hitam pelaku sebenarnya.
Dalam keadaan mata terpejam, Alyssa menggunakan mata tembus pandangnya dan memindai data 4 orang yang mengelilinginya.
Tiba-tiba saja mata yang terpejam itu terbuka.
GREP!!!
Tangan Alyssa dengan cepat mencengkeram leher pria yang lebih senior itu. Membuat yang lain terkejut.
"Aaaahhh, lep-paskan ak-ku no-na... aku ti-dak bisa berna-pas" ucap pria itu kesulitan berbicara dan menepuk tangan Alyssa yang mencekiknya.
Ketiga yang lainnya terkejut dan juga gemetar melihat kejadian itu. Jangankan menolong, bernafas pun sulit karena tekanan kuat dari Alyssa, bahkan lutut mereka melemas.
"Katakan padaku siapa yang menyuruhmu meracuniku?" ucap Alyssa yang sukses membuat semuanya terkejut dan menoleh ke arah pria yang di cekik oleh bosnya itu.
'Apa benar yang di katakan Nona, jika senior yang meracuninya?' ucap mereka dalam hati serempak
"Kau pikir aku percaya, aku bisa saja melenyapkan kamu saat ini juga jika kau tidak ingin mengakui dan mengatakan yang sebenarnya" ucap Alyssa memperkuat cengkramannya
"Bu-bukan ak- aaahhhh" ucap Pria itu merasa makin tercekik.
"Jika kau tidak mengatakannya, bukan hanya kamu saya yang aku lenyapkan, tapi semua keluargamu terutama adik angkat yang merangkap kekasih gelapmu itu beserta anak kalian yang saat ini di dalam kandungannya" ucap Alyssa menyeringai sukses membuat mata pria itu membola.
"Jangan ak-ku mo-hon! ak-aku akan menga-takan-nya" ucap Pria itu tersengal.
Alyssa melepaskan cengkramannya membuat pria itu jatuh tersungkur memegangi lehernya dan terbatuk-batuk.
"Katakan!" ucap Alyssa dengan dinginnya.
"Be-benar aku yang meracuni anda Nona. Aku melakukannya atas suruhan Nona besar dari keluarga Cristian" ucap Pria itu.
"Cristian? Aku tidak mengenalnya, siapa dia? dan kenapa dia menargetkan ku" tanya Alyssa
__ADS_1
Alyssa memang tahu hal itu dari pemindai data. Namun data itu hanya garis besarnya dan yang lengkapnya ia tidak tahu dan harus mengorek informasinya sendiri
"Dia keponakan pemegang saham minoritas Eagle Airlines. Kemungkinan yang saya pikirkan dan semua orang yang kenal dia, sangat tahu jika dia salah satu pengagum tuan Alvin, suami anda. Dan dia tidak terima akan hal itu. Dia meminta bantuan pamannya untuk menyuruh saya untuk melakukan ini. Maafkan saya nona" ucap pria itu.
Alyssa terdiam sejenak lalu ia memanggil Tama. Sontak hal itu mengejutkan semua orang dan membuat mereka ketakutan. Karena tiba-tiba seseorang muncul entah dari mana di depan mereka.
"Se-Setan!!!!" ucap semua terlonjak kaget
"Ha-ha-ha kalian salah, aku manusia bukan setan, tapi kalau dia nggak tahu juga tuh, yang jelas dia bukan manusia" ucap Alyssa ringan
Bruk!!!
Keempatnya pingsan mendengar ucapan Alyssa yang membuat Alyssa tertawa. Ia kemudian melemparkan 3 botol ke arah Tama.
"Minumkan ini pada ketiga orang itu, Lalu bawa orang ini dan berikan pelajaran seperti biasanya. Suruh siapa ia menargetkan orang yang salah" ucap Alyssa
Tama paham, ia mengangguk dan langsung meminumkan obat kepada ketiganya. Lalu ia menghilang bersama pria yang meracuni Alyssa tadi.
"Astaga, aku lupa suruh Tama bawa ketiga orang ini ke ruangan mereka. Masa iya biarin ketiganya tergeletak di sini sampai mereka sadar sendiri dalam waktu sejam" ucap Alyssa lalu terkekeh
Tak lama Tama datang lagi melaporkan jika tugasnya selesai. Alyssa langsung meminta Tama membawa ke tiganya ke ruangan khusus karyawan di pesawat ini.
...
Alyssa mendarat di kota S dengan aman terkendali, berkat obat racikannya yang baru saja di uji coba. Yaitu obat pelupa, yang mengakibatkan pengguna melupakan sebagian ingatan mereka dalam kurun waktu 1 jam kebelakang tergantung dosis.
Dan uji coba itu ternyata berhasil, Tama pun mengikuti nonanya sesaat setelah turun dari pesawat. Ia menampakan dirinya karena Alyssa menyuruhnya menjadi asisten sementara dirinya selama di kota S.
"Aras" ucap Alyssa
"Ya, Nona" ucap Aras
"Periksa keluarga Cristian, selidiki lebih detail mengapa mereka menargetkan ku. Aku beri waktu sampai aku menginjakan kaki ke penthouse" ucap Alyssa
"Baik, nona" ucap Aras
__ADS_1
...