Sistem Dewi

Sistem Dewi
Pulang ke rumah


__ADS_3

Alyssa membalas pelukan mamahnya, rasanya sangat nyaman di peluk seorang ibu. Sudah sangat lama Alyssa merindukan perasaan ini.


Dulu meskipun Ibu angkatnya sering memeluknya, namun di peluk ibu kandung yang sudah lama di nantikan. Rasanya sangat beda, sungguh hangat.


Saat proses Pil Pemulihan Tubuh berlangsung, Alyssa melakukan keterampilan memindainya. Untuk melihat data dari wanita di depannya.


Karena keterkejutan nya dengan pertemuan ini, dia melupakan keterampilan uniknya itu.


Nama : Ameera Sastro Wardhoyo


Umur : 47 tahun


Nilai penampilan : 9/10


Nilai kesukaan : -/100 (Belum di tentukan, karena target sedang dalam kondisi tidak sadar)


profesi : Pemegang saham 80% Bagaskara Corp, Pewaris kedua SW Group.


Status : Menikah


Pendeteksi niat buruk : Tidak ada


Karakter : Baik, keibuan, lembut dan salah satu Jenius bisnis


Rahasia : belum terdeteksi (Belum terdeteksi, karena target sedang dalam kondisi tidak sadar)


"Sistem, apa jika target sedang tidak sadar atau pingsan tidak bisa terdeteksi?" tanya Alyssa dalam hatinya


[Menjawab Host, Tidak sadar di sini dalam artian target belum sadar dalam pikirannya, karena gangguan pada kejiwaannya]


Alyssa menganggukan kepalanya mengerti. Dan saat ibunya sadar dan langsung memeluknya.


Dari situ Alyssa mencoba memindai lagi, nilai kesukaan Ameera menjadi 100/100. Sedangkan Rahasia ibunya Alyssa sudah mengetahuinya.


Dia sebisa mungkin menekan emosinya, saat membaca rincian detail tentang rahasia ibunya.


Dia berjanji untuk membahagiakan ibunya mulai saat ini.


"Sekarang kamu sudah besar, nak. Maafkan mamah tidak melakukan kewajiban mamah menjaga dan merawatmu. Maafkan mamah meninggalkan kamu di panti dulu" ucap Ameera menangis di pelukan Alyssa


"Mamah tidak salah, mamah sudah melakukan hal yang benar. Terimakasih sudah berusaha menyelamatkan Al dulu" ucap Alyssa menangis


"Kamu pasti takut melihat wajah mamah, sekarang wajah mamah sudah cacat" ucap Ameera, melepas pelukannya dan menundukkan wajahnya tidak berani menatap putrinya itu.


"Wajah mamah sudah Al obati, dan mamah sudah pulih sekarang. Lihatlah" ucap Alyssa seraya memberikan cermin pada mamahnya.


Ameera melihat bayangan dirinya yang terlihat cantik dan muda di dalam cermin. Dia sangat terkejut karenanya.


Bagaimana tidak, luka bakar yang parah di wajahnya kini hilang tak berbekas. Bahkan penampilannya kembali menjadi muda persis seperti 20 tahunan yang lalu, sebelum dia memiliki Azka.


"Wajahku, kenapa menjadi muda kembali?" ucap Ameera.


"Alyssa punya keahlian meracik obat yang bahkan bisa membuat orang terlihat awet muda dan menghilangkan bekas luka separah apapun" ucap Alvin yang sedari tadi berdiri tak jauh dari Alyssa

__ADS_1


"Kamu..." ucap Ameera seperti mengingat sesuatu


"Dia Alvin, pacar Alyssa mah" ucap Alyssa kemudian


"Kau sudah punya pacar?" ucap Ameera terkejut, Alyssa mengangguk dan tersenyum.


"Kemari nak Alvin!" ucap Ameera


Alvin bergegas mendekati calon ibu mertuanya itu dan duduk di samping Alyssa


"Kau sangat tampan, cocok dengan putriku yang cantik. Kamu jangan sekali-kali menyakiti putri kesayangan mamah ya" ucap Ameera dengan lembut.


"Mamah tenang saja, Alvin tidak akan menyakiti Ica. Justru Alvin akan berusaha untuk terus membahagiakannya" ucap Alvin tulus


"Bagus, bagus, tapi kenapa wajahmu terlihat tidak asing?" tanya Ameera


Alyssa dan Alvin saling pandang mendengar perkataan Ameera. Sedang Ameera mencoba mengingat sosok yang mirip dengan Alvin.


"Ah, kau sangat mirip dengan Erick, apa kau putranya?" tanya Ameera


"Be-benar, aku putra papah Erick" ucap Alvin gugup, dia takut Papahnya terlibat dengan hilangnya Ameera. Meskipun Papahnya sudah membantah tentang hal itu.


"Astaga, ternyata benar kau anak Erick dan Sandra. Bagaimana kabar ayah ibumu sekarang?" tanya Ameera masih dengan wajah yang penuh senyum.


Seketika rasa cemas di hati Alvin terangkat melihat respons dari Ameera. Kemungkinan perkataan ayahnya itu adalah benar, jika papahnya benar-benar tidak terlibat.


"Mah, nanti kita bicarakan itu lagi. Sekarang, ayo kita pulang dulu, ya" ucap Alyssa


"Tidak! Mamah tidak ingin bertemu papahmu. Karena kau sekarang berhasil menemukan mamah, berarti kau sudah bertemu dengan papah dan kakakmu bukan?" ucap Ameera, terlihat menahan emosinya.


"Baiklah, jika papahmu tidak tinggal bersama denganmu, mamah mau ikut pulang denganmu" ucap Ameera dan mengangguk.


Akhirnya mereka berjalan pulang menuju mansion milik Alyssa.


Sebelum pulang, Alyssa meminta Tino untuk memalsukan data mengenai Ibunya dengan data kematian. Dia tidak ingin orang lain tahu jika Ameera sudah dia bawa pulang.


Terutama 2 orang yang membawa ibunya ke Rumah sakit ini. Dan meminta pihak rumah sakit menghubunginya jika orang itu datang lagi.


¤


Seluruh pekerja mansion menyambut kedatangan Ameera, dengan hormat.


Alyssa sudah menjelaskan jika Ameera adalah ibunya, dan akan tinggal di mansion mulai sekarang.


Para pekerja terkejut saat melihat penampilan Ameera, yang lebih pantas menjadi kakak Nonanya itu.


Setelah mengetahui usia asli dari Ameera mereka syok lagi dan lagi. Melihat Nyonya besar mereka sangat awet muda.


"Selamat datang di rumah, Nyonya. Perkenalkan nama saya Irwan, kepala ART di sini. Jika ada apa-apa, anda bisa langsung bilang pada saya" ucap Irwan sopan


"Baik Irwan, terimakasih" ucap Ameera tersenyum kecil.


Ameera cukup terkejut karena putrinya sudah memiliki tempat tinggal yang sangat mewah. Dan dia bersyukur melihat Alyssa hidup dengan baik sekarang.

__ADS_1


Meskipun awalnya dia terkejut dan sedih saat mendengar cerita Alyssa semasa hidupnya.


Namun ia juga bangga, putrinya sangat luar biasa di usianya yang masih muda. Mampu hidup dengan mandiri, juga sanggup menjadi bisnis women yang menjanjikan.


"Mamah lebih baik istirahat dulu, nanti kita bicarakan lagi saat makan malam. Ayo, Al tunjukin kamar mamah di mana" ucap Alyssa antusias menggandeng lengan Ameera.


Ameera mengikuti Alyssa menuju kamar yang sudah di siapkan untuknya.


Kamar itu sangat luas, dekorasinya sama persis dengan kamarnya sewaktu masih gadis dulu.


"Al, tinggal dulu ya mah. Al mau mandi, Udah bau asem He-he. Oh iya, baju mamah ada di lemari disana" ucap Alyssa sambil menutup hidungnya dengan jari telunjuk dan jempolnya.


"Ya sudah sana mandi dulu, masa anak gadis mamah bau asem, malu sama pacar kamu Ha-ha. Mamah juga sekarang mau mandi" ucap Ameera tersenyum


Alyssa kemudian beranjak keluar dari kamar mamahnya, menuju kamarnya sendiri.


"Astaga Alvin!" teriak Alyssa kaget, begitu dia masuk ke dalam kamarnya, Alvin tiba-tiba muncul di depannya dan memeluknya.


"Kau sudah seperti Jin Iprit, nongol nggak bilang-bilang" ucap Alyssa cemberut.


"Mana ada. Yang ada Jin Iprit nya aja yang ikut-ikutan seperti aku Ha-ha" Alvin terkekeh


"Ngapain kamu di sini?" tanya Alyssa


"Nungguin kamu. Karena mamah kamu tinggal di sini, jadi aku nggak bisa nginep lagi di sini kan. Jadi aku kesini mau minta DP nya dulu" ucap Alvin mengedipkan matanya


"Astaga otak mu itu penuh dengan hal-hal mesum" ucap Alyssa


"Tapi kamu suka kan di mesumin" ucap Alvin menggoda


"Nggak, siapa bilang. Udah sekarang sana kamu pulang terus mandi. Bau tau nggak" ucap Alyssa


"Mana ada, aku mah selalu wangi sayang, coba aja cium. Kalau nggak kita mandi bareng aja, yuuk" goda Alvin lagi


"Nggak mau!" ucap Alyssa


"Ha-ha-ha bercanda sayang. Oh iya, kapan baiknya acara tunangan kita?" ucap Alvin bersemangat


"Tunangan?" tanya Alyssa


"Iya tunangan. Jangan bilang kamu lupa sama janji kamu" ucap Alvin


"Aku tidak lupa, aku akan tepati janji aku untuk bertunangan denganmu. Tapi jangan sekarang-sekarang. Mamah baru aja di temukan, setidaknya beri aku waktu 1 bulan lagi" ucap Alyssa


"Tidak apa-apa, aku mengerti. Kalau begitu, sekarang aku pulang dulu" ucap Alvin


"Ya sudah pulang sana!" ucap Alyssa


"Idih ngusir" ucap Alvin


"Iya ngusir, Cepet pulang san..." Belum selesai berbicara, bibir Alyssa di bungkam oleh ciuman panjang penuh gairah oleh Alvin.


Walaupun terkejut, namun Alyssa tetap membalas ciuman Alvin.

__ADS_1


"Aku ambil DP nya, sampai ketemu lagi calon istriku" ucap Alvin tersenyum manis, lalu melangkah pergi dan pulang.


__ADS_2