Sistem Dewi

Sistem Dewi
Membalut luka


__ADS_3

Hanin bergegas kembali ke tempat Alyssa, yang kini sedang duduk di bawah pohon rindang di pinggir jalan.


Di sana masih ada Kenzo, Hiro, dan ibu-ibu yang mereka tolong. Hanin lalu menyerahkan tas itu pada Alyssa.


Kenzo melihat wajah Alyssa yang datar tanpa terlihat ada tanda kesakitan di wajah cantiknya itu. Alyssa terlihat tenang dalam kondisi dia sedang terluka, Kenzo memandangnya dengan takjub.


Alyssa membuka tasnya dan mengambil peralatan medis dari sana, yang sebenarnya ia ambil dari ruang penyimpanannya. Ia kemudian mengambil Pil darah dan segera meminumnya, hingga darah langsung berhenti dan dia tidak merasakan sakit dalam beberapa jam.


Sebenarnya, Alyssa bisa saja mengkonsumsi Magic Liquid, namun itu akan sulit di jelaskan jika orang lain tahu. Dia tidak ingin menimbulkan masalah yang tidak perlu di masa depan, jika terjadi hal-hal yang tidak dia inginkan.


Alyssa membersihkan luka itu dengan Alkohol. Tidak ada ekspresi kesakitan di wajahnya, sungguh datar.


"Kenapa kamu sekuat ini? Bahkan rasa sakit pun tidak terlihat di wajahmu" Gumam Kenzo dalam hati. Entah mengapa hatinya sakit melihat Alyssa terluka.


"Tuhan, kenapa di saat aku sudah menyerah tentang perasaanku padanya. Engkau malah mempertemukan aku dengannya lagi, menggoyahkan hati ku lagi. Bahkan Jantungku kali ini berdetak lebih cepat di banding kemarin. Melihatnya terluka, hatiku ikut merasakan sakitnya. Andai saja dia tidak memiliki kekasih" Gumam Kenzo dalam hatinya


"Astaga, tidak boleh begini!! Bagaimana pun dia sudah mempunyai orang yang dia cintai di sisinya. Lupakanlah perasaanmu itu, Kenzo! Dia milik Alvin, beruntung sekali kau Alvin, memiliki wanita hebat seperti dirinya" ucap Kenzo dalam hatinya, mencoba mengenyahkan pikirannya tentang Alyssa.


Hiro yang melihat tuannya, hanya menghela napas. Ia tahu pasti, jika tuannya itu sedang berperang dalam hatinya. Dan dia juga Sejujurnya salut dengan wanita hebat dan tangkas seperti Alyssa, wajar jika Tuannya yang dingin itu jatuh cinta padanya.


Selesai membersihkan lukanya, Alyssa memberikan betadine, kemudian membalutnya dengan kain kassa.


Melihat gerakan tangan Alyssa yang sangat lihai, membuat Kenzo terkesima lagi dan lagi.


"Kenapa tidak ke rumah sakit, saja? lukamu sangat dalam dan harus di jahit" ucap Kenzo kemudian


"Tidak perlu!" ucap Alyssa berdiri, di menatap wajah tampan Kenzo dan memindai datanya. Alyssa tahu jika Kenzo merupakan rekan bisnis Alvin. Dan dia juga memendam perasaan terhadapnya, yang sebenarnya Alyssa heran sejak kapan.


Namun Alyssa bersyukur karena Kenzo tidak memiliki niat buruk pada nya dan juga Alvin. Alyssa mengagumi pola pikir pria tampan di depannya itu, dia sangat memiliki etika seorang pria sejati.


"Nona, tuan-tuan, terimakasih sudah menolongku barusan" ucap Ibu yang di tolong tadi.


Yang di ketahui sebagai korban dari suruhan mantan suaminya, untuk membunuhnya. Alyssa mengetahuinya sejak melihat data dari beberapa orang suruhan itu.


"Sama-sama" ucap Kenan dan Hiro


"Sama-sama bu, Ibu harus berhati-hati lain kali" ucap Alyssa, ia tidak mau terlibat banyak dengan urusan orang lain. Kemudian ia beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah Mobilnya bersama Hanin.Sedangkan Kenzo hanya menatap punggung wanita yang ia kagumi itu menjauh, dan hilang dari pandangan matanya.


...¤...

__ADS_1


Alvin datang ke mansion milik Alyssa, dia melihat kekasihnya sedang duduk bersama dengan Hanin.


"Selamat sore Ica, tante Hanin" ucap Alvin tersenyum hangat menyapa keduanya.


"Selamat sore Alvin" ucap Hanin tersenyum juga melihat kekasih keponakannya itu.


"Sore, kamu sudah datang? Kalau begitu aku pergi dulu tante. Apa tante tidak apa-apa di tinggal sendiri?" tanya Alyssa


"Nggak apa-apa, kan ada Dion di rumah. Lagian sebentar lagi pamanmu datang" ucap Hanin


"Ya sudah aku pergi dulu tante" ucap Alyssa.


"Tante, aku ajak Alyssa keluar dulu" ucap Alvin


"Iya Alvin, titip keponakanku ya. Oh iya hari ini jangan bermain air, tangan Alyssa masih sakit" ucap Hanin


"Tangan Ica kenapa tante?" ucap Alvin kaget dan khawatir


"Tidak apa-apa, Yuk kita berangkat!" ucap Alyssa menggandeng Alvin keluar dari mansion.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam mobil Ferrari milik Alvin, yang berwarna merah menyala itu.


"Kenapa kau memandangiku seperti mau memakanku saja?" ucap Alyssa


"Aku memang ingin memakanmu" ucap Alvin tersenyum manis


"Hahaha, Apa kamu suka daging aku yang sangat tipis ini? Rasanya tidak enak!" ucap Alyssa terkekeh


"Kata siapa, kamu tuh ternikmat di dunia" ucap Alvin menggoda.


"Aisshh masumnya mulai lagi" ucap Alyssa


"Hanya padamu kok sayang, Oh iya tangan kamu kenapa?" ucap Alvin dengan nada khawatir


"Hanya luka biasa" ucap Alyssa


"Coba aku lihat!" ucap Alvin menepikan Mobilnya.


"Aku nggak apa-apa" ucap Alyssa, dia tidak ingin pacar nya khawatir, karena memang lukanya tidak separah itu. Dan dia belum sempat membeli Magic Liquid di sistem.

__ADS_1


"Mana, aku mau lihat!" ucap Alvin sedikit memaksa.


Alyssa membuka jaket yang ia pakai, dan terlihat kain kasa yang melilit tangan kiri mulusnya.


"Astaga, apa yang terjadi?" ucap Alvin panik melihat tangan Alyssa


"Aku hanya menolong seseorang, dan belum sempat aku kasih obat, jadi aku masih balut pakai kain kassa" ucap Alyssa menjelaskan


"Obati sekarang! Kamu bawa obatnya kan?" ucap Alvin masih dengan raut khawatir. Alyssa membalasnya dengan mengangguk.


Kemudian dia pura-pura Mengambil Magic Liquid di tasnya, setelah ia beli dari sistem. Dan membuka perban sederhana itu.


"Astaga sayang!" ucap Alvin lirih, ia merasa sakit melihat luka yang menganga lebar di tangan kiri calon istrinya.


"Pasti sakit kan?" tanya Alvin, ia menatap wajah Alyssa yang seperti tidak merasakan sakit.


Kemudian dia meniup dan mengelus lembut pinggiran luka itu. Membuat hati Alyssa terenyuh melihat perhatian dari Alvin.


"Aku tidak apa-apa" ucap Alyssa tersenyum


"Apanya yang tidak apa-apa? Cepat minum obatnya" omel Alvin


"Sayang kalau di minum, aku olesin Aja" ucap Alyssa kemudian mengambil sedikit, mengoleskan Magic Liquid ke lukanya.


Alyssa tidak sungkan menerapkannya di depan Alvin, karena Alvin sudah tahu khasiat obat miliknya. Dia hanya tidak mengatakan tentang rahasianya, yaitu memiliki sistem.


Dalam waktu beberapa saat, luka di tangan Alyssa mengering dan mengelupas, dan mulus seperti tidak pernah tergores sedikitpun.


Alvin yang sudah pernah melihat itu, tetap saja masih melihat dengan takjub pada obat ajaib racikan tunangannya itu. Dia sempat mengira jika Alyssa adalah Dewi dari surga yang turun ke bumi, dengan wujud Alyssa-nya. Karena tidak mungkin ada wanita sesempurna tunangannya itu, dan dia beruntung memilikinya.


"Obat kamu memang sangat ajaib" ucap Alvin


"Aku sudah tidak memiliki banyak, karena bahan-bahannya terbatas" ucap Alyssa


"Kau bisa memberi tahu apa saja yang kau butuhkan. Aku akan menemukannya untukmu" ucap Alvin pengertian


"Tidak perlu, maaf karena ini rahasia" ucap Alyssa merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa, memang resep obat ajaib itu tidak sembarangan orang bisa mengetahuinya" ucap Alvin tersenyum dan mengelus kepala Alyssa dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2