
"Ekhhhmm... Kalian sedang apa berduaan di sini, heh?" Sebuah suara mengagetkan Alvin dan Alyssa hingga pelukan mereka berdua terlepas.
"Mamah, tante Ira" ucap Alvin tersenyum canggung, melihat Sandra dan Ameera datang dan menyaksikan Alvin memeluk dan mencium kening Alyssa.
Bagaimana rasanya jika sedang bermesraan dengan pacar, terus kegep orang tua atau calon mertua? Ha-ha pasti canggung kali plus malunya seperti ingin kabur terus sembunyi ke lubang semut. Begitu pula yang di rasakan Alvin dan Alyssa saat ini.
"Acaranya ada di ruangan sebelah, dan sudah ingin di mulai. Kalian malah sedang asik mojok berdua di sini? Astaga, Ra... Maafkan kelakuan putraku ya! Apa harus kita nikahkan saja mereka berdua?" ucap Sandra
"Sepertinya harus segera kita di nikahkan mba, aku khawatir anak gadisku kenapa-naa. Kemarin saja aku memergoki mereka beciuman dengan liarnya di rumah" ucap Ameera menimpali ucapan Sandra.
"Astaga, benarkah itu? Sepertinya aku harus membawa mereka untuk menikah sekarang" ucap Sandra.
"Aku setuju!!" ucap Alvin antusias mendengar akan di nikahkan dengan kekasihnya.
"Tidak mau!!" ucap Alyssa bersamaan
Alvin menoleh ke arah Alyssa dan menatapnya sendu dan penuh tanya. Namun Alyssa memalingkan muka dan menatap ke arah Ameera dan Sandra.
"Mamah Ira, mamah Sandra, bukan maksud Al nolak untuk menikah dengan Alvin. Al juga berharap Al dan Alvin berjodoh, tapi Al sudah bicara sebelumnya jika Al akan menikah setelah Al lulus sarjana. Al sekarang merasa masih sangat muda untuk melangkah dalam sebuah pernikahan. Maaf!" ucap Alyssa menunduk
"Huft, mau bagaimana lagi, kalau Alyssa sudah bicara seperti itu. Sepertinya aku harus bersabar menunggu 4 tahun lagi Ra untuk kita bisa resmi jadi besan" ucap Sandra menghela nafasnya
"Benar mba, seperti nya kita hanya menunggu sedikit lebih lama lagi" ucap Ameera menimpali
Mendengar percakapan itu Alvin hanya menghela nafasnya, ia pikir dirinya benar-benar akan di nikahkan dengan kekasihnya hari ini juga.
Yang pastinya tidak akan dia tolak, jika itu sampai terjadi. Malah dia bersorak penuh kebahagiaan.
Setelah mendengar penolakan dan alasan Alyssa, Alvin tersenyum dan menggenggam erat tangan Alyssa dan berbisik.
"Aku akan menunggumu, jangan lupa dengan janjimu untuk menikah denganku. Saat kau sudah lulus kuliah dan menjadi sarjana" bisik Alvin, Alyssa hanya tersenyum dan mengangguk kecil.
"Jangan bisik-bisik, dan jangan terlalu dekat dengan calon menantu mamah, Alvin! Kalian belum menikah" ucap Sandra memisahkan jarak di anta mereka.
"Ih mamah, biarin napa! Kan Alyssa tunangan Alvin" ucap Alvin
"Baru calon tunangan! Apa kau mau acara pertunangan kalian mamah batalkan heh?" ucap Sandra
"Eh jangan mah. Bisa gila aku kalau di batalkan" ucap Alvin kaget
"Ya Udah kalau tidak mau mamah batalkan, sekarang ikut mamah ke ruangan samping jangan mojok terus di sini!" ucap Sandra, menjewer Alvin dan membawanya ke ruangan acara.
__ADS_1
"Akhh.. Sakit mah sakit... " teriak Alvin yang telinganya sudah di jewer 5 meter. Ha-ha
Alyssa dan Ameera hanya tertawa saja melihat kelakuan ibu dan anak itu.
Alyssa kemudian melihat ke arah Ameera, ia takut mamahnya mendengar apa yang ia bicarakan dengan Alvin sebelumnya.
"Ada apa?" tanya Ameera melihat putrinya menatap dirinya.
"Apa mamah dengar sesuatu sebelum melihat Alvin memelukku?" ucap Alyssa pelan
"Tidak, mamah dan Mba Sandra baru datang dan langsung menegur. Memang apa yang sedang kalian bicarakan?" ucap Ameera tidak ada kebohongan.
"Tidak ada mah, hanya obrolan biasa" ucap Alyssa
"Oh iya tadi Rara nggak sengaja nabrak mobil teman kamu, kalau nggak salah namanya Noah......" ucap Ameera kemudian menceritakan kronologinya.
Kening Alyssa berkerut sesaat, waktu mendengar nama Noah di sebut. Namun ia netralkan raut wajahnya kembali seperti biasa saja.
Dia bersyukur Noah tidak melakukan hal-hal yang buruk tethadap mamah tercintanya. Jika tidak, Alyssa sendiri yang akan mencincang setiap bagian tubuh Noah.
Namun, Alyssa harus memperketat penjagaan mamahnya, ia takut Noah memanfaatkan keberadaan mamahnya itu.
Alvin mengambil gambar photo tangan dirinya sedang menggenggam tangan Alyssa dan menunjukkan Cincin pertunangan mereka.
Kemudian dia mengupload ke sosial media miliknya dengan caption "Hari bahagia kita, my future wife".
...¤...
Di kamar, Cinta mengamuk saat melihat postingan di sosial media laki-laki pujaan hatinya.
"Alviiinnn!!! Kenapa kau tega melakukan ini padaku? Padahal kau tahu, aku sangat mencintaimu. Cintaku jauh lebih besar dari pada wanita ja*ang itu, Akkkhhh..." teriak Cinta, melempar semua barang yang ada di depannya.
"Cinta!! Hei kenapa kamu sayang?" ucap Nimar yang langsung berlari dari ruang tamu saat mendengar teriakan putrinya.
Nimar terkejut melihat betapa berantakannya kamar putrinya itu.
Cinta bukannya menjawab pertanyaan mamahnya, dia malah diam saja. Cinta kemudian mengambil Tas kecil miliknya di atas nakas, kemudian melangkah pergi keluar.
"Cinta! Kamu mau kemana? Ini sudah malam" teriak Nimar, namun tidak di dengar oleh Cinta yang terus melangkah keluar dari kamarnya dan menaiki mobil milik ibunya itu.
Cinta mengemudikan mobil SUV milik ibunya itu dengan kecepatan yang cukup kencang.
__ADS_1
Setelah setengah jam, Cinta menepikan mobilnya di sebuah rumah minimalis berlantai 2.
Di lihatnya di dalam garasi sudah ada mobil lain di sana.
Ting! Tong! Ting! Tong!
Cinta menekan bel rumah itu, beberapa kali.
Ceklek!
Pintu terbuka dari dalam, seorang pria paruh baya melihat Cinta tersenyum, lalu menyapa Cinta.
"Cinta, kamu datang? Ayo masuk ke dalam!" ucap pria paruh baya itu
Cinta langsung masuk ke dalam rumah pria paruh baya itu lalu menghempaskan Bo*ongnya di soda yang empuk itu.
"Hiks..." tangis Cinta pecah sesaat ia duduk.
"Hei, kenapa kau menangis? Coba cerita sayang! Ada apa?" ucap Pria itu
"Pria yang aku cintai bertunangan dengan wanita lain, hiks... " ucap Cinta masih dengan tangisnya
"Maksud kamu Alvin?" tanya Pria itu,yang di angguki oleh Cinta.
"Cup-cup-cup jangan nangis lagi ya, nanti cantiknya ilang" ucapnya lagi
"Om.. Tolong hibur Cinta ya!" ucap Cinta menatap pria itu.
"Dengan senang hati sayang" ucap Pria itu, kemudian mencium bibir Cinta, yang di sambut dengan sangat ganas oleh Cinta.
"Kau sungguh ganas sayang, di saat seperti ini" ucap Pria itu dengan senyumnya.
"Ahh.. Om.. " De*ah Cinta saat pria itu menye*tuh setiap inci tubuhnya, bahkan kini tangan pria itu membawanya ke dalam sebuah kamar.
Pria itu kemudian melu*uti seluruh pakaian yang ia kenakan, hingga polos tak bersisa sehelai benang.
Begitu pula Cinta yang sudah polos dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dengan pose yang menantang.
Kemudian mereka melakukan ritual penyatuan dua insan, dengan suara-suara de*ahan demi de*sahan memenuhi ruang di malam yang sunyi itu. Yang justru menambah jelas suara er*tis yang saling bersahutan.
...^^^_____^^^...
__ADS_1