
Alyssa bangun dari tidurnya, dia merasakan sedikit nyeri di bagian bawahnya. Setelah kejadian di Giant hotel, Alvin menjadi semakin berani.
Sejak pulang dari meeting klien, Alvin menekan Alyssa di tempat tidur sampai dini hari.
Baru saja tidur 3 jam yang lalu, Alyssa terbangun saat waktu sudah menunjukkan jam 6 pagi.
Dia menoleh ke samping, di lihatnya Alvin masih tidur dengan nyenyak, Alyssa pelan-pelan menyingkirkan tangan Alvin dari perutnya.
Alyssa kemudian beranjak ke kamar mandi untuk berendam di air hangat.
"Masuk" ucap Alyssa pada sistem
[ Selamat Host, anda mendapatkan uang sebesar 100 Juta ]
[ Bank Central Asia, Nomer Rekening 123*** pada pukul 06.00 WIB menerima uang Rp.100.000.000 ]
Alyssa menghela nafasnya, sistemnya Akhir-akhir ini hanya memberinya uang tunai dan jarang memberinya misi.
Setelah menyelesaikan ritual berendamnya, Alyssa kemudian memakai bathrobe dan menuju walk in closet.
Alyssa pergi ke dapur dan membuat Kopi dan teh manis. Para Koki menawarkan untuk membuatnya, namun di tolak Alyssa.
Dia membawa minuman itu ke kamarnya, dan meletakannya di atas meja kamar. Dia melihat Alvin, sudah tidak ada di kasur.
Terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, tak lama Alvin keluar dengan handuk melingkar di pinggangnya.
"Astaga" Batin Alyssa
Roti sobek menjadi pemandangannya sehari-hari, semenjak Alvin tinggal bersama dengannya
"Kau mau lagi, sayang" goda Alvin, menyadarkan Alyssa yang tengah memandang perutnya itu, menjadi salah tingkah.
"Ah, ti-tidak terima kasih" ucap Alyssa
Alvin terkekeh, kemudian bergegas memakai bajunya. Lalu menghampiri Alyssa, Alyssa memakaikan dasi kerja Alvin.
"Ini, aku buatkan kopi untukmu" ucap Alyssa
"Kamu yang buat? Wow, aku berasa memiliki istri sekarang. Secangkir kopi dan di pasangkan dasi tiap pagi, dan bercinta saat malam hari" ucap Alvin menggoda
"Alvin" ucap Alyssa memerah malu mendengar itu.
"Hahaha" Alvin tertawa
Alyssa mengabaikannya lalu menyeruput teh nya yang sudah tinggal sedikit itu.
¤
Kota M
Kenan setiap hari mengantar dan menjemput Hanin bekerja. Dia sangat gigih mengejar cinta Hanin.
Bahkan Raffi merasa kesal, melihat Kenan sangat menempel pada Hanin. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Bagi Raffi, Kenan adalah saingan terberat untuk mengejar cinta Hanin.
Sedangkan Hanin, dia semakin bingung di buatnya, dia tidak bisa memilih di antara keduanya.
Dia masih takut, untuk memulai kembali suatu hubungan.
"Bu Hanin, apa itu pacar ibu?" tanya Nisa Guru SMP sama seperti dirinya
"Ah, itu teman saya, Bu" Jawab Hanin tersenyum
__ADS_1
"Saya kira itu pacar Bu Hanin. Ganteng banget ya Bu, kalau ibu nggak mau. Bisa dong kenalin ke saya" ucap Nisa tersenyum
Senyum Hanin perlahan menghilang mendengar itu, entah mengapa, ada perasaan tidak rela saat Nisa mengatakan itu.
Nisa adalah guru yang masih muda, umurnya sekitar 26 tahun dan masih single. Dia mengajar bahasa Inggris, dan sudah satu tahun mengajar di SMP ini.
"Ah, saya tidak bisa janji Bu Nisa" ucap Hanin
"Tidak apa-apa Bu, saya hanya bercanda. Tapi jika dia mau, saya juga tidak akan menolak pria setampan itu" ucap Bisa malu-malu
Hanin hanya tersenyum canggung.
Hanin kemudian mengajar dan pulang saat jam 3 sore, Kenan sudah menunggunya di depan gerbang sekolah.
Hanin, bergegas masuk ke dalam Mobilnya. Kenan menyambut Hanin, dengan senyuman dan lesung pipinya yang sangat manis, membuat Hanin tertegun sejenak.
"Langsung pulang, atau mau makan dulu?" ucap Kenan
"Sepertinya aku ingin makan pancong lumer, di pertigaan dekat Apartement" ucap Hanin
"Baiklah, ayo kita ke sana!" ucap Kenan
Kenan mengemudikan Mobilnya dengan santai, hanya butuh 7 menit, untuk sampai di pertigaan dekat Apartement.
Disana berjejer aneka pedagang kaki lima. Dari penjual Bakso sampai martabak bangka juga ada.
Hanin menghampiri gerobak penjual pancong lumer, dia memesan dua porsi setengah matang, satu dengan topping keju dan satu dengan topping Choco Malt.
Setelah pesanannya jadi, mereka duduk di bangku taman dekat Apartement dan menikmati pancong lumer berdua.
"Ini enak, apa namanya tadi?" ucap Kenan
"Pancong lumer, aku sangat suka makanan manis. Dan makanan di area ini sangatlah ekonomis, dari pada beli di restoran, mahal" ucap Hanin
"Aku juga suka yang manis" ucap Kenan seraya memandang Hanin intens
¤
Enzy dan Azka cukup sibuk mengurus AL Group, meskipun perusahaannya terhitung baru, namun aset milik Alyssa itu tak main-main.
dan itu membuat perusahaan menjadi lebih cepat berkembang. Karena baik kemampuan pengelolaan Enzy ataupun Azka, sangatlah baik.
Sedangkan Alyssa, hari ini dia sedang menikmati hari santainya.
Ring! Ring! Ring!
"Halo, siapa ini?" tanya Alyssa
"Halo nona Alyssa, saya Fransiska. Designer yang saat itu di beri nasihat anda mengenai design Baju yang di letakan di atas meja kerja, masih ingat dengan saya?" tanya Fransiska
"Oh, saya ingat nona Fransiska. Ada apa? Ada yang bisa saya bantu?" ucap Alyssa
"Iya nona, saya ingin meminta bantuan anda untuk melihat design saya, untuk acara fashion show 2 minggu lagi" ucap Fransiska
"Baiklah, tapi saat ini saya sedang tidak ada di kota M" ucap Alyssa
"Kapan kiranya anda bisa datang?" tanya Fransiska
"Besok saya akan ke kota M" ucap Alyssa
"Baiklah nona, terimakasih. Saya tunggu kedatangan anda" ucap Fransiska
Alyssa menutup telepon dan bergegas ke dapur, dia ingin memasak makan siang untuk Alvin, dan memberinya kejutan.
__ADS_1
Koki pribadi kaget, saat melihat nonanya sedang memasak.
Namun mereka tetap diam, karena Alyssa tidak ingin di ganggu.
Alyssa memasukan makanan ke dalam rantang tupperware. Dia merasa puas dengan masakannya.
Dia bergegas mandi dan bersiap, lalu berangkat ke kantor Alvin.
Di kantor, dia di sambut dengan baik oleh karyawan. Karena mereka sudah tahu identitas Alyssa sebagai calon istri Bosnya.
"Itu Bu Alyssa kan? Cantik banget. Sangat cocok dengan Pak Alvin yang ganteng"
"Kalian tahu enggak, kalau Bu Alyssa itu model yang sedang naik daun"
"Benar, aku juga sudah lihat iklannya. Sungguh menakjubkan, dia seperti seorang peri"
"Tadinya aku ingin minta tanda tangannya, tapi aku takut beliau tidak mau"
"Coba saja, aku dengar-dengar, bu Alyssa sangat baik orangnya"
"Kalau begitu aku mau minta tanda tangan dan photo bareng, saat dia turun"
Alyssa tidak mendengar percakapan karyawan, dia langsung masuk ke dalam lift pribadi CEO.
Alyssa berjalan menuju kantor CEO, dia melihat wajah baru duduk di bangku sekretaris. Dia seorang lelaki muda berusia 24 tahun.
"Sepertinya Alvin, tidak membiarkan wanita berada di sampingnya, itu bagus" ucap Alyssa dalam hati merasa senang
"Permisi, apa Alvin ada di dalam?" ucap Alyssa sopan.
"A-ada" ucap sekretaris gagap
"Astaga, aku melihat bidadari, sedang berdiri di depanku" ucap sekretaris itu dalam hati, terpesona.
Dari name tag, di ketahui pria itu bernama Nino.
"Ada yang bisa saya bantu nona?" ucap Nino
"Saya ingin bertemu Alvin" ucap Alyssa
"Ah, sebentar nona. Saya akan memberi tahu Pak Alvin" ucap Nino
"Tidak perlu, aku akan langsung masuk saja, Alvin tidak akan memarahimu" ucap Alyssa tersenyum, kemudian melangkah ke pintu.
"Tap-tapi nona" ucap Nino, dia mengikuti Alyssa untuk mencegah Alyssa masuk, karena dia baru di sini, dia takut salah mengizinkan orang sembarangan masuk.
Di tambah dengan tidak ada nya Doni, karena sedang mengurus sesuatu di bagian keuangan.
Namun Alyssa sudah membuka pintu kantor Alvin. Dengan senyum ceria menenteng Rantang makanan.
Ceklek!!!
Senyum Alyssa perlahan memudar, saat melihat seorang wanita cantik dan seksi, duduk di pangkuan Alvin.
Alvin menoleh ketika pintu yang terbuka, matanya terbuka lebar karena kaget.
"Ica, jangan salah paham, ini tidak seperti yang kau lihat" ucap Alvin langsung berdiri dan mendorong wanita itu jatuh ke lantai.
"Akh, sakit" teriak wanita itu.
Alyssa berjalan masuk dan dan meletakkan Rantang makanan itu di atas meja.
"Aku kesini hanya mengantar makan siang untukmu, kau bisa melanjutkan acara yang tertunda, maaf sudah menganggu" ucap Alyssa kemudian pergi keluar.
__ADS_1
"Ica, sayang kamu jangan salah paham" ucap Alvin ingin mengejar Alyssa, namun tangannya di tahan wanita itu.
"Lepaskan tanganmu ******!! Beraninya kau menyentuhku. Enyah kau!!" Alvin menghentakan tangan wanita itu dan mengejar Alyssa yang sudah masuk ke dalam lift.