
Viona mengerang sesaat setelah ia sadar, rasa sakit bekas ia jatuh terasa nyilu dan juga seluruh badannya terasa sakit.
ia juga merasakan jika tangannya di ikat dengan sangat kuat.
Dia mengerjapkan matanya untuk memastikan di mana saat ini ia berada. Dia melihat sekeliling, namun ia tidak bisa memastikan dengan jelas di mana ia berada.
Tempat ia di sekap bukan hanya gelap, namun sangat pengap, seperti pasokan udara di sekitarnya sangatlah tipis.
"Ya Tuhan, aku ada di mana? Hiks" ucap Viona menangis dan merasa ketakutan, di tambah dengan badannya yang terasa sakit dan sulit untuk bernafas.
Viona berusaha berteriak minta pertolongan, namun tidak ada tanggapan sama sekali. Dia juga tidak tahu sudah berapa lama dia berada di tempat itu.
Setelah hampir 3 jam setelah ia sadar, terdengar seperti pintu yang hendak di buka seseorang.
Tak selang lama, sebuah cahaya merangsek masuk, semakin lama semakin jelas, tempat seperti apa yang selama ini dia berada.
4 orang pria berbadan tinggi dan besar masuk ke ruangan di mana Viona di sekap.
"Ka-kalian ma-mau apa? Tolong le-lepaskan aku!!" ucap Viona lirih karena sudah tidak bertenaga.
Dia tidak tahu, sudah berapa lama ia belum makan, bahkan minum pun tidak.
"Kau sudah sadar ******?" ucap pria berkepala plontos itu mulai mendekati Viona.
"Hmm sayang sekali, tubuh wanita cukup menarik. Sayang jika harus mati dengan cepat" ucap Pria itu, menyentuh wajah Viona.
"Kau benar Tiger, bagaimana jika kita bermain bersamanya dulu" ucap satu orang dengan gigi sedikit tonggos, menjilat bibirnya dengan menjijikan.
"Ja-jangan... Ap-apa salahku? Ampuni a-ku, to-long jangan bunuh aku, jangan nodai aku!!" ucap Viona dengan gemetar ketakutan dan dengan sisa tenaga mencoba menghindar.
"Akhh... Ja-jangaan!!!" teriak Viona serak, saat ketiga orang itu merobek paksa pakaiannya dan mulai menjamah setiap inci tubuhnya dan menidurinya dengan sangat kasar, secara bergiliran.
..._____...
Alyssa, Alvin dan Doni. Saat ini sedang dalam perjalanan pulang ke ibukota menggunakan pesawat khusus milik Alyssa.
Doni yang merasa dirinya seperti obat nyamuk, melihat kemesraan dua sejoli yang sedang di mabuk asmara menggelora itu.
Ia hanya mencoba menghindar dengan duduk sedikit lebih menjauh dan memilih untuk tidur.
__ADS_1
Setelah sampai di Ibukota, Pada pukul 4 dini hari, mereka tidak keluar secara bersamaan.
Alvin keluar terlebih dahulu dengan Doni. Sedangkan Alyssa bersantai di ruangan khusus di Airport, selama 1 jam lebih.
Alyssa menunggu waktu sedikit terang, baru ia pulang ke Mansionnya menggunakan Taksi khusus bandara.
Setelah sampai di kediamannya, Alyssa langsung di sambut orang di mansion. Dan bergabung untuk sarapan bersama setelah membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Alyssa memberi kabar pada Hotman, pengacara yang menangani kasus perceraian ibunya dan pengalihan kekuasaan perusahaan Bagaskara Corp.
Untuk datang ke restoran dekat kantornya siang ini, Alyssa juga sudah memberi tahu Ameera, untuk datang juga ke sana nanti siang bersama dengannya.
setelah sarapan, Alyssa memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelumnya melakukan aktivitas lainnya.
...¤...
Saat jam di dinding menunjukkan pukul 11 siang, Alyssa sudah rapih dengan pakaian kantornya.
Ia menemui Ameera dan Rara yang sudah di ruang keluarga, menunggu ia keluar dari kamar.
"Mamah Udah siap?" tanya Alyssa
"Mamah cantik sekali" ucap Alyssa tersenyum dengan manis dan menggandeng lengan mamahnya dengan manja.
"Anak mamah jauh lebih cantik" ucap Ameera mencubit pelan hidung mancung, putri kesayangannya
"Yuk berangkat sekarang, Al udah reservasi tempat. Rara, kamu bawa si jalu" ucap Alyssa menunjuk ke mobil Rolls-Royce Phantom miliknya.
"Baik nona" ucap Rara kemudian mengambil kunci si jalu dan menjalankan mobil milik nonanya itu dengan kecepatan normal.
Setelah 10 menit Alyssa dan mamahnya sampai di restoran dekat Indo Building yang hanya berjarak sekitar 200an meter itu.
"Selamat siang, selamat datang di Abian Resto, Kak. Apa kakak sudah melakukan reservasi sebelumnya?" ucap resepsionis, saat melihat Alyssa, Ameera dan Rara masuk.
Orang yang melihat Ameera pasti mengira jika Ameera adalah kakak Alyssa karena terlihat sangat Muda.
Bahkan penampilan dan cara berpakaian Ameera juga mengikuti gaya berpakaian anak muda jaman sekarang yang fashionable.
"Sudah, atas nama Alyssa" ucap Alyssa
__ADS_1
"Oh baik, Tunggu sebentar saya cek dulu" ucap resepsionis itu sopan
"Silahkan Kak, kakak akan di antar oleh mbak ini" ucap resepsionis menunjuk pada salah satu pelayan restoran itu.
"Terimakasih" ucap Alyssa
"Kembali kasih" ucap resepsionis itu.
Mereka bertiga kemudian mengikuti pelayan yang akan mengantar mereka ke ruangan yang sudah Alyssa pesan itu.
Dekorasi di restoran ini cukup menarik, dan sangat nyaman untuk duduk dan berkumpul bersama dengan keluarga.
Begitu ia sampai di ruangan tersebut, Alyssa dan Ameera terkejut saat Hotman sudah berada di dalam ruangan tersebut bersama dengan Yoga.
"Om Yoga? Kok Om ada di sini?" tanya Alyssa
"Ya, kenapa kakak ada di sini?" tanya Ameera sama terkejutnya.
"Om kebetulan sedang bersama Hotman saat kamu telepon Al. Jadi sekalian om kemari untuk menemui kalian berdua. Ayo duduk dulu, lalu pesan makanan yang kalian mau!" ucap Yoga tersenyum
"Ira, kakak sudah dengar dari Hotman. Kakak juga sudah memberikannya berkas pendukung terkait pernyataan, jika perusahaan dan rumah itu memang bukan merupakan harta milik bersama dan itu merupakan pemberian dari ibu dan ayah sebelum kamu menikah. Bukti transfer dan pembelian rumah juga sudah ada, itu sudah cukup kuat untuk mengambil alih semuanya dan membuat Raiden tidak memiliki apapun kecuali gaji terakhirnya sebagai CEO" ucap Yoga
"Itu benar Nyonya Ameera, Saya sudah mengurus untuk permohonan pembekuan dana di bank. Namun harus menyertakan dokumen kepemilikan perusahaan, dan juga bukti transfer dari rekening perusahaan. Guna mengetahui berapa banyak uang yang keluar dari yang seharusnya Raiden dapatkan selama ini" Lanjut Hotman
"Apa kau sudah mendapatkan dokumennya Al?" tanya Ameera pada putrinya itu
"Tentu saja mah. Pak Hotman, ini silahkan anda periksa dokumennya! Semua Dokumen mengenai kepemilikan perusahaan, rumah dan juga dokumen mengenai pernikahan dan juga bukti transfer dan transaksi yang terkait, semuanya sudah ada di sini" ucap Alyssa menyodorkan map tebal pada Hotman yang ia ambil dari dalam tasnya.
"Kau mendapatkan bukti transfer dan transaksi juga?" ucap Yoga terkejut melihat seberapa efektif dan teliti keponakannya ini dalam bekerja, bahkan hal yang belum diminta pun sudah dia kerjakan.
"Tentu saja, ah dan satu lagi. Ini bukti lainnya yang mengarah pada perselingkuhan Raiden dalam kurun waktu 2 tahun sebelum dan setelah ibu saya menghilang 18 tahun lalu" ucap Alyssa
"Kamu dapat bukti itu dari mana?" tanya Ameera terkejut
"Aku mendapatkannya setelah mencari di setiap detail mamah dan om Yoga ceritakan tentang perselingkuhan orang itu. Dan aku beruntung, aku menemukan bukti yang sangat kuat, yang bisa mendukung semua yang mamah inginkan. Aku akan mewujudkan apapun yang mamah inginkan dalam hidup ini. Dan membalas 100x lipat pada semua orang yang sudah menyakitimu mah" ucap Alyssa tersenyum ke arah Ameera
"Sayang, terimakasih" ucap Ameera memeluk erat Alyssa dengan sayang.
"Baik, semua berkas sudah ada. Saya akan mengurusnya hari ini juga. Dan untuk surat gugatan dari pengadilan akan di kirim besok ke kediaman tuan Raiden sebagai tergugat. Nyonya Silahkan baca terlebih dahulu, lalu tanda tangan di sebelah sini" ucap Hotman
__ADS_1
Ameera tanpa ragu menorehkan tanda tangannya di surat gugatan cerai itu.