Sistem Dewi

Sistem Dewi
Perpisahan


__ADS_3

Setelah selesai makan malam dan juga menikmati bermanja-manjaan di ruang keluarga. Alyssa dan Alvin segera masuk ke dalam kamar.


Ya tentu saja untuk melakukan ritual jenguk menjenguk, saling bersilahturahmi di dalam perut antar junior ayah dan calon anak kembarnya.


Alvin memperlakukannya dengan selembut mungkin, ia takut menyakiti istri dan calon anak-anaknya.


Setelah melakukan itu, keduanya kelelahan hingga tertidur lelap.


...


Namun di jam 00.00 Alysaa terbangun karena ada suara yang mengusik tidurnya. Bahkan membuatnya menangis tengah malam.


DING!!!


DING!!!


DING!!!


Begitu seterusnya sampai Alyssa bangun.


[ Selamat ulang tahun Host yang ke 20 tahun!!! Semoga bahagia selalu. Sistem menghadiahkan menggandakan kekayaan Host 100x lipat ]


[ Pengumuman penting untuk host. Hari ini selesai sudah tugas Sistem Dewi menemani host untuk mencapai kekayaan dan kehidupan yang bahagia ]


Mendengar itu, Alyssa langsung terduduk saking ia terkejutnya.


"S-sistem apa maksudnya ini?" tanya Alyssa.


[ Menjawab Host, hari ini tepatnya saat host berumur 20 tahun. Sistem pamit, akan pergi dari kehidupan host selamanya. Sistem Dewi secara acak akan memilih setiap 100 tahun sekali pada orang-orang yang di takdirkan, dan akan pergi saat usia host mencapai usia 20 tahun ]


[ Namun host jangan khawatir, untuk harta kekayaan, properti, keterampilan dan semua hal yang di berikan sistem untuk Host, akan tetap menjadi milik Host dan bisa di jadikan warisan untuk anak dan cucu keturunan Host. Kecuali Dark knight yang terikat hanya untuk Host, ia akan menghilang dengan sendirinya saat Host meninggal dunia ]


"Hiks, kenapa kau tidak mengatakan hal ini sebelumnya?" ucap Alyssa menangis.


Baginya sistem adalah segalanya, tidak masalah jika sistem tidak bisa memberikan kekayaan dan yang lainnya. Asalkan sistem tetap ada bersama dengannya.


Sistem sudah menemaninya sejak ia tidak memiliki apa-apa.


Namun tugas sistem Dewi hanya berlaku sampai pemiliknya mencapai usia 20 tahun. Setelahnya ia akan menghilang dan akan muncul lagi 100 tahun kemudian dengan memilih orang secara acak yang memiliki takdir istimewa.

__ADS_1


[ Maaf Host, itu sudah peraturan untuk tidak memberi tahu pada setiap host. Dan hanya di perbolehkan memberi tahu hal itu, saat sistem akan berpamitan untuk pergi ]


"Tapi aku sudah menganggap kamu saudaraku sendiri. Terlepas kamu tidak memiliki wujud atau bentuk, kau tetap saudaraku, kau yang menemaniku dari aku tidak mempunyai apa-apa" ucap Alyssa menangis.


[ Terimakasih Host sudah memperlakukan sistem dengan baik. Sistem juga senang bisa bekerja sama dengan baik dengan Host. Sistem berharap Host hidup bahagia dan panjang umur. Selamat tinggal Host, sistem akan menghilang ]


[ Hitung mundur, 10...9...8...7...6...5...4...3...2...1.. TING!!!! ]


"Tidaaakkk!!! Jangan pergi!!!" teriak Alyssa sembari menangis.


Alvin yang tengah tertidur terbangun dan terkejut saat mendengar teriakan istrinya itu.


"Sayang, ada apa???" tanya Alvin panik melihat istrinya berteriak juga menangis histeris


"Sayang, lupakan. Itu hanya mimpi buruk, bunga tidur. Tidak ada yang pergi darimu" ucap Alvin. Ia menarik istrinya dalam pelukannya dan mencoba menenangkannya.


Alvin tidak tahu apa yang terjadi, tapi mengira jika istrinya itu mengalami mimpi buruk.


"Jangan pergi hiks...hiks..." tangis Alyssa masih terdengar.


Namun di detik berikutnya Alyssa tidak lagi bersuara, ia pingsan tidak sadarkan diri. Hal itu membuat Alvin semakin panik.


Ia langsung mengambil jaket untuk istrinya dan juga memencet tombol kecil di dekat kamarnya. Lalu ia menggendong tubuh istrinya keluar kamar, setelah memakaikan jaket itu..


Mina yang terkejut mendengar bunyi alarm dari kamar majikannya terkejut. Ia takut terjadi apa-apa dengan majikannya itu.


Ia bergegas lari keluar kamar dan mendapati majikan laki-laki nya tengah menggendong istrinya.


"Apa yang terjadi tuan? Nyonya kenapa?" tanya Mina yang sama paniknya.


"Istriku pingsan, kamu panggil Jodi suruh ia keluarkan mobil dari bagasi, sekarang!" ucap Alvin


"Baik!" ucap Mina yang langsung berlari keluar.


Setelahnya Alvin membawa Alyssa bersama dengan Jodi yang menjadi supir ke rumah sakit. Sedangkan Mina ia masih di rumah dan mengambil pakaian ganti untuk Alyssa dan Alvin. Persiapan takut-takut jika nyonyanya itu harus di rawat di rumah sakit. Mina kemudian segera menyusul ke sana.


...


Dokter terkejut saat mendengar Bos besarnya tidak sadarkan diri. Jadi semua dokter perempuan yang berjaga sudah stand by dan mereka sudah menyiapkan ruang VVIP untuknya. Jadi, begitu datang Alyssa langsung di tangani.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri dan calon anak saya Dok?" tanya Alvin pada dokter.


"Nyonya Alyssa dan bayinya saat ini masih dalam keadaan baik-baik saja, mungkin sebentar lagi akan sadar. Hanya saja jiwa Nyonya sedikit terguncang, mungkin ia baru saja mendapatkan berita buruk" ucap Dokter


"Namun, Tuan harus memastikan emosi Nyonya Alyssa agar tidak meledak lagi. Karena itu akan berpengaruh pada nyonya dan bayinya juga. Apalagi kandungan nyonya sudah besar, takutnya itu menimbulkan kontraksi secara paksa. Jadi, pastikan Mood nyonya selalu baik, buat bahagia atau jangan biarkan ia tertekan dan memiliki banyak pikiran" ucap Dokter.


"Baik, dokter, terimakasih" ucap Alvin.


Ia kemudian duduk, menggenggam tangan sang istri dan mengecup tangan sang istri. Ia sedikit trauma jika istrinya masuk ke rumah sakit, ia begitu takut kehilangan orang paling ia cintai itu.


Tak lama Mina datang membawa tas berisi pakaian tuan dan nyonyanya.


"Tuan, maaf. Pakaian ganti tuan ada di tas, mungkin tuan mau ganti baju dulu? Biar nanti saya yang menjaga Nyonya" ucap Mina sopan.


Alvin baru sadar jika dirinya hanya menggunakan piyama, ia tidak sempat ganti baju karena sangat panik terjadi apa-apa pada istrinya.


Ia kemudian mengambil pakaian yang di bawakan Mina kemudian berjalan menuju ke kamar mandi.


Setelah berganti pakaian, Alvin menghampiri ranjang istrinya. Ia melihat Mina sedang merapihkan pakaian istrinya di lemari.


"Tuan, tadi ponsel anda berbunyi dua kali" ucap Mina memberitahu majikannya.


Jangankan mengangkat, melirik untuk tahu siapa yang menelepon saja ia tidak berani. Ia tahu batasannya sebagai bawahan. Jadi tidak sopan baginya melihat atau mencari tahu privasi orang lain.


Alvin langsung mengambil ponselnya dan melihat dua panggilan tidak terjawab dari Noah.


Segera Alvin menelpon balik, ia tidak berpikir jika mertuanya itu tahu bahwa Alyssa ada di rumah sakit. Tapi ia takut terjadi apa-apa pada mertuanya itu, terlebih saat ini jam satu pagi.


"Hallo, Alvin" ucap Noah.


"Hallo Dad. Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" ucap Alvin


"Ya, Ibu mertuamu sedang di rumah sakit sekarang, ia akan segera melahirkan. Daddy hanya memberi tahunya saja" ucap Noah


"Semoga mamah Ira dan bayinya selamat dan sehat. Tapi maaf Dad, Alvin dan Alyssa tidak bisa ke sana sekarang. Karena Alyssa sedang hamil besar dan tidak bisa melakukan perjalanan jauh" ucap Alvin, ia tidak memberi tahu jika Alyssa saat ini berada di rumah sakit.


"Iya tidak apa-apa, Daddy hanya harap do'anya. sudah dulu Vin, Daddy ingin masuk ke ruangan bersalin menemani mamahmu dulu" ucap Noah


"Iya Dad" ucap Alvin menutup teleponnya

__ADS_1


...••••...


__ADS_2