
Alyssa pulang dengan Ayu yang sedari keluar kampus, beberapa kali kedapatan mencuri pandang padanya.
"Ada apa, apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Alyssa mengangkat sebelah alisnya heran.
"Ti-tidak ada apa-apa, Nona" ucap Ayu menunduk malu
"Katakanlah!" ucap Alyssa, ia tahu Ada yang ingin Ayu tanyakan padanya.
"Hmm... Anu, i-itu kenapa Nona mengatakan pada Denis kalau saya itu adalah kakak ipar anda?" Tanya Ayu penasaran dengan jantung yang berdebar-debar.
Alyssa hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari calon kakak iparnya itu.
"Karena kau adalah calon istri kakakku" ucap Alyssa ringan dan tersenyum manis.
"Ap-apa yang anda katakan Nona" ucap Ayu merona malu dan gugup.
"Tak perlu kau sembunyikan. Aku sudah tahu jika kakakku sudah menyatakan perasaannya padamu, meski pun kau belum mengiyakannya. Dan aku mendukung apapun pilihan yang terbaik untuk kalian berdua" ucap Alyssa.
"Ta-tapi, aku hanya orang kecil Nona. Apa aku pantas?" ucap Ayu ragu dengan jemarinya yang meremas ujung kemeja yang ia kenakan.
"Kak Ayu, dengarkan aku. Jangan lagi panggil aku dengan sebutan Nona, selain di kantor. Aku tidak memaksa kamu untuk menerima kakakku, itu hak kamu untuk menerima ataupun menolak cintanya. Itu tidak akan mempengaruhi kerjaanmu sebagai sekretarisku. Dan baik aku atau keluargaku, tidak pernah memandang seseorang hanya Karena status sosialnya. Asal kau tahu, bahkan sebelum aku sesukses yang kau lihat sekarang. Aku hanya gadis yang hidup sebatang kara yang di tinggal meninggal Oleh orang tua angkatnya, aku yang hanya seorang penjaga minimarket Di Kota M Saat itu. Mulai merintis karir, sampai akhirnya aku berhasil dan bisa bertemu kembali dengan keluarga kandungku" ucap Alyssa
Ayu membelalak mendengar ucapan Alyssa, Dia tidak menyangka jika sosok hebat di depannya saat ini, juga pernah mengalami kehidupan susah Dan merintis dari bawah, bahkan hidup seorang diri Dan berhasil.
"Sa-saya.. " ucap Ayu merasa kecil
"Jangan terlalu terbebani, ikuti saja kata hatimu" ucap Alyssa
"Saya mengerti" ucap Ayu kemudian
"Jangan Pakai bahasa formal. Ini bukan di kantor" ucap Alyssa, dan hanya di respons anggukan kepala dan senyuman oleh Ayu.
__ADS_1
...¤...
Setelah mengantar Ayu Ke kontrakannya, Alyssa melajukan Mobilnya kembali, naming ia mengurungkan niatnya yang hendak kembali Ke mansionnya, dan putar arah menuju jalanan yang cukup sepi.
Bukan tanpa alasan, Karena saat ini ia tahu jika ia terus di ikuti oleh mobil APV hitam di belakangnya. .
Dapat di lihat lewat mata tembus pandangnya. Jika orang yang mengikuti dirinya lebih dari 4 orang, Dan semuanya laki-laki Brendan besar. Mungkin ada sekitar 5-6 orang.
Alyssa sengaja menjalankan mobilnya menuju tempat yang sepi, dan menghindari CCTV. Sebelumnya ia sudah menelepon Enzy untuk segera datang mengurus orang yang mengikutinya itu.
"He-he, gadis cantik, ternyata kau cukup pengertian juga, mengarahkan kami ke tempat yang sepi" ucap Laki-laki yang baru saja turun dari Mobilnya itu, Kemudian Di ikuti 5 orang lainnya yang juga keluar.
"Mau apa kalian mengikutiku sedari tadi?" ucap Alyssa dengan tenang
"Wow, aku takjub melihatmu begitu tenang di Saat seperti ini, cantik" ucap salah seorang dari mereka
"Tapi sayang sekali kita tidak bisa mencicipi tubuh indahmu itu. Kalau saja boss besar tidak menginginkamu, aku sendiri yang akan dengan senang hati membahagiakanmu dan membuatmu mendesah nikmat di bawahku" ucap salah satunya dan menjilat air liurnya di bibir dengan Jijik itu.
Alyssa memindai salah Satu data dari mereka, Alyssa tersenyum karena sudah berhasil memindai data nya.
2 dari mereka kemudian mendekat ke arahnya, hendak menangkap Alyssa. Namun sayang, sebuah tendangan keras dari Alyssa mendarat di perut keduanya ketika mereka lengah.
Membuat kedua orang itu terhempas 2 meter Ke belakang lalu tak sadarkan diri.
Melihat 2 rekannya di tendang Oleh wanita di depannya, 3 rekan yang lain maju menyerang Alyssa bersama-sama.
Tapi dengan sigap Alyssa menyerang balik, di titik vital mereka dengan sangat keras. Membuat ketiganya merasakan sakit yang luar biasa dari dalam tubuhnya.
Seteguk Darah keluar dari mulut ketiganya sebelum mereka terlempar dan jatuh pingsan, sama seperti dua orang sebelumnya.
Melihat rekan lainnya tergeletak tak sadarkan diri, membuat satu orang sisanya berdiri dengan gemetar ketakutan.
__ADS_1
Ia tak menyangka jika targetnya Kali ini, begitu lihai dan ahli dalam Bela diri.
"Ampun Nona! Tolong ampuni saya! Saya hanya di suruh" ucap laki-laki itu dengan berlutut Dan gemetar di seluruh tubuhnya.
"Saya sudah tahu! Tapi sayang sekali, aku tidak akan membiarkanmu kembali dengan selamat" ucap Alyssa menyeringai, kemudian menendang Kepala orang itu menggunakan lututnya.
Alyssa menendangnya tidak menggunakan kekuatan penuhnya, karena bisa-bisa orang itu langsung mati.
Tak berapa lama, Alex Dan Enzy datang bersama beberapa orang lainnya, ke tempat Alyssa berada.
Alex terkejut melihat 6 orang tergeletak dengan darah keluar dari mulut mereka. Bisa dapat ia lihat, jika mereka tumbang hanya dengan satu pukulan.
Sedangkan Enzy hanya biasa saja, Karena ia sudah pernah melihat kejadian ini sebelumnya Di Kota M.
"Hei, jangan bengong!! Asal kamu tahu saja, Nona Alyssa tidak selemah yang orang lain pikirkan. Bahkan jika kita berdua menyerangnya secara bersamaan, kemungkinan menang kita hanya 0%" ucap Enzy yang menepuk-nepuk pundak Alex agar sadar.
Alyssa hanya tersenyum melihat Alex yang terpaku, Kemudian ia melihat Enzy yang berjalan menghampirinya.
"Nona, siapa mereka? Kenapa para cecunguk ini menyerang anda?" Tanya Alex setelah kesadarannya kembali setelah memahami ucapan Enzy.
"Mereka orang suruhan paman Enzy dan Dion. Mereka tidak menyerangku, hanya saja mereka ingin menangkapku, Karena si kadal burik itu menginginkanku untuk ia jadikan mainan di ranjangnya. Kemarin saat aku minta kita memutar jalan, saat itu pamanmu mengikuti Mobil kita. Awalnya aku pikir karena ia ingin melakukan sesuatu pada Dion, ternyata ia juga memiliki niat untuk membawaku" ucap Alyssa pada Enzy dan Alex
"Sial!!! Brengsek!!!" teriak Enzy menggenggam erat tanggannya, sampai kuku-kuku nya memutih.
"Maaf Nona, ini semuanya gara-gara saya" ucap Enzy.
Enzy tidak akan memaafkan dirinya sendiri, jika terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan pada nonanya itu.
"Ini bukan salahmu Enzy, memang si kadal burik itu yang menggali lubang nya sendiri ingin melibatkanku dalam rencana busuknya" ucap Alyssa menepuk Kepala Enzy plan.
"Alex bereskan semuanya! kirim mereka Ke markas milik Alvin! Katakan padanya jika aku yang mengirim orang-orang ini untuk mereka siksa selama 1 minggu" ucap Alyssa
__ADS_1
"Baik Nona. Kalian, bawa orang-orang ini!" ucap Alex pada anak buahnya.
Setelah itu, Mereka kembali Ke mansion King's Village.