
"Baju limited edition dari mananya?!"
Semua orang menatap sesosok wanita yang sedang mendorong kereta bayi menghampiri keempat orang yang sedang jadi pusat perhatian itu.
"Nyonya!"ucap Riky.
"Disha!"ucap Icha dan Yessie bersamaan.
"Siapa kamu? Tidak usah ikut campur urusan orang!"ucap perempuan paruh baya itu ketus.
"Saya sahabat mereka,"ucap Disha.
"Cih, pantas saja kalian bersahabat. Orang rendahan dan orang katrok memang pantas bersahabat,"ucap perempuan paruh baya itu sinis.
"Dengan memakai baju dari sutra pun anda tidak akan menjadi mulia jika anda tidak bisa menjaga mulut anda,"ucap Disha sopan tapi menusuk.
"Kau!!"geram perempuan paruh baya itu.
"Kenapa? Situ merasa?!"cibir Icha sedangkan Yessie yang tidak pandai berdebat hanya bisa diam.
"Sebaiknya kalian suruh teman kalian itu agar mengganti baju limited edition saya! Saya tidak punya waktu untuk berdebat dengan orang-orang rendahan dan tidak penting seperti kalian,"ketus wanita paruh baya itu.
"Baju limited edition dari mananya? Baju anda itu kW. Harga baju anda itu aslinya 50 juta, tapi kalau yang anda pakai itu harganya hanya berkisar 7-10 juta saja,"ucap Disha tersenyum tipis.
"Eh, jangan sembarangan kalau bicara! Penampilan kamu saja katrok seperti itu!" cibir perempuan paruh baya itu.
"Sebaiknya kalian segera mengganti baju istri saya agar masalah ini cepat selesai. Saya masih ada urusan lain yang lebih penting,"ucap pria paruh baya itu.
"Kita lihat saja rekaman cctv agar jelas siapa yang salah dan siapa yang benar. Bagi saya uang bukan masalah tapi kebenaran harus ditegakkan,"ujar Disha.
"Bilang saja kalau kalian tidak punya uang untuk mengganti baju saya,"ketus wanita paruh baya itu sombong.
"Tuan Wijaya, lima bulan yang lalu anda dan istri anda meminta bantuan saya agar menanam saham di perusahaan anda karena perusahaan anda hampir bangkrut. Lalu tiga bulan kemudian, perusahaan anda kembali stabil, namun anda malah menceraikan istri anda yang sudah menemani anda dari nol dan menikahi pelakor ini,"ucap Disha menunjuk pada wanita paruh baya itu.
"Jaga bicaramu!!"bentak wanita paruh baya itu.
"Siapa kamu? Dari mana kamu tahu?"tanya Wijaya kaget.
Disha membuka kacamatanya yang besar dan tebal kemudian juga melepas kawat giginya. Orang-orang yang mengelilingi tempat itu pun terkejut sekaligus terpesona melihat kecantikan Disha.
"Nyonya Disha!!"ucap pria paruh baya yang bernama Wijaya itu terkejut.
__ADS_1
"Ferdi, tarik semua saham saya yang ada di perusahaan Tuan Wijaya sekarang juga!"perintah Disha.
"Baik, Nyonya,"sahut Ferdi langsung meraih handphonenya dan menghubungi seseorang.
"Tidak Nyonya, jangan lakukan itu. Maafkan kami Nyonya!"ucap pria paruh baya itu memohonkan.
"Saya tidak suka melihat orang lain direndahkan, apalagi hanya karena harta dan status nya. Anda sudah menyinggung saya karena telah merendahkan sahabat saya. Dan saya tidak bisa mentolerir itu,"ucap Disha kemudian memakai kacamata dan kawat giginya lagi.
Disha kemudian pergi dari tempat itu. Wijaya berusaha mengejar Disha tapi bodyguard Disha menghalangi nya. Bahkan para bodyguard Disha tidak membiarkan seorang pun mengambil foto apalagi Vidio tentang kejadian itu.
"Nyonya, tolong maafkan saya Nyonya,"teriak Wijaya yang tidak bisa mengejar Disha karena dihalangi bodyguard Disha.
Disha berhenti kemudian menatap Wijaya."Saya tidak suka dengan pria yang tidak setia seperti anda. Anggap saja ini hukuman karena anda telah menceraikan istri anda dua bulan yang lalu demi pelakor itu,"ucap Disha menunjuk pada wanita yang sudah menghina Yessie.
"Dis, beneran kamu mau menarik saham kamu di perusahaan orang tadi?'tanya Icha penasaran.
"Iya. Aku tidak suka dengan mereka. Sombong sekali!"gerutu Disha.
"Yessie, kamu ini kalau ditindas oleh orang lain jangan diam saja dong!"gerutu Icha.
"Kamu kan tahu, aku tidak bisa berdebat seperti orang lain,"ucap Yessie memelas.
"Eh, Rik, kok kamu jadi ikut sama kami sich?!"tanya Disha yang baru menyadari kalau Riky mengikuti rombongannya.
"Iya. Memang kamu mau beli apa?'"tanya Disha.
"Saya bingung mau beliin baju buat adik cewek saya yang masih SMU, Nyonya,"sahut Riky.
"Baju yang bagaimana?"tanya Disha.
"Katanya pengen baju yang lagi trend sekarang, Nyonya,"sahut Riky.
"Minta ditemani sama Yessie saja. Yessie juga suka membelikan baju buat keponakan nya, kok!"saran Disha.
"Tapi apa Yessie mau, Nyonya,"sahut Riky lagi seraya melirik Yessie yang nampak salah tingkah.
"Pasti mau. Iya kan Yes?!"tanya Disha sambil mengedipkan sebelah matanya pada Yessie.
"I..iya,"sahut Yessie gugup.
Akhirnya mereka pun masuk ke sebuah butik dan mencari apa yang mereka suka. Yessie yang tidak pernah pacaran dan tidak pernah dekat dengan laki-laki pun agak canggung saat bersama Riky.
__ADS_1
Setelah membeli baju, mereka mencari sepatu dan juga tas. Saat Disha melihat tas yang menarik perhatiannya Disha segera menghampiri tas itu.
"Maaf saya lebih dulu memegang tas ini,"ucap seorang gadis yang memegang tas itu bersamaan dengan Disha.
"Tadi itu Disha duluan yang yang memegang tas itu,"ucap Icha.
Disha melepaskan pegangannya dari tas itu, kemudian tersenyum,"Kamu boleh mengambilnya,"ucap Disha.
"Tapi, Dis..."ucapan Icha terhenti saat Disha mengangkat tangannya memberi isyarat agar Icha diam.
"Ini hanya sebuah tas. Nanti akan keluar lagi edisi baru lagi dan aku bisa membelinya,"ucap Disha santai.
"Ish..aku tidak suka mendapatkan sesuatu atas belas kasihan orang lain. Ambil saja oleh mu,"ucap gadis itu.
"Kamu gadis yang pernah datang ke kantor kami kan?!"tanya Disha.
"Ach..iya. Dia gadis yang bertemu kita di toilet waktu itu, Dis,"timpal Icha.
"Kalau dia aku memang pernah bertemu di toilet, tapi kalau kamu....aku belum pernah melihatmu,"ucap gadis itu menunjuk pada Icha kemudian menatap Disha dan merasa tidak pernah melihat Disha.
"Sudah, lupakan saja jika kamu tidak mengingat aku,"ucap Disha kemudian pergi dari tempat itu.
Sementara tidak jauh dari tempat itu, nampak Anjani yang juga sedang berbelanja di temani oleh Sandy.
"Nona, saya ingi ke toilet sebentar, apakah Nona bisa menunggu saya di situ sebentar?"tanya Sandy seraya menunjuk tempat duduk yang tidak jauh dari mereka berdiri.
"Iya,"ucap Anjani seraya tersenyum.
Anjani berjalan menuju tempat duduk itu namun tiba-tiba Anjani di tabrak seorang anak kecil yang sedang berlari. Untung saja Sandy sigap, segera menangkap tubuh Anjani dan Anjani pun spontan memeluk lengan Sandy.
"Anda tidak apa-apa?Maafkan anak saya ,ya Bu!"ucap ibu dari anak kecil tadi, yang nampak tidak enak hati.
"Tidak apa-apa,"ucap Sandy.
Sandy kemudian membantu Anjani untuk duduk dengan memegang tangan Anjani agar tidak terjatuh. Dan adegan saat Sandy membantu Anjani duduk itu terlihat sangat mesra.Kemudian Sandy meninggalkan Anjani duduk di tempat itu dan bergegas pergi ke toilet.
"Jadi kamu berselingkuh dengan pria itu? Dan karena itu kamu ingin berpisah dengan ku?"
...🌟"Jangan pertahankan sesuatu yang membuat hati mu terluka! Dan jangan bertahan jika menyakitkan! Lebih baik kau lepaskan."🌟...
..."Nana 17 Oktober "...
__ADS_1
To be continued