
Setelah kepergian Alva, Hery segera mengklarifikasi tentang foto editan yang dia posting di media sosialnya. Hery juga menghapus semua foto Disha yang ada di media sosialnya.
Banyak netizen yang mengecam perbuatan Hery yang mengedit foto Disha menjadi berciuman dengan Hery. Kenyataannya foto itu adalah foto Disha saat berciuman dengan Alva di pesta anak seorang gubernur yang digelar semalam.
Mengetahui hal itu, Darmawan pun marah besar kepada Hery. Karena perbuatan Hery itu telah berpengaruh terhadap perusahaan mereka. Dengan kejadian itu akhirnya Darmawan bertekad untuk menikahkan Hery secepatnya.
Di perusahaan HD Group.
"Apa kamu belum cukup membuat papa malu dengan kelakuan kamu kemarin di pesta pernikahan anak gubernur itu? Di sana kamu terang-terangan mengatakan mencintai istri orang, bahkan wanita itu menolak kamu mentah-mentah,"
"Apa urat malumu itu sudah putus sehingga terang-terangan menjadi perebut istri orang di depan umum? Semalam kamu bahkan memosting foto editan yang menjijikkan dan sore tadi kamu mengklarifikasi kebodohanmu itu,"
"Papa benar-benar tidak habis pikir dengan cara berpikir mu. Percuma kamu papa sekolah kan dan papa kuliah kan di tempat yang baik tapi kelakuan kamu sama sekali tidak mencerminkan kepribadian seseorang yang berilmu,"
"Apa kamu ingin menjadi orang terkenal dengan cara instan, sehingga kamu berbuat hal yang menarik perhatian publik dengan cara seperti ini?!"
"Tindakan kamu itu benar-benar mencerminkan kelakuan orang yang tidak berilmu dan tidak berakhlak. Apa kamu mau papa terkena penyakit jantung karena semua ulah mu itu?!"cecar Darmawan meluapkan kekesalannya pada Hery.
"Aku hanya ingin bersama orang yang aku cintai, pa,"sahut Hery.
"Orang yang kamu cintai tapi tidak mencintaimu? Buat apa? Apa kamu tidak melihat jika mereka itu saling mencintai?"bentak Darmawan.
"Tapi aku tidak bisa melupakan dia ,pa,"jawab Hery frustasi.
"Kamu tidak akan pernah bahagia walaupun kamu bisa mendapatkan dia dan menjadikan dia istri mu. Karena dia tidak mencintaimu, dia mencintai orang lain. Apa kamu tidak mengerti itu?"ujar Darmawan.
"Tapi aku sangat mencintai nya pa, dan aku hanya ingin bersamanya,"ucap Hery keukeh.
"Jika kamu benar-benar mencintai dia, maka relakan, ikhlas kan dia hidup dan bahagia dengan orang yang dia cintai dan mencintai nya! Sadarlah, cinta sejati itu tidak harus memiliki,"nasehat Darmawan.
"Berkata-kata itu mudah pa, menjalani nya itu susah,"sahut Hery.
"Jika kamu memang tulus mencintai dia ,maka kamu akan mengutamakan kebahagiaan nya walaupun kamu sendiri terluka. Papa tidak mau tahu, malam ini papa sudah berjanji untuk mempertemukan kamu dengan anak rekan bisnis papa,"
"Nanti jam tujuh malam kamu papa tunggu di restoran xx.Jika kamu tidak datang, papa akan memblokir semua kartu ATM dan kartu kredit mu. Bahkan papa juga akan mengambil semua fasilitas yang telah papa berikan padamu. Jadi pastikan kamu datang ke restoran itu tepat waktu,"ucap Darmawan kemudian meninggalkan ruangan Hery.
'Argghh...!!!"pekik Hery frustasi.
__ADS_1
"Pranngg!!"Hery melempar cangkir kopi yang ada diatas mejanya ke lantai hingga pecah berkeping-keping untuk meluapkan emosinya.
"Aku mencintaimu, Yu. Tapi kenapa kamu lebih memilih dia dari pada aku,"ucap Hery seraya menangis, melipat kedua tangannya di atas meja kemudian menyembunyikan wajahnya di antara lengannya.
"Tuan, berhentilah mencintai istri orang. Martabat dan harga diri anda sudah jatuh karena mencintai dan mengejar-ngejar istri orang.Tuan adalah pria tampan bertubuh proposional dan pewaris HD Group,"
"Banyak wanita cantik diluar sana yang menginginkan anda menjadi pendamping hidup anda. Mengapa anda malah mengejar-ngejar wanita yang tidak mencintai anda dan bahkan sudah punya anak dan suami?!"ujar asisten Hery yang tiba-tiba sudah masuk ke ruangan Hery.
Hery mengangkat wajahnya kemudian menatap pria kurus di depannya,"Kamu sebenarnya sedang menghibur ku atau menghinaku?!"bentak Hery.
"Maaf Tuan, saya hanya memberikan motivasi kepada anda agar anda bisa move on,"sahut pria kurus yang tidak lain adalah asisten Hery.
"Kenapa Ayu lebih memilih orang yang baru dia kenal dari pada aku?!"tanya Hery pada asistennya dengan lesu.
"Anda ingin jawaban yang jujur atau yang menghibur?"tanya asisten Hery.
"Jika jawaban yang menghibur apa?"tanya Hery.
"Jawabannya adalah karena Nona Ayu tidak ditakdirkan untuk anda, karena itu anda tidak berjodoh dengan Nona Ayu dan saya yakin Tuhan akan memberikan jodoh yang lebih cocok dan lebih baik untuk anda,"jawab asisten Hery.
Asisten Hery menghela nafas panjang kemudian berkata,"Itu karena Tuan kalah dari Tuan Rendra,"
"Kalah? Kalah apa maksudmu?"tanya Hery.
"Anda kalah segalanya dari Tuan Rendra. Kalah cepat meminang Nona Ayu, kalah tampan, kalah bentuk tubuh, kalah pintar, kalah dalam kekayaan, kalah dalam ilmu beladiri bahkan kalah dalam cinta,"jawab asisten Hery dengan lancar.
Hery menghela nafas panjang saat mendengar jawaban asistennya yang semuanya memang benar,"Apa tidak ada satu pun kelebihan ku dari pria itu?"tanya Hery dengan lesu.
"Ada,"sahut asisten Hery dengan cepat.
"Apa?"tanya Hery.
"Anda lebih ramah dan murah senyum, karena saya mendengar dan melihat sendiri kalau Tuan Rendra itu jarang sekali tersenyum kepada orang lain dan sikapnya selalu datar dan dingin pada orang lain. Saya melihat Tuan Rendra hanya tersenyum manis kepada Nona Ayu saja,"jelas asisten Hery.
"Apa aku harus bersikap dingin dan datar agar Ayu menyukai ku?"tanya Hery.
"Wajah anda tidak cocok jika anda bersikap dingin dan datar,"jawab asisten Hery jujur membuat Hery menghela nafas kasar.
__ADS_1
***
Di apartemen Disha.
"Anak mama sayang, lucu banget sich!?"ucap Disha yang sedang menggendong Kaivan, kemudian menciumi wajah putranya.
"Anak papa,"ucap Alva yang baru keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya langsung menghampiri Disha yang sedang menggendong Kaivan kemudian mencium Kaivan.
'Sayang, pakai dulu bajumu! Itu, aku sudah menyiapkannya untuk mu,"ucap Disha sambil menunjukkan baju Alva yang dia letakkan di atas ranjang dengan dagunya.
"Kenapa? Kamu takut tergoda jika melihat tubuhku yang seksi ini,"tanya Alva yang sekarang malah memeluk Disha yang sedang menggendong Kaivan dari belakang kemudian mencium pipi Disha.
"Iya, aku tergoda, karena itu pakailah bajumu!"ucap Disha jujur.
"Sayang aku sangat lapar, dan ada makanan yang sangat lezat di depan mataku tapi aku tidak bisa memakannya,"ucap Alva kemudian menggosok-gosokkan hidungnya di leher Disha.
"Sayang, lepaskan pelukan mu, aku ingin duduk. Lihatlah, Kaivan sepertinya sudah haus,"ucap Disha.
Alva kemudian melihat ke arah Kaivan yang nampak sedang membuka mulutnya dan mencari sumber kehidupan nya. Akhirnya Alva pun melepaskan pelukannya setelah mengecup pipi Disha.
"Sayang, aku akan ke ruang kerjaku dulu,"pamit Alva kepada Disha setelah memakai bajunya.
'Iya,"sahut Disha
Alva kemudian mencium bibir Disha dan mencium pipi Kaivan yang sedang asyik menyusu kemudian meninggalkan kamar itu menuju ruangan kerjanya.
Beberapa saat setelah Alva keluar dari ruangan itu, handphone Disha berbunyi dan Disha segera menerima panggilan telepon itu setelah mengetahui siapa yang menghubunginya.
"Halo, Yes?!"sahut Disha setelah menggeser ikon berwarna hijau dan menempelkan benda pipih itu di telinganya.
"Halo Di! Dis kamu sudah melihat postingan mantan kamu sore tadi belum?"tanya Yessie.
...🌟"Cinta bukan mencari yang sempurna, tetapi mencari yang bisa membuat nyaman dan bisa saling menyempurnakan. Karena kesempurnaan hanya milik Tuhan.'🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
To be continued
__ADS_1