
Setelah mengedarkan pandangannya ke penjuru arah, akhirnya Niko menemukan dimana keberadaan Alva. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Niko terus mengawasi gerak-gerik Alva. Setalah beberapa menit mengawasi Alva, Niko melihat pria itu nampak mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang, hingga Niko melihat Alva merogoh handphone nya dari dalam saku celananya dan meninggalkan tempat pesta digelar. Niko pun merasa penasaran, pasalnya Alva berjalan sambil melihat layar handphonenya, akhirnya Niko pun memutuskan untuk mengikuti Alva.
Saat Alva sudah masuk kedalam lift, Niko langsung melihat, ke lantai berapa tujuan Alva, kemudian Niko masuk ke lift di sebelahnya dan ikut menuju ke lantai yang sama seperti tujuan Alva. Niko terus mengikuti Alva secara diam-diam.
Di sisi lain, tempatnya di atas roof top.
"Kamu jangan berbuat nekad! Apa kamu ingin mendekam di balik jeruji besi sampai akhir hidupmu?"tanya Disha mencoba menyadarkan Trisha.
Posisi mereka yang berdiri di pinggir roof top membuat Disha yang baru melangkah mundur tiga langkah langsung berada di tepi roof top. Sedangkan Trisha masih setia menodongkan pisau nya di perut Disha.
"Aku tidak akan mendekam di balik jeruji besi, jika kamu mati bunuh diri,"ucap Trisha tersenyum menyeringai dan dengan cepat mendorong tubuh Disha.
"Akkkh,"pekik Disha yang tubuhnya langsung terpelanting kebawah.
"Nyonya!"pekik Ferdi yang dari tadi mengawasi Disha, berlari menghampiri Disha hingga tanpa sengaja menabrak bahu Trisha yang baru saja mendorong Disha. Ferdi pun langsung berhasil meraih tangan Disha. dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya digunakan untuk berpegang. Nampak jelas kekhawatiran yang terlihat di raut wajahnya yang tegang. Apa yang akan dia katakan pada Alva jika sampai terjadi sesuatu pada Disha? Itulah yang ada di otaknya.
"Ketua!"pekik salah seorang anak buah Ferdi, memegangi tubuh Ferdi agar tidak ikut terjatuh bersama Disha, karena jika Ferdi terjatuh, maka Disha pun akan terjatuh. Tangan anak buah Ferdi itu tidak bisa menjangkau tangan Disha, karena itu lah anak buah Ferdi memilih memegangi tubuh Ferdi agar tidak terjatuh saat berusaha menarik tubuh Disha ke atas.
"Tahan tubuh ku!"titah Ferdi pada anak buahnya. Merasa anak buahnya sudah siap menahan tubuhnya, Ferdi pun langsung menegang tangan Disha dengan kedua tangannya agar lebih leluasa untuk menarik tubuh Disha ke atas.
"Baik, ketua!"sahut anak buah Ferdi.
__ADS_1
Beberapa detik yang lalu, dari tempatnya mengawasi Disha tadi, Ferdi tidak bisa melihat jika Trisha menodongkan pisau kepada Disha. Namun saat melihat Disha berjalan mundur, Ferdi langsung berlari ke arah Disha bertepatan dengan Trisha yang mendorong tubuh Disha ke belakang hingga membuat Disha terjatuh dari roof top. Namun karena jarak Ferdi dan Disha sudah dekat Ferdi berhasil meraih tangan Disha, walaupun sebelumnya sempat menabrak Trisha, hingga Trisha terjatuh di lantai dan membuat pisau yang sedang dipegang Trisha terpental.
"Nyonya, bertahanlah! Pegang tangan saya kuat-kuat! Saya akan menyelamatkan Anda!"ucap Ferdi berusaha menarik Disha naik dengan kedua tangannya sekuat tenaga, karena anak buahnya sudah memegangi tubuhnya. Sedangkan anak buah Ferdi terus berusaha menahan tubuh Ferdi agar tidak terjatuh.
Wajah Disha nampak pucat pasi, bagaimana tidak? Sekarang dirinya sedang bergantung pada tangan Ferdi yang berada di atas roof top hotel berbintang lima yang ketinggiannya sekitar 285 meter. Dapat dipastikan, dirinya pasti hanya akan tinggal nama saat tubuhnya jatuh ke lantai paling dasar hotel itu.
"Nyonya, jangan melihat ke bawah! Lihat saja saya! Saya akan menarik Nyonya ke atas,"ucap Ferdi agar Disha tidak bertambah ketakutan karena melihat ke bawah sana.
"Sialan! Kenapa pengacau ini datang? Jangan harap bisa menggagalkan rencana ku!"gumam Trisha yang terjatuh karena ditabrak oleh Ferdi, kemudian bangkit dan langsung mendekati Ferdi yang sedang berusaha menarik Disha ke atas.
"Lepaskan dia! Lepaskan!"bentak Trisha seraya memukuli punggung Ferdi, tapi Ferdi terus saja berusaha menarik tubuh Disha keatas, walaupun Trisha memukuli punggungnya dengan membabi buta. Sedangkan anak buah Ferdi tidak bisa menghentikan Trisha karena jika dia melepaskan pegangannya pada tubuh Ferdi, kemungkinan besar Ferdi dan Disha akan jatuh ke lantai dasar hotel itu.
Merasa usahanya sia-sia, Trisha pun menghentikan aksinya, matanya berkeliling mencari pisau lipat yang tadi dipegangnya untuk mengancam Disha. Karena sinar rembulan yang begitu terang, dengan mudah Trisha menemukan pisau lipat nya. Dengan cepat Trisha menghampiri Ferdi ingin menghujam punggung Ferdi dengan pisaunya agar Ferdi melepaskan Disha dan Disha akan terjatuh dari roof top. Dapat dipastikan Disha pasti akan merenggang nyawa jika tubuhnya terjatuh dari roof top itu.
"Ferdi!"pekik Alva langsung berlari menghampiri Ferdi saat melihat Trisha yang akan menghujamkan pisaunya ke punggung Ferdi. Namun Alva menjadi lebih syok lagi saat melihat Disha yang ditarik Ferdi hampir naik ke atas.
"Disha!"pekik Alva bersamaan dengan Trisha yang menghujamkan pisaunya di punggung Ferdi.
"Akkkh!"pekik Ferdi saat Trisha berhasil menghujamkan pisaunya ke punggung Ferdi, reflek Ferdi melepaskan sebelah tangan dari tangan Disha dan refleks mendorong tubuh Trisha dengan kuat hingga Trisha terjatuh, tepat disamping Disha, dengan posisi tangan bergantung di pembatas roof top.
Disha yang hampir bisa ditarik Ferdi naik pun hampir saja terjatuh jika Alva tidak cepat meraih tangannya. Sedangkan Ferdi juga hampir ikut terjatuh jika anak buahnya tidak memegangi tubuhnya. Anak buah Ferdi sungguh bingung harus berbuat apa saat Trisa bermaksud menghujam punggung Ferdi dengan pisau. Dengan sekali sentakan, Alva menarik tubuh Disha hingga tubuh Disha menabrak tubuh Alva dan membuat Alva terjengkang ke belakang karena menarik tubuh Disha dengan seluruh kekuatan nya. Alva jatuh dengan posisi terlentang dengan Disha yang ada dalam pelukannya.
__ADS_1
"Tolong! Tolong aku! Aku tidak ingin mati! Tolong aku!"pekik Trisha yang sudah berderai air mata, wajahnya pucat pasi, jari tangannya rasanya sudah tidak mampu lagi menahan berat tubuhnya.
Sedangkan Ferdi nampak terduduk di lantai, dengan tubuh yang tiba-tiba terasa lemas karena sudah mengerahkan seluruh tenaganya untuk menolong Disha. Belum lagi karena menahan sakit karena pisau yang masih menancap di punggungnya.
"Tolong! Tolong aku! Aku tidak ingin mati!"pinta Trisha memelas menatap Ferdi dan anak buah nya.
Mendengar teriakkan Trisha, anak buah Ferdi pun tersadar jika nyawa Trisha juga sedang dalam bahaya. Anak buah Ferdi pun bangkit dari duduknya dan berusaha mengulurkan tangannya pada Trisha.
"Raih tanganku!"titah anak buah Ferdi, mencoba mengulurkan tangannya lebih dekat pada Trisha. Sedangkan Ferdi tidak bisa membantu anak buahnya, rasa sakit pada punggungnya karena hujaman pisau Trisha tadi semakin terasa.
Trisha menatap tangan anak buah Ferdi yang terulur ke arahnya dan berusaha mengumpulkan kekuatan untuk meraih tangan anak buah Ferdi.
"Tidaaakkk!"teriak Trisha saat melepas pegangan tangannya dari tempatnya bergantung untuk meraih tangan anak buah Ferdi, tapi sayangnya tangan Trisha tidak mampu meraih tangan anak buah Ferdi, tubuhnya langsung terjun bebas dari roof top ke lantai dasar hotel tersebut. Trisha jatuh dengan posisi terlentang dengan mata melotot, mulut dan kepala yang mengeluarkan darah.
Trisha berusaha melenyapkan Disha dengan cara mendorong Disha dari roof top hotel. Tapi nyatanya malah dia sendiri yang terjatuh dari roof top hotel. Rasa iri, benci dan keserakahan nya, akhirnya membuat nyawanya sendiri melayang.
...π"Jangan pernah tanamkan rasa iri dan benci di dalam hati, karena iri dan dengki akan menjadi racun yang merusak hati."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
__ADS_1
To be continued