
...🌸Bagi yang belum memiliki pasangan halal, harap menepi. Untuk malam mingguan, chapter Ini lumayan panjang. Happy weekend!🌸...
Dengan menggunakan sweater dan celana jeans, Niko mengendarai motor sportnya, pergi ke supermarket yang tidak jauh dari apartemen nya. Setelah keluar dari supermarket, Niko memutuskan untuk mencari makanan. Tapi karena tidak tahu harus membeli apa untuk makan malamnya, Niko malah muter-muter nggak jelas.
Namun saat melewati jalan yang lumayan sepi, dari jauh Niko melihat seorang gadis yang nampak dibawa paksa empat orang pemuda masuk ke dalam mobil. Niko pun memutuskan untuk mengejar mobil yang langsung melaju dengan kencang itu. Niko merasa mengenali gadis yang dibawa oleh empat orang pemuda itu.
Niko terus mengejar mobil yang melaju kencang itu, hingga mobil itu berhenti di sebuah rumah kecil. Dengan mengendap-endap, Niko mendekati sebuah rumah sederhana yang agak jauh dari rumah penduduk itu. Niko mendengar teriakkan seorang perempuan yang terdengar histeris.
Didalam rumah, nampak seorang gadis yang di kelilingi oleh empat orang pemuda,"Lepaskan aku! Aku mohon! Jangan ganggu aku! Tolong! Tolong!"pekik gadis itu histeris berdiri di pojok ruangan dengan air mata yang membasahi pipinya. Sedangkan Niko berusaha mencari jalan untuk masuk ke dalam rumah itu.
Mau mendobrak pintu? Hanya pintu rapuh yang mudah di dobrak. Jadi, dari pada mendobrak pintu yang belum tentu akan terbuka, lebih baik cari jalan lain yang tidak menyakiti tubuh sendiri.
"Kamu selama ini selalu menghindari kami, bahkan menolak jika kami ajak pacaran. Sombong sekali kamu!"ujar pemuda berambut panjang.
"Sudah cepat eksekusi saja!"ucap si pirang.
"Tolong lepaskan aku! Aku mohon!"pinta gadis itu terus menangis.
"Walaupun tanpa make up, gadis ini sudah cantik dan aku lihat tidak pernah dekat dengan siapapun, jadi pasti masih original,"ucap pemuda berambut jabrik dengan senyum menyeringai.
"Sudah, ayo cepat eksekusi! Aku sudah tidak sabar menikmati tubuh nya,"ucap pemuda bertatto ular.
"Tolong! Tolong!"teriak gadis itu, sedangkan Niko masih terus berusaha mencari jalan untuk masuk ke dalam rumah itu.
"Percuma kamu berteriak! Tidak akan ada yang mendengarnya. Ayo cepat pegang dia!"ucap pemuda bertatto.
"Jangan mendekat! Jangan!" teriak gadis itu.
Pemuda bertatto dan berambut jabrik pun langsung memegangi gadis itu, sedang kan pemuda berambut pirang langsung meminumkan minuman dari dalam botol pada gadis itu dengan paksa, namun gadis itu malah menepis botol itu hingga botol itu terlempar dan pecah. Dengan tidak sabar mereka menarik baju gadis itu hingga sobek. Sekuat apapun gadis itu meronta tapi keempat pemuda itu terus menarik pakaian gadis itu hingga tersisa pakaian dalam. yang melekat di tubuh gadis itu.
__ADS_1
Keempat pemuda itu menggerayangi tubuh gadis yang terus meronta itu, menciumnya dengan paksa dan beringas. Niko yang sudah kehabisan akal untuk masuk kedalam rumah itu pun akhirnya menemukan sebuah batu yang lumayan besar. Dengan cepat Niko mengambil batu itu dan memecahkan jendela kaca rumah itu.
Keempat pemuda itupun menghentikan aksi mereka melecehkan gadis itu,"Coba kamu periksa!"titah pemuda berambut panjang.
Pemuda berambut jabrik dan pemuda bertatto pun segera memeriksa apa yang terjadi. Sedangkan pemuda berambut panjang dan berambut pirang melanjutkan aksi mereka melecehkan gadis itu.
"Siapa kamu?"sergah kedua pemuda itu saat melihat seseorang yang tidak lain adalah Niko, memakai helm masuk lewat jendela kaca.
Tanpa berkata apapun, Niko langsung menyerang kedua pemuda itu dengan ilmu beladiri nya yang pas-pasan. Untung nya pemuda berambut jabrik dan pemuda bertatto itu tidak pandai ilmu beladiri, sehingga Niko bisa langsung melumpuhkan keduanya. Si jabrik Niko tendang hingga terpental dengan kepala membentur tembok, dan si pemuda bertatto diadu kepalanya dengan kepala Niko yang mengenakan helm hingga pemuda bertatto itu terhuyung dan jatuh ke lantai.
Niko langsung menghampiri dua pemuda lainnya yang sudah membawa gadis tadi ke atas ranjang, bahkan salah satunya sudah naik ke atas tubuh gadis itu,"Kamelia!"pekik Niko masih menggunakan helm full face.
Dengan penuh amarah Niko menarik pemuda yang sedang menggagahi gadis yang ternyata adalah Kamelia itu. Niko membenturkan kepalanya dengan kepala pemuda itu beberapa kali sambil menendang pemuda berambut pirang yang berusaha menyerangnya.Niko menghadiahkan bogeman mentah ke wajah pemuda berambut panjang itu beberapa kali dan terakhir menendang perut pemuda itu, hingga pemuda itu jatuh tersungkur.
Saat pemuda berambut pirang ingin kembali menyerang, Niko langsung menghajar wajah dan perut pemuda itu, hingga pemuda itu tersungkur.
"Kamelia!"panggil Niko menghampiri Kamelia yang duduk dengan kaki ditekuk di depan dada, menyembunyikan tubuhnya dibalik sprei itu, karena saat ini dia hanya mengenakan pakaian dalam. Dengan cepat Niko membungkus tubuh Kamelia dengan sprei itu dan menggendong gadis itu keluar dari rumah itu.
Angin bertiup kencang, kilat menyambar- nyambar dan suara petir pun memekakkan telinga, hujan langsung turun dengan deras. Mobil keempat pemuda tadi terus mengejar Niko. Keadaan malam yang gelap pekat tanpa ada lampu penerang jalan, ditambah guyuran hujan yang begitu deras membuat Niko tidak bisa melihat dengan jelas. Motor yang dikendarainya tiba-tiba tergelincir di tepi jalan dan masuk ke dalam semak-semak.
Melihat Niko dan Kamelia jatuh, keempat pemuda tadi pun segera turun dari mobil,"Cepat tangkap mereka?"titah pemuda berambut panjang. Melihat hal itu Niko langsung melepaskan helm nya dan menarik tangan Kamelia. Memegang tangan Kamelia dengan kuat, Niko berlari tak tentu arah di tengah gelapnya malam. Keduanya berlari hingga sprei yang digunakan Kamelia terlepas.
"Akkkh!"pekik Kamelia saat kakinya tergelincir. Karena Niko memegang tangan Kamelia dengan erat, Niko pun ikut terjatuh dan mereka berdua pun jatuh ke sungai. Sedangkan hujan masih turun dengan deras.
Niko berhasil menarik Kamelia dalam dekapannya saat tubuh mereka terbawa arus sungai. Hanya kilat yang menyambar- nyambar yang menjadi penerangan mereka. Niko berusaha meraih apapun sebagai pegangan agar tidak tenggelam, sampai dia menemukan serumpun batang pisang yang hanyut untuk berpegangan. Hingga akhirnya saat kilat menyambar kembali, Niko berhasil meraih akar pohon yang ada di pinggir sungai. Niko pun berusaha membawa Kamelia yang sudah menggigil itu naik ke tepi sungai.
Setelah dengan sekuat tenaga naik ke tepi sungai dengan membawa tubuh Kamelia, untuk sesaat, Niko mengatur napasnya dengan posisi terlentang di atas tanah bersama Kamelia yang ada di sampingnya. Hujan masih terus mengguyur bumi, kilat dan petir pun masih saling bersahutan.
Niko kemudian duduk, ditatapnya Kamelia yang sekarang berada di depannya dengan bantuan cahaya kilat. Niko hanya bisa melihat Kamelia saat kilat menyambar. Saat memegang tangan Kamelia, Niko merasakan tangan itu menggigil hebat.
__ADS_1
"Kamelia! Kamelia!"panggil Niko, tapi sama sekali tidak terdengar jawaban dari Kamelia. Entah karena Kamelia tidak menjawab atau jawaban nya tidak terdengar karena suara hujan yang begitu deras. Niko pun langsung menarik Kamelia yang hanya mengenakan dalaman itu ke dalam pelukannya.
Dengan bantuan cahaya kilat, Niko menggendong tubuh Kamelia yang hampir tidak sadarkan diri karena hipotermia itu. Sedangkan tubuh Niko sendiri juga menggigil kedinginan, memaksakan diri untuk mencari tempat berteduh. Tidak mungkin mereka berdiam diri di tepi sungai itu dengan hujan yang seolah enggan berhenti. Bisa saja ada binatang buas yang akan melukai mereka.
Setelah berjalan tak tentu arah cukup lama, akhirnya Niko menemukan sebuah pondok di tepi sungai itu. Tanpa berpikir panjang, Niko langsung membawa Kamelia masuk ke dalam pondok itu. Hanya ada kasur lantai di dalam pondok itu.
"Maafkan aku, Kamelia!"ucap Niko melepaskan sisa pakaian yang menempel di tubuh Kamelia, kemudian melepaskan seluruh pakaiannya sendiri. Niko mendekap erat tubuh Kamelia, namun karena telah terlalu lama berada dalam guyuran air hujan dan juga cukup lama terombang ambil di sungai, pelukan itu tidak bisa menghangatkan tubuh mereka. Bahkan tubuh Kamelia semakin menggigil hebat.
Diatas kasur lantai yang usang, Niko merebahkan tubuh Kamelia yang menggigil,"Kamelia, maafkan aku! Aku tidak mungkin membiarkan kamu mati karena hipotermia. Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan ini. Aku akan menikahi kamu,"ucap Niko dengan suara lirih dan tubuh bergetar karena kedinginan.
Perlahan Niko mengecup bibir Kamelia yang sedingin es itu. Dengan lembut mulai memagut bibir Kamelia yang terasa manis itu. Beberapa kali Niko melepaskan pagutannya untuk menarik napas, namun kembali memagut, menyesap dan melum Matt bibir itu, seolah enggan untuk melepaskan nya.
Bibir Niko mulai turun ke leher Kamelia. Tangan Niko mulai menjalar kemana-mana, mengelus dan meremas apa saja yang diinginkan nya.Tubuh mereka pun mulai terasa hangat, walaupun Kamelia nampak nya tidak sepenuhnya sadar karena terkena hipotermia. Niko yang sudah lama tidak menyentuh wanita itu pun tidak bisa lagi menahan diri. Darahnya terasa mengalir deras, jantungnya berdetak semakin kencang, suhu tubuhnya pun semakin menghangat, dan napas nya semakin memburu.
Memainkan bagian bawah tubuh Kamelia dengan lidahnya, sedangkan tangannya sibuk meremas benda bulat yang masih terasa kenyal, hingga bagian inti Kamelia basah oleh cairan berlendir dan Kamelia mulai menggeliat.
Tidak bisa menahan lebih lama lagi gejolak dalam dirinya, Niko pun langsung memposisikan dirinya di atas tubuh Kamelia. Sedangkan kesadaran Kamelia berangsur kembali saat tubuhnya merasa gelisah dengan semua sentuhan Niko, apalagi saat Niko menggoda bagian inti tubuhnya dengan lidahnya. Dengan perlahan Niko memulai penyatuan, hasraatnya kian menggebu saat miliknya tak kunjung masuk sepenuhnya kedalam inti tubuh Kamelia. Kamelia mencengkram erat lengan Niko, menahan sakit di bagian inti tubuhnya.
Niko bergerak semakin cepat hingga miliknya terbenam sempurna dalam inti tubuh Kamelia dan Kamelia memekik merasakan sakit yang luar biasa pada bagian inti tubuhnya hingga kuku-kuku nya menancap di lengan Niko. Niko berhenti sejenak, kembali memagut bibir Kamelia. Setelah Kamelia terbuai dengan pagutan bibirnya, Niko kembali menggerakkan tubuhnya.
Suara desa Han dan lenguhan dalam pondok kecil itu tidak terdengar karena derasnya suara hujan dan juga suara kilat dan petir yang bersahutan.
...🌟"Ada dua macam dosa di dunia ini, dosa yang disengaja dan dosa yang tak disengaja."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
NB: Hipotermia terjadi ketika panas yang dihasilkan tubuh tidak sebanyak panas yang hilang. Penurunan suhu tubuh secara drastis yang berpotensi berbahaya Sejumlah kondisi yang berpotensi membuat panas tubuh banyak hilang dan menyebabkan hipotermia yang paling umum adalah berada di lingkungan bersuhu dingin dalam waktu yang lama. Mengenakan pakaian yang kurang tebal saat cuaca dingin.
__ADS_1
To be continued