Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
60. Terjebak


__ADS_3

"Maksud anda...Disha sedang mengandung?"tanya Hery nampak terkejut.


"Iya, dan sepertinya sebentar lagi akan melahirkan. Apa itu anak anda?"tanya Anjani nampak curiga.


"Bukan,"jawab Hery lalu menghela nafas panjang.


"Lalu kenapa anda terkejut?"tanya Anjani.


"Hanya kecewa, karena saya masih mengharapkan dia kembali pada saya,"ucap Hery jujur.


"Secantik apa dia sebenarnya hingga anda tidak bisa move on dari nya?"tanya Anjani penasaran.


"Sangat cantik, bahkan tanpa makeup sekalipun,"ucap Herry jujur.


"Saya jadi penasaran,"ucap Anjani kemudian mengambil minuman yang dibawa seorang pelayan yang lewat di dekat mereka.


"Eh, Nona Jagan ambil minumannya, itu sudah dipesan seseorang,"ucap pelayan itu.


"Saya haus, kamu kan bisa membuatnya lagi,"ucap Anjani.


"Tapi, Nona...."pelayan itu tidak melanjutkan kata-katanya saat Anjani sudah meminum minuman itu sampai habis.


Pelayan itu kemudian bergegas menghampiri seorang pria,"Tuan, bagaimana ini? Minuman yang anda pesan diminum oleh perempuan yang memakai gaun berwarna merah itu. Saya sudah mencoba melarangnya tapi Nona itu malah langsung meminumnya sampai habis,"ucap pelayanan itu sambil menunjuk ke arah Anjani dengan wajah khawatir.


"Ach..siall.!! Sekarang buatkan lagi minumannya, dan pastikan diminum oleh orang yang aku inginkan. Jika kamu tidak bisa melaksanakannya, aku akan membuat mu dipecat dari pekerjaanmu,"ancam pria itu sekilas menatap ke arah Anjani.


"Ba.. baik Tuan. Ta..tapi bagaimana dengan perempuan yang sudah meminum minuman tadi Tuan?"tanya pelayanan itu lagi.


"Biarkan saja, toh perempuan itu juga sudah punya suami,"ucap pria itu.


"Baik Tuan,"sahut pelayanan itu bergegas mengerjakan tugasnya.


Sedangkan Anjani nampak masih berbincang dengan Hery.


"Apa anda tahu siapa suami dari Disha?"tanya Hery mencoba mengorek informasi dari Anjani.


"Tidak, tapi sepertinya suaminya sangat kaya,"ucap Anjani sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


"šŠšžš§ššš©šš š¤šžš©ššš„ššš¤š® š­š¢š›šš-š­š¢š›šš š£šššš¢ š©š®š¬š¢š§š  š¬šžš¤ššš„š¢ š²šš?"batin Anjani.


"Iya, anda benar. Saya rasa suami Ayu memang orang kaya. Ayu bahkan selalu dijaga oleh bodyguard,"ucap Hery.


Namun tiba-tiba Anjani terhuyung dan hampir saja terjatuh jika saja Hery tidak segera menangkap tubuh Anjani.


"Eh..anda kenapa?"tanya Hery bingung karena tiba-tiba Anjani pingsan.


Karena acara resepsi pernikahan itu diadakan di sebuah villa, terpaksa Hery membawa Anjani ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya ke hotel terdekat yang Hery cari melalui google map.


Setelah menemukan hotel terdekat, Hery langsung memesan kamar dan mengendong Anjani ke dalam kamar. Setelah Hery membaringkan tubuh Anjani di ranjang, Hery langsung masuk ke kamar mandi.


"Ach siall.!! Pakek acara kebelet lagi,"gerutu Hery. Hery lumayan lama di dalam toilet, beberapa belas menit kemudian Hery keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega.


"Kamu sudah bangun?"tanya Hery saat melihat Anjani sudah duduk di atas ranjang namun nampak gelisah.


"Tolong aku,"ucap Anjani dengan suara lirih seperti sedang menahan sesuatu.


Hery berjalan mendekati Anjani kemudian duduk di dekat Anjani yang nampak semakin gelisah.


"Kamu kenapa?"tanya Hery.


Hery sebagai pria normal pun terpancing hasraatnya saat diserang seperti itu. Apalagi saat Anjani melucuti pakaiannya sendiri hingga membuat tubuh putih polosnya terpampang jelas di depan mata Hery membuat Hery kehilangan akal sehatnya. Hery pun ikut melucuti pakaiannya, melemparnya asal.


Hery benar-benar tidak bisa lagi menahan diri, dan malam itu pun terjadi pergulatan panas diantara mereka berdua. Anjani yang dalam pengaruh obat membuat penyatuan mereka malam itu sangat panas dan mendapatkan pelepasan berkali-kali hingga saat fajar mulai menyingsing mereka baru menyelesaikan pergulatan panas mereka.


Siang hari Hery baru mulai membuka matanya karena kelelahan akibat pergulatan panasnya semalaman dengan Anjani. Hery menatap perempuan yang tidur seranjang dengannya semalaman, bahkan bercinta berkali-kali dengan perempuan itu. Wanita itu tampak masih lelap dalam tidurnya.


"š€šœš”, š¬š¢ššš„š„.!! šŠšžš§ššš©šš š¬šžš¦ššš„ššš¦ ššš¤š® š›š¢š¬šš š­šžš«š šØššš šØš„šžš” š©šžš«šžš¦š©š®ššš§ š¢š§š¢ šššš§ š›šžš«ššš¤š”š¢š« š›šžš«š š®š„ššš­ ššžš§š ššš§š§š²šš š›šžrš¤ššš„š¢-š¤ššš„š¢.?!"batin Hery.


Perlahan Hery memunguti pakaiannya yang tercecer di lantai kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Merasa ada pergerakan di ranjang tempatnya tidur, Anjani pun mulai terbangun dan membuka matanya saat Hery sudah berjalan ke arah kamar mandi.


"šŽš” š²šš š“š®š”ššš§...ššš©šš š²ššš§š  š¤š®š„ššš¤š®š¤ššš§ š¬šžš¦ššš„ššš¦?! š’š¢ššš„š„.!! šš«š¢šš š¢š­š® š©ššš¬š­š¢ š¬šžš§š ššš£šš š¦šžš§š£šžš›ššš¤ š¤š® ššžš§š ššš§ š¦šžš¦š›šžš«š¢š¤ššš§ ššš¤š® šØš›ššš­ š©šžš«ššš§š  š¬ššš§š . ššžš«ššš§š¢ š¬šžš¤ššš„š¢ šš¢šš!!"batin Anjani menatap kearah pintu kamar mandi.


Anjani memunguti pakaiannya kemudian memakainya. Beberapa menit kemudian Hery sudah selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Kamu sengaja menjebak aku kan? Apa tujuan kamu melakukan ini padaku?"tanya Anjani menatap Hery tidak suka.


"What?! Menjebak mu? Hello..??! Apa kamu tidak sadar? Aku semalam yang telah menolong kamu dan kamu yang telah menyerang aku lebih dulu, bukan aku,"ucap Hery tidak terima.


"Aku semalam dalam pengaruh obat, mana aku sadar dengan apa yang aku lakukan?! Dan pasti kamu kan yang sudah sengaja menjebak aku?!"sergah Anjani.


"Hey Nona, buat apa aku melakukan hal murahan seperti itu? Tanpa memberikan obat apapun juga banyak perempuan yang bersedia untuk naik keranjang ku untuk menghangatkan malam ku. Buat apa aku memakai cara murahan seperti itu," kilah Hery.


"Lalu kenapa kamu membawaku ke hotel ini, jika bukan kamu yang sengaja menjebak aku?!"balas Anjani.


"Kamu pingsan di depan mataku, sebagai pria sejati mana mungkin aku membiarkan kamu begitu saja,"kilah Hery.


"Tapi kan tidak harus membawaku ke hotel hingga sampai terjadi kejadian seperti semalam,"sergah Anjani.


"Terus aku harus membawamu kemana?!"tanya Hery jengkel.


"Ach.. pokok nya kejadian semalam seharusnya tidak terjadi,"ucap Anjani sambil mengacak-acak rambutnya sendiri karena merasa frustasi.


"Tapi kenyataannya ini sudah terjadi dan ini bukan salahku. Aku ini pria normal, jika digoda seperti semalam bagaimana aku bisa bertahan?" ucap Hery tanpa rasa bersalah.


"Tapi seharusnya kamu menghindari aku, aku kan tidak sadar dengan apa yang aku lakukan!"sergah Anjani.


"Sudahlah!! Untuk apa lagi kita mendebatkan sesuatu yang telah terjadi. Tidak mungkin juga kita memutar waktu agar semua ini tidak terjadi. Lagian kita sama-sama untung dan sama-sama menikmati kan? Jadi buat apa kita memperdebatkannya?"


"Kita juga sudah sama-sama sudah dewasa. Lagian kamu juga sudah tidak suci lagi kan? Kamu perempuan yang sudah bersuami. Anggap saja apa yang terjadi semalam adalah kecelakaan, dan lupakan!"ujar Hery panjang lebar.


"Dasar brengseek.!!"umpat Anjani.


Hery yang pernah kuliah di luar negeri juga pernah terpengaruh pergaulan bebas, sedangkan Anjani sebagai seorang model pun beberapa kali berpacaran dengan model pria hingga melakukan hubungan layaknya suami-istri.


"Sudahlah lebih baik kamu bersihkan dirimu!! Dan kuharap kamu melupakan apa yang terjadi semalam. Anggap saja kita tidak pernah bertemu!!"ucap Hery kemudian pergi meninggalkan Anjani di kamar itu.


"Arghh..!! Dasar pria brengseek..!! pekik Anjani.


...🌟" Untung tak dapat dikejar, malang tak dapat ditolak, waktu tidak bisa diputar kembali dan takdir pun tidak bisa dirubah, hanya nasib yang harus terus diperjuangkan,"🌟...


..."Nana 17 Oktober "...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2