Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
24. Kenyataannya Tidak Sesuai Ekspektasi


__ADS_3

"Brakkk..."Alva menendang pintu kamar mandinya dengan kakinya.


Alva berjalan masuk ke kamar mandi lalu berhenti sebentar di bawah shower untuk sesaat.


"𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐰𝐚 𝐤𝐮 𝐤𝐞 𝐤𝐚𝐦𝐚𝐫 𝐦𝐚𝐧𝐝𝐢? 𝐀𝐡..𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐢𝐧 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡 𝐬𝐡𝐨𝐰𝐞𝐫 𝐤𝐚𝐧?"batin Anjani saat Alva berhenti di bawah shower.


Namun Alva kemudian berjalan lagi melewati shower dan mendudukkan Anjani di bathtub. Alva membuka kran air untuk mengisi bathtub kemudian mengambil sabun aromaterapi dan memasukkannya ke dalam bathtub.


𝐄𝐡... 𝐤𝐨𝐤 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐫𝐮𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐭𝐡𝐭𝐮𝐛? 𝐀𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐢𝐧 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐭𝐡𝐭𝐮𝐛? 𝐀𝐢𝐢𝐜𝐡....𝐚𝐤𝐮 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐚𝐛𝐚𝐫,"batin Anjani merasa senang.


Perlahan Alva berjongkok di samping bathtub sementara Anjani masih setia tersenyum manis pada Alva. Perlahan Alva membaringkan tubuh Anjani dengan lembut namun lama-lama Alva menenggelamkan kepalanya Anjani kedalam bathtub yang airnya sudah terisi setengah.


Untuk beberapa saat Alva membenamkan kepalanya Anjani kedalam bathtub hingga Anjani meronta-ronta dan terlihat kesulitan bernafas.


"Uhuk..uhuk...uhuk..."Anjani terbatuk-batuk saat Alva mengeluarkan kepalanya dari bathtub.


"Kamu pikir aku akan tergoda dengan tubuh mu itu? Sebaiknya kamu cuci otak kamu yang kotor itu dengan sabun yang banyak agar bersih,"ucap Alva dengan tatapan tajam menusuk. Alva kemudian meninggalkan Anjani dalam bathtub dengan busa yang banyak.


"Brakk,"Alva menutup pintu kamar mandi itu dengan keras.


"Alva...!!! Awas kamu..!!! Arghhh....!!"pekik Anjani merasa sangat kesal.


Anjani mengira Alva telah tergoda dengan tubuhnya, namun kenyataannya Alva malah merendamnya dengan begitu banyak sabun di dalam bathtub.


Sementara itu, Alva segera melajukan mobilnya ke apartemen tempat Disha tinggal. Setelah setengah jam mengendarai mobilnya, Alva sampai juga di apartemen tempat tinggal Disha. Alva pun segera menekan kode akses apartemen Disha hingga pintu itu terbuka.


"Alva?!"ucap Disha yang nampak terkejut dengan kedatangan Alva. Alva hanya mengenakan celana training dan kaos oblong dengan wajah yang nampak kesal.


Sedangkan Alva tanpa berkata apapun langsung masuk ke dalam apartemen Disha. Alva bergegas masuk kedalam kamar Disha kemudian melepaskan seluruh pakaiannya dan membuangnya ke tempat sampah.


Disha sempat termenung di depan pintu karena melihat wajah Alva yang tidak seperti biasanya. Disha kemudian mengikuti Alva ke dalam kamarnya, namun Alva sudah masuk ke dalam kamar mandi. Disha kemudian menyiapkan pakaian Alva diatas ranjang.


Alva mengguyur tubuhnya dibawah kucuran air shower sambil menyabun dan menggosok seluruh tubuhnya berkali-kali. Alva merasa jijik karena bersentuhan dengan Anjani. Namun Alva terpaksa bersentuhan dengan Anjani untuk memberikan pelajaran kepada perempuan itu.

__ADS_1


"𝐀𝐝𝐚 𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐢𝐞𝐧 𝐢𝐭𝐮? 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐰𝐚𝐣𝐚𝐡𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐢𝐭𝐮?𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦-𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐧𝐠𝐬𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐧𝐝𝐢? 𝐃𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢, 𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐣𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐡? 𝐃𝐢 𝐛𝐚𝐣𝐮 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚 𝐚𝐫𝐨𝐦𝐚 𝐩𝐚𝐫𝐟𝐮𝐦 𝐜𝐞𝐰𝐞𝐤," batin Disha bertanya-tanya saat mengangkat baju Alva yang di buang Alva di tempat sampah dan tercium aroma parfum cewek di baju itu.


"Ceklek,"pintu kamar mandi itu pun terbuka, menampilkan Alva yang hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Untuk sesaat Disha tesepona, eh maksudnya terpesona melihat tubuh Alva yang terlihat berotot, dengan dada bidang dan atletis itu, membuat Disha gagal fokus.


"Kenapa? Kamu suka melihat tubuhku yang seksi ini?"ucap Alva yang tiba-tiba berbisik di telinga Disha hingga membuat Disha terhenyak.


"A..aku sudah menyiapkan bajumu,"ucap Disha tergagap kemudian langsung membalikkan badannya.Namun dengan cepat Alva langsung memeluk Disha dari belakang.


"Mau kemana hemm?"tanya Alva dengan suara baritonnya sambil menggosok-gosokkan hidungnya yang mancung di leher Disha.


Tubuh Disha terasa meremang saat diperlakukan seperti itu, apalagi aroma segarnya sabun dan shampo yang dipakai Alva terasa menguar di indera penciumannya.


Disha memejamkan matanya menikmati ciuman dan sentuhan lembut dilehernya yang diberikan Alva. Perlahan Alva membalikkan tubuh Disha kemudian mencium bibir Disha dengan lembut, sedangkan tangan Alva mengelus punggung Disha.


Pria itu benar-benar lihai membuai istrinya hingga tanpa disadari Disha tubuhnya telah dibaringkan Alva diatas ranjang. Bahkan sekarang Alva sudah menindih tubuh Disha dan perlahan melucuti pakaian Disha.


Akhirnya malam itu pun mereka lewati dengan keringat yang bercucuran membasahi tubuh mereka dan berakhir dengan pekikan kenikmatan. Seperti biasanya, Alva tidak akan mau melepaskan penyatuan mereka walaupun mereka sudah selesai bercinta.


"Perempuan itu mencoba menggoda ku,"ucap Alva menghela nafas berat.


"Anjani?"tanya Disha mendongakkan wajahnya menatap wajah Alva.


"Hemm,"sahut Alva menundukkan wajahnya kemudian mengecup bibir Disha dengan lembut beberapa kali, mengusap lembut rambut wanita yang dicintainya itu.


"Memangnya apa yang dia lakukan?"tanya Disha sambil mengusap dada bidang suaminya yang berotot itu.


"Dia memakai lingerie didepan ku,"ucap Alva kemudian mengusap-usap bibir Disha dengan ibu jarinya.


"Lalu?!"tanya Disha lagi.


"Aku menggendongnya dan berniat mengguyurnya di bawah shower tapi tidak jadi. Aku kemudian memasukkan dia ke dalam bathtub yang kuberi banyak sabun. Lalu aku tenggelamkan seluruh tubuhnya di sana sampai dia kesulitan bernapas, baru aku melepaskannya,"jelas Alva.

__ADS_1


"Tapi kamu menikmati kan saat melihat, menyentuh, bahkan menggendong dia ke kamar mandi?!"tanya Disha dengan tatapan tajam sambil mencengkram dada Alva.


"Saat aku melihatnya memakai lingerie, aku membayangkan betapa indahnya jika yang memakai lingerie itu adalah kamu. Pasti kamu sangat seksi jika memakai lingerie,"ucap Alva tanpa menghiraukan tangan Disha yang mencengkram dadanya.


"Bohong.!! Kamu senang kan melihat Anjani memakai lingerie?!"bentak Disha.


"Besok aku akan membelikan mu banyak lingerie,"ucap Alva langsung mengecup bibir Disha .


"Jangan mencium ku.!!"hardik Disha mendorong wajah Alva .


"Kamu cemburu?"tanya Alva menaikkan satu alisnya.


"Tidak.!! Lepaskan..!!"ucap Disha berusaha mendorong tubuh Alva.


"Aku tidak mau,"ucap Alva semakin mengeratkan pelukannya agar tubuh mereka yang masih menyatu tidak terlepas.


"Alva..!! Lepaskan.!!! "pekik Disha sambil memukuli dada Alva.


"Aku akan membuat mu tidak bisa tidur sampai besok pagi jika kamu tidak mau diam,"ucap Alva.


"Aku benci kam...emp...." Disha tidak bisa lagi melanjutkan kata-katanya saat Alva langsung menutup bibir Disha dengan bibirnya, membuai Disha dengan ciumannya, menyesap, menggigit kecil, hingga akhirnya tautan itu terlepas karena keduanya sudah susah bernafas.


"Dengarkan aku.!! Aku sangat mencintaimu dan aku tidak menginginkan wanita lain lagi selain kamu, karena aku sudah tergila-gila padamu,"ucap Alva setelah melepaskan ciumannya kemudian mengusap bibir Disha yang basah karena.


Disha tidak mengatakan apapun namun wajahnya nampak cemberut, dan tidak mau menatap Alva.


"Tidurlah.!" ucap Alva kemudian menenggelamkan wajah Disha di dada bidangnya.


"𝐃𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐚𝐥𝐢𝐞𝐧.!! 𝐁𝐮𝐚𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐚𝐭.!!! 𝐁𝐨𝐝𝐨𝐡𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐞𝐧𝐚 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐝𝐢 𝐛𝐮𝐚𝐢𝐧𝐲𝐚. 𝐓𝐮𝐛𝐮𝐡 𝐤𝐮 𝐢𝐧𝐢 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩 𝐬𝐢𝐜𝐡?! 𝐎𝐭𝐚𝐤𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐭𝐮𝐛𝐮𝐡𝐤𝐮 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐬𝐩𝐨𝐧. 𝐃𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐤𝐡𝐢𝐚𝐧𝐚𝐭.!! 𝐓𝐮𝐛𝐮𝐡 𝐬𝐚𝐣𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐤𝐡𝐢𝐚𝐧𝐚𝐭𝐢 𝐚𝐤𝐮 , 𝐚𝐩𝐚 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐢𝐧?!"batin Disha merutuki dirinya sendiri.


...🌟"Cemburu tanda cinta, marah tandanya sayang, kalau curiga itu karena takut kehilangan."🌟...


..."Zivilia "...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2