
Siang itu di kantin perusahaan Bramantyo Group.
"Dis, kamu lagi dapet ya?"tanya Icha.
"Perasaan enggak dech. Kenapa? Apa celanaku kotor?"tanya Disha was-was.
"Enggak kok. Cuma aku Herman...eh heran aja, beberapa hari ini, itu leher nggak ada tato barunya, nggak seperti biasanya,"ucap Icha tanpa dosa.
"Sialan Lo Cha.!!"umpat Disha dan malah membuat Icha dan Yessie tertawa.
"Emang suami kamu lagi pergi, Dis?"tanya Yessie.
"Atau kamu lagi berantem sama PakSu?" timpal Icha.
"Aku nggak lagi berantem kok, cuma suami aku memang lagi pergi,"sahut Disha.
"Ngeliat tato di leher kamu, kayaknya suami kamu perginya bareng sama Pak Rendra ya?"tanya Icha.
"Iya, Dis. Kok bisa barengan ya?"timpal Yessie.
"Kebetulan aja,"sahut Disha.
"Btw, kamu nggak takut gendut apa, Dis? Akhir -akhir ini, kamu makan banyak banget," tanya Icha.
"Masa bodo' lah.!? Akunya laper, masa iya aku tahan-tahan. Udah laku juga,"sahut Disha enteng.
"Yee.. justru karena udah laku itu harus lebih dijaga. Pelakor jaman sekarang itu lebih berbahaya. Apalagi suami kamu itu kan tajir, pada ngantri tuch para pelakor kalau lihat dompet tebal, apalagi plus ganteng,"ujar Icha.
"Bener tuch Dis, apa kata Icha. Jaga baik-baik suami kamu dari pelakor, jangan dikasih kendor. Jaga tubuh kamu biar tetep cantik dan seksi, agar PakSu kamu tidak pindah ke lain hati,"tambah Yessie.
"Tumben kamu sepemikiran sama aku,"sahut Icha kepada Yessie.
"Soalnya kali ini kata-kata kamu itu benar. Pelakor jaman sekarang itu menakutkan, nggak pandang bulu, tua juga di embat asal banyak duit pasti hajar..hajar..saja dech sama mereka. Apalagi kalau masih muda, tampan plus dompet tebal, beh....jadi buruan para pelakor tuch,"ujar Yessie.
"Iya, makasih atas perhatian kalian. Aku bakal jaga PakSu baik-baik,"ucap Disha.
"Ya udah, balik ke kantor yuk, jam istirahat udah mau habis nich,"ucap Icha.
"Oke,"sahut Disha dan Yessie bersamaan.
__ADS_1
Disha, Icha dan Yessie pun kembali ke tempat kerja mereka masing-masing.
***
"Dis, ikut saya ke ruangan Pak Rendra,"ucap Riky berhenti sebentar di depan meja kerja Disha kemudian melanjutkan langkahnya ke dalam ruangan Alva diikuti oleh Disha.
"Tolong kamu susun berkas-berkas yang ini ke dalam lemari ya?"ucap Riky sembari meletakkan berkas-berkas yang di bawanya di atas meja Alva.
"Baik Pak,"ucap Disha.
"Ya sudah, saya kembali ke ruangan saya," ucap Riky.
"Baik, Pak,"sahut Disha.
Disha langsung menyusun semua berkas yang di bawa Riky ke dalam lemari dengan rapi hingga...
"Ahkk..!!"pekik Disha yang terkejut karena tiba-tiba ada tangan besar yang melingkar di perutnya.
"Sayang, aku rindu sekali padamu,"ucap Alva yang memeluk Disha dari belakang, langsung menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Disha.
"Alien..!! Apa kamu mau membuat aku mati jantungan?!" hardik Disha karena merasa terkejut dengan kemunculan Alva yang tiba-tiba.
"Hentikan Al, kita sekarang ada di kantor," ucap Disha menghentikan aksi Alva yang telah sukses membuat Disha meremang. Disha mencoba menyingkirkan tangan Alva dari tubuhnya.
"Sayang..!"panggil Alva dengan suara lembut seraya membalikkan tubuh Disha agar menghadap ke arah dirinya.
Alva memegang wajah Disha dengan tangan kanannya agar menengadah menatap wajahnya, sedangkan tangan kirinya memeluk pinggang Disha. Perlahan Alva mendekatkan wajahnya ke wajah Disha.
"Al..jangan seperti ini!" ucap Disha berusaha mendorong tubuh Alva agar menjauh dari tubuhnya.
Namun Alva tidak menghiraukan ucapan Disha. Alva semakin merapatkan tubuh mereka kemudian mulai menautkan bibirnya dengan bibir Disha.
Disha yang tadinya menolak akhirnya terbuai oleh ciuman Alva. Tangan kanan Alva sudah berpindah ke tengkuk Disha untuk memperdalam ciumannya, sedangkan tangan kirinya menarik pinggang Disha ke arah tubuhnya hingga tubuhnya dan tubuh Disha menempel.
Disha mencengkeram kemeja yang dipakai Alva, tanpa disadari membalas ciuman Alva. Ciuman yang tadinya lembut lama kelamaan semakin agresif dan menuntut.
Dengan gerakan sensual Alva mengelus punggung Disha, sedangkan tangan kanan Disha sudah mencengkram rambut Alva.Sepasang suami-istri itu saling menautkan lidah bertukar saleva. Suara decapan dari bibir mereka berdua pun memenuhi ruangan itu hingga...
"Ceklek,"
__ADS_1
"Tu...tu... tuan!" ucap Riky yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu. Suara Riky yang hanya seperti bergumam karena shock itu pun tidak terdengar oleh sepasang suami istri yang sedang asik memadu kasih melepas rindu itu.
Mata Riky melotot menatap sepasang suami-isteri yang sedang berciuman panas itu hingga tanpa disadarinya lama kelamaan berkas-berkas yang dibawanya berjatuhan.
Sepasang suami istri yang sedang melepas rindu itu langsung melepaskan ciuman mereka dan saling menjauh saat mendengar ada suara barang yang berjatuhan di lantai dan sangat terkejut saat melihat Riky yang berdiri di dekat pintu menghadap ke arah mereka.
"Ya Tuhan....hari ini mata suci ku ternoda. Aku melihat adegan 21 plus secara live,"gumam Riky kemudian tubuhnya merosot terduduk dilantai.
"Riky.. kenapa kamu malah duduk di situ?" tanya Alva dengan nada kesal karena Riky yang tiba-tiba muncul menganggu acara melepas rindunya dengan Disha. Sedangkan Disha nampak membenahi penampilannya.
"Tuan.. kenapa Tuan menodai mata suci ku? Mengapa Tuan melakukan adegan 21 plus disini?"protes Riky yang masih duduk di lantai dan bersandar di pintu.
"Terus kenapa kamu masuk tidak mengetuk pintu?"ketus Alva.
"Saya tidak tahu kalau Tuan masuk kerja hari ini. Soalnya sampai selesai makan siang tadi, Tuan tidak ada di kantor,"ucap Riky membela diri sambil memunguti berkas-berkas yang jatuh karenanya.
"Menganggu saja,"gerutu Alva sambil berjalan menuju kursi kebesarannya. Sedangkan Disha langsung keluar dari ruangan itu.
"Seharusnya Tuan mengunci pintu jika ingin bermesraan, atau masuk ke dalam ruangan pribadi Tuan,"sahut Riky membela diri sambil meletakkan berkas-berkas yang sudah dipungutnya ke atas meja Alva.
"Terserah aku, ini kan ruangan aku,"ketus Alva.
"Iya..iya..Tuan selalu benar dan saya selalu salah. Ngomong-ngomong, ciuman Tuan benar-benar panas, pantesan itu tato di leher Disha tumpang tindih nggak ilang-ilang baru mau ilang eh.. Tuan udah pulang. Pasti udah kebelet ya?! Sampai- sampai di kantor juga mau diterkam,"celoteh Riky membuat Alva menjadi marah.
"Riky..!!"teriak Alva.
"Ampun Tuan..!! Saya masih polos.!!"teriak Riky sambil berlari keluar dari ruangan Alva.
...🌟"Rindu itu terdiri dari lima huruf yang disusun menjadi satu kata, tapi kalau belum ketemu kenapa bisa bikin hati tersiksa?!" 🌟...
..."Nana 17 Oktober "...
Jangan lupa beri like, komentar, vote dan hadiah ya reader tercinta, biar author tambah semangat untuk update.
Mampir juga ke novelku sebelumnya" Mencintai Tanpa Melihat "
Aku rekomendasikan juga buat mampir ke karya KOHAPU , author favorit aku. Makasih atas dukungannya.🙏🙏🙏🙏🙏
To be continued
__ADS_1