Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
67. Menjenguk


__ADS_3

"Pa..Alva benar-benar menceraikan aku, pa!!" ucap Anjani langsung menangis dan memeluk Adiguna.


"Kurang ajar!!"ucap Adiguna penuh amarah,"Kamu bilang dia selingkuh? Siapa perempuan itu?Akan papa hancurkan hidup perempuan itu. Katakan pada papa siapa perempuan itu, sayang?"tanya Adiguna seraya memegang kedua pundak putrinya.


"Sekretarisnya, pa,"sahut Anjani.


"Kamu tidak boleh terpuruk seperti ini! Bersihkan dirimu dan makanlah! Kamu harus tetap sehat untuk menunggu Alva datang memohon dan bersimpuh padamu untuk mengharapkan belas kasih mu,"ucap Adiguna penuh keyakinan.


"Papa yakin itu akan terjadi?"tanya Anjani serius.


"Akan papa pastikan. Papa akan menarik seluruh saham di perusahaan Alva. Kita lihat saja nanti dia akan mengemis untuk kembali padamu. Papa pergi dulu," ucap Adiguna kemudian meninggalkan rumah itu.


***


Di kediaman Bramantyo.


"Tuan,"ucap Vicky menunduk hormat pada Bramantyo.


"Bagaimana? Kamu sudah menemukan informasi tentang perempuan itu?"tanya Bramantyo to the point.


"Sedikit Tuan, tapi ini berhubungan dengan perusahaan,"jawab Vicky.


"Maksud mu?"tanya Bramantyo tidak mengerti.


"Hari ini Tuan Adiguna menarik seluruh sahamnya di Bramantyo Group tapi..."ucap Vicky nampak ragu


"Tapi apa?"tanya Bramantyo tidak sabar.


"Tapi Nona Disha langsung masuk sebagai pemenang saham terbesar di Bramantyo Group menggantikan saham yang ditarik oleh Tuan Adiguna,"jelas Vicky.


"Apa? Kamu tidak bercanda kan?"tanya Bramantyo tidak percaya.


"Tidak Tuan, bahkan Nona Disha menanamkan modal lebih banyak dari saham yang ditarik Tuan Adiguna,"jawab Vicky.


"Jadi sekarang ini perusahaan ku tetap stabil?"tanya Bramantyo lagi.


"Iya Tuan, perusahaan anda sama sekali tidak terpengaruh karena saham dari Adiguna yang ditarik langsung diganti dengan saham milik Nona Disha. Dan ternyata Tuan muda pun sudah menginformasikan kemungkinan tentang hal itu dan juga antisipasinya. Sehingga saat Tuan Adiguna menarik semua sahamnya, perusahaan anda tidak terpengaruh sedikit pun,"jelas Vicky.


"Teryata anak itu memang sudah mempersiapkan segalanya. Aku akui dia memang cerdas. Tapi walaupun demikian aku ingin kamu tetap mencari informasi tentang Disha,"perintah Bramantyo.


"Jika informasi tentang keluarganya saya belum mendapatkan apa-apa Tuan. Tapi kalau mengenai aset yang dimiliki Nona Disha saya tahu,"ucap Vicky.


"Apa saja aset yang dia miliki?"tanya Bramantyo nampak sangat tertarik.


"Asetnya berupa saham yang ada diberbagai perusahaan, hotel, rumah sakit, dan juga pertambangan baik di dalam maupun luar negeri,"jelas Vicky.


"Seberapa kaya dia?"tanya Bramantyo semakin penasaran.


"Hampir sama dengan anda,"ucap Vicky agak pelan, takut Bramantyo tersinggung.


"Aku semakin tertarik dengan perempuan itu, selidiki lebih lanjut tentang Disha,"perintah Bramantyo.

__ADS_1


"Baik Tuan,"ucap Vicky.


***


Di rumah sakit.


"Sayang, ayo kita bersihkan tubuhmu,"ucap Alva kemudian menggendong Disha ke kamar mandi.


"Al, aku ingin sekali mandi,"ucap Disha.


"Belum boleh sayang, kata dokter setelah operasi Caesar, 3 sampai 4 hari baru boleh mandi,"jelas Alva.


"Tapi rambut ku rasanya sudah lepek, Al," rengek Disha.


"Aku akan membantumu keramas, agar bekas operasi mu tidak terkena air,"ucap Alva kemudian melepaskan pakaian istrinya satu persatu.


"Sayang, setelah melahirkan tubuhmu semakin menggoda,"ucap Alva sambil mengelap tubuh Disha dengan kain basah, sesekali menelan salivanya melihat pemandangan indah didepannya.


"Jangan macam-macam, Al! Kamu harus berpuasa!"sergah Disha.


"Iya..iya.. sayang. Aku akan berpuasa,"ucap Alva.


Beberapa menit kemudian Alva sudah selesai membersihkan tubuh Disha, dan memakaikan pakaian Disha, rambut Disha sekarang pun juga sudah rapi dan wangi.


"Sayang, aku mandi dulu, ya?"pamit Alva.


"Iya,"sahut Disha dan Alva pun segera masuk kedalam kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu dengan membawa baju ganti.


"Masuk!"ucap Disha.


"Nyonya, ada teman anda yang ingin berkunjung,"ucap seorang bodyguard yang berjaga di luar ruangan Disha.


"Suruh masuk!"ucap Disha.


"Baik Nyonya,"sahut bodyguard itu dan tak lama Icha dan Yessie pun masuk ke dalam ruangan itu.


"Dis... "Icha dan Yessie tidak melanjutkan panggilan mereka saat mata mereka menatap kearah Disha dengan wajah yang nampak tercengang menatap Disha.


"Yessie, Icha, kemari lah!"ucap Disha sambil melambaikan tangannya pada Yessie dan Icha.


"Ka..kamu beneran Disha?"tanya Icha tak percaya.


"Tentu saja, memangnya siapa?"tanya Disha sambil tersenyum manis.


Perlahan Yessie dan Icha berjalan kearah Disha, menatap Disha dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Disha..ini bener-bener kamu? Kamu cantik sekali Dis,"ucap Icha.


"Iya Dis, kamu cantik sekali. Pantesan pak Rendra menangis sampai sebegitu nya saat kamu dinyatakan sudah meninggal. Orang istrinya cantik kayak bidadari turun dari kahyangan begini," timpal Yessie.


"Alva menangis?"tanya Disha menatap Yessie dan Icha bergantian.

__ADS_1


"Alva?!"tanya Yessie dan Icha bersamaan.


"Ah..aku lupa. Kalian hanya tahu kalau namanya Rendra. Sebenarnya namanya adalah Alvarendra Bramantyo. Aku biasa memanggilnya Alva,"jelas Disha.


"Ohh . begitu,"ucap Yessie dan Icha bersamaan.


"Jadi Alva menangis saat aku dinyatakan meninggal?"tanya Disha penasaran.


"Iya, Dis. Aku yang mendengarnya aja hati ku menjadi pilu. Pak Rendra sudah seperti orang yang putus asa , Dis,"sahut Yessie.


'Iya, Dis. Aku nggak menduga kalau Pak Rendra itu teryata bucin akut,"timpal Icha.


"Ceklek "suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat ketiga perempuan itu menatap kearah pintu itu.


"Sayang, nanti kamu pengen makan apa?"ucap Alva berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menggosok rambutnya dengan handuk kecil tanpa menoleh ke arah Disha.


"Aku pengen makan yang berkuah, Al,"sahut Disha.


"Oke, ak.....oh ada yang membesuk kamu,"ucap Alva sempat menghentikan kata-kata saat menoleh ke arah istrinya dan melihat ada sahabat istrinya di sana.


Icha dan Yessie nampak terpesona saat melihat Alva memakai pakaian kasual dengan rambut setengah kering yang acak-acakan namun malah membuat pria itu semakin tampan.


"Tok..tok..tok.."


"Masuk!"ucap Alva membuat Yessie dan Icha tersadar.


"Tuan, Nyonya,"sapa Riky.


"Apa semuanya sesuai rencana?"tanya Alva kepada Riky.


"Iya Tuan. Semuanya sesuai rencana dan sudah beres,"ucap Riky .


"Bagus,"ucap Alva.


"Tapi ada yang ingin saya bicarakan berdua dengan anda, Tuan,"lanjut Riky.


"Oke, tunggu sebentar. Sayang, aku akan pergi sebentar dengan Riky. Apa ada yang kamu inginkan?"tanya Alva seraya mendekati Disha hingga membuat Yessie dan Icha agak menjauh dari Disha.


"Aku ingin jus alpukat, Al,"ucap Disha.


"Oke, aku akan membelinya untuk mu. Apa teman-teman mu ini juga mau?"tanya Alva melirik ke arah Yessie dan Icha sekilas.


"Iya, belikan saja mereka menu yang sama,"ucap Disha.


"Oke, aku pergi dulu,"ucap Alva sambil mengelus kepala Disha kemudian mengecup bibir Disha sekilas, membuat mata Yessie dan Icha terbelalak.Setelah itu Alva segera meninggalkan ruangan itu bersama Riky.


...🌟"Orang yang tulus padamu adalah orang yang akan selalu setia menemani dan mendukung mu baik saat kamu sedih ataupun bahagia."🌟...


..."Nana 17 Oktober "...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2